Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

3 menit waktu bacaan

Kesalahan Saat Renovasi yang Bikin Kamu Rugi Saat Jual Rumah

by Ariesta on 7 Desember, 2016

Ketika berniat menjual rumah, biasanya orang melakukan berbagai perbaikan supaya nilai jual rumah semakin tinggi. Meski tanahnya luas, orang pasti malas bukan kalau melihat rumah yang catnya kusam, genteng bocor, atau kusen lapuk dimakan rayap?

Tapi jangan salah langkah, kesalahan renovasi rumah berikut ini bukannya menaikkan nilai jual, melainkan malah membuatmu rugi.

Renovasi terlalu mewah

Saat hendak membeli rumah, ada tiga faktor utama yang menjadi pertimbangan. Yang pertama adalah harga, yang kedua adalah luas tanah, dan yang ketiga lokasi. Harga menjadi pertimbangan utama karena menentukan besar kecilnya cicilan. Bagi pembeli kelas menengah, rumah tidak mewah asal layak dan harganya murah menjadi pilihan.

Jadi jika kamu menyasar pembeli kelas menengah, tidak perlu merenovasi rumah mewah secara mewah. Misalnya kamu menganti dengan lantai marmer, menggunakan kayu jati, dan lainnya yang membuat ongkos renovasi membengkak. Renovasi mewah menjadi semakin percuma jika lokasi ruamah memang berada di lingkungan kelas menengah ke bawah. Bukannya untung, kamu malah jadi buntung karena rumah ditawar dengan harga murah.

Tidak ada ruang terbuka

Coba perhatikan. Saat baru membangun komplek perumahan, developer pasti menyisakan sedikit ruang terbuka baik di depan rumah berupa taman maupun di belakang. Pembeli terutama pasangan muda cenderung lebih suka dengan rumah seperti ini. Jadi tidak semua bagian disemen dan ditutup. 

Rumah dengan taman yang cantik dan ruang terbuka rapi bisa menaikkan harga jual rumah, dibandingkan dengan rumah yang serba tertutup ditambah minim fentilasi. (Baca juga: Cara Supaya Pekarangan Rumah Kamu Tidak Tergenang Setelah Hujan Besar)

Mengurangi jumlah kamar

Jumlah kamar dan kamar mandi menjadi standar umum dalam menentukan nilai rumah. Mau berapapun luas tanahnya, jika kamar hanya ada satu, rumah dianggap kecil. Rumah dengan tiga kamar dan dua kamar mandi biasanya harganya sudah menyasar kelah menengah ke atas.

Jadi jika rumah yang hendak kamu jual hanya memiliki satu kamar, kamu bisa merenovasi dengan menambahkan kamar. Tidak perlu luas-luas, ukuran 2×3 meter pun sudah cukup.

Menempatkan kitchen set mewah

Selera kitchen set setiap keluarga tidak selalu sama. Mungkin kamu berniat merenovasi dapur dengan harapan harga jual rumah semakin tinggi. Apalagi untuk merenovasi kitchen set dengan furnitur mewah, setidaknya kamu membutuhkan dana Rp10-20 juta. Tapi bagaimana jika pembeli tetap menawar dengan harga rendah?

Rupanya semewah apapun kitchen set tidak membuat pembeli merasa harus menaikkan harga tawar mereka. Jadi, jangan buang-buang uangmu. Jika kitchen set harus direnovasi, renovasi seperlunya dengan wajar.

Menghilangkan garasi

Harga rumah yang berada di dalam gang tentu berbeda dengan rumah yang berada di pinggir jalan. Hal ini karena jika rumah ada di gang, mobil tidak bisa masuk. Pemilik rumah yang memiliki mobil harus mencari lahan parkir dan mungkin harus mengeluarkan uang ekstra untuk membayar biaya parkir. (Baca juga: Bukan Cuma Murah, Ini 5 Mobil Paling Irit BBM Sepanjang Tahun 2016)

Kalau rumah yang hendak kamu jual berada di jalan yang dilalui mobil, jangan hilangkan keberadaan garasi. Justru jika tidak ada garasi (misalnya hanya berupa taman), kamu bisa merenovasi untuk meningkatkan harga jual.

Ingin kredit rumah tapi malas karena ribet? Kenapa tidak gunakan Kredit Pemilikan Rumah online. Ajukan sekarang juga di sini

Tentang Penulis

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami