Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

5 menit waktu bacaan

Selain Rute dan Tarif LRT Jakarta, Berikut Moda Transportasi Yang Sudah Lebih Dulu Beroperasi di Jakarta!

by Ilena Umayanti on 27 December, 2019

Satu lagi Moda transportasi massal yang kini mulai beroprasi di Jakarta. Menyusul MRT (Moda Raya Terpadu) kini hadirnya LRT (Light Rail Transit) juga merupakan angin segar bagi warga Jakarta, pasalnya mode tranportasi ini dinilai cukup modern dan diyakini efektif untuk mengurai kemacetan Jakarta yang semakin parah.

Jika sebelumnya kamu akrab dengan Commuter line, kini hadrinya MRT dan LRT menambah jumlah transportasi publik yang layak kamu coba. Sebelum membahas rute dan tarif LRT Jakarta, Ketahui dulu yuk sedikit rangkuman mengenai Commuter Line, MRT dan LRT.

Tentang Commuter line, MRT, dan LRT
1. Commuter line (KRL)

Commuter line itu sendiri di Jakarta sudah beroperasi sebelum MRT dan LRT, saat ini bahkan Commuter line sudah sangat luas jangkauannya. Selain mencakup Jabodetabek commuter line juga sudah memiliki rute lain, sejak awal di operasikan sebagai jalur commuter line pada tanggal 5 Desember 2011.

Commuter line terus memiliki kemajuan dan jumlah jangkauan area yang semakin luas. Diantaranya seperti Tanah Abang – Rangkasbitung dan rencananya akan di perpanjang sampai Merak.

Seperti yang kita tahu bahwa jalur commuter line sebenarnya sama dengan jalur kereta api, bahkan commuter line sendiri berbagi jalur dan mengatur jadwal pemberangkatan dengan menyesuaikan jadwal kereta api. Hal ini di nilai wajar mengingat PT Kereta Commuter Indonesia merupakan anak dari perusahaan PT Kereta Api Indonesia.

Secara tidak langsung kedua perusahaan tersebut memiliki keterkaitan yang sangat erat. Dilansir dari sumber yang terpercaya, penumpang Commuter line di Jakarta mencapai 950 ribu per harinya. Untuk harga tiket commuter line 1-25 km pertama yaitu Rp.3.000 yang kemudian berlaku keliapatan Rp. 1.000 setiap 10 km berikutnya.

2. MRT (Mass Rapid Transit)

Beralih ke MRT, sejak di resmikan oleh Presiden Joko Widodo pada 24 Maret 2019 MRT sudah melampaui target awal yang di berikan yakni 65 ribu per hari. Mengingat transportasi ini baru memiliki 1 rute pemberangkatan yaitu dimulai dari Stasiun MRT Bundaran HI – Lebak Bulus jumlah kenaikan pemumpang dari target merupakan satu prestasi yang luar biasa.

Hal ini membuktikan antusiasme warga Jakarta terhadap tranportasi umum yang lebih kekinian. MRT Jakarta rute Bundaran HI-Lebak Bulus sudah beroperasi hampir 10 bulan.

Menurut William Sabandar selaku Direktur Utama PT MRT Jakarta, sebenarnya kenaikan jumlah penumpang MRT terjadi secara perlahan. Saat awal-awal pembukaan, penumpang sudang mencapai angga 70.000 di ikuti dengan kenaikannya menjadi 80.000 hingga kemudian menyentuh angka 90.000.

Kenaikan yang konsisten dan signifikan membuat target berubah, William menargetkan hingga akhir tahun jumlah oenumpang MRT rata-rata ada di angga 100.000 per hari. Harga tiket untuk MRT sebesar Rp.10.000 per 10 km dan tarif minimumnya sebesar Rp. 3.000 .

(Baca Juga: Habis MRT, Terbitlah LRT! Yuk Ikutan Uji Coba Publiknya!)
3. LRT (Light Rail Transit)

Moda transportasi massal lain adalah LRT (Light Rail Transit). Secara resmi LRT mulai beroperasi pada tanggal 1 Desember 2019 lalu. Untuk rute dan tarif LRT Jakarta, yaitu di mulai dari Velodrome – Kelapa Gading.

LRT Merupakan moda transportasi memiliki kemiripan dengan MRT, bahkan tak banyak orang yang tidak tahu apa perbedaan kedua moda transportasi tersebut. Untuk kamu yang mau coba menggunakan LRT, kamu bisa melakukan pembayaran dengan kartu uang elektronik dari lima bank.

Seperti yang jelaskan oleh Direktur Utama PT LRT Jakarta, “ bisa mengunakan kartu uang elektronik dari ke lima bank, yaitu Bank DKI, Bank Mandiri, Bank BCA, Bank BNI, dan Bank BRI selain itu kamu juga bisa menggunakan kartu single trip LRT Jakarta“ Tarif LRT sendiri sebenarnya sebesar Rp. 5.000.

Tetapi jika kamu menggunakan sistem single trip kamu harus membayar sebesar Rp. 15.000 di awal dengan jaminan sebesar Rp. 10.000 yang akan kembali kamu terima di stasiun pemberhentian kamu.

Saat ini LRT menjadi moda transportasi yang paling baru hingga rute dan tarif LRT Jakarta sendiri sebenarnya belum banyak yang mengetahui. Namun kamu bisa mencari tahu mengenai rute dan tarif LRT Jakarta lewat internet.

Jika kamu ingin mencoba menggunakan LRT kamu juga harus tau rute dan tarif LRT Jakarta yang akan kamu lalui, saat ini untuk rute yang baru beroperasi merupakan rute LRT koridor Kelapa Gading-Velodrome. Stasiun LRT yang akan kamu lewati pada koridor Kelapa Gading- Velodrome terdiri dari :

Stasiun LRT Pegangsaan dua ( Kelapa Gading)

Stasiun LRT Boulevard Utara

Stasiun LRT Boulevard Selatan

Stasiun LRT Pulomas

Stasiun LRT Equestrian

Stasiun LRT Velodrome (Rawamangun)

Proyek LRT saat ini sedang dalam pengembangan sehingga akan memiliki jangkauan yang lebih luas lagi. Diwaktu mendatang kita semua akan menikmati perbaikan transportasi umum sehingga bisa mengurai kemacetan di Ibu Kota tercinta ini.

Perbedaan Commuter line, MRT dan LRT

Untuk membedakan ke tiga transportasi tersebut sebenarnya cukup mudah, dari segi rute kita dapat membedakan dimana commuter line memiliki jalur yang sama dengan kereta api.

Untuk jalur yang di gunakan MRT sendiri merupakan jalur bawah tanah yang sebenarnya juga terhubung dengan jalur layang. Tidak semua jalur yang di lewati MRT merupakan jalur bawah tanah. Sedangkan LRT merupakan moda transportasi yang memiliki jalur sepenuhnya jalur layang.

Perbedaan lain terlihat dari segi kapasitas penumpang dalam sekali pemberangkatan. Commuter line menjadi moda transportasi yang paling banyak menampung jumlah penumpang terbanyak. Jumlah penumpang yang bisa ditampung oleh Commuter line mencapai angka 1,9 ribu. Sementara untuk di urutan kedua yaitu ada MRT yang di perikarakan dapat menampung 170 penumpang di susul oleh LRT yang hanya mencapai angka 155 penumpang.

Jika kita perhatikan dari segi kendaraan, LRT memiliki bodi lebih ramping dan terdiri dari 2-3 gerbong saja. Sedangkan MRT sedikit lebih lebar dengan jumlah gerbong yang lebih abnyak yaitu bisa mncapai 6 gerbong. Kemudian ada Commuter line yang memiliki 8-10 gerbong sehingga kapasitasnya pun jauh lebih banyak.

(Baca Juga: Menilik Perbedaan KRL, LRT, dan MRT)

Jika kita bandingkan dari segi kecepatan, MRT menduduki posisi teratas yang kemudian Commuter line dan terakhir ada LRT. Meskipun ketiga moda transportasi ini sama-sama memiliki jalur sendiri tapi kecepatannya berbeda.

Kamu bisa menyesuaikan dengan keadaan yang kamu butuhkan, jika kamu sedang dalam situasi yang terburu-buru kamu bisa menggunakan akses yang paling terjangkau dari tempat tinggal kamu.

Dapatkan berbagai informasi menarik lainnya, hanya di CekAja.com, di mana kamu juga bisa menemukan berbagai rekomendasi produk keuangan sesuai kebutuhan.

Tentang Penulis