Hari Hak Konsumen Sedunia: 3 Jurus Jitu Lepas Dari Jerat Utang Kartu Kredit

3 min. membaca Oleh CekAja on

Kartu kredit, siapa yang tidak memilikinya. Rasa-rasanya hampir setiap dari kamu pasti sudah menggenggam dan menggunakannya untuk mencukupi kebutuhan hidup yang semakin lama semakin tinggi.

Tetapi jangan salah, meskipun tergolong dalam kartu sakti, jika sampai salah memanfaatkannya malah akan menjadi beban buat kamu.

Terdapat beberapa jurus agar kamu terhindar dari penggunaan kartu kredit yang tidak pada tempatnya.

Dalam rangka memperingati Hari Hak Konsumen Sedunia yang jatuh pada tanggal 15 Maret 2020, kamu sebagai konsumen, perlu mengetahui bagian yang menjadi hak kamu.

Salah satunya adalah hak untuk bisa mendapatkan fasilitas untuk bisa lepas dari jerat utang kartu kredit

Kartu kredit sendiri masuk dalam kategori kredit konsumsi. Selain itu, terdapat juga Kredit Tanpa Agunan (KTA) yang masih berada di kategori yang sama.

Jika dilihat secara makro, naiknya sektor konsumsi bakal berpengaruh positif terhadap capaian produk domestik bruto (PDB) tanah air.

Pada tiga bulan pertama di tahun lalu, sekitar 56,82% PDB dihasilkan dari konsumsi rumah tangga.

Mulai dari belanja bulanan kamu, jajan kamu di minimarket, pembayaran paket internet dan banyak lagi barang lain yang kamu belanjakan ikut menggerakkan perekonomian negara dan berkontribusi terhadap PDB.

Oleh karena itu, banyak sekali penawaran menarik dan menggiurkan dari Lembaga keuangan untuk menunjang aktivitas belanja kamu. Jika sudah begini, nafsu rasanya sulit untuk dikendalikan.

Banyak orang yang tidak menyadari bahwa ternyata sudah memiliki tagihan yang menggunung. Terlebih tagihan tersebut tidak hanya datang dari satu bank saja.

Besarnya potongan harga yang ada di supermarket memang bisa membuat orang menjadi gelap mata. Alhasil di rumah banyak ditemuan barang-barang yang sebetulnya tidak dibutuhkan namun akhirnya dibeli atas dasar lapar mata.

Jika hal tersebut tidak bisa dikendalikan, tinggal tunggu waktu untuk akhirnya cicilan kredit menjeratmu.

Pun jika itu terjadi kamu masih bisa mengusahakan beberapa hal agar hidup kamu tetap tenang.

(Baca juga: Pengertian Dan Fungsi Kartu Kredit Pemerintah)

1. Datang dan Jelaskan ke Bank

Jika suatu saat kamu pembayaran kartu kredit kamu macet, kamu bisa langsung datang ke bank penerbit kartu kredit dan menjelaskan duduk permasalahannya. Ceritakan sebab tersendatnya pembayaran cicilan kartu kreditmu.

Setelah itu kamu bisa meminta keringanan untuk pembayaran cicilan. Biasanya terdapat dua mekanisme, pertama adalah mengurangi cicilan atau memperpanjang tenor dengan jumlah cicilan yang sama.

Disamping itu, dengan berkata jujur dan terang, besar kemungkinan pihak bank akan memberikan solusi yang bisa menjawab kekhawatiranmu selama ini.

2. Negosiasi

JIka kamu datang ke Bank, jangan lupa untuk membawa data diri dan juga permohonan pengajuan keringanan. Lampirkan juga data kredit di bank lain jika ada.

Hal itu perlu dibuktikan ke bank terkait agar permohonan kamu disetujui. Lampirkan juga slip gaji kamu sehingga pihak bank bisa menakar betul berapa kemampuan kamu untuk membayar cicilan.

Peraturan Bank sendiri sebenarnya tidak terlalu kaku. Banyak kelenturan yang bisa diberikan asal semuanya jelas.

Ketimbang kamu tidak bisa membayar dan bank juga akhirnya yang rugi, maka akan diberikan jalan tengah yang bisa menguntungkan kedua belah pihak.

Terpenting adalah kamu jujur dalam mengatakan besaran cicilan yang bisa kamu bayar. Jangan berbicara enak didepan tetapi nyatanya kemampuan kamu tidak sebesar itu.

(Baca juga: Diteror Penagih Utang? Ini Cara Melaporkan Ancaman Pinjaman Ilegal)

3. Meminta bantuan dari Bank Indonesia

Jika ternyata negosiasi berjalan macet, tidak ada keputusan yang dihasilkan pasca pertemuan.

Kamu bisa meminta bantuan dari Bank Indonesia untuk menjembatani permasalahan tersebut.

Ada banyak mekanisme yang bisa dilakukan untuk menyelamatkan kredit macet kamu selain dari perpanjangan tenor dan keringanan cicilan.

Kamu juga bisa mendapatkan skema penghapusan biaya pinalti, pemotongan suku bunga atau bahkan potongan sisa utang.

Bantuan dari Bank Indonesia tertuang dalam Peraturan Bank Indonesia (PBI) No 8/5/PBI/2006 tentang mediasi perbankan.

Jadi kamu bisa langsung mengajukan permohonan ke Bank Indonesia untuk bisa menjadi penengah dalam permasalahan kredit macet kamu.

Terpenting dari itu semua adalah kamu tidak mengulangi kesalahan yang sama. Cobalah untuk mengatur kebutuhan kamu, mulai dari sangat penting hingga penting.

Jangan hanya tergiur akan murahnya harga barang yang padahal kamu tidak membutuhkannya.

Pergunakan kartu kredit dengan bijak agar manfaatnya bisa benar kamu rasakan.

Gunakan untuk hal yang produktif, semisal untuk membeli perlengkapan usaha. Masih bingung mau pakai kartu kredit yang mana?

Akses CekAja.com dan temukan informasi menarik seputar keuangan yang bisa membantu sisi finansial kamu menjadi lebih terencana.

Tentang kami

CekAja

CekAja