Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

5 menit waktu bacaan

Cek! 5 Kebutuhan Utama Pasangan yang Baru Menikah

by Tisyrin N. T on 17 Juli, 2018

Setelah menikah, seseorang memasuki babak kehidupan baru yang lebih menantang. Kebutuhan pun semakin kompleks. Maka dari itu, pengantin baru harus pandai-pandai dalam mengatur keuangan.

atur uang untuk pasangan menikah _ kartu kredit - CekAja.com

Pasangan yang baru menikah harus belajar untuk lebih bijak dalam hal keuangan. Apabila saat masih lajang, kebutuhan untuk bersenang-senang seperti traveling, belanja, nonton konser, dan lain sebagainya bisa dipenuhi tanpa pikir panjang, tetapi lain ceritanya ketika sudah menikah.

Maka, jika Anda pengantin baru, Anda harus lebih pandai memilah antara kebutuhan dan keinginan. Dengan begitu, kebutuhan prioritas akan cepat terpenuhi. Inilah 5 kebutuhan utama pasangan yang baru menikah:

(Baca juga: Wow, Indonesia Masuk Dalam 10 Negara Paling Aman)

Membeli tempat tinggal

Tempat tinggal adalah kebutuhan utama bagi pasangan pengantin baru. Apabila telah siap dana, sebaiknya segera alokasikan untuk membeli tempat tinggal. Anda bisa menentukan apakah Anda dan pasangan akan membeli tanah, rumah, atau apartemen.

Apabila memilih untuk membeli tanah, maka Anda juga perlu menyiapkan dana untuk segera membeli bahan-bahan bangunan dan membangun rumah sendiri. Sementara jika Anda ingin membeli rumah atau apartemen agar lebih praktis, Anda bisa memilih membelinya secara tunai atau melalui Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Namun, bagi pasangan yang belum memiliki cukup dana, bisa segera merencanakan dan menabung bersama untuk bisa mengumpulkan uang muka rumah alias Down Payment (DP).

(Baca juga: Menyoal Kontroversi Kylie Jenner dalam Daftar Perempuan Terkaya yang 'Self Made')

Nah, ada kabar gembira bagi Anda yang berencana membeli rumah dalam waktu dekat. Anda bisa mengambil rumah tanpa harus mengeluarkan uang muka. Mengapa? Karena Bank Indonesia telah merelaksasi kebijakan Loan to Value (LTV).

Dalam peraturan ini, BI memperbolehkan Anda mengambil rumah tapak dan rumah susun tanpa harus mengeluarkan DP. Ketentuan berlaku saat pembelian pertama rumah tapak dan rumah susun.

Untuk tipe rumah dibawah atau sama dengan 21 m2, Anda dapat membeli rumah dengan DP 0 persen mulai dari rumah kesatu, kedua, dan seterusnya. Lalu untuk tipe rumah 22 m2 – 70 m2, Anda dapat membeli rumah dengan DP 0 persen untuk rumah pertama saja. Sementara untuk rumah kedua dan seterusnya, Anda cukup mengeluarkan DP 10 persen dari harga rumah.

(Baca juga: Ternyata dengan Gaji Kecil Bisa Mengajukan KTA, Cek Yuk!)

Dan, untuk tipe rumah lebih dari 70 m2, hanya bisa membeli rumah dengan DP 0 persen untuk rumah pertama. Untuk rumah kedua dan seterusnya, cukup mengeluarkan DP 15 persen dari harga rumah. Ketentuan Bank Indonesia tersebut berlaku mulai 1 Agustus 2018, dan kembali kepada pihak bank dalam penerapannya.

Jadi, Anda berpotensi mendapatkan rumah dengan DP 0 persen. Artinya, tidak ada lagi alasan bagi Anda untuk menunda membeli rumah? Anda dan pasangan tinggal mencari rumah yang harganya sesuai dengan kantong, sehingga cicilannya tidak akan membebani Anda.

Pengeluaran rutin bulanan

Susunlah kebutuhan sehari-hari utama Anda dan pasangan seperti peralatan mandi, bahan makanan, sabun untuk mencuci baju, cairan pembersih lantai, dan sebagainya. Kemudian tentukan alokasi bujet untuk belanja bulanan.

(Baca juga: 6 Orang Indonesia Ini Masuk Daftar Manusia Terkaya Versi Bloomberg)

Dengan begitu, saat belanja bulanan, tak akan ada yang terlupakan untuk dibeli. Selain itu, Anda dan pasangan akan berupaya berbelanja tanpa melebihi bujet yang ada.

Ketika berada di supermarket, tahan nafsu Anda. Utamakan membeli kebutuhan yang benar-benar penting saja. Ingat, Anda sudah berkeluarga, masih banyak kebutuhan lain yang harus dipenuhi selain belanja bulanan.

Anda juga harus mengalokasikan bujet untuk pengeluaran rutin bulanan lainnya seperti biaya listrik atau biaya kontrakan jika belum memiliki rumah.

Memastikan anggota keluarga memiliki perlindungan kesehatan

Kebutuhan terpenting selanjutnya adalah perlindungan kesehatan. Mengapa perlindungan kesehatan ini penting? Karena kondisi sakit datangnya tak dapat diduga. Artinya, Anda dan pasangan harus selalu siap.

Jika  sudah mendapatkan asuransi kesehatan dari kantor, pastikan apakah sudah cukup memadai atau tidak. Bagi yang belum memiliki perlindungan kesehatan, segera pilih asuransi kesehatan terbaik. Atau, mendaftar ke Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan untuk premi yang lebih murah.

Mempersiapkan finansial menyambut buah hati

Biasanya, buah hati akan hadir di tahun pertama pernikahan. Pengantin baru harus mempersiapkan kehadiran sang buah hati dari segi finansial. Apabila sudah memiliki asuransi kesehatan, maka untuk urusan yang satu ini akan terasa jauh lebih ringan.

Asuransi kesehatan akan menanggung biaya kontrol kehamilan hingga melahirkan. Namun, Anda dan pasangan juga harus menyiapkan dana darurat untuk berjaga-jaga apabila ada biaya yang tidak tercover asuransi. Selain itu, persiapkan bujet untuk membeli perlengkapan bayi.

Mempersiapkan biaya pendidikan anak

Ya, biaya pendidikan anak harus dipersiapkan sejak dini. Bahkan, idealnya, Anda dan pasangan bisa mulai mempersiapkannya sejak anak masih berada dalam kandungan. Ingat, menurut penelitian dari ZAP Finance, rata-rata kenaikan biaya pendidikan di Indonesia  mencapai 10 persen–20 persen per tahun.

Anda bisa mempersiapkan biaya pendidikan anak dengan berinvestasi. Semakin cepat memulainya, artinya semakin panjang waktu Anda untuk mengumpulkan dana. Dan, semakin kecil modal yang harus Anda keluarkan untuk berinvestasi.

(Baca juga: Survei: Kegiatan Dunia Usaha Meningkat, Yuk Berbisnis!)

Tentang Penulis

Penulis konten yang pernah mencicipi profesi sebagai jurnalis bidang finansial, kesehatan, seni, dan lifestyle.

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami