Keuntungan Pinjaman Jangka Panjang Untuk Pebisnis

7 min. membaca Oleh Gesti Weningtyas on

Pinjaman jangka panjang akan menjadi pilihan bagi pebisnis untuk mengembangkan usahanya. Seperti yang kamu ketahui, pinjaman jangka panjang tentu memiliki tenor atau waktu yang lebih panjang ketimbang pinjaman jangka pendek. Sehingga kamu pun lebih leluasa menggunakan pinjaman untuk memutar modal dan mengembangkan usaha jadi lebih besar lagi.

Keuntungan Pinjaman Jangka Panjang

Ini berbeda dengan pinjaman pendek yang memiliki jangka waktu pengembalian hutang yang lebih pendek. Sebab pinjaman jangka pendek biasanya dikembalikan dalam kurun waktu kurang dari satu tahun atau hanya beberapa bulan saja. Sehingga tentu saja ada perbedaan yang cukup mendasar pada pinjaman jangka panjang maupun pinjaman jangka pendek.

Pinjaman dalam Bisnins

Memiliki hutang dalam sebuah bisnis memang tergolong hal yang umum dilakukan bagi sebuah perusahaan. Hutang ini sendiri juga terdiri atas berbagai macam cakupan dan terdiri atas berbagai macam jenis. Hutang jangka panjang lebih diminati oleh para pelaku bisnis yang memiliki goal dan capaian yang harus dicapai dalam waktu jangka panjang.

Dalam mendapatkan sebuah pinjaman atau hutang jangka panjang memang tidak mudah, hal ini memerlukan beberapa jaminan dan persyaratan tertentu. Jaminan hutang jangka panjang ini bermacam-macam, diantaranya adalah jaminan barang tak bergerak. Yang termasuk kedalam jaminan barang tak bergerak adalah aset-aset seperti sertifikat tanah dan bangunan / gedung, dan rumah.

Hutang jangka panjang memiliki pembayaran jatuh tempo sekitar 5-20 tahun. Waktu pembayaran ini tergantung kesepakatan dari kedua belah pihak dan kemampuan pihak yang mengajukan hutang jangka panjang untuk melakukan pembayaran yang telah telah disepakati sebelumnya.

(Baca juga : Jenis Pinjaman Online di Indonesia)

Ilustrasinya adalah sebagai berikut. Kita mengambil contoh pada pinjaman dengan plafon 24 juta dan bunga flat 1% per bulan. Jika kamu meminjam dalam jangka waktu satu tahun, alias mengajukan pinjaman jangka pendek, maka angsuran perbulan yang harus dibayarkan adalah 2.240.000.

Namun berbeda jika kamu mengajukan pinjaman jangka panjang misalnya, dalam kurun waktu lima tahun, maka angsuran perbulan yang harus dibayarkan berada di kisaran angka 640.000. Kamu bisa menghitung jumlah biaya yang harus dikeluarkan selama lima tahun dalam setiap bulannya.

Obligasi

Satu diantara jenis pinjaman atau hutang jangka panjang yang cukup populer adalah Obligasi. Obligasi adalah suatu istilah yang digunakan dalam dunia keuangan yang merupakan suatu pernyataan utang dari penerbit obligasi kepada pemegang obligasi beserta janji untuk membayar kembali pokok utang beserta kupon bunganya kelak pada saat tanggal jatuh tempo pembayaran.

Ketentuan lain dapat juga dicantumkan dalam obligasi tersebut seperti misalnya identitas pemegang obligasi, pembatasan-pembatasan atas tindakan hukum yang dilakukan oleh penerbit. Obligasi pada umumnya diterbitkan untuk suatu jangka waktu tetap di atas 10 tahun.

Secara sederhana obligasi dapat dipahami sebagai surat utang yang diterbitkan baik oleh pemerintah maupun swasta dengan tingkat bunga tertentu yang dapat diperjualbelikan. Obligasi juga diartikan sebagai surat utang berjangka waktu lebih dari satu tahun dengan tingkat suku bunga tertentu yang dikeluarkan perusahaan untuk menarik dana dari masyarakat untuk menutup pembiayaan perusahaan.

Kemudian, utang obligasi timbul karena penerbitan surat-surat obligasi yang dapat mendatangkan sejumlah dana yang dibutuhkan perusahaan. Dalam surat obligasi umumnya tercantum nominal utang, tanggal pelunasan, bunga per tahun, dan ketentuan-ketentuan lain sesuai dengan jenis obligasi yang disepakati oleh peminjam dan pemberi pinjaman.

Selain harus siap dihadapkan dengan resiko, memiliki hutang jangka panjang dengan obligasi memiliki beberapa keuntungan, diantaranya adalah :

  • Bunga obligasi yang lebih rendah apabila dibandingkan dengan deviden yang harus dibayarkan kepada pemegang saham.
  • Mengurangi kewajiban pajak, hal ini dikarenakan bunga pinjaman merupakan biaya yang dibebankan kepada perusahaan. Sedangkan dividen merupakan pembagian laba yang tidak dapat dikategorisasikan sebagai pembebanan biaya.
  • Pemilik obligasi tidak akan memiliki hak suara dalam perusahaan, sehingga tidak akan mempengaruhi manajemen dan operasional harian perusahaan.

Hutang hipotik

Hutang Hipotik ini merupakan hutang yang muncul dikarenakan adanya pendapatan dana yang berasal dari hutang yang menggunakan jaminan harta tetap. Harta tetap atau barang tak bergerak misalnya saja adalah sertifikat tanah, sertifikat gedung / bangunan, rumah, dan lain sebagainya.

Misalnya, Tanti memiliki sertifikat rumah dan akan dijaminkan ke bank dengan masa tenor 10 tahun. Apabila nantinya Tanti tidak mampu melunasi hutang sesuai tenggat waktu yang telah dilakukan, maka pemberi pinjaman, dalam hal ini bank, memiliki hak untuk menyita dan menjual barang yang dijaminkan tersebut untuk kemudian diambil dananya menurut kekurangan hutang yang belum dilunasi. Hutang hipotik biasanya hanya dapat diperoleh melalui salah satu sumber saja, misalnya hanya kepada bank, seperti yang telah dilakukan Tanti.

Nah, kamu yang akan menjaminkan sertifikat tanah, gedung maupun rumah bisa saja mendapatkan kredit jenis multiguna. Untuk mendapatkan dana dalam jumlah yang besar, maka hutang hipotek ini bisa kamu lakukan. Apa saja keuntungan yang bisa kamu dapatkan dengan hutang jangka panjang jenis ini?

1. Aset Tetap Bisa Digunakan

Manfaat hutang hipotek alias hutang jangka panjang ini adalah perusahaan masih bisa menggunakan, mengoperasikan atau memanfaatkan aset tetap yang telah menjadi jaminan hipotik.

Dengan menggunakan aset yang dijaminkan, kinerja perusahaan tidak akan terganggu sedikitpun. Perusahaan tidak bisa menggunakan aset yang dijaminkan apabila perusahaan tidak mampu untuk melakukan pembayaran pinjaman.

Namun, walaupun perusahaan bisa memanfaatkan aset yang menjadi jaminan pinjaman jangka panjang, aset tersebut tidak boleh berubah. Tidak berkurang kapasitasnya. Tidak berkurang ukurannya. Tidak berkurang nilainya akibat penggunaan.

2. Tingkat Bunga Lebih Rendah

Tingkat bunga pinjaman jangka panjang ini cenderung lebih rendah dari instrumen lain (karena pinjaman dijamin) dengan jangka waktu pelunasan yang cukup lama. Apalagi, jika bunga pinjaman yang kamu ajukan itu diputuskan dalam bentuk bunga tetap (fixed rate) maka ketika suku bunga acuan secara umum naik, bunga hipotik yang dibayarkan masih tetap tidak mengikuti kenaikan.

Sayangnya, apabila suku bunga turun, maka bunga pinjaman jangka panjang kamu masih menggunakan rate tetap, atau masih di atas nilai penurunan suku bunga.

3. Arus Kas Lebih Terencana

Dengan bunga pinjaman jangka panjang yang tetap, maka kelebihan lainnya adalah bahwa perusahaan bisa dengan mudah dan presisi merencanakan arus kasnya. berapapun suku bunga dipasaran. Sehingga, kamu pun bakal mempunyai perhitungan yang pasti terhadap pembayaran bunga pinjaman jangka panjangnya, ini membuatmu mudah melakukan perencanaan pembayaran.

4. Neraca Hutang Jangka Panjang

Kamu sudah memiliki pinjaman jangka panjang? Maka hal penting yang wajib kamu lakukan membuat neraca hutang jangka panjang yang dimiliki. Neraca keuangan ini terdiri atas aktiva dan pasiva. Neraca adalah laporan keuangan perusahaan dalam satu periode akuntansi (1 tahun) yang bertujuan untuk menghitung tentang laporan keuangan perusahaan, yaitu seperti biaya pemasukan, biaya keluar masuk dana perusahaan, serta biaya operasional atau tingkat kelancaran keuangan perusahaan pada akhir periode akuntansi tersebut. Neraca keuangan akan menjadi sebuah dasar untuk menentukan keputusan keuangan perusahaan di masa depan.

Hal ini akan membantumu untuk lebih mudah menentukan perencanaan keuangan maupun perusahaan. Kamu pun bisa memantau lebih mudah kelancaran operasional perusahaan agar pembayaran pinjaman yang telah kamu ajukan bisa terbayar dengan aman.

5. Resiko Pinjaman Jangka Panjang

Setelah mengetahui keuntungan pinjaman jangka panjang, sebaiknya kamu juga memahami resiko dari pinjaman jangka panjang. Karena selain memberikan keuntungan, pinjaman  jangka panjang juga memiliki resiko. Beberapa resiko pinjaman jangka panjang diantaranya yang perlu kamu ketahui ini adalah :

  • Semakin lama jangka waktu peminjaman dana dan pelunasannya maka resiko juga akan semakin tinggi.
  • Hanya dapat memperoleh sumber dana yang terbatas dari hasil pinjaman
  • Hutang merupakan beban tetap yang harus ditanggung oleh perusahaan
  • Memiliki tenggat waktu jatuh tempo pembayaran hutang yang sudah pasti / tetap
  • Kemungkinan nilai saham perusahaan akan turun akibat tingkat tinggi atau rendah jumlah pinjaman

Sedangkan, persyaratan umum dalam penyusunan perjanjian pinjaman jangka panjang biasanya meliputi hal-hal yang ada di bawah ini:

  • Peminjam diharuskan melakukan pencatatan akuntansi sesuai prinsip-prinsip umum yang ada dalam akuntansi (yang dapat diterima).
  • Menyampaikan laporan keuangan perusahaan yang sebelumnya diaudit secara periodic.
  • Peminjam diharuskan untuk membayar pajak sekaligus kewajiban lain-lain yang jatuh tempo.
  • Peminjam harus mampu mempertahankan semua fasilitas milik perusahaan pada kondisi baik agar selalu berada dalam keadaan sedang berjalan.
  • Penerima perjanjian hutang dalam jangka panjang biasanya juga harus menjaminkan aktiva tetap pada pemberi pinjaman ke dalam bentuk hipotik.
  • Membatasi jumlah pinjaman selanjutnya dengan melarang tambahan pinjamannya maupun mengharuskan pinjaman tambahan yang dimaksud menjadi subordinasi terhadap pinjaman yang sebelumnya.

6. Pinjaman Jangka Panjang dengan Agunan atau Tanpa Agunan?

Tak selamanya pinjaman jangka panjang menggunakan agunan atau jaminan seperti sertifikat rumah. Apabila kamu mencari pinjaman jangka panjang di atas satu tahun, tanpa agunan, mungkin kamu bisa mempertimbangkan untuk mengajukan pinjaman tanpa agunan atau yang sering dikenal sebagai Kredit Tanpa Agunan (KTA).

Saat ini banyak sekali kredit online yang menawarkan berbagai pilihan KTA dengan masa pembayaran yang cukup panjang, diantaranya ada yang lebih dari tiga tahun atau ada juga yang tenornya maksimal hingga 20 bulan. Meski tenor waktunya tak sepanjang pinjaman dengan menggunakan agunan, namun kamu bisa saja menggunakan pinjaman KTA online sebagai salah satu opsi.

Pinjaman jangka panjang dengan KTA ini bisa kamu gunakan untuk berbagai keperluan dari Biaya Renovasi Rumah, Biaya Pernikahan, Biaya Pendidikan Keluarga, Biaya Pengobatan, Pelunasan/Penutupan Credit Card, hingga Biaya Modal Usaha/Bisnis dan kebutuhan lainnya.

Karena tidak menggunakan agunan, maka besar kemungkinan nilai dana yang akan kamu peroleh tidak sebesar kredit yang menggunakan jaminan. Demikian juga suku bunga yang ditawarkan mungkin akan berbeda. Namun tentu saja, pilihan pinjaman ini ada ditangan kamu. Jangan lupa, pastikan kamu mengajukan pinjaman sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial mu.

Nah, bila kamu masih belum menemukan jenis pinjaman jangka panjang yang bakal kamu ajukan. Kamu bisa mencari dan membandingkan berbagai pilihan pinjaman di CekAja.com. Kamu bisa mendapatkan pilihan bunga yang kompetitif dari berbagai bank ternama.

Segera ajukan pinjaman jangka panjang!

Tentang kami

Gesti Weningtyas

Gesti Weningtyas