Gejala Lengkap Penyebab DBD, Mulai Dari Fase Demam Hingga Kritis

7 min. membaca Oleh CekAja on

Selain dihantui dengan adanya pandemi virus Corona. Indonesia juga harus menghadapi kenyataan pahit kalau negara ini juga sedang berjuang melawan virus DBD. Virus yang selalu hadir saat musim penghujan ini telah merenggut ribuan nyawa sejak dulu. Sama halnya dengan virus Corona, DBD juga belum ditemukan obatnya. Proses perawatan yang bisa dilakukan hanyalah menguatkan sistem imun tubuh untuk mencegah adanya perdarahan dan komplikasi lain.

Gejala Lengkap Penyebab DBD, Mulai Dari Fase Demam Hingga Kritis

Jarang diangkat kasusnya oleh media. Ternyata penyebab DBD sudah merenggut banyak nyawa sampai kuartal pertama 2020 ini. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat korban yang meninggal dunia akibat penyakit demam berdarah dengue (DBD) sudah mencapai 170 jiwa. Selama periode 1 Januari 2020 hingga 18 Maret 2020. Jumlah kematian terbanyak terjadi di Nusa Tenggara Timur, yakni sebanyak 39 jiwa.

(Baca juga: Hindari Ini! 7 Benda yang Menjadi Penularan Virus Corona)

Kurangnya tenaga dan peralatan medis jadi alasan mengapa banyak pasien tidak tertangani dan harus kehilangan nyawa. Gaya hidup yang kurang sehat juga memberi sumbangsih terhadap lonjakan pasien demam berdarah.

Apa itu Demam Berdarah?

Apa itu Demam Berdarah - Gejala Lengkap Penyebab DBD Mulai Dari Fase Demam Hingga Kritis

Demam berdarah atau yang lebih familiar disebut DBD adalah salah satu penyakit menular yang terjadi karena gigitan nyamuk penyebab DBD/ virus dengue. Dua jenis nyamuk yang jadi perantara DBD adalah  Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Namun, jenis nyamuk yang paling sering menyebarkan penyakit ini di Indonesia adalah nyamuk betina jenis Aedes aegypti.

Tidak seperti virus flu yang dapat menular langsung dari manusia ke manusia. Penyakit DBD membutuhkan perantara yakni nyamuk untuk mematangkan virusnya. Penularan terjadi ketika nyamuk menggigit orang yang terinfeksi DBD kemudian menggigit orang normal. Virus berpindah lewat gigitan tersebut.

Proses penularan DBD cukup cepat yakni sekitar 4-5 hari setelah pasien pertama menunjukkan gejala DBD. Karena itulah rantai penularan DBD sulit diputus. Penyakit ini pada gejala awal hanya mengakibatkan kelelahan, namun jika tidak segera diobati dapat menyebabkan komplikasi hingga kematian.

DBD Sering Menyerang Kawasan Tropis

Banyak penderita DBD (DHF) berada di wilayah tropis dan subtropis, terutama wilayah Asia Tenggara, Amerika Tengah, Amerika dan Karibia. Setidaknya lebih dari 100 negara dilaporkan pernah terjangkiti virus dengue, terutama daerah perkotaan yang padat penduduk dan pemukiman seperti di Brasil, bagian lain Amerika Selatan, Karibia, Asia Tenggara, dan India.

Sekitar 40 persen penduduk dunia atau sekitar 2,5 miliar. Orang yang tinggal di daerah endemis DBD terinfeksi virus dengue melalui gigitan nyamuk dan 90% nya terjadi pada anak di bawah 15 tahun.

Spesies nyamuk penyebab DBD biasanya berkembang di penampungan air yang jarang dibersihkan, seperti bak mandi, kaleng bekas, ban bekas atau benda-benda lain yang dapat menampung air.

Sebenarnya tingkat kematian akibat DBD di Indonesia secara umum menurun, namun di beberapa provinsi justru mengalami peningkatan secara berkala.

Seperti Gorontalo (6,1%), Maluku (6,0%) dan Papua Barat (4,6%) masih tinggi. Bahkan di beberapa daerah DBD sempat menjadi KLB (Kondisi Luar Biasa).

Indonesia yang beriklim tropis menyuguhkan cuaca dan udara yang mendukung berkembangnya nyamuk penyebab DBD. Karena itu sulit untuk 100% bisa membasmi penyakit ini, terlebih penularannya lewat nyamuk.

Yang perlu dilakukan adalah mengupayakan pencegahan maksimal untuk mengurangi gejala berat yang bisa menyebabkan pendarahan hingga komplikasi.

Gejala Lengkap Penyakit DBD

Seseorang yang mengalami DBD bakal merasakan dua fase gejala, yakni ringan dan berat. Pada fase ringan sulit menentukan apakah seseorang terkena DBD atau hanya flu biasa. Sehingga kerap kali dokter baru memberikan diagnosa ketika gejala memasuki fase sedang.

Berikut adalah tanda atau gejala seseorang terinfeksi virus DBD:

Gejala demam dengue pada fase demam

1. Demam tinggi mendadak

Sebenarnya demam ini adalah kondisi yang umum dan dapat menimpa siapa saja mulai dari anak-anak, remaja, orang dewasa, hingga lansia. Namun sangat sulit membedakan antara demam yang diakibatkan karena flu biasa dengan DBD.

Namun menurut para peneliti kesehatan, ada cara mudah untuk mengukur demam Anda termasuk jenis demam apa. Demam biasa umumnya terjadi karena sebuah sebab misalnya kehujanan. Sementara demamnya datang secara mendadak dan tidak diketahui apa penyebab DBD.

Ciri lain terkait demam adalah ketika flu orang cenderung demam disertai bersin, batuk dan hidung meler sementara DBD tidak. Demam biasa akan membaik dalam satu atau dua hari. Sementara DBD demamnya bisa berlangsung 2 sampai 7 hari.

Jangan menyepelekan perkara demam, karena ini adalah gejala awal adanya penyakit berat dalam tubuh. Bahkan untuk anak dan bayi fase demam ini bisa menyebabkan mereka dehidrasi.

2. Sakit kepala

Setelah demam gejala DBD pada tingkatan selanjutnya adalah sakit kepala. Namun berbeda dengan sakit kepala biasanya yang umumnya dirasakan di sisi kanan kiri atau keduanya. Sakit kepala karena DBD ini dirasakan di sekitar dahi, beberapa mungkin merasakan sakit di belakang mata

3. Nyeri, mual, dan muntah

Selain sakit kepala, gejala demam berdarah lainnya adalah nyeri yang terasa di bagian otot dan sendi. Beberapa penderita juga sempat mengalami mual dan muntah, menyebabkan rasa tidak nyaman di area perut hingga punggung. Gejala ini akan menyerang selama 2 hingga 4 hari.

4. Kelelahan

Rasa lelah menjangkit para penderita DBD karena demam dan mual yang tidak kunjung sembuh. Penderita pun lambat laun akan kehilangan nafsu makan bahkan dehidrasi. Karena itu infus dibutuhkan untuk menambah cairan tubuh.

Gejala demam dengue pada fase kritis atau berat

1. Ruam merah pada kulit

Selain demam tinggi mendadak, gejala khas lain yang dialami penderita demam berdarah adalah munculnya ruam pada kulit. Kemunculan ruam tersebut menunjukkan pasien sudah masuk fase kritis.

Ruam ini muncul pertama kali pada area wajah kemudian menyebar ke leher dan dada. Ruam akan mulai berkurang pada hari ke-4 dan ke-5 hingga akhirnya hilang pada hari ke-6.

2. Perdarahan dan plasma leaked

Gejala terakhir yang menyebabkan pasien mengalami komplikasi adalah perdarahan dan plasma leaked. Yakni kondisi tubuh yang kehilangan plasma darah, glukosa dan nutrisi lainnya karena penurunan sistem imun tubuh. Kondisi ini disebut juga dengan plasma leakage atau kebocoran plasma.

Kebocoran plasma dapat menghambat aliran darah, dan berakibat tubuh tidak mendapatkan nutrisi dan oksigen yang diperlukan. Kondisi ini jika tidak segera ditangani dapat menyebabkan kondisi yang lebih serius seperti kegagalan sistem peredaran darah, perdarahan hebat, syok, hingga kematian

Jika Anda menemukan gejala seperti dibawah ini segera bawa ke dokter:

  • Nyeri hebat pada perut
  • Muntah secara terus-menerus
  • Pendarahan dari hidung atau gusi
  • Muntah darah
  • Feses berwarna hitam
  • Kulit pucat dan terasa dingin ketika disentuh
  • Mengalami kesulitan bernapas
  • Trombosit menurun

Itulah gejala lengkap seseorang yang terserang demam berdarah. Perawatan dengan tenaga medis mumpuni dan dokter yang mengerti dapat menurunkan resiko kematian pasien. Perawatan yang dilakukan biasanya fokus untuk menguatkan sistem imun dengan memberikan cairan dan nutrisi sehingga tubuh lebih mudah menangkal virus DBD.

Mengenal Vaksin Demam Berdarah

Meski belum ditemukan obat DBD, namun vaksinnya sudah tersedia yakni vaksin CYD-TDV (Dengvaxia). Vaksin ini berisi virus dengue tetravalen yang telah dilemahkan.

Tetravalen di sini artinya vaksin tersebut dapat membentuk kekebalan tubuh terhadap empat tipe virus dengue yang beredar, yaitu virus dengue serotipe 1 – 4.

Vaksin ini telah mendapatkan ijin edar di beberapa negara endemik demam berdarah, dan biasanya diberikan tiga kali dengan jarak waktu antara penyuntikannya adalah empat hingga enam bulan.

Pertimbangan Sebelum Membeli Vaksin DBD

Namun sebelum memutuskan untuk membeli vaksin DBD ini ada sejumlah fakta yang harus Anda pertimbangkan, berikut diantaranya:

  • Hanya untuk Usia 9 Tahun Keatas

Para dokter merekomendasikan vaksin DBD ini tidak diberikan kepada anak dibawah usia 9 tahun. Sebab menurut penelitian pemberian vaksin DBD pada balita dan bayi justru dapat meningkatkan resiko terkena demam berdarah. Vaksin DBD sangat dianjurkan diberikan kepada orang yang berusia antara 9 – 45 tahun.

  • Hanya efektif pada kelompok tertentu

Uniknya vaksin ini bekerja efektif kepada orang yang pernah mengalami infeksi virus DBD, dan justru meningkatkan resiko penyakit ini untuk orang yang belum pernah terinfeksi virus dengue.

Sementara menentukan seseorang pernah menderita DBD atau tidak juga sangat sulit. Hal yang bisa kita lakukan adalah melakukan skrining atau deteksi dini, untuk menghindari pemberian vaksin kepada mereka yang belum pernah menderita demam berdarah.

  • Harganya mahal

Karena masih tergolong vaksin jenis baru, harga vaksin demam berdarah ini cukup mahal yakni sekitar Rp1 Juta untuk setiap dosis penyuntikan (dosis rekomendasi vaksin demam berdarah adalah tiga kali penyuntikan) dan hanya dapat diperoleh di rumah sakit atau praktek dokter anak pribadi.

Selain itu vaksin juga tidak menjamin anak maupun orang tua benar-benar terhindar dari DBD. Karena penelitian membuktikan bahwa orang yang sudah divaksin pun masih bisa terserang DBD.

Pencegahan Virus DBD

Karena Indonesia merupakan salah satu negara tropis dengan resiko DBD besar. Namun belum obat yang dapat menyembuhkan penyakit ini. Wajib hukumnya untuk setiap masyarakat selalu melakukan tindakan pencegahan mulai dari dalam rumah sendiri. Ada dua cara yang bisa diupayakan untuk meredam penyebaran DBD yakni:

1. Memberantas Nyamuk Dewasa

Memberantas nyamuk dewasa menjadi salah satu cara jitu mengurangi jumlah korban akibat DBD. Pemberantasan nyamuk dewasa ini bisa dilakukan dengan pengasapan (fogging) secara berkala.

Di kota-kota besar upaya ini sering dilakukan pemerintah setempat ketika musim penghujan datang. Gorong-gorong, rumah dan lahan yang nampak berpotensi menjadi sarang nyamuk dilakukan pengasapan. Nyamuk-nyamuk bisa mati dalam sekejap ketika bersinggungan dengan partikel insektisida yang ada dalam cairan pengasapan.

2. Memberantas Jentik Nyamuk

Jentik adalah induk dari berkembangnya nyamuk-nyamuk penyebab DBD. Karena itulah memberantas jentik nyaman juga berarti dapat memutus rantai penularan DBD.

Pemerintah sudah punya cara untuk mengkampanyekan pemberantasan jentik nyamuk ini ukani dengan 3 M (menguras) tempat penyimpanan air, seperti bak mandi/WC, dan lain-lain.

Menutup rapat tempat penyimpanan/penampungan air (misalnya tempayan, drum, dll) agar nyamuk tidak dapat masuk dan bertelur, dan  mengubur barang bekas. Sementara untuk tempat-tempat yang sulit dikuras, taburkan bubuk abate ke dalam genangan air untuk memastikan jentik-jentik nyamuk mati.

Itulah beberapa pencegahan yang bisa kita lakukan untuk mengurangi resiko munculnya virus demam berdarah. Paling penting adalah selalu menjaga asupan nutrisi tubuh yang tepat agar sistem imun kita selalu kuat.

Saat ini sudah banyak platform yang menyediakan fitur PayLater alias beli sekarang bayar belakangan. Salah satunya adalah Kredivo. Di platform ini kamu bisa menikmati fitur kredit belanja tanpa menggunakan kartu kredit.

Tentang kami

CekAja

CekAja