Mengenal Kendala dan Solusi Pembelajaran Secara Daring di Masa Pandemi

Sejak pandemi covid 19 menyerang segalanya mulai berubah. Semua hal yang tadinya berdekatan sekarang semakin berjauhan dikarenakan demi menjaga kesehatan bersama. Semua orang merasa resah dan gundah menjalani kehidupan yang saat ini terjadi. Semua sektor terkena dampak dari pandemi ini mulai dari ekonomi dimana lapangan kerja semakin berkurang drastis dengan banyaknya orang yang di PHK, selain itu sektor pendidikan juga tidak luput dari dampak pandemi ini.

Mengenal Kendala dan Solusi Pembelajaran Secara Daring di Masa Pandemi

Akibatnya adalah kita tidak bisa lagi datang ke sekolah untuk bertemu sang kekasih karena sekolah sudah ditutup untuk mematuhi aturan protokol kesehatan dari pemerintah pusat. Kita juga sudah tidak bisa lagi ngutang di kantin sekolah. Sungguh tragis nasib pendidikan saat ini, namun kementerian pendidikan serta yang bersangkutan sudah membuat perencanaan tentang melaksanakan proses pembelajaran di masa pandemi yaitu dengan cara online.

(Baca juga: 9 Tips Mendampingi Anak Belajar Online di Rumah Selama Pandemi)

Dengan ini lengkap sudah per online an duniawi kita, semua bisa dilaksanakan online mulai dari belanja, ojek, hingga belajar. Sebagai pengganti sementara pembelajaran tatap muka, maka akan diterapkan sistem pembelajaran daring yang katanya lebih fleksibel yang hanya menggunakan gadget, laptop maupun perangkat keras lainnya yang mendukung untuk membuka aplikasi pembelajaran yang populer saat ini seperti zoom, google classroom, google meet, bahkan whatsapp sekalipun dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran daring. Namun apakah penerapan sistem pembelajaran daring di NKRI ini sudah berjalan optimal? Berikut adalah beberapa kendala yang dikeluhkan sebagian besar pelajar beserta solusi dari penerapan pembelajaran daring selama masa pandemi.

Media Pembelajaran

Media adalah salah satu faktor penting dalam kesuksesan suatu pembelajaran. Namun semenjak diterapkannya pembelajaran daring, banyak pelajar yang kurang memahami materi yang disampaikan karena media yang digunakan guru terbatas, hal ini juga diakibatkan oleh SDM yang kurang siap dalam menjalankan pembelajaran daring.

Kebanyakan materi hanya disampaikan secara lisan dengan menampilkan powerpoint. Oleh karena itu banyak pelajar yang mengeluhkan bosan dan kurang semangat dalam melakukan pembelajaran, dan hal ini membuat pelajar banyak yang off cam kemudian ditinggal tidur. Untuk mengantisipasi hal ini kalian bisa ikut di beberapa penyedia jasa layanan bimbel online yang sudah terbukti memiliki visual yang jauh lebih menarik sehingga akan meningkatkan semangat belajar kalian. Selain itu kalian juga bisa mencari materi tambahan melalui youtube ataupun media konvensional seperti buku.

Akses Internet

Tidak bisa disangka bahwa sinyal internet belum merambah ke seluruh pelosok negeri, terbukti jika sudah memasuki daerah pesisir maupun pegunungan sinyal pun akan langsung hilang. Bahkan banyak di area perkotaan yang masih kurang terjangkau oleh sinyal internet, jika pun ada itu hanya beberapa jenis operator seluler yang memiliki biaya relatif mahal, kalian pasti tahu apa itu.

Selain itu biaya pembelian paket internet cukup memberatkan orang tua karena merupakan biaya tambahan yang cukup meresahkan. Belum lagi di masa pandemi ini pengeluaran semakin banyak seperti untuk membeli masker, hand sanitizer, dan kawan-kawannya yang tidak disertai dengan pemasukan yang memadai. Oleh karena itu kemendikbud ristek menawarkan solusi atas permasalahan ini yaitu dengan memberikan subsidi paket internet bagi pengajar dan pelajar aktif yang terdaftar di dapodik mulai dari PAUD, sekolah dasar, sekolah menengah hingga perguruan tinggi.

Rincian kuota yang didapat kurang lebih 7 GB perbulan untuk PAUD, 10 GB perbulan untuk sekolah menengah pertama, 12 GB perbulan untuk sekolah menengah atas, dan 15 GB perbulan untuk perguruan tinggi. Namun kuota ini tidak bisa digunakan pada beberapa aplikasi terutama sosmed seperti Facebook dan Instagram.

(Baca juga: 7 Tips Jaga Kesehatan Mata Anak saat Belajar Daring)

Sarana dan Prasarana

Sarana dan prasarana pembelajaran tatap muka dengan pembelajaran daring sangat jauh berbeda, baik dari cara penggunaan hingga harganya. Jika pembelajaran konvensional kita bisa menggunakan buku, pulpen, spidol, dan papan tulis, maka pada pembelajaran daring kita diwajibkan menggunakan alat komunikasi seperti gadget atau laptop dikarenakan kita butuh perangkat yang dapat menghubungkan antara guru dan murid pada waktu yang sama namun di tempat yang berbeda.

Namun tidak semua pelajar memiliki gadget dengan spesifikasi mumpuni, semurah-murahnya harga gadget masih lebih murah nasi padang yaitu sekitar 900 ribu ke atas. Namun kalian dapat melakukan semacam kerja kelompok dalam jumlah kecil dengan teman kalian untuk sekedar melakukan zoom saat pembelajaran agar kalian juga tidak ketinggalan materi pelajaran.