Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Hipotermia, Jangan Salah Kaprah Penanganannya!

by Sindhi Aderianti on 25 Juli, 2019

Belakangan, viral berita kurang sedap dari seorang gadis yang terkena hipotermia cukup parah. Musibah ini terjadi ketika ia tengah mendaki Gunung Rinjani. Nahasnya lagi, pendaki tersebut malah disetubuhi seorang lelaki agar suhu tubuhnya tetap hangat.

penanganan hipotermia

Mengatasi hipotermia dengan bersetubuh adalah cara yang teramat sesat. Mitos bersetubuh untuk mengatasi hipotermia bisa jadi muncul dari anggapan suhu tubuh akan naik saat bergerak. Padahal, bersetubuh justru membuang energi yang bisa digunakan tubuh untuk memproduksi panas dari dalam.

Skin to skin memang salah satu cara yang cukup bisa mengatasi tetapi bukan lantas disetubuhi. Adapun metode skin to skin yang diperbolehkan adalah bisa dengan saling berpelukan, misalnya di dalam sleeping bag untuk mengembalikan suhu badan ke angka normal.

Upaya ini pun sebaiknya dilakukan oleh jenis kelamin yang sama atau pasangan menikah. Kesimpangsiuran inilah yang perlu diluruskan dengan mengenal lebih jauh seperti apa gangguan hipotermia tersebut. Cek informasi selengkapnya di artikel berikut ini, yuk!

Pengertian Hipotermia

Hipotermia adalah kondisi dimana suhu tubuh menjadi sangat rendah, jauh di bawah suhu tubuh normal. Penurunan suhunya bisa merosot hingga kurang dari 35º C.

Hal ini jelas membahayakan sistem saraf dan organ-organ tubuh karena tidak dapat berfungsi secara optimal. Bahkan kerja jantung pun ikut menurun.

Jika tidak ditangani dengan benar, kondisi tersebut bisa menyebabkan gagal jantung, rusaknya sistem pernapasan, dan yang hingga kematian.

Pada dasarnya, tubuh manusia dapat bertahan dengan suhu rendah di kisaran 36,5 – 37,5°C. Cara tubuh kehilangan panasnya adalah kontak langsung dengan sesuatu yang sangat dingin seperti air atau tanah yang dingin.

Air merupakan penghantar panas yang baik bagi tubuh, sehingga panas tubuh akan hilang lebih cepat pada air dingin dibanding udara dingin. Saat tubuh gagal untuk mengatasi suhu dingin berlebih tadi, inilah yang akhirnya membuat hipotermia muncul.

Hipotermia bisa dialami oleh siapa saja. Namun, bayi dan anak-anak lebih rentan terkena hipotermia dibandingkan orang dewasa.

Jadi, berilah upaya pencegahan yang ekstra untuk mereka saat berada di daerah bersuhu dingin.

(Baca juga: Menghirup Udara Segar Gili Iyang, Pemilik Kadar Oksigen Tertinggi di Dunia)
Gejala Hipotermia

Indonesia mungkin tak memiliki cuaca yang berpotensi menimbulkan hipotermia. Kecuali bila kamu berkunjung ke daerah pegunungan, hipotermia bisa saja terjadi. Meski begitu, gejala hipotermia tetap harus dikenali. Berikut di antaranya:

  • Gemetaran

Awalnya, tubuh merasa kedinginan seperti biasa. Namun lama kelamaan rasa dingin semakin bertambah hingga penderita gemetaran dan gigi menggeretak

  • Sensitif terhadap angin

Jika angin bertiup kencang, maka penderita akan sangat cepat kehilangan panas tubuhnya. Begitupun jika tubuh penderita basah, serangan hipotermia pun akan semakin parah.

  • Paradoxical Feeling Of Warmth

Puncak dari gejala hipotermia adalah korban tidak lagi merasa kedinginan, tapi justru merasa panas. Gejala ini disebut dengan istilah paradoxical feeling of warmth.

  • Halusinasi

Ketika penderita hipotermia sudah kehilangan kesadaran, maka ia akan mudah terkena halusinasi. Fase halusinasi ini justru paling berbahaya karena penderita tak akan segan mengejar apa yang dilihat itu tanpa menghiraukan apa-apa yang ada di hadapannya.

(Baca juga: Cara Bikin Udara Rumah jadi Sejuk Tanpa Pendingin Udara)
Langkah Tepat Menangani Hipotermia

Saat terdeteksi gejala hipotermia, segera tangani dengan cara yang tepat. Tentu saja menyetubuhi penderita seperti kasus mahasiswi ini bukanlah solusi.

Suhu tubuh yang sangat rendah akan membuat denyut nadi dan pernapasan melambat, serta membuat tubuh menjadi kaku. Dengan sendirinya, orang akan sulit bergerak, apalagi melakukan kegiatan seperti bersetubuh.

Bagaimana jika penderita mulai tak sadarkan diri? Cara menyadarkannya bisa dengan menepuk-nepuk pipi atau dengan memanggil nama orang tersebut. Ketika korban sudah sadar, kamu bisa melakukan langkah penanganan korban hipotermia seperti berikut ini:

Pertama, korban tentu harus dievakuasi ke tempat yang lebih hangat, seperti ke dalam tenda, kenakan baju hangat. Jika penderita hipotermia mengenakan baju yang basah, maka langsung ganti dengan pakaian kering.

Lalu masuk sleeping bag atau selimut thermal. Untuk mengembalikan suhu ke angka normal, beri juga asupan makanan-minuman hangat.

Cegah Hipotermia Saat Mendaki, Begini Caranya

Meski serangan hipotermia tidak memandang usia, gangguan ini tetap bisa dicegah. Jadi, kamu tak perlu mengurungkan niat mendaki ke gunung impianmu.

Untuk menghindari hipotermia, sebaiknya pendaki menghindari cuaca ekstrem dengan berlindung di tenda serta kenakan pakaian setebal mungkin

Selain itu asupan juga harus cukup, konsumsilah makanan sekitar 2.000 hingga 4.000 kalori.  Makanan berkalori tinggi bisa cepat menghasilkan panas dalam tubuh.

Yang harus kamu juga persiapkan untuk petualanganmu adalah asuransi perjalanan. Hal itu perlu dilakukan untuk meminimalisir risiko yang mungkin timbul seperti bagasi kamu hilang di perjalanan, jadwal penerbangan terganggu atau rumah yang kamu tinggi dilanda musibah. Ajukan di CekAja.com untuk mendapatkan asuransi pilihan kamu.

Widget TRV Insurance

Tentang Penulis

Sindhi Aderianti

Penulis yang kadang kala jadi pedagang.

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami