Kiprah Disney, Dari Kartunis Hingga Beli Fox Senilai Rp1 Kuadrilliun

3 min membaca Oleh Sindhi Aderianti on

Seberapa menarik tontonan masa kecilmu? Lewat kehadiran segudang tokoh kartun nan jenaka, tentunya lebih memberi warna tersendiri. Dalam urusan ini, berterima kasihlah pada Walt Disney.

Perusahaan hiburan dan media terbesar di dunia itu telah menciptakan beratus-ratus karakter yang tak pernah membosankan untuk dinikmati.

Tiap generasi juga seolah disuguhkan kartun yang berbeda. Generasi 90-an pastinya sudah khatam dengan kisah persaingan dua mainan Sheriff Wood dan Buzz Lightyear dalam “Toys Story”.

Sementara anak zaman now, begitu tersihir oleh pesona kakak beradik Anna dan Elsa di film “Frozen”.

Tak hanya itu, karakter setiap tokoh yang diciptakan pun begitu menggemaskan. Terlebih ketika diimplementasikan ke dalam benda-benda tertentu.

Misalnya saja Disney Princess atau Mickey & Minnie Mouse. Sayang jika tidak dikoleksi!

Sepenggal Kisah Sang Pendiri

Jauh sebelum sukses, begitu panjang dan berliku jalan yang harus ditempuh seorang Walt Disney.

Pria bernama lengkap Walter Elias Disney ini lahir dari keluarga yang cukup memprihatinkan di pinggiran kota Missouri, Amerika Serikat.

Sang ayah memiliki sebuah percetakan koran lokal yang mempekerjakan Walt dan kakaknya sendiri.

Setiap pagi, ia selalu bangun pukul 03.00 untuk memilih-milih koran dan kemudian mengantarnya ke para pelanggan.

Saat usianya masih 4 tahun, Disney sudah mengembangkan minatnya terhadap seni lukis.

Hingga beranjak remaja, ia mulai unjuk kebolehan dengan menjadi seorang kartunis untuk koran sekolahnya.

Disney juga pernah menggambar kartun seekor hewan, lalu mengirimnya ke berbagai studio di Hollywood.

Sempat mengalami banyak penolakan, akhirnya ada studio yang menerima jasa menggambarnya untuk pembuatan animasi berjudul Alice in Wonderland.

Untuk jasanya ini, Disney dibayar 1.500 dolar Amerika Serikat.

Alice In Wonderland kemudian difilmkan dan sukses besar menduduki peringkat pertama film di Amerika selama tiga tahun berturut-turut.

Dengan keberhasilannya ini, Walt Disney kemudian mendirikan studio sendiri dan menciptakan tokoh-tokoh penting kartun yang memberikan kesuksesan besar baginya, Donald Duck, Mickey Mouse, dan Pluto.

Singkat cerita, kini perusahaan yang didirikannya bersama Roy O. Disney yakni The Walt Disney Company, memiliki pendapatan tahunan sekitar 35 miliar dolar AS.

(Baca juga: Forbes Rilis Daftar Perusahaan Terbaik Dunia, 6 Diantaranya dari Indonesia)

Membangun Taman Bermain di 4 Negara

Pada 1950, Disney tak hanya ingin fokus untuk membuat animasi, ia pun memboyong karakter ciptaannya ke sebuah taman hiburan yang ia buat juga, Disneyland. Disneyland resmi dibuka pada 1955 setelah dirinya mendapat dana dari program televisi.

Kerap dijuluki Happiest Place on Earth, siapapun pasti bercita-cita mengunjungi Disneyland. Hingga kini, terhitung ada lima Disneyland yang tersebar di berbagai negara.

Mulai dari Disneyland California, Disney World Florida, Disneyland Tokyo, Disneyland Paris, Disneyland Hong Kong dan yang termuda adalah Disneyland Shanghai.

(Baca juga: Fakta-fakta Stephen Hillenburg, Sang Pencipta Spongebob Squarepants)

Akuisisi 21st Century Fox

Beberapa hari lalu, Disney dikabarkan berhasil mengakuisisi 21st Century Fox. Maharnya pun fantastis, mencapai 71 miliar dolar AS atau setara Rp1 kuadriliun atau Rp1.000 triliun.

Jika dijumlahkan, hampir sama dengan setengah dari APBN Indonesia!

Bukan perkara mudah untuk mencuri hati Fox. CEO Disney Robert A. Iger mengatakan, ia telah mempertaruhkan segalanya untuk kesepakatan ini.

Disney pun sempat harus bersaing dengan perusahaan lain, yakni Comcast Corp. Adanya persaingan itulah yang membuat Disney menaikkan penawaran.

Dari awalnya 52,4 miliar dolar AS hingga mencapai 71 miliar dolar AS.

Aset Fox yang akan berpindah ke tangan Disney meliputi Twentieth Century Fox, Fox Searchlight Pictures, Fox 2000 Pictures, Fox Family, dan Fox Animation.

Selain itu, beberapa saluran televisi juga akan berada di bawah kendali Disney, di antaranya unit kreatif televisi Fox, Twentieth Century Fox Television, FX Productions, dan Fox21.

Lalu, jaringan FX, National Geographic Partners, Fox Networks Group International, dan sejumlah aset Fox di jaringan streaming Hulu.

Puluhan tahun setelah kematiannya, Walt Disney tetap dikenang sebagai penggerak industri hiburan paling berpengaruh di dunia.

Karyanya selalu dikenang, begitu pun dengan apresiasi dari semua pihak yang tak kunjung padam.

Tergabungnya Disney dengan Fox juga menjadi gagasan paling tepat yang pernah ada.

Mereka diprediksi akan membawa arah yang baik untuk memimpin era serba dinamis dan transformatif seperti sekarang.

Tentang kami

Sindhi Aderianti

Sindhi Aderianti Penulis yang kadang jadi pedagang