Fungsi dan Manfaat ISBN di Buku, Penerbit dan Penulis Wajib Tahu!

6 min. membaca Oleh Estrin Vanadianti Lestari on

Bukan hiasan semata, fungsi dan manfaat ISBN atau International Standard Book Number, pada sebuah buku, ternyata sangat penting loh. Di sini, para penulis dan penerbit buku, wajib tahu terkait informasi ini. Yuk disimak!

Pernah lihat ada sebuah kode seperti barcode bergaris, beserta angka di atasnya pada sebuah buku? Ya, itulah yang disebut ISBN, dimana kode tersebut disematkan, pada buku-buku yang sudah terbit.

Mengenal Kode ISBN

ISBN sendiri merupakan sebuah kode sistem identifikasi unik, yang terdiri dari 10 digit angka, pada setiap buku yang diterbitkan, dan mencakup seluruh dunia. Bagaimana sejarah awal pada sistem ISBN ini?

Semua bermula di Britania Raya pada tahun 1966, yang dilakukan oleh seorang pedang buku dan alat tulis. Seseorang itu bernama W H Smith.

Sebelum bernama International Standard Book Number, ISBN disebut sebagai Standard Book Numbering atau SBN, sampai pada 1974.

Sehingga, pada akhirnya, sistem code dengan standar internasional digunakan pada buku-buku terbitan, termasuk di Indonesia.

Sistem koda ISBN sendiri, sering digunakan untuk buku. Sedangkan buku bacaan seperti majalah, biasanya menggunakan sistem identifikasi serupa, yang disebut ISSN atau Internasiona Standard Serial Number.

(Baca Juga: 10 Rekomendasi Novel Romantis Terbaik)

Nah, buku-buku yang sudah memiliki deretan angka ISBN, dijadikan sebuah tanda bahwa, buku tersebut secara resmi telah terdaftar di perpustakaan nasional.

Selain itu, sistem pengkodean ISBN pada buku, juga dibagi menjadi empat bagian. Di antaranya adalah pengenalan kelompok, pengenal penerbit, pengenal judul, dan empat angka pemeriksan.

Deretan angka ISB juga dilengkapi dengan LAN barcode, untuk produk buku terbitan , yang digabungkan dengan angka pemeriksaan. Lantas, apa sebenarnya fungsi dan manfaat ISBN pada sebuah buku, jika dilihat dari pihak penerbitnya?

Fungsi dan Manfaat ISBN

1. Bisa Memberikan Identitas pada Satu Judul Buku

Fungsi dan manfaat ISBN yang pertama adalah bisa memberikan identitas pada satu judul buku. Karena, seperti yang diketahui, bahwa ISBN sendiri memang berfungsi sebagai sistem identifikasi buku.

Nah, jangankan jumlah buku yang ada di dunia, jumlah buku yang terbit di Indonesia saja, sudah sangat banyak bukan?

Mulai berdasarkan genre, tema, hingga pembahasannya. Nah, agar buku tersebut teridentifikasi dengan baik, maka diperlukan sistem identifikasi seperti ISBN.

Pasalnya, setiap penerbit tidak boleh sembarangan menerbitkan sebuah buku. Bahkan, sistem ISBN sendiri diatur oleh kantor pusat ISBN di Berlin, Jerman.

Bagaimana penerbit buku di Indonesia, bisa mendapatkan ISBN pada buku, yang ingin diterbitkan?

Nyatanya, untuk bisa mendapatkan dan mengurus ISBN, ternyata tidak mudah. Dalam proses penerbitan sebuah buku, penerbit harus memohon nomor ISBN untuk sebuah buku.

ISBN bisa dibuat melali permohonan dari lembaga-lembaga yang ditunjuk, untuk mengurus ISBN di setiap negara.

Di Indonesia sendiri, penerbit bisa melakukan permohonan nomor ISBN pada setiap buku mereka, melalui Perpustakaan Nasiona, sebagai lembaga yang ditunjuk.

Namun, jika dilihat dari para penulisnya, ternyata tidak semua penulis memikirkan pentingnya ISBN.

Namun, jika buku si penulis tersebut menginginkan identitas buku yang resmi dan aman, maka ia harus membutuhkan ISBN.

2. Membantu Menambah Jumlah Penulis yang Menerbitkan Buku

Fungsi dan manfaat ISBN yang kedua adalah bisa membantu menambah jumlah penulis yang menerbitkan buku.

Nah, seperti yang sudah dibahas sebelumnya, bahkan penting atau tidaknya ISBN, tergantung dari masing-masing penulis.

Namun, tidak sedikit penulis yang juga ingin bukunya terbit dengan ISBN, sehingga bukunya bisa teridentifikasi dengan baik.

Dalam proses mendapatkan ISBN, penulis membutuhkan bantuan penerbit, dan penerbit ke Perpustakaan Nasional.

Di sini penerbit akan bertugas mengurus ISBN ke Perpusnas, dan prosedurnya tentu saja rumit dan tidak gratis.

Sehingga,hal ini bisa membuat para penerbit buku mendapatkan peluang, untuk membantu para penulis, mendapatkan ISBN.

Peluang ini juga, bisa dijadikan sebagai ajakan kepada para penulis, agar mereka bisa lebih semangat membuat buku.

Adapun, jenis buku yang bisa diajukan ISBN diantaranya adalah jenis buku (genre) fiksi, penelitian, modul (buku belajar), buku-buku terbitan pemerintah (grey literatur), dan terjemahan.

Bagaimana, sudah ada minat untuk membuat buku?

3. Dapat Membantu dalam Kelancaran Arus Distribusi Buku

Tidak hanya teridentifikasi dengan baik, fungsi dan manfaat ISBN juga bisa dijadikan sebagai alat untuk memperlancar arus distribusi buku.

Seperti yang diketahui, dari sekian banyak buku yang terbit, diantaranya pasti ada yang memiliki judul serupa, isi yang tidak jauh beda, terbit di penerbit yang sama, dan hal lainnya.

Sehingga, langkah ini dapat mencegah terjadinya kekeliruan dalam pemesanan buku.

Di sini, penerbit juga akan dipermudah, dalam proses pendistribusian buku. Nah, dari 10 digit angka yang tercantum di ISBN, berikut rinciannya:

  • Pengenal kelompok (group identifier)
  • Pengenal penerbit (publisher prefix)
  • Pengenal judul (Title identifier)
  • Angka pemeriksaan (check digit)
  • LAN Barcode untuk produk terbitan
  • Angka pemeriksaan setelah penggabungan dengan LAN Barcode

ISBN Bisa Menjadi Sarana Promosi Penerbit Buku

Fungsi dan manfaat ISBN, ternyata tidak hanya dirasakan oleh penulis buku, tapi juga para penerbit buku. Mengapa?

Karena, informasi pencantuman ISBN oleh penerbit dan Perpusnas RI, disebarluaskan baik oleh Badan Nasional ISBN di Jakarta, maupun Internasional di Berlin, Jerman.

Di sini Perpusnas memiliki fungsi, yakni memberikan informasi, bimbingan dan penerapan pencantuman ISBN dan KDT )Katalog Dalam Terbitan). Apa itu KDT?

KDT sendiri, merupakan deskripsi bibliografis yang dihasilkan dari pengolahan data, yang diberikan penerbit untuk dicantumkan di halaman balik judul, sebagai kelengkapan penerbit.

Seberapa Bermanfaat ISBN pada Sebuah Buku?

Jika manusia bisa diidentifikasikan melalui sidik jari, begitupun dengan ISBN. Ketika kamu membuat buku, dan berniat untuk disebarluaskan, sebaiknya memang mencantumkan ISBN.

Akan tetapi, jika kamu memilih terbit indie, itu berbeda lagi. Tidak semua jenis terbitan mendapatkan ISBN. Berikut ini merupakan terbitan yang dapat diberikan ISBN:

  • Buku tercetak (monografi) dan pamphlet
  • Terbitan Braille
  • Buku peta
  • Film, video, dan transparansi yang bersifat edukatif
  • Audiobooks pada kaset, CD, atau DVD
  • Terbitan elektronik (misalnya machine-readable tapes, disket, CD-ROM dan publikasi di Internet)
  • Salinan digital dari cetakan monograf
  • Terbitan microform
  • Software edukatif
  • Mixed-media publications yang mengandung teks

Dimana Letak Kode ISBN Pada Buku?

Tidak sembarangan, aturan meletakan kode ISBN juga harus dipatuhi. Penulisan antara setiap bagian pengenal dibatasi oleh tanda penghubung, seperti contoh berikut:

ISBN 978-602-8519-93-9

Untuk terbitan cetak, ISBN dicantumkan pada:

  • Bagian bawah pada sampul belakang (back cover)
  • Verso (di balik halaman judul) (halaman copyright)
  • Punggung buku (spine) untuk buku tebal, bila keadaan memungkinkan

Nah, itu dia beberapa informasi terkait fungsi dan manfaat ISBN, yang wajib diketahui para penerbit buku dan penulis.

(Baca Juga: 6 Cara Membeli Buku Import Online dengan Mudah dan Cepat)

Seberapa Untung Menjadi Penulis?

Di zaman yang sudah masuk ke dunia digital, membuat buku sudah kurang diminati. Namun, buku tetap masih memiliki penggemar setia, sehingga masih banyak penulis yang menciptakan buku.

Akan tetapi, bagaimana menghitung keuntungan seorang penulis buku? Yuk simak!

Dilansir dari mojok.co, seorang penulis rata-rata memiliki royalti 10 persen, dari harga jual buku.

Namun, untuk penulis yang namanya sudah besar, royaltinya bisa sampai 12 pesen – 15 persen.

Kenapa cuma 10 persen? 90 Persennya ke mana? Nilai 90 persen tersebut menyebar ke penerbit, distributor, sampai toko buku.

Selanjutnya, mari buat contoh kasus seperti berikut ini;

Contohnya, ada seorang penulis yang membuat buku, dan dijual dengan harga 50 ribu.

Buku ciptaannya dicetak banyak dan disebar ke seluruh toko buku di seluruh Indonesia.

Selama setengah tahun atau enam bulan, bukunya ternyata laku sekitar 3 ribu eksemplar.

Sehingga, penghasilannya bisa dihitung sebagai berikut ini: 10% (royalti) x 50 ribu x 3 ribu = Rp15 juta.

Nah, jika dibagi secara bulanan, itu artinya, per bulannya, ia mendapatkan penghasilan sebesar Rp2,5 juta.

Penghasilan yang tidak terlalu tinggi, dan tidak terlalu rendah. Namun, perlu diingat, untuk menjual buku sampai 3 ribu eksemplar, juga tidak mudah loh.

Tapi tenang saja, karena kini para pembeli buk, bisa membeli buku-buku tidak hanya di toko buku offline, tapi juga bisa di online.

Hal tersebut bisa menjadi jalan terbaik, untuk melakukan penjualan buku, agar lebih praktis.

Nah, buat kamu yang gemar membaca, bisa membeli buku di beragam toko online dan e-commerce.

Tidak hanya penulis dan penerbit yang untung, sebagai pembeli kamu juga bisa untung loh. Apalagi membeli buku di online menggunakan kartu kredit.

Belum Punya Kartu Kredit? Ajukan Saja di CekAja.com!

Di masa pandemi seperti ini, kartu kredit menjadi alat pembayaran, yang sangat membantu karena sangat praktis.

Jadi, segera miliki kartu kredit terbaik, sesuai kebutuhan dan keinginanmu, yang bisa dipilih di CekAja.com, dan ajukan secara online.

Ada banyak pilihan kartu kredit yang disediakan CekAja.com, dari berbagai bank ternama di Indonesia.

Jadi, tunggu apa lagi? Segera ajukan kartu kredit terbaik pilihanmu, hanya di CekAja.com, dan beli buku favoritmu sekarang juga!