Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

5 menit waktu bacaan

Jangan Gugup, Ini 10 Pertanyaan yang Sering Muncul di Sesi Interview Kerja

by Sindhi Aderianti on 26 Agustus, 2019

Salah satu persiapan terbaik agar tahapan interview kerja berjalan lancar, tak lain adalah dengan memahami jenis dan tipe pertanyaan yang paling sering diajukan. Tidak hanya memahami pertanyaannya tapi juga mempersiapkan jawabannya dengan baik.

pertanyaan interview kerja

Dalam proses lamaran kerja, panggilan untuk interview memang merupakan sesuatu yang terdengar sangat membahagiakan. Namun tahap ini pun sering kali dianggap menegangkan bagi sebagian besar pencari kerja, terutama mereka yang berstatus fresh graduate. Wajar saja, karena interview merupakan gerbang penentu diterima atau tidaknya pelamar di suatu perusahaan. Perasaan gugup, tangan berkeringat, dan otak mendadak blank mungkin saja dirasakan.

Oleh karena itu, pahami dulu jenis pertanyaan yang sering muncul agar tidak gugup. Perlu diingat, sebenarnya pertanyaan mendasar dari pihak HRD (Human Resources Department) perusahaan manapun hampir sama. Simak 10 pertanyaan paling umum yang biasanya diajukan saat interview kerja dan cara menjawabnya di bawah ini.

1. Ceritakan tentang dirimu

Walaupun terkesan sederhana, pertanyaan ini justru menjadi kuncian perekrut untuk bisa mengenalmu. Baik dari background, atau lewat caramu berkomunikasi. Ya, pertama-tama HRD pasti akan meminta kandidat untuk menceritakan profil singkat dirinya. Mulailah dengan membeberkan background pendidikan, lalu pengalaman atau pencapaian terbaikmu. Tutup dengan pengalaman terkini yang membuatmu memiliki status, pekerjaan atau jabatan saat ini.

(Baca juga: Bikin CV, Yuk! Begini Tipsnya Biar Langsung Ditaksir HRD)
2. Jelaskan kelebihan yang dimiliki

Pertanyaan tentang kelebihan diri juga sering muncul saat sesi interview kerja. Lalu, biasanya HRD juga akan bertanya apa saja kelebihan yang kamu miliki. Tetaplah rendah hati dan tidak sombong saat menjawabnya. Cari kelebihan yang berkaitan erat dengan role pekerjaanmu selama ini. Sebaiknya juga, beri jawaban yang lebih spesifik, jangan generik. Misalnya dari pada menjawab “Adaptable” lebih baik menggantinya dengan “Fast learner“. Setelah itu, jangan lupa memberi contoh bagaimana kamu mendemonstrasikan kelebihan ini dalam konteks profesionalisme di kantor.

3. Beri tahu kekuranganmu

Memang agak sulit menjawab pertanyaan ini. Karena jika salah, perekrut bisa saja menganggapmu bermasalah dan tidak kompeten. Namun ingat, setiap orang tentu memiliki kekurangan. Saat menjawabnya, kamu hanya perlu mencari sesuatu yang bukan jadi keunggulanmu, tetapi sedang berusaha kamu perbaiki. Semisal, kamu tidak punya skill public speaking yang baik, tapi ikuti dengan penjelasan bahwa kamu sudah membiasakan diri lebih banyak bertemu dan berhadapan dengan orang-orang untuk mengasah skill tersebut sampai mulai terbiasa.

4. Alasan harus merekrutmu

Jangan malu untuk menonjolkan kapabilitasmu ketika pertanyaan ini muncul. HRD menanyakannya karena mereka ingin make sure lagi bahwa kamu memang sosok yang tepat bagi perusahaan. Sebaiknya, beri jawaban yang mencakup 3 hal penting: kamu bukan hanya bekerja tapi bisa menghasilkan yang terbaik, kamu bisa dengan mudah beradaptasi dengan tim dan budaya kerja serta kamu adalah pilihan terbaik dibanding kandidat lain.

5. Pernahkah terlibat konflik di tempat kerja

Dalam sesi krusial ini, perekrut juga ingin tahu bagaimana caramu menghadapi konflik. Bila memang punya, jujur saja. Namun, sambil meyakinkannya bahwa kamu bisa menghadapi segala kondisi secara profesional. Lalu tutup jawabanmu itu dengan sesuatu yang happy ending sebagai solusi. Contohnya begini, dulu kamu pernah menolak permintaan klien karena terlalu di luar batas kemampuan. Walau demikian, kamu tetap bisa melayaninya dengan memberi opsi yang lebih sederhana, tapi tak kalah menarik dan menguntungkan bagi kedua belah pihak.

5. Rencanamu 5 tahun ke depan

Pertanyaan yang sering ditanyakan oleh pihak HRD juga soal masa depanmu bersama perusahaan. Mereka tak ingin mendapatkan karyawan yang baru beberapa bulan bekerja sudah pindah ke tempat lain. Karena hal tersebut akan mempengaruhi turn over kantor. Turn over adalah keluar-masuknya pegawai yang berpindah. Semakin besar turn over, maka citra perusahaan jadi kurang baik. Untuk menjawabnya, cukup berpikir realistis kira-kira ke mana kariermu akan bergerak dari posisi yang ditawarkan.

7. Kenapa resign dari pekerjaan lama

Untuk kamu yang bukan fresh graduate, maka bisa dipastikan pertanyaan ini pasti akan muncul. Jadikan masalahmu (bila ada), tetap menjadi ranah privasi. Sampaikan bahwa kamu berniat untuk memulai perjalanan baru dengan kesempatan baru. “Karena saya yakin, saya bisa mendapatkan banyak kesempatan baru di karier saya selanjutnya dan bukan di perusahaan lama saya,” adalah salah satu jawaban paling bijak untuk pertanyaan ini.

8. Gaji yang diinginkan

Sebelumnya, cari tahu kisaran gaji untuk posisi yang sedang kamu lamar. Lalu tentukan nominal dalam bentuk range yang masuk akal, sesuai dengan latar belakang pendidikan, pengalaman, dan skill yang kamu miliki. Perihal gaji ini juga sangat mempengaruhi diterima atau tidaknya kandidat, lho. Oleh karena itu, berikan sang pewawancara kesempatan untuk bernegosiasi soal gaji serta benefit lain denganmu nantinya.

9. Punyakah rencana menikah

Kalau tipe pertanyaan seperti ini muncul, ada baiknya untuk menjawab dengan santun dan bernada lebih memprioritaskan karier. Contoh jika belum ada rencana menikah,  “Saya belum bisa memastikan ke depannya. Saya lebih tertarik untuk membahas jenjang karier di perusahaan ini.” Pertanyaan mengenai status keluarga, gender, agama, usia atau yang lainnya yang bersifat pribadi kadang tidak memberi pengaruh apapun. Biasanya agar pembicaraan tidak melulu serius dan terasa lebih santai.

(Baca juga: Pekerjaan Tanpa Ngantor: Dari Wartawan Sampai Freelancer, Cek Yuk!)
10. Ajukan pertanyaan balik

Terakhir, perekrut tentunya juga akan menawarkan dirimu untuk bertanya-tanya seputar perusahaan yang kamu lamar. Ini adalah waktu yang tepat untuk mencari tahu lebih banyak soal perusahaan dan posisi yang kamu inginkan. Usahakan jangan langsung tidak ingin bertanya balik. Justru dengan aktif bertanya, menandakan kamu tertarik dengan perusahaan tersebut. Cobalah menanyakan hal-hal yang lebih spesifik, misalnya, “Apa yang membuat karyawan senang bekerja di kantor ini?” atau “Seperti apa kultur di sini?”.

Selebihnya, tetaplah santai menghadapi berbagai pertanyaan ketika sesi interview kerja. Anggap saja kamu sedang mengobrol biasa, tapi dengan topik karier dan masa depan. Semoga berhasil ya!

Tentang Penulis

Sindhi Aderianti

Penulis yang kadang kala jadi pedagang.

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami