Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

8 menit waktu bacaan

Gejala Demam Awal, Perlukah ke Rumah Sakit?

by Gesti Weningtyas on 8 April, 2020

Gejala paling awal dari virus corona ditandai dengan demam. Setelah itu gejala lainnya disusul batuk, pilek, sakit kepala hingga sesak nafas. Namun, perlu kamu ketahui demam juga bisa menjadi tanda bahwa kamu terinfeksi penyakit lainnya, seperti tipes dan demam berdarah. Oleh sebab itu, jika kamu mengalami demam, maka hal pertama yang kamu lakukan adalah istirahat terlebih dahulu di rumah di hari pertama terkena demam.

Gejala Demam Awal, Perlukah ke Rumah Sakit?

Saat mengalami demam, kamu mungkin akan khawatir, terlebih saat ini pandemi virus corona sedang berlangsung. Sementara gejala khas yang paling sering muncul adalah demam, batuk kering dan sesak nafas. Sehingga beberapa orang mungkin akan memikirkan untuk pergi ke rumah sakit agar mendapatkan pertolongan segera. Namun, apakah kemunculan gejala demam awal ini mengharuskan kita untuk langsung menuju rumah sakit?

Perlu kamu ketahui, demam sejatinya bukanlah penyakit yang membahayakan. Demam adalah alarm bagi tubuh, jika ada sesuatu yang ‘salah’ pada tubuh. Demam terjadi karena kondisi meningkatnya suhu tubuh hingga lebih dari 38 C. Umumnya, demam ini terjadi karena reaksi dari sistem imun untuk melawan infeksi virus, bakteri, jamur, atau parasit penyebab penyakit. Beberapa penyakit yang sering menimbulkan reaksi demam adalah flu, radang tenggorokan, dan infeksi saluran kemih, termasuk infeksi virus corona yang sedang menjadi pandemi global saat ini. Saat suhu tubuh meningkat, virus dan bakteri tidak mudah berkembang. Hal inilah yang membuat  tubuh jadi demam.

Namun, kamu juga perlu mengetahui, tak hanya penyakit saja yang bisa menyebabkan demam, sebab ada beberapa hal lainnya yang dapat menyebabkan terjadinya demam,seperti paparan cuaca dan suhu panas yang berlebihan, siklus menstruasi, reaksi setelah pemberian imunisasi pada anak, serta efek samping obat-obat tertentu.

Pada demam yang diakibatkan oleh infeksi virus, akan sembuh dengan sendirinya karena imun tubuh akan membentuk kekebalan terhadap virus tersebut. Termasuk virus corona, itulah sebabnya kita diminta untuk berada di dalam rumah selama 14 hari, karena dalam waktu 14 hari tersebut tubuh bisa membuat kekebalan tubuh dari virus itu.

Mengatasi Demam di Rumah

Tanda dari demam adalah suhu tubuh yang meningkat hingga 38 derajat celcius dari suhu tubuh pada umumnya. Suhu tubuh normal biasanya antara 36,10C sampai 37,20C. Biasanya demam juga akan disertai beberapa gejala lainnya seperti sakit kepala, berkeringat lebih banyak, menggigil, lemas dan nyeri otot, hingga kehilangan nafsu makan. Namun jangan khawatir jika kamu tidak mengalami demam tinggi.

Apabila kamu mengalami demam ringan atau demam sedang, jangan panik. Kamu tidak harus segera ke rumah sakit. Kamu bisa melakukan perawatan mandiri di rumah selama dua hingga tiga hari. Jika demam tidak membaik juga, kamu bisa mengunjungi rumah sakit atau fasilitas pelayanan kesehatan terdekat dari tempat tinggalmu. Berikut beberapa hal yang bisa kamu coba untuk mengatasi demam di rumah:

1. Banyak Minum

Minum lebih banyak cairan, makan makanan berkuah dan buah-buahan agar demam lekas membaik. Kamu juga bisa makan sup kaldu sapi atau kaldu ayam untuk menambah stamina dan melegakan tenggorokan. Dengan banyak minum, tubuhmu akan terhidrasi dengan baik, sebab saat kondisi tubuh demam, tubuh akan memerlukan cairan yang lebih banyak dari biasanya.

Agar stamina kembali, kamu harus makan protein lebih banyak dan vitamin C. Sup kaldu mengandung protein yang akan memberikan nutrisi yang baik untuk tubuh. Sementara vitamin C tidak hanya bisa kamu dapat dari suplemen vitamin C saja, tapi juga buah buahan seperti jeruk, jambu biji merah, dan buah-buahan lainnya yang mengandung banyak air juga sangat baik dikonsumsi saat demam. Selain itu, pastikan kamu makan secara teratur dan hindari beberapa makanan berminyak agar tenggorokan tidak mengalami peradangan.

2. Istirahat yang Cukup

Mengatasi demam dengan perawatan sederhana bisa mengembalikan kondisi tubuhmu. Namun, ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan, agar stamina tubuhmu bisa kembali bugar. Satu diantaranya dengan istirahat yang cukup. Dengan demikian, tubuhmu pun jadi lebih cepat pulih. Sebab kelelahan juga bisa menyebabkan demam ringan. Kurangi aktivitas yang berat dan perbanyak istirahat.

Jika kamu menggigil kedinginan, kamu bisa menggunakan selimut yang tidak terlalu tebal. Sebab, selimut yang tebal bisa membuat demam jadi makin tinggi. Untuk meredakan beberapa gejala yang menyertai demam seperti sakit kepala dan nyeri otot kamu bisa minum paracetamol. Obat ini bisa menurunkan demam dan meredakan nyeri serta sakit kepala. Jangan lupa imbangi juga dengan banyak minum air putih agar demam lekas turun dan stamina pun membaik.

3. Kompres Air Hangat

Mengompres kepala dengan air hangat juga akan lebih cepat menurunkan demam ketimbang mengompresnya dengan air dingin. Selain itu, kamu juga bisa mandi air hangat untuk membuat tubuh jadi lebih rileks dan memperlebar pembuluh darah sehingga aliran darah lebih lancar. Secara bertahap, mandi air hangat ini merupakan terapi rumahan yang cukup baik untuk mengatasi demam.

Demam tidak bisa diobati begitu saja, namun bisa diatasi dengan beberapa treatment. Obat penurun demam juga saat ini mudah di dapatkan di apotik terdekat. Biasanya dokter akan meresepkan parasetamol untuk menurunkan demam. Pada demam ringan, kamu tidak perlu langsung minum obat, sebab demam juga bisa hilang dan sembuh dengan sendirinya dengan istirahat dan minum atau makan makanan bergizi.

Demikian merupakan perawatan demam di rumah yang bisa kamu lakukan apabila mengalami demam hingga 38 derajat Celcius. Namun jika kamu mengalami beberapa kondisi tertentu pada demam, segera datang ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk mendapatkan penanganan. Sebab, beberapa anak yang tidak kuat dengan demam bisa mengalami kejang demam dan dehidrasi.Terutama, pada anak usia 6 bulan hingga lima tahun sangat rentan terkena kejang demam. Nah, agar tidak terlambat, segera ke rumah sakit apabila mengalami kondisi seperti ini:

1. Demam Tinggi

Datangi fasilitas kesehatan atau rumah sakit apabila mengalami demam tinggi, lebih dari 38,5 derajat Celcius. Sebab demam tinggi biasanya merupakan ciri dari seseorang terkena serangan virus maupun bakteri. Oleh karena itu, selalu waspada jika terkena demam tinggi. Selanjutnya jika sudah mendapatkan penanganan, dokter kemudian yang akan memutuskan apakah pasien akan tinggal di rumah sakit atau masih bisa melakukan rawat jalan.

2. Demam Lebih dari Tiga Hari

Jika demam tidak membaik dari tiga hari, segera saja ke rumah sakit. Sebab nyawa seseorang tidak tahu kapan perginya, seseorang bisa saja sakit menahun yang sudah lama, namun tidak ada yang mengetahui hal itu.

Dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan untuk mencari penyebab demam agar bisa mengobati penyakitnya. Dengan demikian , kamu bisa datang ke rumah sakit segera agar bisa mengetahui apa penyebab dari demam yang terjadi. Setelah itu, kamu bsa bernafas dengan lega bila demam mu hanya disebabkan karena penyakit lainnya, selain corona. Sebab seperti yang telah kita bahas sebelumnya, Demam ini bisa menyebabkan penyakit infeksi, seperti infeksi virus, bakteri, jamur, parasit.

3. Mengalami Sesak Nafas

Sebaiknya segera datang ke rumah sakit jika kamu demam dan disertai sesak nafas. Pasalnya, ini adalah gejala yang sangat khas dari infeksi virus Corona. Pada beberapa kasus yang cukup parah, bisa menyebabkan pneumonia dan kematian. Sehingga, jangan anggap remeh gejala demam dan sesak nafas yang mungkin bisa menyerang siapapun.

Apabila kondisimu semakin memburuk, maka jangan tunggu lebih lama. Datang segera ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Setelah mendapat penanganan dari dokter, selanjutnya dokter akan mencari penyebab demam, apakah infeksi virus maupun infeksi bakteri. Jika terkena infeksi bakteri, kamu akan mendapatkan beberapa obat yang akan mengatasi infeksi bakteri seperti antibiotik.

(Baca Juga: Tidak Hanya Corona, Waspadai Juga Demam Berdarah)

Demikian adalah beberapa hal terkait penanganan gejala demam awal yang bisa kamu lakukan di rumah. Jangan ragu unk segera datang ke fasilitas kesehatan seperti rumah sakit, bila kamu terkena demam tinggi. Untuk mengukur suhu tubuh, kamu tidak bisa melakukan pengukuran suhu tubuh dengan kira-kira saja. Setidaknya, kamu harus memiliki thermometer agar tahu berapa suhu tubuh saat demam terjadi. Dengan demikian, kamu bisa mengetahui jika kamu terkena demam tinggi atau demam sedang yang bisa dilakukan perawatan di rumah.

Jika demam terus memburuk dan diikuti gejala lainnya seperti sakit di beberapa bagian tubuh  tertentu, maka segera saja datang ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Pada anak-anak, kejang biasanya juga terjadi saat demam. Apabila anak terkena kejang saat demam, jangan panik. Tetap tenang dan bawa anak langsung ke rumah sakit. Hindari memasukkan sendok atau beberapa benda lainnya ke mulut anak. Segera ke rumah sakit apabila kejang berlangsung lebih dari lima menit dan suhu tubuh lebih dari 40 derajat Celcius.

Gejala demam awal memang belum tentu menjadi sebuah tanda dari penyakit yang sangat serius. Namun, akan lebih baik jika kita sudah mulai berjaga-jaga sejak dini agar tidak mudah panik saat mengalami demam, atau keluarga tersayang terkena demam. Sebab, demam yang naik turun dan berkepanjangan terkadang merupakan salah satu indikator bahwa tubuh terkena infeksi. Agar lebih akurat, hindari melakukan diagnosis terhadap diri sendiri. Pasalnya, hasil yang lebih akurat terlihat hanya dengan pemeriksaan laboratorium.

Bagi kamu yang beberapa kali tengah mengalami demam, jangan panik dan tergesa-gesa ke rumah sakit. Ukur segera berapa suhu tubuh agar mengetahui naiknya suhu sebelum datang ke rumah sakit. Lakukan beberapa perawatan di rumah. Namun jika demam semakin tinggi dan tak kunjung membaik, kamu bisa segera datang ke rumah sakit.

Mengajukan Asuransi

Agar hidup lebih tenang nyaman, kamu juga bisa mengajukan asuransi kesehatan. Sehingga, ketika jatuh sakit kamu kerugian finansial yang mungkin terjadi bisa mendapatkan ganti rugi dari asuransi kesehatan. Selain itu, kamu juga bisa mengajukan asuransi dengan manfaat rawat inap sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan.

Untuk mendapatkan asuransi kesehatan sesuai dengan kebutuhan kamu bisa membandingkan tiap produk asuransi tersebut sebelum membelinya. Pengajuan asuransi kesehatan saat ini juga sangat mudah, yaitu melalui Cekaja.com.

Tentang Penulis