8 Tips Perencanaan Keuangan di Usia 40 yang Wajib Dilakukan, Masa Tua Dijamin Sejahtera

Meski saat ini kamu berada di usia produktif, namun tidak ada salahnya jika mulai mencari tahu sejumlah tips perencanaan keuangan di usia 40. Pasalnya, hal itu berguna agar kehidupan masa tuamu nantinya sejahtera, karena sudah dipersiapkan dengan matang sejak awal.

8 Tips Perencanaan Keuangan di Usia 40 yang Wajib Dilakukan, Masa Tua Dijamin Sejahtera

Jika dilihat secara umum, kehidupan orang yang sudah memasuki usia 40 sebagian besar sudah mapan. Artinya, orang-orang sudah memiliki karir yang jelas, baik itu sebagai karyawan maupun pengusaha.

Tetapi di saat yang sama, kamu juga pasti sudah berkeluarga. Beban dan tanggung jawabmu semakin besar, tidak hanya memikirkan masa depan pribadi, namun juga istri, anak-anak dan orang tua ingin dibawa kemana nantinya.

Nah, sebelum penyesalan datang karena kamu terlalu santai dan menikmati hidup di awal, ada baiknya kamu mulai memikirkan serta mencari tahu tips perencanaan keuangan di usia 40 yang bisa dilakukan.

Untuk memudahkanmu mengetahui itu semua, pada artikel kali ini, CekAja akan memberikan sejumlah tipsnya, yang akan diulas secara lengkap khusus untuk kamu. Simak bersama-sama, yuk!

Pentingnya Membuat Perencanaan Keuangan

Sebelum mengetahui tips perencanaan keuangan di usia 40, ada baiknya kamu ketahui dulu alasan pentingnya membuat perencanaan keuangan.

Selain untuk meminimalisir risiko finansial di masa depan, membuat perencanaan keuangan juga menjadi strategi yang penting untuk kamu menikmati hidup, tanpa melupakan tanggung jawab akan kebutuhan rumah tangga, tabungan dan investasi.

Intinya, membuat perencanaan keuangan berguna agar tujuan finansial kamu nantinya dapat terpenuhi dengan baik, secara efektif dan efisien.

Berbicara tentang risiko masa depan, bisa dibilang itu adalah hal yang cakupannya sangat luas. Sebab, risiko mada depan bisa terjadi dalam bentuk pemberhentian kerja, kecelakaan, meninggal, dan lain lain sebagainya yang bersifat buruk.

Nah jika kamu membuat perencanaan keuangan, maka hal-hal semacam itu tidak akan membuatmu terpuruk secara finansial, karena semuanya sudah dipersiapkan dengan baik.

(Baca Juga: Cara Memanfaatkan Uang Pensiun)

Tips Perencanaan Keuangan di Usia 40

Setelah mengetahui pentingnya membuat perencanaan keuangan, kini kamu akan mengetahui sejumlah tips perencanaan keuangan di usia 40.

Sebenarnya untuk membuat perencanaan keuangan, ada tiga langkah dasar yang harus dilakukan, yaitu memahami kondisi keuangan, mendata target kebutuhan, dan membuat skala prioritas.

Tiga langkah dasar itu bisa dilakukan dengan mudah, apabila setiap tahapannya dilakukan secara teratur, rutin dan konsisten.

Namun sayangnya, bagi sebagian orang konsisten adalah hal yang sulit dilakukan. Maka dari itu, untuk memudahkanmu membuat perencanaan keuangan, di bawah ini CekAja akan memberikan delapan tips perencanaan keuangan di usia 40, yang di antaranya yaitu:

1. Mempersiapkan Dana Darurat

Dana Darurat - Perencanaan Keuangan di Usia 40

Tips perencanaan keuangan di usia 40 yang pertama, yaitu mempersiapkan dana darurat. Sesuai dengan namanya, ini adalah dana yang hanya digunakan untuk keperluan darurat.

Seperti contohnya menyelamatkan keluarga yang terlilit utang besar, renovasi rumah, keluarga sakit atau meninggal dan lain sebagainya yang membutuhkan dana besar.

Dalam persiapan dana ini, kamu tentu membutuhkan strategi yang tepat, dalam arti dana darurat yang dipersiapkan harus sesuai dengan jumlah anggota keluarga.

Misalnya seperti ini, untuk keluarga dengan dua anak dan sejumlah tanggungan, sebaiknya kamu menyiapkan dana darurat sebesar 12 kali dari pengeluaran bulanan.

2. Perbanyak Menabung dan Investasi

Investasi - Perencanaan Keuangan di Usia 40

Berikutnya, kamu juga perlu meningkatkan rutinitas menabung dan investasi. Tips perencanaan keuangan di usia 40 ini wajib dilakukan, karena jika kamu pegawai kantoran, usia 40 adalah usia yang semakin dekat dengan pensiun.

Artinya, waktu kamu untuk memiliki penghasilan tetap per bulan semakin berkurang. Oleh karena itu, kamu bisa memanfaatkan sisa waktu ini untuk lebih sering menabung dan berinvestasi.

Tentunya tidak hanya dari segi waktu saja yang harus ditingkatkan, namun nominal yang ditabung atau diinvestasikan juga harus lebih besar.

Dalam kegiatan ini, tidak bisa dipungkiri pasti ada masa kamu malas untuk menabung dan investasi. Maka dari itu untuk mengatasinya, kamu bisa menggunakan sistem autodebet.

Yang mana, sistem tersebut akan langsung memotong sebagian penghasilan kamu untuk tabungan dan investasi.

Dengan begitu, semua pos yang dibuat untuk masa depan akan terpenuhi dengan baik dan teratur. Kamu pun tidak perlu lagi pusing memisahkan sekian persen dana secara manual untuk tabungan, investasi dan kebutuhan sehari-hari.

3. Pintar Membedakan Kebutuhan dan Keinginan

Pintar - Perencanaan Keuangan di Usia 40

Bisa dengan pintar membedakan kebutuhan dan keinginan, nyatanya juga menjadi tips perencanaan keuangan yang perlu dilakukan.

Pasalnya, ini akan membantumu mengelola anggaran keuangan dengan lebih baik. Bukan berarti kamu pelit dan lain sebagainya, justru ini adalah bukti kedewasaan karena kamu sudah memikirkan masa depan.

Di poin ini juga, kamu harus bisa memprioritaskan kebutuhan dibandingkan keinginan. Contoh konkretnya, ketika anak kamu merengek ingin jalan-jalan ke museum angkut yang harga tiketnya Rp80 ribu per orang.

Kemudian kamu dengan 2 orang anak dan satu istri, harus mengeluarkan biaya untuk tiket sebesar Rp320 ribu.

Belum lagi untuk biaya bensin, tol, hotel dan lain sebagainya karena kamu melakukan perjalanan dari Jakarta ke Malang, berapa kira-kira biaya yang akan dihabiskan untuk itu semua? Tentu sangat mahal.

Daripada harus mengeluarkan budget besar untuk hal itu, kamu bisa memberikan pengertian kepada anak agar bersabar, sampai nanti datang waktunya study tour dari sekolah dan melakukan perjalanan ke sana.

Dengan begitu, kamu bisa menekan biaya yang tidak perlu, dan mengalokasikannya untuk hal lain yang lebih bermanfaat, seperti menabung dan investasi.

4. Kurangi Berutang

Kurangi Hutang - Perencanaan Keuangan di Usia 40

Selain tiga hal di atas, kamu juga perlu mengurangi kebiasaan berutang, khususnya untuk hal-hal yang konsumtif seperti membeli kendaraan baru.

Hal tersebut karena, membeli kendaraan baru tidak memberikan keuntungan apapun. Justru sebaliknya, kamu akan lebih banyak mengeluarkan uang untuk perawatan mobil dan lain sebagainya.

Maka dari itu, sebisa mungkin kurangi berutang. Kalaupun memang harus berutang, kamu bisa berutang untuk hal-hal yang membawa passive income, seperti membeli bangunan untuk disewakan kembali, dan lain sebagainya.

Namun, itu pun dengan catatan cicilan utang harus selesai sebelum kamu pensiun. Jadi, saat pensiun kamu tidak perlu lagi pusing memikirkan utang, yang harus dilunasi dengan gaji pensiun yang tidak seberapa.

5. Memaksimalkan Dana Pensiun

Dana Pensiun - Perencanaan Keuangan di Usia 40

Selain mengurangi berutang, kamu juga perlu memaksimalkan dana pensiun. Seperti yang diketahui, ada beberapa perusahaan yang sudah mengalokasikan dana pensiun sejak awal, yang diambil dari sebagian penghasilan karyawannya.

Tetapi, ada juga perusahaan yang tidak memperhatikan hal tersebut, bahkan menjadikan simpanan dana pensiun sebagai pilihan saja, apakah ingin diambil atau tidak.

Oleh karena itu, untuk memperjelas hak karyawan mengenai dana pensiun ini, kamu bisa menanyakannya langsung ke pihak terkait.

Jika memang kamu mendapatkan uang pensiun, sebisa mungkin kamu langsung memanfaatkannya untuk hal-hal berguna dan mendatangkan keuntungan di masa depan.

6. Memikirkan Rencana Saat Pensiun

Rencana - Perencanaan Keuangan di Usia 40

Tips perencanaan keuangan di usa 40 yang keenam, yaitu memikirkan hal apa yang akan dilakukan untuk hari tua.

Tentunya selain mempersiapkan finansial, kamu juga harus memikirkan kegiatan apa yang akan membawa keuntungan, namun tidak memberatkan diri sendiri.

Seperti contoh, saat pensiun nanti kamu ingin memiliki budidaya ikan. Yang mana, kedepannya bisa dijadikan investasi sekaligus passive income yang menguntungkan.

Selain itu, pikirkan juga apakah hal tersebut bisa menyejahterakan keluarga, di samping kamu yang memang memiliki tabungan dan investasi khusus untuk mereka.

7. Mengikuti Program Asuransi untuk Keluarga

Asuransi Keluarga - Perencanaan Keuangan di Usia 40

Selanjutnya ada mengikuti program asuransi untuk keluarga. Ini adalah salah satu tips perencanaan keuangan di usia 40 yang harus dipikirkan sejak awal.

Mengapa? Karena, kesehatan dan jiwa keluarga adalah hal utama yang harus dilindungi. Adapun cara yang bisa dilakukan, yaitu dengan mendaftarkan anggota keluarga ke asuransi jiwa dan kesehatan.

Itu juga menjadi langkah antisipasi terbaik dari segi keuangan, apabila kamu selaku kepala keluarga sekaligus pencari nafkah utama meninggal.

Di luar itu, asuransi kesehatan sendiri sangat bermanfaat, karena dapat menanggung semua biaya perawatan dan pengobatan selama anggota keluarga yang didaftarkan sakit.

Jadi, pastikan kamu mendaftarkan diri sendiri dan keluarga ke asuransi terbaik, yang manfaatnya sesuai dengan kebutuhan serta kemampuan finansial.

8. Membuat Daftar Aset

Daftar Aset - Perencanaan Keuangan di Usia 40

Tips perencanaan keuangan di usia 40 yang terakhir, yaitu membuat daftar aset. Ini juga menjadi hal yang harus kamu pikirkan dan lakukan sejak awal, terutama mengenai pembagian harta ketika nanti kamu meninggal dunia.

Dalam membuat daftar aset ini, tentunya kamu tidak bisa seorang diri. Perlu keterlibatan notaris, untuk mencegah konflik yang terjadi antar keluarga di kemudian hari terkait pembagian harta.

(Baca Juga: Asuransi Pensiun atau Asuransi Jiwa untuk Hari Tua)

Itulah sejumlah tips perencanaan keuangan di usia 40, yang sudah kamu ketahui informasinya secara lengkap di pembahasan sebelumnya.

Bagaimana, apakah kamu sudah paham dengan semua tips tersebut? Lalu, apakah ingin langsung melakukannya?

Jika iya, berarti kamu juga harus memikirkan soal modal, untuk membuat sesuatu yang bisa menjadi passive income di hari-hari pensiun.

Kamu bisa membuka bisnis, budidaya ikan atau tanaman, usaha kontrakan, usaha kost-kostan dan lain sebagainya yang mendatangkan penghasilan.

Soal modal, kamu jangan khawatir, sebab kamu bisa mendapatkan tambahan modal bisnis dengan mengajukan pinjaman dana melalui CekAja.com.

Di sana, kamu bisa mengajukan pinjaman dana dengan nominal sesuai kebutuhan dan kemampuan finansial.

Tidak hanya itu, proses pengajuannya pun sangat mudah, cepat dan aman, karena CekAja.com sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Jadi, tunggu apalagi? Yuk, ajukan sekarang juga!