Membuka akses finansial untuk jutaan masyarakat Indonesia

24 sec. read

Siap-Siap, 5 Fenomena Alam Ini Akan terjadi di Tahun 2019

by Sindhi Aderianti on 22 January, 2019

Tahun 2019 nampaknya akan berlangsung menarik. Bukan karena euphoria Pilpres saja, namun ada beberapa kejutan lain yang turut dihadirkan oleh alam semesta. Ya, kedepannya banyak fenomena alam yang diprediksi akan terjadi. Penasaran?

Berdasarkan laman SkyAndTelescope, setidaknya ada lima peristiwa alam gerhana yang akan hadir sepanjang 2019. Salah satu di antaranya adalah gerhana.

Gerhana adalah fenomena astronomi yang terjadi apabila sebuah benda angkasa bergerak ke dalam bayangan sebuah benda angkasa lain. Kabarnya nanti, gerhana-gerhana tersebut akan melingkupi benda langit paling vital di sistem tata surya kita, yakni bulan dan matahari.

Siap-siap, karena Anda juga bisa menyaksikanya secara langsung. Berikut ini beberapa fenomena alam yang akan menyapa bumi dalam waktu dekat:

(Baca juga: Inilah Rumus Bisa Keliling Dunia Setelah Pensiun, Mau?)

1. Supermoon

Pada peristiwa ini, bulan berada di titik terdekat dengan Bumi dalam orbitnya. Itulah mengapa setiap orang di wilayah tertentu dapat menyaksikanya lebih jelas.

Pun, bulan akan sekitar 14 persen lebih terang dari biasanya. Selain itu, uniknya bulan tersebut juga memancarkan cahaya merah yang dikenal sebagai Blood Moon.

Fenomena Supermoon ini terjadi bersamaan dengan Gerhana Bulan. Tapi sayangnya, Gerhana Bulan tak dapat dilihat di Indonesia karena hanya muncul di siang hari.

Fenomena supermoon akan terjadi tepatnya pada tanggal 21 Januari, 19 Februari, dan 21 Maret. Namun, yang terbesar akan terjadi di 19 Februari, saat itu jarak Bumi dan Bulan lebih kurang 356.000 km.

Banyak masyarakat yang memilih untuk menikmati Supermoon di pantai. Pasalnya, pantai adalah tempat yang lapang dan posisi bulan ketika terbenam akan terlihat cantik.

Jika ingin lebih jelas, anda dapat menggunakan alat bantu seperti teropong atau binokular. Di sisi lain, karena posisi bulan berkaitan erat dengan pasang surut air laut.

BMKG pun mengeluarkan peringatan dini untuk 7 wilayah yang terdampak gerhana bulan total dan Supermon untuk beberapa hari. Beberapa wilayah tersebut meliputi Pesisir utara Jakarta.

Pesisir utara Jawa Tengah, Pesisir utara Jawa Timur, Pesisir Cilacap, Pesisir Tanjung Benoa Bali, Pesisir Kalimantan Barat, dan Pesisir Makassar.

(Baca juga: Sebelum Saksikan Gerhana Matahari Total, Ketahui Dulu Mitos Fenomenanya di Seluruh Dunia)

2. Segitiga Jupiter, Venus, dan Bulan

Tepat pada 31 Januari mendatang, planet Jupiter dan Venus kabarnya akan mendekati Bulan. Ketiganya pun membentuk segitiga yang sangat memukau.

Jupiter akan berada sejauh 3 derajat dari Bulan, sementara Venus akan berada sejauh 8 derajat dari Bulan. Dekat sekali, bukan?

Formasi segitiga ini dapat diamati dengan mata telanjang di seluruh Indonesia juga, lho. Khususnya pada dini hari, di sekitar langit bagian timur.

3. Hujan Meteor Eta Aquarid

Fenomena alam yang akan hadir dalam waktu dekat selanjutnya adalah hujan meteor Eta Aquarid. Hujan meteor paling spektakuler ini diperkirakan terjadi pada 6-7 Mei 2019.

Dilansir dari Fox8, fenomena alam tersebut muncul ketika puing-puing dari Komet Halley melewati Bumi. Secara teori yang lebih detil, material kosmik itu terbakar di atmosfer Bumi sehingga menghasilkan hujan meteor tahunan bernama Eta Aquarid.

Penduduk di belahan Bumi utara dapat melihatnya langsung hingga 30 meteor per jam. Sedangkan mereka yang berada pada belahan Bumi selatan bisa melihat lebih banyak lagi, yakni sekitar 60 meteor per jam.

Apakah meteor ini berbahaya? Tentu tidak. Bahkan setiap orang boleh menyaksikannya dengan mata telanjang.

Secara fotografis, peristiwa hujan meteor ini juga menjadi yang paling ditunggu-tunggu untuk diabadikan karena bernilai seni tinggi.

(Baca juga: Daftar Tempat Wisata untuk Lihat Satwa Langka di Indonesia)

4. Gerhana Matahari Total

Setelah terakhir kali hadir pada pertengahan 2017 lalu, fenomena Gerhana Matahari total akan kembali menyapa bumi selambat-lambatnya 2 Juli mendatang. Bedanya, Gerhana Matahari total tahun ini hanya bisa terlihat di Samudra Pasifik Selatan.

Proses terjadinya gerhana Matahari total selama 89 menit. Namun bayangan yang menutupi Matahari hanya terjadi 4 menit 32,8 detik.

Namun lagi-lagi Gerhana Matahari Total ini tidak bisa disaksikan di Indonesia karena hanya terbatas di wilayah Pasifik Selatan dan Amerika Selatan.

5. Gerhana Matahari Cincin

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika memprediksi fenomena gerhana matahari cincin akan terjadi pada 26 Desember 2019 dengan puncaknya pukul 12.10 WIB. Di Indonesia sendiri, titik yang akan menjadi tempat terbaik untuk menyaksikan gerhana matahari cincin adalah di Kabupaten Siak, Provinsi Riau.

Gerhana matahari cincin atau annular solar eclipse, merupakan fenomena di mana posisi bulan masih berada di antara bumi dan matahari, namun jarak bulan dan bumi tidak sedekat saat seperti gerhana matahari total terjadi.

Untuk melihat fenomena alam yang satu ini, siapapun tidak diperbolehkan menyaksikannya dengan mata telanjang.  Sebab, pandangan mata akan membuat energi cahaya matahari yang masuk bertambah besar.

Hal itu cukup berbahaya bagi retina atau sel lainnya di belakang mata yang sensitif terhadap cahaya. Gunakan filter khusus seperti teleskop, teropong, atau kacamata khusus.

(Baca juga: Ingin Menikmati Gerhana Matahari Penuh? Ini Perkiraan Budget yang Harus Kamu Persiapkan)

Fenomena Alam Pengaruhi Kualitas Tidur

Sekilas mungkin tidak ada yang mengira, bahwa salah satu fenomena alam seperti Supermoon ternyata cukup mempengaruhi kualitas tidur. Hal ini disebabkan oleh adanya hipotesis gravitasi.

Pada dasarnya, tubuh manusia terdiri dari 55-60 persen air. Tak jauh berbeda dengan lautan, bulan juga memengaruhi tubuh manusia.

Selain soal teori tentang gravitasi, penyebab seseorang susah tidur saat Supermoon adalah soal teori cahaya. Teori soal cahaya ini dianggap lebih masuk akal karena cahaya memang terbukti bisa memengaruhi durasi dan kualitas tidur seseorang.

Kualitas tidur yang buruk, tentunya akan berdampak pada kesehatan. Manusia umumnya dianjurkan untuk tidur setidaknya 8 jam.

Kurang dari itu bukan hanya rasa kantuk yang hadir sepanjang hari, tapi metabolisme pun ikut terganggu.

Tentang Penulis

Penulis yang kadang kala jadi pedagang.

×

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami