Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

3 menit waktu bacaan

Pengobatan Mental Illnes Gratis Pakai BPJS, Gimana Caranya?

by Sindhi Aderianti on 11 Oktober, 2019

Mengidap gangguan psikis, tak semudah yang dibayangkan. Selain harus menghadapi stigma negatif, penderita juga harus menanggung biaya konsultasi dan obat-obatan yang berharga selangit. Namun, BPJS Kesehatan bisa menanggungnnya.

defisit BPJS Kesehatan

Gangguan mental seharusnya bisa cepat-cepat ditangani oleh tenaga profesional. Hal ini guna mencegah risiko yang lebih berbahaya, seperti overdosis obat penenang atau parahnya lagi percobaan bunuh diri. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat ada sekitar 812 kasus bunuh diri, seiring dengan jumlah pengidap gangguan jiwa yang terus bertambah pada tahun 2015.

Alasan biaya kini tak perlu lagi dipusingkan. Setelah viral beberapa hari lalu, BPJS Kesehatan diketahui bisa menanggung pengobatan masalah kesehatan mental. Benarkah demikian? Di pasal 52 Perpres Nomor 82 tahun 2018 tentang BPJS Kesehatan tertulis dengan jelas manfaat yang tidak dijamin. Nah, perihal gangguan mental atau jiwa, tidak ada di situ.

Kepala Humas BPJS Kesehatan M. Iqbal Anas Ma’ruf pun menyatakan, Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dengan Kartu Indonesia Sehat (KIS) mencakup pelayanan kesehatan yang dibutuhkan oleh masyarakat termasuk gangguan kesehatan mental. Yes! Itu berarti, pasien dengan masalah psikis kini bisa ditanggung secara gratis oleh BPJS Kesehatan. Berikut langkah-langkah proseduralnya:

1. Siapkan dokumen penting

Prosedur awal berobat dengan BPJS Kesehatan sebenarnya mudah. Asalkan sudah memiliki kartu keanggotaan, kamu tinggal menyiapkan beberapa dokumen atau surat-surat penting yang dibutuhkan. Mulai dari fotokopi KTP, fotokopi Kartu Keluarga, dan fotokopi kartu BPJS/KIS. Agar tidak hilang-hilangan dan mudah dicari, masukan semua dokumen tersebut ke dalam map.

(Baca juga: Dua Langkah Mudah Pindah Faskes BPJS Kesehatan)
2. Kunjungi faskes tingkat 1

Selanjutnya, kunjungi faskes tingkat 1. Faskes adalah klinik atau puskesmas terdekat yang tercantum dalam kartu BPJS. Tanyakan terlebih dahulu apakah faskes atau puskesmas tersebut memiliki poli jiwa atau layanan psikologis. Jika tidak, kamu tetap harus mengakses layanan BPJS melalui faskes tingkat 1, karena ini merupakan prosedur yang telah ditetapkan. Namun nanti, dokter akan memberi solusinya, kok!

3. Daftarkan diri ke RS rujukan

Faskes tingkat 1 tidak menyediakan layanan kesehatan jiwa? Jangan khawatir. Pasien akan diberi surat rujukan untuk berobat ke rumah sakit lain dengan fasilitas yang dibutuhkan. Surat rujukan tersebut berlaku selama 3 bulan. Di luar kurun waktu tersebut, kamu harus meminta rujukan lagi. Selain surat rujukan, jangan lupa memawa berkas-berkas yang diperlukan, seperti hasil diagnosa misalnya. Lengkapi persyaratan administrasi dan ikuti prosedur pendaftaran di sana.

4. Mengantri di poli jiwa

Usai proses administrasi rampung, kamu bisa langsung mengantri ke poli jiwa untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis kejiwaan, psikolog, atau psikiater. Sebelum berkonsultasi, biasanya kamu akan disuruh untuk mengisi lembar psikotes untuk asesmen awal. Ceritakan dengan jujur apa yang menjadi keluhanmu agar dokter bisa menentukan diagnosis yang akurat. Setelah pemeriksaan, biasanya ada resep obat yang nantinya harus ditebus.

(Baca juga: Jangan Panik, Begini Cara Mengurus Kartu BPJS yang Hilang)
5. Tebus obat

Proses terakhir, tebus obat ke instalasi farmasi rumah sakit. Biasanya antrian pasien BPJS terpisah dari pasien umum, jadi mengantrelah di tempat seharusnya. Perlu diingat agar obat yang diresepkan bisa di-cover seluruhnya oleh BPJS, kamu tidak bisa menebus obat di apotek, lho. Nah setelah menerima obat, konsumsi obat secara rutin sesuai dosis dan anjuran yang telah ditentukan.

Itulah proses berobat di poli kejiwaan dengan BPJS Kesehatan. Bagaimana, tak serumit yang kamu bayangkan, bukan?

JKN KIS kini juga sudah bekerja sama dengan seluruh rumah sakit jiwa di Indonesia. Untuk itu, agar semua orang bisa memanfaatkannya secara gratis, bantulah program tersebut dengan membayar rutin iuran BPJS.

Selain BPJS Kesehatan, lengkapi jaminan kesehatanmu dengan memiliki asuransi swasta. Temukan segudang perusahaan asuransi kesehatan terbaik hanya di CekAja.com. Apply sekarang juga, lebih mudah karena serba online!

Tentang Penulis

Sindhi Aderianti

Penulis yang kadang kala jadi pedagang.

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami