10 Tips Berbicara kepada Bayi, Perhatikan Mimik Wajahnya Ya Mom!

Sejak lahir bayi sebetulnya sudah bisa diajak berkomunikasi lho, Mom. Walaupun memang masih terbata-bata, tapi setidaknya Mama perlu mencoba sederet tips berbicara kepada bayi, berikut ini, guna mengasah kemampuan bahasanya.

Pariwara

Bayi sudah bisa diajak berkomunikasi secara perlahan, bahkan saat usianya baru satu bulan.

Dalam tahap ini, bayi biasanya sudah mulai belajar mengenali wajah orang yang berbicara dengan dirinya.

Untuk itu, selaku orangtua, kamu pun mesti sering berinteraksi dengan buah hatimu, agar perkembangan komunikasinya di masa mendatang menjadi lebih baik.

Tips Berbicara kepada Bayi

Nah, mengutip dari banyak sumber, berikut ini CekAja hadirkan informasi mengenai tips berbicara kepada bayi, khusus buat kamu yang mungkin saja baru menyandang status sebagai seorang ibu.

1. Saat berbicara, gunakan kata-kata yang positif

Tips berbicara kepada bayi yang pertama adalah dengan menggunakan kata-kata yang positif.

Percaya atau tidak, saat usianya belum menginjak satu tahun, bayi sebetulnya sudah bisa mengenali nada suara.

Ya, si kecil bisa mengetahui bagaimana emosimu saat itu, apakah kamu tengah bahagia, marah, ataupun bersedih, lewat nada suaramu sendiri.

Untuk itu, sebaiknya saat akan berkomunikasi dengan bayi, tunjukkanlah mimik wajah yang bahagia dengan nada suara yang lembut. Lebih baik lagi sih menggunakan kata-kata yang positif.

Ingat, selama masa tumbuh kembangnya, hindari menggunakan kata-kata yang kasar. Karena efek dari kata-kata tersebut akan selalu diingatnya bahkan hingga ia dewasa.

2. Perhatikan gesture tubuh bayi

Saat menginjak usia dua bulan ke atas, bayi biasanya sudah bisa berbicara diikuti dengan gesture tubuhnya. Nah disinilah peranan Mama dibutuhkan.

Ya, setiap kali buah hatimu mengajak berkomunikasi, cobalah menatapnya sembari tersenyum. Kemudian berikan respon terbaik kepadanya dengan menggunakan gesture yang sama.

Ketika menirukan gesture tubuh bayi, hindari menatap matanya terlalu dekat. Idealnya sih jarak antara wajahmu dan mata bayi saat berinteraksi minimal 20 cm.

3. Berikan umpan balik dari perkataannya

Tips berbicara kepada bayi yang satu ini masih erat kaitannya dengan poin di atas.

Selama berkomunikasi dengan bayi, bukan hanya gesture tubuh saja yang harus diperhatikan, namun juga bagaimana cara kamu memberikan umpan balik dari perkataannya.

Sebaiknya sih, berikan respon yang sama setelah bayi selesai mengoceh. Jangan menyela apa yang dia ocehkan, dan kalau perlu tirukan cara berbicaranya.

Aktivitas seperti ini biasa dilakukan saat bayi menginjak usia 3 bulan ke atas, atau saat ia baru belajar mengenai aturan sosiolinguistik.

(Baca Juga: 7 Kegiatan Asyik Bareng Anak yang Bisa Dilakukan Kapan saja)

4. Perhatikan responnya

Saat berusia satu bulan lebih atau kira-kira 6 minggu, bayi sudah bisa menunjukkan mimik tersenyum.

Makanya, selama masa tumbuh kembangnya ini, penting bagi kamu untuk selalu tersenyum saat ia menatapmu.

Dengarkan saja bagaimana responnya ketika kamu mencoba mengajaknya berkomunikasi. Jangan berpaling atau mencelah ocehannya.

Tips berbicara kepada bayi yang satu ini wajib kamu terapkan setidaknya hingga ia menginjak masa balita.

5. Jangan sengaja berbicara cadel

Kalau tips berbicara kepada bayi yang berikut ini sih gak boleh dianggap sepele ya, Mom. Memang sih, berbicara dengan nada yang imut kepada bayi itu enggak salah.

Namun kalau terlalu dibuat-buat atau pelafalannya sengaja terdengar cadel, justru berdampak pada keterampilan bahasanya lho.

Pasalnya saat kamu berbicara, buah hatimu akan berusaha untuk mengikuti perkataanmu.

Terus kalau kamu sengaja melafalkan kata tersebut secara cadel, otomatis ia bakal menganggap kata itu adalah benar.

Misalnya, mengucapkan kata susu menjadi ‘cucu’, pisang menjadi ‘picang’, dan jeruk menjadi ‘jeluk’.

6. Biasakan untuk berbicara mengenai keseharian

Tak perlu menunggu timing yang tepat untuk berinteraksi dengan buah hati. Justru nih, bayi lebih senang sekaligus antusias saat Mama mengajaknya berbicara lho, apalagi dengan intonasi yang lembut.

Semakin sering kamu mengajak buah hatimu berbicara, maka akan semakin cepat pula ia belajar akan caranya berbicara dan menguasai keterampilan berbahasanya.

Sempatkanlah selalu untuk mengajak si kecil berbicara, baik saat menyusui, menyuapkan makanan, memandikannya, atau saat akan menidurkannya.

Ajarkan ia beberapa kata sederhana di waktu-waktu tersebut.

7. Bacakan cerita-cerita anak

Tips berbicara kepada bayi yang bisa dipraktekan berikutnya adalah dengan membacakannya dongeng atau cerita anak.

Kamu dapat membacakannya buku bergambar sembari memperlihatkan mimik lucu agar bayi merasa sedang diajak berkomunikasi. Kegiatan ini bisa dilakukan setiap hari, guna menambah kosa katanya.

Selain membacakannya cerita, coba pancing bayi untuk mengutarakan apa yang ia rasakan. Timpali dengan respon yang mendukung agar komunikasi yang dilakukan menjadi dua arah.

8. Beri nama pada obyek yang diinginkannya

Tips berbicara kepada bayi yang lainnya dan tak kalah efektif adalah dengan memberikan nama pada obyek yang akan dipegangnya kala berinteraksi.

Dengan cara ini, buah hatimu dapat belajar secara perlahan untuk memahami kata-kata dari benda yang akan ia pegang atau sukai.

Misal, saat kamu akan memberikan botol susu kepadanya, kamu bisa bilang, “Ini botol susu adik, ya”.

9. Dengarkan dia

Apapun yang bayi katakan, cobalah untuk memberikan respon terbaik seolah-olah kamu memahami perkataannya.

Ini juga termasuk tips berbicara kepada bayi, yang dinilai efektif untuk membantu keterampilan berbicaranya.

Bahkan saat dia menangis sembari mengoceh pun, kamu tetap harus meresponnya, dan jangan memperlihatkan ekspresi wajah tertawa ataupun marah saat bayi dalam kondisi ini.

Sebaliknya dorong dia untuk mengutarakan apa yang dirasakan, agar kedepannya buah hatimu mudah untuk mengungkapkan perasaannya tanpa merasa terbebani.

10. Jauhkan dari gangguan perangkat elektronik

Terakhir, tips berbicara kepada bayi yang mesti kamu coba adalah mengajaknya berbicara tanpa adanya gangguan perangkat elektronik.

Dengan begitu, perhatian bayi akan tetap tertuju padamu tanpa terganggu adanya suara-suara lain.

(Baca Juga: 7 Jenis Tanaman Herbal yang Aman untuk Bayi)

Nah itu dia sepuluh tips berbicara kepada bayi yang semestinya kamu perhatikan sebagai orangtua.

Untuk menambah perlindungan bagi buah hatimu, kamu juga perlu memiliki asuransi kesehatan lho.

Dengan asuransi kesehatan, risiko-risiko penyakit hingga masalah finansial dijamin lebih mudah terkontrol, karena cakupan manfaatnya yang luas.

Apalagi di musim pandemi seperti sekarang ini, memiliki asuransi kesehatan tentu merupakan solusi cerdas.

Untuk urusan pengajuannya, kamu gak perlu repot lagi mendatangi perusahaan asuransi tersebut ya.

Sebab, setelah membaca artikel ini, kamu bisa langsung kepoin seluruh produk asuransi kesehatan dari mitra terbaik CekAja.com.

Manfaat perlindungan yang tak terhingga dengan jaringan rumah sakit yang luas, bakal kian mempermudah kehidupanmu dan pasangan sekaligus buah hati. Apalagi dengan adanya tambahan bantuan klaim cepat.

Jadi, tunggu apalagi? Yuk, miliki asuransi kesehatan sekarang juga hanya dari CekAja.com!

Pariwara