Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Mengapa Milenial Sulit Punya Rumah?

by Miftahul Khoer on 20 Februari, 2019

Setiap orang pasti ingin memiliki hunian sendiri tanpa harus ngontrak atau ngekos. Namun, mewujudkan impian punya rumah sendiri cukup berat untuk sebagian orang.

beli rumah_KPR - CekAja.com

Maka wajar kalau kamu selama ini masih memilih ngekos atau ngontrak sambil menabung dana untuk uang muka pembelian rumah. Sayangnya, terkadang banyak juga godaan memakai tabungan tersebut untuk keperluan lain. Mimpi untuk punya rumah sendiri pun terkadang hilang begitu saja.

Riset Kompas yang dilakukan pada 2017 lalu menyebutkan 61 persen warga Indonesia khususnya generasi milenial di usia 25 hingga 35 tahun belum memiliki hunian sendiri.  Nah sebetulnya, apa saja kendala para milenial ini sulit mewujudkan impiannya memiliki rumah?

Takut gak kebayar

Di antara kamu yang kebelet pengen punya rumah mungkin sering datang ke lokasi-lokasi perumahan untuk sekedar tanya-tanya soal harga rumah. Saat ini memang agak jarang mendapatkan rumah dengan harga di bawah Rp300 juta. Kalaupun ada biasanya berlokasi yang jauh dari ‘peradaban’.

Umumnya, harga rumah terutama di sekitaran Bogor, Depok, Bekasi, dan Tangerang (Bodetabek) mulai dari Rp350 juta hingga Rp500 juta untuk ukuran 36/72. Secara psikologis, melihat angka ratusan juta saja kita sudah terhenyak, lalu menyerah dan menunda pembelian rumah.

Dalam hati mungkin kita akan bertanya, “Apa saya sanggup membeli rumah seharga ratusan juta, sementara penghasilan pas-pasan?”

Ya, keresahan ini tak hanya dirasakan oleh satu atau dua orang. Mungkin banyak di antara kamu yang merasakan hal sama. Kamu hanya mentok mengoleksi berbagai brosur perumahan saja tanpa pernah sampai ke akad jual beli dengan pengembang.

Apalagi, penghasilan para milenial khususnya di kawasan Jakarta dan sekitarnya masih jauh dari harapan. Mengutip Detik.com, mayoritas penghasilan milenial di Jakarta per bulannya mencapai Rp4 juta hingga Rp7 juta.

Besaran penghasilan tersebut kerap tak mencukupi untuk membayar cicilan rumah akibat uangnya habis digunakan untuk keperluan lain. Biaya kebutuhan sehari-hari, makan dan uang sewa kosan saja bisa memakan setengah dari pendapatan.

(Baca juga: INTERVIEW: Hal-hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Mengajukan KPR)

Terkendala uang muka

Banyak orang menunda-nunda membeli rumah dengan alasan uang mukanya belum ada. Ya, ini merupakan kendala paling besar dihadapi sehingga muncul pertanyaan kenapa para milenial belum juga berani mencicil rumah.

Cukup masuk akal memang jika uang muka menjadi ganjalan seseorang termasuk kamu untuk memiliki hunian. Terlebih pemerintah pernah mengeluarkan kebijakan terkait uang muka properti minimal 30 persen.

Kebijakan tersebut sangat memberatkan para calon pembeli rumah. Sebab, uang muka menjadi hambatan seseorang memiliki rumah. Namun, saat ini pemerintah telah melonggarkan kebijakan tentang uang muka Kredit Pemilikan Rumah (KPR). 

Hal itu terlihat dalam Peraturan Bank Indonesia Nomor 20/8/PBI tanggal 1 Agustus 2018 tentang Rasio Loan to Value untuk Kredit Properti, Rasio Financing to Value untuk Pembiayaan Properti, dan Uang Muka untuk Kredit atau Pembiayaan Kendaraan Bermotor.

Dengan adanya peraturan itu, bank diperbolehkan menyalurkan KPR dengan DP 0 persen. Namun, tetap saja kebijakan kembali ke masing-masing bank. Sehingga, belum tentu bank akan menerapkan DP 0 persen ketika menyalurkan KPR. Artinya, perkara menyiapkan uang muka KPR tetap bisa jadi kendala bagi milenial yang ingin punya rumah. 

(Baca juga: Beli Rumah Tanpa Riba, Pilih dengan KPR Syariah atau Developer Syariah?)

Lokasi rumah gak cocok

Pernah jatuh cinta dengan rumah yang dijual tapi terkendala akses dan lokasi yang jauh ke mana-mana? Ya, kamu mungkin gak sendirian. Karena di luar sana banyak yang merasakan pengalaman sama. Harga rumah masuk akal, luas lahan dan bangunan cocok tapi jalan rusak atau transportasi terbatas.

Pengembang memang saat ini tengah mencari lahan-lahan yang harganya cocok bagi kalangan masyarakat berpenghasilan rendah. Itu sebabnya, mereka mencari lokasi perumahan yang berada di pelosok atau jauh dari pusat kota karena harga lahannya masih terjangkau. Dan tentu ini berdampak juga pada harga jual rumah. Yang jadi persoalan, terkadang mereka banyak yang cuek dengan infrastruktur seperti jalan yang dibiarkan seadanya.

Nah, bagaimana dengan kamu? Apakah kamu termasuk yang masih memiliki kendala untuk punya rumah? Atau sudah siap beli rumah? Cek pilihan KPR terbaik di CekAja.com! 

Tentang Penulis

Mantan jurnalis yang suka makan jengkol di hari Minggu.

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami