Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Bangun Rumah Sendiri Vs Cicil KPR Rumah Minimalis

by Tisyrin N. T on 14 September, 2017

Bicara tentang kredit, rumah minimalis sederhana tipe 36 seringkali menjadi incaran keluarga kecil. Harganya terbilang terjangkau sehingga rumah tipe tersebut laku bak kacang goreng. Dengan biaya yang sama, apa perbandingannya ketika bangun rumah sendiri?

Pilihan untuk membangun rumah sendiri biasanya terkait dengan kepuasan. Atau bisa jugamemilih untuk membangun sendiri karena kita sudah memiliki tanah, tak ingin terbeban utang dalam jangka waktu lama, atau ingin lebih hemat.

Masalahnya, bila kita belum memiliki bujet yang cukup, KPR adalah pilihan yang paling tepat. Cukup dengan mengumpulkan uang untuk membayar uang muka atau down payment (DP) dan biaya-biaya lainnya, rumah impian sudah bisa dihuni. Tinggal membayar angsurannya setiap bulan hingga lunas.

Mengingat rumah yang layak adalah kebutuhan setiap keluarga, pasangan yang baru menikah cepat atau lambat harus memikirkan cara untuk memiliki rumah sendiri. Rumah pertama tak harus muluk-muluk, rumah minimalis sederhana tipe 36 pun sudah lebih dari cukup.

Berikut ini gambaran singkat tentang membangun rumah minimalis sendiri tipe 36 versus KPR :

Biaya membangun rumah minimalis tipe 36 secara sederhana

Ada berbagai keuntungan membangun rumah sendiri. Yang jelas, membangun rumah sendiri memang terasa berat tetapi kita tidak akan terbebani utang jangka panjang. Desain rumah juga bisa disesuaikan dengan selera.

Kelemahannya yaitu harus menyiapkan dana dalam jumlah besar. Tentu perlu waktu yang lama untuk mengumpulkan dana.

Proses membangun rumah sendiri pun terbilang rumit karena harus mengurus sendiri perizinan, legalitas, hingga instalasi air dan listrik. Dan apabila tidak teiliti,  berpotensi terkena masalah ketika mengurus soal legalitas.

(Baca: 7 Tips Cari Perumahan Murah dengan Harga Terjangkau)

Jika telah siap dana untuk membangun rumah sendiri, tentu tak masalah. Nah, untuk membangun rumah minimalis tipe 36, siapkan biaya-biaya berikut ini :

Beli tanah untuk rumah minimalis

Untuk membangun rumah sendiri, tentu harus memiliki tanah terlebih dahulu. Harga tanah di setiap daerah bervariasi. Semakin strategis letak tanah tersebut, biasanya akan semakin mahal harganya.

Di Jabodetabek, setidaknya harus menyediakan bujet minimal Rp1,5 juta untuk membeli tanah per m2. Misalnya di wilayah Kabupaten Bogor, masih bisa dijumpai tanah seharga Rp1,5 juta per m2.

Jadi, apabila ingin membeli tanah seluas 60 m2 saja, perlu mengerluarkan bujet sebesar Rp90 juta. Jika ingin tanah yang lebih luas misalnya 90 m2, perlu bujet sekitar Rp135 juta . Hitungannya :

Tanah 60 m2 :

60 m2 x Rp1,5 juta/m2 = Rp90 juta

Tanah 90 m2 :

90 m2 x Rp1,5 juta/m2 = Rp135 juta

Biaya tenaga kerja

Setelah tanah siap dan tiba waktunya membangun rumah, selanjutnya adalah memikirkan biaya untuk tenaga kerja. Sebelumnya, pahami dulu bahwa untuk menggunakan jasa tenaga kerja atau tukang dalam membangun rumah, terdapat sistem harian, sistem borongan jasa, dan sistem borongan penuh.

Untuk sistem harian, terdapat kekurangan yaitu biaya bisa membengkak jika pengerjaannya terlalu lama. Sementara sistem borongan jasa, kekurangannya adalah biaya belum termasuk bahan bangunan.

Secara umum, apabila menggunakan sistem borongan maka kita tak perlu khawatir akan lama pengerjaan rumah, karena biaya dihitung per m2.

Agar lebih mudah dalam menghitung biaya membangun rumah, sebaiknya menggunakan sistem borongan penuh. Biaya yang kita keluarkan sudah termasuk biaya bahan bangunan. Biaya menggunakan jasa tukang dengan sistem borongan penuh di Jabodetabek sekitar Rp3 juta per m2. Tarif akan lebih tinggi jika membangun rumah mewah.

Maka, jika ingin membangun rumah tipe 36 alias bangunan seluas 36 m2, hitungannya sebagai berikut :

36 m2 x Rp3 juta/m2 = Rp108 juta

Biaya darurat

Jadi, total biaya untuk membeli tanah kemudian membangun rumah tipe 36/60 adalah sekitar Rp198 juta. Sedangkan untuk tipe 36/90 adalah sekitar Rp243 juta.

Sebagai catatan, harga di atas belum termasuk biaya untuk mengurus legalitas tanah atau rumah. Dan selain biaya untuk mengurus legalitas, sediakan pula dana ekstra untuk berjaga-jaga.

(Baca: Kontrak Kerja Karyawan Pengaruhi Pengajuan Kredit, Kenapa?)

Sediakan setidaknya 10% dari total estimasi biaya yang ada. Dana tersebut akan berguna untuk kebutuhan tambahan seperti membuat taman. Atau, untuk sekedar berjaga-jaga.

Ajukan KPR rumah minimalis tipe 36

KPR adalah cara yang gampang untuk memiliki rumah dalam waktu cepat. Kelebihan KPR adalah kita tidak harus memiliki dana tunai dalam jumlah besar.

Artinya, hanya menyiapkan uang muka saja dan memikirkan pembayaran angsuran setiap bulannya. Sementara kekurangan KPR adalah, desain rumah kadang tidak sesuai harapan.

Tak sedikit pengembang yang menawarkan rumah minimalis tipe 36 dengan luas tanah bervariasi. Contohnya sebagai berikut :

Citra Indah City di Cileungsi

Di perumahan ini, terdapat rumah tipe Cerbera 3 dengan ukuran 36/90 yang harga tunainya mencapai Rp276,97 juta. Sementara harga untuk KPR 1 dan 2 sebesar Rp302,16 juta.

Untuk bisa mendapatkan rumah tersebut dengan KPR, siapkan DP sekitar Rp15,11 juta. Cicilan 20 tahun sebesar Rp2,31 juta dengan estimasi bunga 7,5%.

The Crystal Residence Bojong Gede, Bogor

The Crystal Residence Bojong Gede menawarkan tipe Emerald  dengan ukuran 36/66. Harga untuk tunai keras Rp399 juta, sementara harga KPR adalah Rp445 juta.  Pada Agustus – September 2017 sedang ada promo DP 0%, sehingga tidak perlu membayar DP yang totalnya sekitar Rp44,5 juta.

Untuk melunasi rumah ini, perlu membayar angsuran sekitar Rp3,48 juta per bulan dengan estimasi bunga 8,5%.

Tentang Penulis

Penulis konten yang pernah mencicipi profesi sebagai jurnalis bidang finansial, kesehatan, seni, dan lifestyle.

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami