Kenali Dulu Perbedaan Antara KPR Subsidi Dan Non-subsidi

7 min. membaca Oleh Maria Nofianti on

Secara ideal, di dunia ini, rumah adalah tempat yang paling nyaman, bahkan jika boleh dibilang tidak ada tempat lain yang akan membuatmu selalu rindu saat pergi jauh selain rumah. Ya, karena rumah adalah tempat dimana jiwa dan hati berada.

perbedaan antara kpr subsidi dan non-subsidi

Ungkapan-ungkapan terkenal ini menunjukkan bahwa rumah adalah suatu tempat yang diinginkan dan ada di hati dan juga pikiran setiap orang, seperti halnya di lokasi fisik tertentu. Dalam berbagai budaya manusia dan selama berabad-abad orang dengan berbagai cara telah membangun rumah untuk diri mereka sendiri dan bagi orang-orang yang mereka sayangi. Manusia jelas berevolusi menjadi pembangun rumah, ibu rumah tangga, dan penghuni rumah. Tempat tinggal yang dikenal sebagai rumah dengan beragam evolusinya telah ditemukan di mana-mana yang telah dilihat oleh para arkeolog dan antropolog, mewakili setiap era sejarah dan prasejarah. Mulai dari rumah pohon, rumah gua, rumah kayu, bahkan rumah dengan bangunan kokoh yang seperti kita lihat saat ini.

Rumah selalu menjadi tempat berkumpul, tempat berlindung, dan tempat paling nyaman yang menjadi tempat pelarian dari kesibukan dan gangguan dunia luar. Banyak yang bisa kita lakukan di rumah, banyak yang dihasilkan dari rumah, rumah bisa menjadi sumber inspirasi, dan menjadi tempat belajar pertama setiap manusia sebelum memasuki bangku sekolah. Bagi banyak orang, rumah adalah sebuah lingkungan yang penuh kasih dan suportif untuk tumbuh dan menemukan diri sendiri. Kebanyakan orang akan memiliki lebih dari satu rumah seumur hidup mereka jika mereka memiliki kelebihan uang, dan jika yang pertama tidak membuat mereka bahagia, selalu ada peluang untuk berbuat lebih baik ketika membuat rumah baru.

Karena ternyata tak semua orang bisa merasakan suatu kebahagiaan di rumah mereka, terlebih jika mereka berasal dari keluarga yang berantakan. Berada di rumah mungkin akan sangat membuat mereka tersiksa. Jadi, jika konsep awal rumah memang tempat menjadi tempat paling nyaman dan aman, seiring berjalannya waktu, semua mungkin tidak semudah kedengarannya bagi mereka yang ingatannya tentang rumah adalah situasi yang menindas atau kejam.

(Baca Juga: Pinjaman Untuk Renovasi Rumah)

Namun apapun yang dirasakan, rumah adalah satu kebutuhan wajib dan pokok setiap manusia, rumah merupakan keharusan yang sangat mendesak. Tetapi bahkan ketika itu adalah lingkungan yang damai dan penuh kasih, rumah bagi kita semua adalah lingkungan politik di mana kita harus menegosiasikan hak dan hak istimewa, membuat kompromi, dan mencari pemberdayaan melalui penegasan diri.

Memiliki rumah sendiri adalah suatu kebutuhan yang menjadi impian untuk banyak orang. Harga rumah yang saat ini semakin mahal dari tahun ke tahun rasanya semakin memberatkan. Namun sekarang ini ada banyak cara untuk membeli rumah sendiri salah satunya kamu bisa membeli melalui KPR. KPR adalah kredit pemilikan rumah. Membeli rumah melalui KPR ini meskipun Harganya bisa sampai ratusan juta, namun kamu akan lebih merasa ringan untuk membayarnya. Kredit pemilikan rumah ini adalah jenis kredit yang membutuhkan agunan atau jaminan. Jenis jaminan yang bisa digunakan pun bisa bermacam-macam seperti tanah, rumah yang ditempati sekarang, mobil atau motor yang dimiliki, logam mulia ataupun yang lainnya.

Sifat dari pinjaman KPR ini adalah konsumtif sehingga kamu hanya bisa menggunakannya untuk biaya rumah dan kamu tidak bisa menggunakannya untuk modal bisnis  kamu. Di Indonesia secara umum ada 3 jenis KPR. Mereka adalah KPR subsidi, KPR non-subsidi, dan KPR Syariah. KPR yang sering diambil oleh masyarakat Indonesia adalah KPR subsidi dan non-subsidi. Meskipun banyak juga yang menggunakan KPR Syariah. Kali ini kita akan membahas perbedaan antara KPR subsidi dan non-subsidi.

KPR Subsidi

KPR subsidi adalah  KPR yang dilakukan oleh pemerintah yang bekerja sama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia. Sederhananya KPR ini dibantu oleh dana pemerintah. Suku bunga yang diberikan adalah 5% dan itu adalah bunga tetap selama jangka waktu kredit. KPR ini juga mengharuskan adanya uang muka sebesar mulai dari 1%. Untuk jangka waktu pelunasan pinjaman KPR subsidi ini maksimal bisa sampai 20 tahun.

Persyaratan  diperhatikan saat kamu akan mengajukan KPR subsidi ini adalah sebagai berikut:

  • Warga Negara Indonesia yang bertempat tinggal di wilayah Indonesia sia
  • Telah berusia 21 tahun atau sudah menikah
  • Memiliki masa kerja atau usaha minimal 1 tahun
  • Belum pernah memiliki rumah dan juga belum pernah menerima bantuan pemerintah untuk kepemilikan rumah
  • Memiliki penghasilan maksimal Rp4 juta untuk KPR rumah Sejahtera tapak dan Rp7 juta untuk KPR rumah Sejahtera susun
  • Memiliki NPWP dan SPT tahunan serta PPH
  • Menuruti ketentuan penggunaan 

Sedangkan untuk dokumen-dokumen yang harus disiapkan dalam pengajuan KPR subsidi ini antara lain:

  • Formulir aplikasi kredit yang disertai dengan pas foto terbaru pemohon dan pasangan
  • Fotokopi KTP pemohon dan pasangan,  KK, surat nikah atau cerai
  • Surat keterangan penghasilan atau slip gaji terakhir, fotokopi SK untuk pegawai
  • Surat izin usaha perdagangan tanda daftar perusahaan, dan surat keterangan domisili serta laporan keuangan bagi pemohon wiraswasta
  • Fotokopi izin praktek untuk pemenuhan profesional
  • Fotocopy NPWP
  • Fotokopi rekening koran 3 bulan terakhir
  • Surat pernyataan belum pernah memiliki rumah
  • Surat pernyataan belum pernah menerima bantuan untuk kepemilikan rumah dari pemerintah.

KPR non-subsidi

KPR non-subsidi biasa disebut dengan KPR konvensional adalah jenis produk kredit Perumahan yang dilakukan oleh bank umum konvensional kepada seseorang. Dalam hal ini tidak ada campur tangan dari pemerintah. Sedangkan untuk persyaratan serta ketentuan akan pinjaman  KPR non subsidi ini telah ditentukan antara pihak bank dengan pihak peminjam. Hal yang membedakan dengan KPR subsidi antara lain jangka waktu kredit, perlindungan, persentase pembayaran dan suku bunga.

Jenis suku bunga

Jenis suku bunga yang diberikan untuk KPR non subsidi ini dibagi menjadi  2. Yang pertama adalah bunga tetap atau fixed rate dan yang kedua adalah bunga mengambang atau floating rate.

  • Bunga tetap atau fixed  rate adalah bunga yang tidak akan berubah untuk masa periode yang telah ditentukan. Jika kredit di pasaran berubah tetapi kamu masih dalam pembayaran yang memberlakukan bunga tetap maka cicilan kamu tetap dan tidak akan berubah.
  • Bunga mengambang atau floating rate adalah bunga yang selalu mengikuti perubahan suku bunga kredit di pasaran. Jika suku bunga di pasaran naik maka cicilan mu juga akan bertambah sebaliknya bila bunga di pasaran sedang turun maka otomatis di jalan kamu juga ikut turun.

Sedangkan untuk persyaratan umum dalam mengajukan KPR non subsidi ini adalah sebagai berikut:

  • Warga Negara Indonesia 
  • Berusia minimal 18 tahun atau sudah menikah
  • Memiliki status karyawan, pengusaha atau profesional
  • Untuk karyawan minimal sudah bekerja 1 tahun dan berpengalaman kerja minimal 2 tahun
  • Untuk pengusaha dan profesional usaha atau kegiatan paling tidak Sudah 2 tahun pada bidang yang sama
  • Saat kredit lunas maximum untuk karyawan harus berusia 55 tahun dan pengusaha atau profesional 65 tahun

Itu dia perbedaan antara KPR subsidi dan non-subsidi yang mungkin kamu belum tahu. Setelah mengetahui perbedaan antara KPR subsidi dan non-subsidi maka selanjutnya kita akan membahas perbedaan mengenai rumah yang dibeli dengan KPR subsidi dan nonsubsidi. Perbedaan rumah KPR subsidi dan non-subsidi bisa dilihat dari berbagai aspek. Untuk penjelasannya bisa kamu lihat di bawah ini.

Harga rumah

Perbedaan yang paling mencolok untuk rumah KPR subsidi dan non-subsidi adalah harga rumahnya. Untuk rumah yang diambil dengan KPR subsidi harganya jauh lebih murah karena ini mendapat bantuan dana dari pemerintah dan juga tidak dikenakan PPN. Suku bunga yang dimiliki pun lebih rendah sehingga cicilan rumah subsidi juga tetap karena bunganya adalah bunga flat. Berbeda dengan rumah yang diambil dengan KPR non-subsidi harganya bisa jauh lebih mahal dari rumah dengan KPR subsidi. Suku bunganya pun lebih tinggi karena tidak mendapatkan dukungan dana dari pemerintah.

Fasilitas

Rumah dengan KPR non-subsidi tentunya mendapatkan fasilitas yang jauh lebih baik daripada rumah yang bersubsidi ini dikarenakan bunga yang tinggi bangunan rumah nya juga lebih besar dan biasanya sudah ada dapur. Berbeda dengan rumah subsidi biasanya hanya dilengkapi dengan kamar tidur kamar mandi dan ruang tamu. Untuk dapur kamu bisa menambah dengan biaya sendiri.

Ukuran atau tipe rumah

Selain harga, bedanya rumah yang diambil dengan KPR subsidi dan non-subsidi bisa dilihat dari aspek hubungan atau diterima. Biasanya untuk rumah bersubsidi hanya memiliki ukuran luas maksimal 36 m2 atau type 36. Sedangkan untuk rumah dengan KPR non-subsidi ukuran luas maksimal bisa lebih dari 36 m2. Rumah dengan ukuran  ini dianggap ideal untuk pasangan muda yang baru menikah. Jika nantinya pasangan itu akan memiliki anak maka bisa membangun atau memperluas di masa depan.

Lokasi

Untuk lokasi rumah subsidi dan nonsubsidi juga sangat berbeda. Banyak pengembang yang membangun rumah dengan KPR non-subsidi dekat dengan fasilitas umum atau berada di lokasi yang strategis. Lain halnya dengan rumah dengan KPR subsidi biasanya malah berada di pinggiran kota dan jauh dari fasilitas umum atau bahkan pusat kota. Meski begitu sekarang Para pengembang mulai membangun rumah subsidi yang nantinya akan menjadi bagian dari sebuah kota yang baru yang sedang dikembangkan. Rumah subsidi itu bisa dekat dengan fasilitas umum atau berada di lokasi yang strategis seperti rumah non subsidi.

Renovasi

Bentuk rumah non subsidi tentu kamu akan lebih leluasa untuk merenovasinya  di masa depan. Harga jual rumah non subsidi juga lebih tinggi dan lebih cepat terjual daripada rumah bersubsidi. Biasanya untuk rumah bersubsidi memiliki aturan bahwa renovasi bisa dilakukan setelah 2 tahun pertama. 

Itulah penjelasan singkat mulai dari perbedaan antara KPR subsidi dan non-subsidi hingga perbedaan rumah yang diambil dengan KPR subsidi dan non-subsidi. Semoga dengan tulisan ini bisa membantu kamu untuk memutuskan akan membeli rumah dengan cara KPR subsidi atau non subsidi. Sesuaikan keinginan untuk membeli rumah dengan keadaan finansial kamu ya. Dan jadikanlah rumahmu tempat ternyaman untuk kamu dan keluarga.

Wujudkan rumah idamanmu dengan KPR terbaik hanya di Cekaja.com.

Tentang kami

Maria Nofianti

Maria Nofianti