Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

3 menit waktu bacaan

6 Alasan Menikah Bikin Irit Ini Bakal Mengubah Pikiran Kita

by Ariesta on 6 Juni, 2017

atur uang untuk pasangan menikah _ kartu kredit - CekAja.com

Banyak orang menunda menikah karena merasa belum mapan atau belum bisa mengubah kebiasaan boros. Sebab,  setelah menikah orang harus mandiri secara finansial tanpa bantuan orangtua.

Padahal kalau bisa mengelola keuangan dengan baik, kita bisa berhemat banyak setelah menikah. Apalagi kalau suami dan istri sama-sama bekerja. Single Vs menikah, ini alasan kalau justru setelah menikah bisa lebih hemat.

Keputusan finansial dibicarakan bersama

Kalau sebelumnya barang selalu dibeli secara impulsif (tanpa pikir panjang), setelah menikah pembelian bisa didiskusikan bersama. Pasangan bisa saling mengingatkan saat akan membeli sesuatu. Dengan kata lain, ada yang mengerem kebiasaan boros.

Tapi bagaimana kalau dua-duanya boros? Berarti harus ada kerja sama untuk mengontrol pengeluaran. Berjuang bersama pasti akan lebih mudah daripada berjuang sendiri.

Biaya hidup ditanggung berdua

Kalau pasangan suami-istri bekerja, biaya hidup bisa ditanggung berdua. Misalnya gaji istri digunakan untuk membayar cicilan KPR dan kebutuhan sehari-hari, sedangkan gaji suami untuk tabungan dana darurat, tabungan pensiun, tabungan pendidikan anak, membayar premi asuransi kesehatan dan liburan.

Kalaupun pasangan tidak bekerja, pasangan bisa mencari penghasilan tambahan yang menambah pundi-pundi keluarga. Percayalah beban tidak akan ditanggung sendirian.

Belanja lebih berdasarkan kebutuhan, bukan keinginan

Memang, dalam hal ini masing-masing orang berbeda. Ada yang sampai menikah masih mengikuti nafsu belanja, ada yang bisa mengontrol diri. Kalau punya tanggung jawab, sejatinya harus bisa menempatkan mana keinginan dan mana kebutuhan.

Setelah menikah, hidup bukan hanya tentang diri sendiri. Namun, harus mempersiapkan finansial khususnya kebutuhan pendidikan meskipun si kecil belum lahir. Pertimbangan untuk beli kendaraan atau rumah dulu setelah menikah akan ada.

Bahkan, persiapan masa tua juga sudah ada di kepala dan harus dipersiapkan meski saat ini masih muda. Dari mana semua uang itu? Dari menghemat belanja hal-hal yang tidak penting. Tekan keinginan dan alihkan uang tersebut ke pos tabungan.

Dapat lebih banyak tunjangan perusahaan

Umumnya, tunjangan perusahaan untuk karyawan yang sudah menikah lebih banyak daripada karyawan yang masih single. Jika sudah menikah, asuransi istri dan anak ditanggung oleh perusahaan. Istri juga mendapat perluasan manfaat untuk cek kandungan sampai biaya melahirkan.

Bisa lebih irit karena harus mempersiapkan biaya anak

Setelah menikah terutama setelah punya anak, dorongan untuk mencari nafkah lebih banyak akan muncul demi kesejahteraan keluarga. Ada ego jika tidak bisa menyekolahkan anak ke sekolah yang bagus, tidak bisa memberikannya hadiah ulang tahun, atau tidak bisa memberikan mainan untuknya.

Lambat laun, kehadiran anak mengubah kebiasaan dalam mengelola uang jadi lebih irit. Tidak heran kalau ibu jadi sangat perhitungan, dan ayah makin bijak setiap mendapat penghasilan. Bahkan, sang ayah akan mulai memikirkan jenis investasi untuk masa depan keluarga.

Jadi lebih visioner karena dorongan kebutuhan jadi lebih hemat 

Setelah berkeluarga, hidup tidak hanya untuk diri sendiri. Bagi seorang pria, selain harus menanggung anak istri, juga harus memberikan uang bulanan pada orangtua. Coba hitung apa saja pos pengeluaran dan tabungan setiap kali menerima gaji.

Kalau perencanaan keuanganmu baik, kamu akan menyisihkan untuk asuransi kesehatan, dana darurat, tabungan pensiun, investasi, dan tabungan pendidikan anak. Setelah dibagi dengan kebutuhan sehari-hari, barulah kamu bisa menikmati sisanya untuk tabungan liburan, belanja hobi, dan hiburan. Bagaimana, masih berpikiran untuk boros?

Tentang Penulis