Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

3 menit waktu bacaan

CekAja jadi Sponsor Utama Indonesia Fintech Summit & Expo 2019

by Gentur Putro Jati on 11 September, 2019

PT Puncak Finansial Utama, pengelola marketplace finansial CekAja.com mengumumkan dukungannya sebagai sponsor utama (Diamond Sponsor) kegiatan Asosiasi FinTech Indonesia (AFTECH), Indonesia Fintech Summit & Expo (IFSE) 2019 yang akan diadakan pada 23 dan 24 September 2019 di Jakarta Convention Centre (JCC).

JP Ellis

Selain CekAja.com, pameran fintech terbesar di Indonesia yang diadakan setiap tahun ini juga didukung oleh perusahaan lain yaitu Vida, Bank BRI, dan OVO sebagai Platinum Sponsor. ShopeePay dan Gopay sebagai Gold Sponsor, serta Silver Sponsor diisi oleh Wallex, Kredivo, Permata Bank, dan Bank UOB.

Manajemen CekAja.com memiliki harapan besar keikutsertaan perusahaan dalam IFSE 2019 akan membantu Pemerintah, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI) dalam meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia. Hal tersebut sejalan dengan tema besar IFSE 2019, yaitu “Innovation for Inclusion“.

(Baca juga: Fintech Mulai Rambah Pasar Modal!)

IFSE 2019 sendiri rencananya akan dibuka oleh Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi), Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, dan Gubernur BI Perry Warjiyo.

Dalam IFSE 2019 nanti, John Patrick Ellis, Chief Executive Officer (CEO) C88 Financial Technologies, sebagai induk perusahaan dari CekAja.com akan menjadi salah satu pembicara dalam Panel Session di agenda hari pertama (23/9).

Agenda IFSE 2019

Selama dua hari kegiatan berlangsung, AFTECH memperkirakan IFSE 2019 akan didatangi oleh 5.000 pengunjung, 800 delegasi (regulator, pemerintah, lembaga donor, pelaku fintech dan sektor keuangan), dan 120 lebih perusahaan fintech sebagai peserta.

Sesi konferensi sendiri akan menghadirkan lebih dari 100 pembicara dengan pengalaman kelas dunia untuk membahas berbagai isu penting terkait perkembangan industri fintech dan dampaknya terhadap masyarakat luas, khususnya untuk segmen unbanked dan undeserved.

Sementara di dalam area pameran (expo) akan ada lebih dari 120 perusahaan dari sektor fintech, keuangan dan teknologi yang akan menampilkan berbagai produk dan layanan keuangan berbasis teknologi yang manfaatnya sudah dirasakan oleh masyarakat luas.

“IFSE 2019 akan menjadi ajang bagi para perusahaan fintech dan sektor keuangan untuk memperlihatkan kontribusi nyata mereka dalam mendukung target inklusi keuangan sebesar 75 persen di tahun 2019 yang sudah dicanangkan oleh pemerintah,” ujar Niki Luhur, Ketua Umum AFTECH.

Niki juga mengatakan tiga asosiasi di industri fintech yaitu AFTECH, Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), dan Asosiasi Fintech Syariah Indonesia (AFSI) akan menggunakan momentum IFSE 2019 untuk meluncurkan Joint Code of Conduct on Responsible Fintech Innovation, yang merupakan komitmen bersama untuk melakukan standarisasi dan memberikan panduan umum yang disepakati oleh seluruh pelaku industri fintech terkait prinsip-prinsip dasar pelaksanaan bisnis yang bertanggung jawab.

Joint Code of Conduct ini akan membahas pengaturan minimal terkait kewajiban penyelenggara fintech dalam memastikan perlindungan konsumen, perlindungan dan privasi data pribadi, mitigasi risiko siber, mekanisme minimal penanganan aduan konsumen dan topik penting lainnya.

(Baca juga: Awas Tertipu Pinjol Ilegal, Ini Sederet Ciri-cirinya!)

Sebagai penutup dan tidak kalah pentingnya, OJK dan BI akan menyelenggarakan kegiatan “Policy Dialogue” pada 25 September 2019 yang merupakan bagian dari rangkaian acara IFSE 2019 dengan mengundang regulator dari beberapa negara.

Saat ini AFTECH memiliki total anggota sebanyak 280 perusahaan, dimana 250 merupakan perusahaan fintech yang beroperasi di berbagai sektor seperti sistem pembayaran digital, pinjaman online, inovasi keuangan digital, insuretech, equity crowdfunding dan lainnya.

Tentang Penulis

Gentur Putro Jati

Ego in debitum, ergo sum