Jenis Investasi Untuk Pemula, Mulai dari Rp10 Ribu Aja!

Menabung saja tidak cukup, kamu bisa mulai untuk investasi dan pilih jenis investasi untuk pemula, mulai dari Rp10 ribu saja! Pasalnya, kamu bisa menyiapkan hari tua yang lebih terjamin, dengan investasi.

Jenis Investasi Untuk Pemula, Mulai dari Rp10 Ribu Aja!

Tidak pandang usia, investasi bisa dilakukan siapa saja, kapan saja. Jadi, tidak perlu menunggu dewasa atau tua, untuk berinvestasi. Kegiatan investasi juga bisa mulai diperkenalkan pada anak usia dini. 

Tak perlu khawatir dengan berbagai anggapan tentang investasi, kamu bisa ketahui dan pahami jenis investasi untuk pemula, yang tepat sesuai kondisi ekonomi. 

Nah, agar lebih memahami jenis investasinya, yuk simak dulu macam-macam investasi khususnya jika dilihat berdasarkan tujuan. 

Macam-macam Investasi Berdasarkan Tujuannya

Investasi Jangka Pendek

Sebelum mantap memilih rekomendasi jenis investasi untuk pemula, kamu juga harus pahami bahwa ada beberapa macam investasi. 

Pertama ada investasi jangka pendek, yang memiliki jangka waktu kurang dari satu tahun hingga tiga tahun saja.

Bukan untuk investasi hari tua, jenis investasi jangka pendek ini biasanya dilakukan, untuk tujuan tertentu yang ingin dicapai dalam waktu dekat. 

Misalnya, kamu seorang karyawan berusia 23 tahun, lalu berencana ingin menikah di usia 25 atau 26 tahun. 

Nah, karena biaya pernikahan tidak murah, kamu bisa mulai berinvestasi jangka pendek saat usiamu 23 tahun. 

Namun, karena harus menggunakan jenis investasi jangka pendek, maka kamu harus disarankan untuk ambil investasi di instrumen rendah risiko.

Beberapa rekomendasi instrumen investasi ini sangat disarankan untuk yang ingin investasi jangka pendek yakni, deposito, reksadana pasar uang, atau surat utang negara jangka pendek. Instrumen tersebut juga bisa dipilih sebagai jenis investasi untuk pemula. 

(Baca Juga: Kenapa Penting Sekali Memulai Investasi Bagi Milenial)

Investasi Jangka Menengah

Macam investasi yang selanjutnya adalah investasi jangka menengah, yang memiliki tujuan finansial antara 3 hingga 10 tahun. Maka, hal ini bisa disebut dengan investasi jangka menengah. 

Biasanya investasi jangka menengah ini, sering digunakan pada orang tua untuk tujuan pendidikan anak, karena biaya pendidikan dari tahun ke tahun semakin besar. 

Terlebih, jika orang tua menginginkan sang anak untuk bisa melanjutkan pendidikan, hingga ke perguruan tinggi. 

Nah, untuk jenis investasinya sang orang tua anak, bisa memilih instrumen dengan risiko sedikit, seperti reksadana pendapatan tetap (obligasi), obligasi swasta, reksadana campuran.

Investasi Jangka Panjang

Nah, terakhir ada investasi jangka panjang yang tujuannya bisa digunakan untuk jaminan keuangan di hari tua, atau tujuan investasi diatas 10 tahun. 

Selain untuk jaminan hari tua, tujuan investasi ini juga masih bisa untuk pendidikan, dan aset untuk anak/cucu. 

Berbeda dengan investasi jangka pendek atau menengah, semakin panjang periode investasinya, maka semakin fleksibel seseorang memilih instrumennya. 

Mulai dari instrumen dengan risiko rendah, moderat, tinggi, atau instrumen yang tidak dapat dikonversi dengan cepat, seperti logam mulia, reksadana saham, saham, hingga properti.

Itu dia macam-macam investasi yang perlu diketahui. Kira-kira dari 3 macam investasi di atas, kamu ingin masuk ke kategori mana? Meski pemula atau masih awam tentang investasi, tidak ada salahnya juga untuk memilih ketiga dari macam-macam investasi di atas. 

Kalau bicara rekomendasi jenis investasi untuk pemula, kamu bisa memulai sambil belajar dari beberapa instrumen berikut ini. 

(Baca Juga: 6 Manfaat Investasi Reksadana, Investor Pemula Wajib Tahu!)

4 Jenis Investasi Untuk Pemula

1. Reksadana 

Jenis investasi untuk pemula yang pertama adalah reksadana, buat kamu yang tak punya banyak waktu dan dana untuk mengelolanya. 

Pasalnya, reksadana merupakan sebuah wadah untuk menghimpun dana dari masyarakat (investor). 

Selanjutnya dana tersebut diinvestasikan dalam portofolio efek (gabungan beberapa efek) oleh MI atau biasa disebut manajer investasi. 

Tugas MI nantinya akan mengatur porsi penempatan dana, di pasar uang, saham, atau surat utang. 

Bahkan MI juga yang akan menentukan komposisi saham, agar mendapatkan keuntungan. Di mana kamu bisa melakukan investasi reksadana? Kamu bisa investasikan dana berupa Reksa Dana melalui perusahaan Manajer Investasi, Sekuritas, dan Bank. 

Ingat, dimanapun tempatnya, pastikan lembaga keuangan yang kamu pilih aman, legal, dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Mengapa reksadana ini cocok menjadi jenis investasi untuk pemula?

Karena, kamu bisa mulai dengan pembukaan awal reksadana, mulai dari Rp10 ribu saja. Ada banyak juga jenis reksadana yang bisa dipilih, yakni pasar uang, reksadana saham, reksadana pendapatan tetap, reksadana campuran, dan reksadana syariah.

2. Emas

Jenis investasi untuk pemula yang berikutnya adalah emas atau logam mulia. Bagaimana dengan emas berbentuk perhiasan? Bisa saja, namun nilai karat emas perhiasan dan logam mulia berbeda. 

Selain itu, harga emas perhiasan jika dijual, nilainya akan menurun sekitar 10%. Belum lagi jika kamu menjual di toko emas yang berbeda, dari saat kamu membeli. 

Sedangkan jika kamu investasi emas berbentuk logam mulia atau batangan, maka harganya akan lebih stabil bahkan cenderung mengalami peningkatan. Emas juga merupakan salah satu instrumen investasi yang memiliki risiko rendah dari kondisi inflasi.

Emas jua bisa dijadikan instrumen investasi jangka pendek, menengah atau panjang. Terlebih, penjualan emas tergolong lebih cepat dan mudah, ketimbang instrumen investasi lainnya, seperti reksa dana atau saham.

Namun, jika dilihat keuntungan investasi emas, mungkin tergolong kecil, yakni hanya 2-4% saja per tahunnya. 

Tapi tidak ada salahnya mencoba terlebih untuk pemula, dan salah satu rekomendasi logam mulia yang direkomendasikan adalah produksi PT ANTAM. 

3. Deposito

Selanjutnya ada deposito sebagai jenis investasi untuk pemula yang aman, karena dana deposito kamu akan disimpan di bank. 

Jika kamu punya rekening tabungan di suatu bank, kamu juga bisa pilih produk bank berupa deposito. 

Karena tidak seperti tabungan yang akan terus berkurang karena biaya administrasi, deposito justru bisa menghasilkan suku bunga. Untuk nilai suku bunganya sendiri cukup besar, yakni sekitar 5-8%, belum termasuk potongan pajak. 

Instrumen investasi ini, juga masuk sebagai instrumen investasi jangka pendek, seperti untuk persiapan pendidikan, pernikahan, beli rumah, beli mobil atau modal usaha. 

Pasalnya, deposito sendiri bisa dicairkan umumnya berkisar antara 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, atau 1 tahun. Namun, hal tersebut tentunya sudah ditetapkan sebelum menyetujui di awal. 

4. P2P Lending

Cukup populer saat ini, jenis investasi untuk pemula berupa P2P lending adalah salah satu investasi berikutnya yang bisa dimulai dari modal yang ringan, yakni mulai dari Rp100 ribu saja.

Masih bingung karena P2P lending bisa jadi instrumen untuk investasi? Kira-kira bagaimana sistemnya? 

Jadi, kamu sebagai pemilik investasi, akan bertindak sebagai pihak yang meminjamkan modal kepada pihak lain, dengan dana yang kamu punya. 

Kepada siapa kamu akan meminjamkan dana atau modal tersebut? Kamu bisa meminjamkan kepada siapa saja, namun mayoritas modal akan dipinjamkan kepada pemilik usaha UKM (Usaha Kecil Menengah) melalui sebuah platform.

Jadi, kamu hanya tinggal investasikan uangmu di sebuah platform P2P lending, dan pihak P2P lending yang akan mengelola uangmu, untuk dipinjamkan ke UMKM. 

Nantinya, kamu akan mendapatkan sejumlah keuntungan berupa bunga hingga 20%, yang merupakan hasil investasi.

Seperti yang kita ketahui, banyak platform pinjaman saat ini, meminjamkan dana tanpa jaminan atau kredit tanpa agunan. Sehingga, hal tersebut bisa dibilang memiliki risiko yang cukup besar. 

Daripada uangmu hilang karena ada oknum peminjam yang tak kembalikan pinjaman, lebih baik kamu investasikan uangmu ke platform atau perusahaan pinjaman P2P lending yang populer, aman, legal, dan terdaftar OJK. 

Karena jika kamu tepat dalam memilih platform P2P lending, maka keuntungan yang kamu dapat juga akan semakin banyak. Bagaimana? Mau coba investasi di platform P2P lending?

Ada banyak jenis P2P lending yang bisa dipilih. Kamu harus tepat dalam memilih platform pinjaman. Agar tidak bingung, berikut ini jenis P2P lending yang bisa dipilih!

Dapatkan Pinjaman Dana untuk Modal Usaha di Platform CekAja.com!

Selain aman, legal dan terdaftar OJK, di CekAja.com juga menawarkan banyak pilihan pinjaman dengan berbagai tenor. Untuk soal persyaratan juga sudah pasti mudah, dan proses cepat. 

Terlebih, agar pengajuan cepat disetujui, CekAja.com akan bantu rekomendasikan produk pinjaman yang cocok, sesuai dengan profil dan kondisi finansial kamu. 

Yuk, segera cek website CekAja.com dan ajukan pinjaman pilihanmu!