Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

3 menit waktu bacaan

Ke Negeri di Atas Awan Punya Banten, Yuk!

by Sindhi Aderianti on 23 September, 2019

Ada rencana jalan-jalan kemana dalam waktu dekat ini? Meskipun sudah masuk akhir bulan, tak berarti kamu harus berdiam diri di rumah saja. Ada tempat wisata baru yang menakjubkan dan hanya 3 jam dari Jakarta!

Negeri di Atas Awan
Foto: Instagram @explore_lebak

‘Negeri di Atas Awan’ selama ini yang kita tahu mungkin cuma dimiliki oleh Dieng atau Bromo. Namun siapa sangka, pesona hamparan awan tersebut kini juga ada di Gunung Luhur, Desa Citorek, Kabupaten Lebak, Banten.

Belakangan, destinasi teranyar itu ramai menghiasi laman social media. Sudah banyak wisatawan lokal maupun mancanegara yang mengunjunginya. Padahal kawasannya masih dalam tahap pembangunan, terutama berbagai akses pendukung wisata.

Gunung Luhur menyuguhkan view hamparan awan yang dipadu dengan segarnya rimbunan pohon. Walau disebut gunung, tapi ketinggian Gunung Luhur hanya 901 di atas laut (Mdpl). Bagi wisatawan yang ingin menikmati hamparan awan di Gunung Luhur harus sudah berada di lokasi antara pukul 05.00 WIB hingga pukul 08.00 WIB.

Seperti apa cerita mengenai ‘Negeri di Atas Awan’ versi Banten tersebut? Berikut ini fakta-fakta selengkapnya:

1. Dulunya hutan

Tak seperti Dieng atau Bromo, destinasi ini bukan kawasan wisata yang muncul dan populer sejak lama. Sebelum terbuka sebagai tempat wisata, masyarakat lebih mengenal wilayah tersebut sebagai hutan yang sangat gelap nan berkabut. Kehadiran ‘Negeri di Atas Awan’ milik Gunung Luhur boleh dibilang merupakan pendatang baru di ranah pariwisata Indonesia. Bahkan tempat itu baru ditemukan pada September 2018.

(Baca juga: 5 Destinasi Wisata Termahal di Asia Buat Crazy Rich Indonesia)
2. Pertama kali ditemukan oleh kuli proyek

Di luar niat ataupun rencana, kawasan wisata Gunung Luhur pertama kali ditemukan oleh beberapa kuli proyek. Tepatnya setahun lalu, mereka sedang melakukan perbaikan jalan provinsi tepatnya di daerah Lebak Utara dan Selatan. Setelah itu, warga sekitar pun turut mendatangi kawasan ini dan memotret serta mengunggahnya di media sosial hingga menjadi viral.

3. Rute dan alamat

Bila ditempuh dari Jakarta, hanya memakan waktu sekitar tiga jam saja. Rute awalnya adalah dengan menuju Rangkasbitung terlebih dulu. Setelah itu, dari Rangkasbitung mengambil rute Cipanas-Lebak Gedong-Citorek hingga Gunung Luhur sejauh 70 kilometer. Sementara untuk mencapai puncak Gunung Luhur, kamu bisa melalui dengan menggunakan kendaraan bermotor roda dua atau roda empat, tanpa perlu capek mendaki.

4. Waktu kunjungan

Seperti yang tadi dikatakan, pengunjung juga harus memperhatikan waktu kunjungan. Pasalnya gulungan awan yang memukau itu tidak muncul setiap saat. Menurut pengelola, waktu terbaik untuk melihat pesona awan di gunung ini adalah mulai pukul 05:30 WIB hingga 08:00 WIB. Di luar itu, kemungkinan besar ‘Negeri di Atas Awan’ yang ditunggu-tunggu sudah memudar karena matahari. Terlebih jika musim hujan, awan tidak akan terlihat lantaran tertutup kabut tebal.

5. Padat merayap di kala weekend

Sejak viral dan menjadi sorotan publik, pengunjung Gunung Luhur membludak hinga ribuan orang per hari. Bahkan setiap weekend, kawasan tersebut nampak seperti lautan manusia. Meningkatnya jumlah pengunjung terjadi setelah Idul Fitri tahun lalu. Di minggu kedua bulan Juni, tercatat sekitar 3.248 orang memadati Gunung Luhur. Jika dihitung kembali, rata-rata pengunjung setiap bulan bisa menembus angka di atas 10.000 wisatawan.

6. Fasilitas dan biaya

Untuk memasuki kawasan puncak Gunung Luhur kamu akan dikenakan biaya sebesar Rp5.000/orang. Soal fasilitas, kawasan ini sudah cukup memadai dengan hadirnya penginapan. Penginapan memiliki rate sekitar Rp150.000/malam. Namun, jangan khawatir jika tidak ingin menginap. Cukup menyewa sebuah tenda dengan biaya sekitar Rp80.000 atau membawa tenda pribadi dan menyewa lahan sebesar Rp30.000.

(Baca juga: Mengenal Objek Wisata dan Kuliner Khas Penajam Paser dan Kutai Kertanegara)

Asyik ya, sekarang ada ‘Negeri di Atas Awan’ yang tak jauh dari Ibu Kota. Tak mesti jauh-jauh ke Dieng atau Bromo, kamu sudah bisa liburan dengan suguhan view yang memukau!

Tentang Penulis

Sindhi Aderianti

Penulis yang kadang kala jadi pedagang.

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami