7 Tips Investasi Aset Kripto untuk Pemula, Cek sebelum Merugi

Kamu tertarik untuk investasi cryptocurrency? Nah, sebelum memulainya, lebih baik kamu pahami dulu mengenai tips investasi aset kripto tersebut, terutama untuk pemula biar enggak merugi.

Hype Investasi Kripto Makin Meroket

Kepopuleran investasi aset kripto memang tak perlu diragukan lagi. Aset berbentuk mata uang digital ini memang tengah meroket di kalangan investor.

Menurut data Bappebti saja, total investor yang bermain di aset kripto per Februari lalu, mencapai 4,2 juta orang. Jumlah ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan bahkan mengalahkan total investor saham.

Ya, melonjaknya jumlah investasi aset kripto sendiri memang tak lepas dari nilainya yang sempat menembus rekor tinggi, terutama untuk jenis Bitcoin.

Makanya, tak heran kalau banyak pendatang baru yang tergoda untuk ‘bermain’ di aset kripto, tanpa menyadari segala risikonya.

Sebab, seperti investasi lainnya, aset kripto pun memiliki risiko kerugian jika investor masih awam mengenai bidang tersebut.

Untuk itu, sebelum berinvestasi, CekAja sangat merekomendasikan kamu agar memahami dulu mengenai tips investasi aset kripto, agar nantinya tidak mengalami kerugian besar.

Tips Investasi Aset Kripto untuk Pemula

Nah, biar makin cepat untuk memulai investasi cryptocurrency, yuk langsung saja baca informasi di poin berikut dan pahami isinya jika ingin mendulang untung yang besar dari aset kripto.

1. Lakukan riset secara mendalam

Pertama, tips investasi aset kripto untuk pemula adalah dengan melakukan riset secara mendalam terlebih dulu.

Hal ini penting sekali untuk kamu ingat bahkan direalisasikan, sebab kebanyakan investor baru yang mengalami kerugian, akibat dari kurangnya pemahaman mereka tentang dunia cryptocurrency.

Apabila kamu bingung untuk memulai dari mana, cobalah lakukan secara bertahap dengan mengecek review di internet, mendengarkan podcast tentang aset kripto, atau bahkan masuk dalam forum komunitas yang secara khusus membahas dunia cryptocurrency.

Dengan cara tersebut, tentu kamu akan jauh lebih paham mengenai proporsi nilai dari aset kripto sekaligus risikonya.

(Baca Juga: Daftar Broket Bitcoin Berizin Bappebti)

2. Pelajari jenis aset yang diinvestasikan

Setelah meriset dunia kripto secara umum, berikutnya dari tips investasi aset kripto yang bisa kamu pelajari adalah menentukan dan mengenal lebih dalam mengenai jenis aset yang akan digunakan.

Untuk menentukan jenis yang sesuai, kamu dapat mencari tahu dulu mengenai apa saja aset kripto yang ada di pasaran.

Umumnya sih, aset yang beredar dan populer di kalangan investor seperti Bitcoin, Ethereum, Dogecoin, hingga Ripple.

Setelah itu, kamu dapat langsung masuk ke tahapan memilah atau disebut pula analisis fundamental.
Pada fase tersebut, kamu mesti teliti untuk memahami satu per satu aset, guna menentukan nilainya. Apakah lebih condong menguntungkan atau justru merugikan.

Nah, untuk mengukur nilai asetnya, kamu dapat mempertimbangkan sejumlah faktor eksternal dan internal dari tiap aset kripto.

Sederhananya sih, kamu bisa mengecek situs atau exchange yang menyediakan layanan transaksi kripto, lalu lihat harga ter-updatenya dalam waktu 24 jam.

3. Pilih broker/exchange terdaftar

Tips investasi aset kripto untuk pemula yang berikutnya adalah dengan menentukan broker atau exchange yang telah terdaftar Bappebti.

Mengapa hal itu penting? Karena, dengan memilih exchange atau marketplace tempat transaksi jual beli aset kripto yang terpercaya, tentu saja investasimu jauh lebih aman dan minim dari kondisi merugi.

Hingga saat ini, setidaknya ada 13 broker atau exchange yang sudah mengantongi izin Bappebti lho, diantaranya:

  • Indodax
  • Tokocrypto
  • Zipmex
  • Idex
  • Pintu
  • Luno
  • Koinku
  • Triv
  • Upbit
  • Rekeningku.com
  • Bitocto
  • Bechipin
  • PT Plutonext Digital Aset

Ketiga belas exchange tersebut tentunya sudah terjamin kualitas pelayanannya. Beberapa diantaranya juga mengandalkan aplikasi yang bisa diunduh lewat Play Store ataupun App Store.

4. Jangan bergantung sepenuhnya pada kripto

Tips investasi aset kripto lainnya yang perlu kamu pahami adalah mengenai ‘ketergantungan’.

Artinya, ketika kamu mulai tertarik dalam bidang investasi, usahakan jangan hanya berpatok pada satu aset saja, misalnya kripto.

Sebab, investasi kripto ini tergolong baru dan nilainya termasuk yang fluktuatif.

Bahkan, investasi kripto juga bukan aset yang diawasi oleh OJK, melainkan terdaftar di Bappebti Kementerian Perdagangan.

Oleh karena itu, baiknya jangan hanya bergantung pada aset kripto, karena nilainya bisa saja mengalami penurunan sewaktu-waktu, seperti yang sempat terjadi pada beberapa pekan lalu.

Alternatif lain yang bisa kamu coba agar tidak bergantung hanya pada aset kripto adalah dengan mengambil langkah diversifikasi investasi.

Diversifikasi sendiri diartikan sebagai keberagaman investasi, yang mana cara ini dinilai lebih efektif guna meminimalisir risiko kerugian.

Dalam praktiknya, diversifikasi ini seperti kamu mengendapkan dana ke berbagai aset investasi.
Misalnya, kamu tertarik untuk investasi saham.

Berarti, jangan hanya membeli saham pada satu perusahaan saja, namun ke banyak perusahaan yang berbeda.

5. Jangan kalap

Investasi sebetulnya hampir serupa saat kamu belanja. Ketika melihat suatu barang yang eyecatching atau promo, pasti kamu akan tergiur untuk membelinya meski tidak dibutuhkan, bukan?

Nah, sama halnya saat kamu berinvestasi. Sangat tidak dianjurkan bagi investor terutama ‘pemain’ baru untuk bertransaksi aset dalam jumlah banyak atau intinya jangan kalap.

Pasalnya, investor pemula biasa tidak memiliki pengetahuan mendalam mengenai aset atau bidang investasi yang dilakukannya.

Mereka hanya berpikir bagaimana caranya untuk mendapat keuntungan yang maksimal, tanpa menyadari apa risiko yang mungkin dialami sewaktu-waktu.

Maka dari itu, tips investasi aset kripto yang satu ini jangan pernah disepelekan kalau kamu enggak mau merugi nantinya.

Lebih baik sih, saat memulai investasi, belilah aset kripto yang telah kamu pelajari dan lakukan transaksi sedikit demi sedikit saja. Idealnya, beli aset kripto sebanyak 20 persen dari total bujet yang dimiliki.

6. Beli aset di harga murah

Tips investasi aset kripto untuk pemula agar untung adalah dengan membeli aset saat harga murah. Hal ini juga berlaku untuk jenis investasi lainnya ya.

Selain memantau harga, kamu juga dapat membuat acuan sekiranya kapan waktu yang tepat untuk membeli aset.

Masing-masing orang biasanya punya timeline tersendiri sesuai dengan tujuan ia berinvestasi.

7. Hindari menggunakan dana cadangan

Tips investasi aset kripto yang terakhir adalah dengan tidak menggunakan dana cadangan dari tabungan untuk memulainya.

Lebih baik, gunakan dana yang memang sudah dipersiapkan untuk investasi ketimbang menggunakan dana dari tabungan.

Soalnya, kalau menggunakan dana dari tabungan, lambat laun kamu terlena untuk terus mengambilnya yang justru membuat kamu tidak memiliki dana cadangan jika sewaktu-waktu terjadi kerugian investasi.

(Baca Juga: 10 Koin Kripto yang Punya Potensi Datangkan Keuntungan)

Risiko Investasi Cryptocurrency

Setelah tadi kita bahas mengenai tips investasi aset kripto, baiknya sih kamu juga memahami tentang risiko-risikonya, bukan?

Nah, risiko-risiko investasi cryptocurrency ini bisa dibilang beragam. Tapi secara umum, berikut beberapa risikonya:

  • Tidak adanya underlying asset
  • Fluktuasi tergolong tinggi
  • Peluang serangan siber terbuka lebar
  • Penipuan transaksi
  • Media pertukaran minim

Alternatif Penyimpanan Dana selain Investasi

Itu dia informasi mengenai tips investasi aset kripto hingga risikonya. Selain berinvestasi, kamu juga bisa kok mengendapkan danamu lewat produk tabungan yang tersedia di CekAja.com.

Produk finansial yang satu ini juga tak kalah menarik dalam memberikan beragam keuntungan bagi nasabahnya.

Kamu dapat langsung melakukan pengajuan secara online lewat tabel di bawah ini, atau mengecek informasi lebih lanjut mengenai produk tabungannya di halaman utama CekAja.com.