Lima Makanan Penambah Darah yang Wajib Dikonsumsi Penderita Anemia

5 min. membaca Oleh Ayunindya Annistri on

Kekurangan darah cukup membuat repot para penderitanya, yang mana mereka lebih cepat merasa lemas dan letih. Kondisi seperti ini disebut anemia dan terkadang dokter yang menangani kondisi tersebut menganjurkan sang pasien untuk mengonsumsi makanan penambah darah. Lalu, apa sajakah makanannya? Simak rekomendasi CekAja di bawah ini.

Anemia merupakan kondisi dimana tubuh kekurangan sel darah merah, sehingga penderitanya akan lebih mudah lelah dan terlihat pucat. Tak hanya itu saja, anemia juga terjadi karena kurangnya kandungan hemoglobin di dalam sel darah merah. Protein yang kaya akan zat besi dari hemoglobin sendiri berfungsi untuk menyalurkan oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh lewat sel darah merah.

Jenis-Jenis Anemia

Penyakit anemia jangan dianggap sepele! Oleh karenanya, kamu perlu pencegahan sedini mungkin dengan mengetahui beragam jenis dari anemia itu sendiri. Berikut tiga diantaranya:

  • Anemia Aplastik

Dikutip dari Mayo Clinic, anemia aplastik adalah suatu kondisi langka dimana tubuh tidak lagi mampu memproduksi sel darah baru. Sehingga penyakit anemia yang satu ini membuat penderitanya berisiko terkena infeksi dan pendarahan terus-menerus yang tidak dapat dikontrol.

Siapapun bisa terkena penyakit anemia aplastik, bahkan remaja dan dewasa yang baru memasuki usia 20 tahun. Penyakit ini bisa berkembang secara perlahan di dalam tubuh seiring dengan kerusakan pada sumsum tulang.

Bila kamu mengalami berbagai gejala anemia aplastik seperti mudah lebam, kulit pucat, sakit kepala, sering kelelahan, mimisan, dan sesak napas, segeralah berkonsultasi ke dokter. Karena akan ada kemungkinan kamu dirujuk ke dokter spesialis hematologi untuk mengikuti serangkaian tes kembali, apakah kamu benar mengalami anemia aplastik atau malah menderita penyakit yang jauh lebih berbahaya.

  • Anemia Saat Kehamilan

Anemia juga sering terjadi pada wanita yang tengah hamil besar. Maka dari itu, mereka dianjurkan untuk mengonsumsi makanan penambah darah yang kaya akan kandungan zat besi, asam folat, serta vitamin B12.

Di masa kehamilan, hemoglobin dalam tubuh si ibu jauh lebih rendah namun tingkat kebutuhan atas hemoglobin tersebut meningkat. Sehingga untuk memenuhinya dibutuhkan asupan nutrisi yang tepat bagi sang ibu dan janinnya agar bahaya penyakit anemia tidak lagi mengancam.

  • Anemia Sel Sabit

Anemia sel sabit merupakan jenis penyakit turunan dimana pasokan sel darah merah yang sehat tidak cukup untuk menyalurkan oksigen ke seluruh tubuh. Kelainan genetik ini biasanya ditandai dengan anemia, pertumbuhan melambat, gangguan penglihatan, nyeri berkepanjangan di bagian sendi dan dada, serta bagian putih mata berubah warna menjadi kuning.

Penyakit ini harus segera ditangani entah dengan metode transplantasi sumsum tulang ataupun mengonsumsi makanan penambah darah dan obat hydroxyurea untuk mencegah pembentukan sel sabit pada tubuh. Bila dalam penanganannya lamban, besar kemungkinan penderitanya mengalami berbagai komplikasi, mulai dari kebutaan, stroke, bisul kaki, acute chest syndrome, hipertensi pada paru-paru, hingga batu empedu.

(Baca juga: Cara Cek Kadar Gula Darah dengan Mudah)

Rekomendasi Makanan Penambah Darah

Apabila kamu memiliki riwayat penyakit anemia, usahakan untuk rutin mengonsumsi makanan penambah darah yang kaya akan kandungan zat besi. Berikut beberapa jenis makanan yang bisa kamu konsumsi saat anemia terjadi.

1. Jambu Biji

Jambu biji dikenal memiliki segudang manfaat baik untuk kesehatan, salah satunya sebagai makanan penambah darah. Kandungan vitamin C, asam folat, mineral, dan kalium dipercaya dapat menjaga kestabilan tekanan darah dalam tubuh. Tak hanya itu saja, jambu biji juga mengandung lycopene atau likopen yang juga memiliki banyak manfaat baik untuk tubuh, salah satunya ialah mencegah kanker.

Untuk dikonsumsi menjadi makanan penambah darah, sebaiknya pilih jambu biji yang berwarna merah. Karena dibandingkan jambu biji putih, jambu biji berwarna merah jauh lebih banyak mengandung vitamin C yang dikenal efektif untuk menyerap zat besi dan mengubahnya menjadi hemoglobin yang dibutuhkan tubuh.

2. Kacang Hijau

Vigna radiata atau lebih dikenal sebagai kacang hijau juga termasuk makanan penambah darah yang sangat bagus untuk dikonsumsi oleh penderita anemia. Antioksidan, zat besi, kalsium, fosfor, dan asam animo yang terdapat dalam kacang hijau dikenal baik tak hanya untuk meningkatkan jumlah hemoglobin di dalam darah saja, melainkan pula untuk menurunkan kadar kolestrol, melancarkan pencernaan, serta menjaga berat badan.

Sebagai makanan penambah darah, kamu bisa mengonsumsi kacang hijau dengan cara direbus atau menjadikannya bubur tanpa santan. Olahan ini sebaiknya dikonsumsi rutin sebanyak 2 kali sehari guna mencegah gejala anemia datang kembali.

3. Telur ayam

Gejala anemia bisa saja datang kembali bila kamu lalai dalam mempehatikan menu makanan penambah darah yang dikonsumsi. Salah satu rekomendasinya dan tak sulit untuk dicari adalah telur ayam.

Beberapa sumber mengatakan, telur ayam mengandung zat besi dan vitamin A yang dibutuhkan tubuh untuk mengatasi radang akibat anemia. Namun sebaiknya, telur ayam yang dikonsumsi tidak lebih dari 1 butir per hari. Hal ini karena telur juga menjadi faktor utama naiknya kadar kolestrol dalam tubuh manusia, terutama pada bagian kuning telur.

Mengutip dari laman kesehatan yaitu Thethirty, seseorang yang mengalami anemia bisa mengonsumsi telur dengan dipadukan dengan quinoa, tumis bayam, tomat panggang, atau roti gandum sebagai menu makanan penambah darah di pagi maupun siang hari.

4. Daging merah

Selain telur, daging merah juga dikenal sebagai makanan penambah darah yang kaya akan kandungan zat besi, vitamin B, dan fosfor. Kamu bisa mengonsumsi daging merah, seperti daging sapi dengan cara dipanggang atau rebus terlebih dahulu. Ingat, jangan pernah menggoreng daging sapi kecuali jika minyak yang kamu gunakan adalah minyak zaitun, kanola, atau kedelai.

Pasalnya, daging sapi yang digoreng bukan dengan minyak sehat justru akan memicu berbagai penyakit lainnya seperti kanker dan penyakit jantung. Sebaiknya konsumsi daging sapi rebus atau panggang dengan suhu sekitar 71 derajat Celcius dan tambahkan sedikit makanan yang juga mengandung zat besi seperti tomat maupun brokoli sebagai menu makanan penambah darah.

5. Bayam

Diantara banyaknya jenis sayuran, bayam termasuk salah satu yang memiliki kandungan zat besi sebanyak 6,5 mg dalam satu mangkuknya. Sayuran bernama latin Amaranthus ini sudah sejak dulu dipercaya sebagai makanan penambah darah yang tidak hanya mengandung zat besi saja, namun juga protein, vitamin A dan E, serta kalsium.

Sebelum dikonsumsi sebagai makanan penambah darah, terlebih dahulu kamu harus merebus atau menumis bayam agar kandungan nutrisinya dapat terserap baik oleh tubuh. Tambahkan pula bahan makanan seperti tomat, wortel, dan roti gandum bila kamu ingin menjadikannya sandwich lezat nan menyehatkan.

Nah, itulah beberapa rekomendasi makanan penambah darah yang bisa kamu konsumsi. Kelima makanan rekomendasi tersebut bisa kamu olah dengan berbagai cara agar rasanya tetap nikmat saat disantap. Ingat, jangan menunggu hingga penyakit anemia yang diderita tergolong parah baru kamu akan mengubah pola makan. Kalau bisa dari sekarang, lebih baik ubah kebiasaan burukmu dan mulai perduli akan kesehatan tubuh dengan mengonsumsi makanan sehat.

(Baca juga: Cara Cek Kadar Kolesterol Paling Ampuh!)

Bila belum memiliki asuransi menjadi faktor penghambat sebagai proteksi berbagai kebutuhan kamu di masa depan, kamu bisa memanfaatkan berbagai pilihan asuransi yang kini tersedia di laman CekAja! Yuk, ajukan sekarang juga guna memulai hidup yang jauh lebih baik.

Tentang kami

Ayunindya Annistri

Ayunindya Annistri