Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Mengenal Bajakah, Obat Kanker yang Ditemukan Tiga Siswi Palangkaraya

by Sindhi Aderianti on 15 Agustus, 2019

Kanker dikenal sebagai penyakit kronis yang hampir tidak bisa disembuhkan. Namun, kabar penemuan obat kanker oleh sejumlah pelajar SMA di Palangkaraya tengah viral. 

obat kanker

Sejauh ini, upaya pengobatan seperti kemoterapi, operasi, radiasi, dan imunoterapi, seolah hanya memperlambat pertumbuhan sel kanker. Upaya tersebut tidak mematikan sel ganas, sehingga pengidapnya sulit untuk sembuh total. Menurut data yang dihimpun oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), kanker bahkan menduduki posisi kedua sebagai penyebab kematian terbanyak di seluruh dunia.

Mengapa Kanker Sulit Disembuhkan?

Kanker sulit disembuhkan karena beberapa faktor. Misalnya, sel kanker itu tidak memiliki bakteri atau virus sebagai sasaran. Sehingga tidak mudah untuk menemukan pengobatan yang tepat untuk membuang sel ini sampai tuntas. Apalagi sel tersebut berasal dari tubuh penderita sendiri, jadi cukup berisiko merusak bagian tubuh lain.

Kanker juga terdiri dari berbagai gangguan penyakit. Ada ratusan penyakit yang muncul dengan nama kanker. Misalnya, kanker paru, kanker prostat, kanker payudara, kanker otak, dan lainnya. Setiap jenis kanker tersebut memiliki faktor risiko, gejala, serta letak organ inti yang terkena. Jadi, cara mengatasinya berbeda dan butuh mempelajari karakteristik masing-masing kanker lebih mendalam untuk menyesuaikan jenis pengobatan yang akan dilakukan.

(Baca juga: Cara Identifikasi dan Mengobati Hepatitis A yang Bikin Geger Kota Kelahiran SBY)
Obat Penyembuh Kanker Ditemukan

Angin tiba-tiba segar muncul dari tiga orang pelajar yang memenangkan medali emas di Korea Selatan. Para pelajar SMA 2 Palangkaraya Kalimantan Tengah ini menemukan tanaman bajakah sebagai obat penyembuh kanker. Penemuan tersebut pastinya sangat berarti bagi kehidupan umat manusia.

Seperti apa bajakah itu? Bajakah merupakan jenis tanaman merambat yang hanya dapat ditemukan di pedalaman hutan belantara Kalimantan. Untuk mencapai lokasi tumbuhnya bajakah, dibutuhkan waktu sekitar 2 jam perjalanan dari pusat kota. Tanaman ini memiliki batang pohon yang kuat dan besar. Bajakah bisa merambat ke puncak pohon lain yang memiliki ketinggian sekitar 5 meter lebih.

Bagi masyarakat Suku Dayak, pemanfaatan tanaman ini bukanlah hal baru. Mereka sudah lama menggunakan bajakah untuk mengobati berbagai jenis penyakit. Namun kebetulan, baru sekarang bajakah diketahui juga bisa menyembuhkan kanker.

Klaim ini dibuktikan melalui pemberian ekstrak akar bajakah kepada tikus putih yang memiliki tumor ganas. Setelah 50 hari, pemberian ekstrak akar tanaman bajakah tunggal itu mampu melemahkan dan mengecilkan tumor pada binatang tersebut. Konon, di dalam akar bajakah tunggal terdapat kandungan yang bisa melemahkan penyakit kanker dan tumor ganas pada binatang dan manusia.

Kandungan Tanaman Bajakah

Penemuan tersebut berawal sejak 2018, saat Yazid, Anggina Rafitri, dan Aysa Aurealya Maharani yang tak lain ialah tiga orang siswa SMA Negeri 2 Palangkaraya itu melakukan penelitian terhadap tumbuhan bajakah.

Kemudian setelahnya, bajakah diolah secara sederhana hingga dilakukan uji laboratorium resmi terhadap kandungan bajakah di Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada Mei 2019. Dari uji laboratorium yang dilakukan, bajakah diketahui memiliki kandungan antioksidan ribuan kali lipat jika dibandingkan dengan jenis tanaman lain.

Selain itu, ada juga beragam zat lain yang amat berperan penting dalam membunuh sel kanker. Zat-zat tersebut di antaranya adalah saponin, fenolik, steroid, terpenoid, tannin, alkonoid, tepenoid, dan senyawa fitokimia.

Mengenai fitokimia atau fitonutrien, senyawa ini ternyata memiliki beragam fungsi bagi kesehatan. Mulai dari sebagais antioksidan, memaksimalkan kerja sistem imun, memenuhi kebutuhan vitamin A, mematikan sel kanker, memperbaiki struktur DNA yang rusak, dan mendetoksifikasi senyawa karsinogen.

Cara Mengonsumsi Bajakah

Masyarakat Dayak biasa menggunakan tanaman ini dengan mengolahnya terlebih dahulu agar lebih mudah dikonsumsi. Perlu diingat kembali, untuk menjadikan bajakah sebagai ramuan, cukup bagian akarnya saja yang diambil.

Pertama, keringkan secara alami dengan mengandalkan sinar matahari. Jika sudah kering, haluskan dengan cara ditumbuk atau diblender. Bubuk tersebut selanjutnya boleh diseduh dengan takaran 1 gram dalam 500 ml air.

(Baca juga: Dedaunan yang Dipercaya Mampu Jadi Obat Penyakit Kronis, Cek Yuk!)
Pernah Berhasil Sembuhkan Kanker Payudara Akut

Dalam liputan eksklusif yang dilakukan jurnalis senior, Aiman Wicaksono lewat tayangan”AIMAN”, seorang pria bernama Dalin menceritakan kisah perjuangan ibunya dalam melawan kanker hingga akhirnya sembuh karena mengonsumsi bajakah.

Saat itu, sang ibu menderita kanker payudara stadium akhir. Bahkan dari kedua organ tubuhnya tersebut sudah beberapa kali mengeluarkan nanah. Menolak untuk dioperasi, ayahnya lantas mencari akar tanaman bajakah yang biasa tumbuh di tengah hutan. Setelah satu bulan mengonsumsi rebusan air akar tanaman bajakah, ibu Daldin pun dinyatakan sembuh total dari ganasnya kanker.

Tentu, penemuan bajakah sebagai obat kanker ini masih perlu melalui tahapan pengujian lebih lanjut. Menurut para ahli seperti yang diberitakan di media, butuh proses yang panjang termasuk uji klinis pada manusia agar bajakah dapat menjadi obat kanker. 

Nah, itulah gambaran mengenai bajakah yang tengah viral. Jangan lupa lindungi dirimu dengan asuransi kesehatan ya untuk meminimalisir beban finansial ketika jatuh sakit. Cek di CekAja.com!

Tentang Penulis

Sindhi Aderianti

Penulis yang kadang kala jadi pedagang.