5 Perbedaan Kista dan Miom, Kenali Keduanya Sebelum Terlambat!

6 min. membaca Oleh Ayunindya Annistri on

Sebagian wanita mungkin masih bingung akan perbedaan kista dan miom. Padahal, kedua penyakit ini jelas saja tak sama dan justru harus ditangani dengan cara yang berbeda.

Beda Pengertian antara Kista dan Miom

Perbedaan kista dan miom sebetulnya cukup signifikan. Apalagi jika dilihat dari bentuk dan letaknya.

Dua penyakit yang seringnya menyerang organ reproduksi wanita ini termasuk dalam jenis tumor jinak, yang jika tidak segera diperiksakan ke dokter, bisa memunculkan berbagai komplikasi.

Nah, sebelum kita membahas lebih detil mengenai perbedaan kedua penyakit tersebut, mendingan simak dulu akan pengertian dari kista maupun miom.

Jadi, kamu bisa lebih paham akan perbedaan kedua tumor tersebut.

Pengertian Kista 

Kista adalah tumor jinak yang sebenarnya tidak berbahaya. Penyakit ini bisa tumbuh di organ tubuh mana saja, namun seringnya pada bagian reproduksi wanita, khususnya bagian ovarium.

Bentuknya seperti benjolan yang berisi cairan atau gas dan sifatnya menempel pada bagian organ. 

Beberapa jenis kista yang paling umum terjadi adalah kista epidermoid, kista payudara, dan kista ovarium.

Pengertian Miom

Miom atau uterine fibroid adalah tumor jinak yang bisa tumbuh di bagian dalam maupun luar dinding rahim.

Seseorang yang menderita miom, biasanya tidak cuma memiliki satu buah tumor saja pada rahimnya, namun bisa lebih dari itu.

Miom yang semakin terlihat membesar akan mengakibatkan penyumbatan pada bagian saluran kemih.

Beberapa jenis miom berdasarkan letak tumbuhnya adalah miom subsetosal (bagian luar rahim), miom submukosa (bagian lapisan dalam rahim), dan miom intramural (bagian dinding otot rahim).

(Baca Juga: 12 Makanan Penyebab Kista Ovarium)

Perbedaan Kista dan Miom

Gimana, dari penjelasan di atas, kamu sudah bisa menebak akan letak perbedaan kista dan minom belum?

Kalau iya, sekarang mari kita buktikan kebenaran dari perbedaan dua penyakit tersebut.

Seperti yang dihimpun CekAja dari berbagai situs kesehatan, berikut ini beberapa perbedaan kista dan minom.

1. Gejala

Perbedaan kista dan miom yang pertama bisa kamu temukan lewat gejala dari kedua penyakit ini.

Baik kista maupun kinom, biasanya punya gejala yang berbeda di masing-masing orang, tergantung dari ukuran dan tempat tumbuhnya.

Namun jika dilihat secara umum, berikut ini perbedaan kista dan minom berdasarkan gejalanya:

Gejala kista

  • Terdapat bintil merah dan terasa sakit pada bagian mata (kista mata)
  • Pada kista ovarium, penderitanya akan merasakan nyeri pada bagian bawah perut sebelum dan selama haid, sembelit, mual, dan nyeri saat berhubungan intim
  • Demam
  • Pusing
  • Kesemutan pada bagian tubuh yang terdapat kista
  • Kulit mengalami kemerahan terutama pada sekitar area kista
  • Keluar darah ataupun nanah dari benjolan akibat kista

Gejala miom

  • Intensitas pendarahan saat menstruasi melampaui batas normal
  • Sering buang air kecil namun dengan kadar yang lebih sedikit
  • Periode haid lebih dari seminggu
  • Sembelit atau frekuensi buang air besar di bawah batas normal

2. Penyebab

Berbicara mengenai gejala, pasti kurang afdal jika tidak membahas mengenai penyebabnya.

Nah, pada perbedaan kista dan miom, kedua penyakit ini juga punya penyebab yang berbeda-beda, terutama pada miom. Di mana sebetulnya penyebab pasti dari miom masih belum diketahui.

Namun beberapa ahli mengatakan bahwa, miom bisa terjadi karena meningkatnya hormon estrogen, dan faktor yang bisa menurunkan risiko miom hanya dari riwayat persalinan yang pernah dilakukan.

Berbeda dari miom, penyebab dari kista sendiri justru lebih kompleks.

Sebab, selain karena infeksi atau peradangan dalam waktu lama, baik pria maupun wanita yang mengalami kista biasa disebabkan karena beberapa hal ini:

  • Kondisi genetik
  • Cedera
  • Parasit
  • Sinovial atau penumpukan cairan sendi pada bagian belakang lutut (kista baker)
  • Adanya jaringan abnormal dalam tubuh
  • Penumpukan keratin pada bagian bawah kulit (kista epidermoid)
  • Penyumbatan kelenjar minyak di kelopak mata (kalazion)
  • Kondisi peradangan kronis 

3. Faktor Risiko

Jika dilihat dari faktor risiko, perbedaan kista dan miom biasanya terletak dari kondisi genetik hingga perubahan gaya hidup yang tak sehat.

Berikut penjelasan lebih lengkapnya.

Faktor risiko kista

  • Usia

Menurut laman Halodoc, salah satu jenis kista yang paling sering menyerang terutama pada bagian reproduksi wanita adalah kista ovarium.

Jenis ini punya faktor risiko yang cukup tinggi jika berbicara mengenai perbedaan kista dan miom. Di mana wanita yang termasuk dalam usia pubertas hingga menopause punya risiko  lebih besar untuk mengalami kista ovarium. 

  • Obat khusus penyubur kandungan

Obat penyubur kandungan biasa digunakan untuk membuat wanita cepat hamil. Akan tetapi obat-obat sejenis ini tentu tak serta merta hanya memberikan dampak baik saja.

Sebab penggunaannya bisa meningkatkan risiko munculnya benjolan pada ovarium, dan lambat laun bisa menjadi penyebab kista dalam jumlah banyak dengan ukuran relatif besar.

  • Kemoterapi

Masih dari laman Halodoc, faktor risiko yang dapat meningkatkan terjadinya kista terutama jenis kista ovarium adalah kemoterapi dengan tamoxifen.

Tamoxifen adalah sejenis obat untuk menurunkan risiko kanker payudara pada wanita, dengan cara kerjanya sendiri adalah menghambat efek yang ditimbulkan oleh hormon estrogen.

Kemoterapi menggunakan tamoxifen bisa memunculkan benjolan pada ovarium. Namun biasanya setelah pengobatan dilakukan, benjolan tersebut akan hilang dengan sendirinya.

Faktor risiko miom

Meski penyebab miom belum diketahui secara pasti. Namun kalau kita berbicara mengenai perbedaan kista dan miom dari segi faktor risikonya, bisa dibilang beberapa risiko terjadinya miom terutama jenis miom uteri adalah karena

  • Gaya hidup yang tidak sehat seperti mengonsumsi alkohol
  • Mengonsumsi daging merah secara berlebihan
  • Kekurangan asupan buah-buahan dan sayur hijau
  • Tidak memenuhi kebutuhan akan asupan vitamin D
  • Penggunaan alat kontrasepsi hormonal

4. Penanganan

Beda penyakit beda juga cara penanganannya. Nah, inilah yang mesti kamu pahami ketika berbicara mengenai perbedaan kista dan miom.

Dokter biasanya hanya akan menyarankan penderitanya untuk melakukan pemeriksaan medis secara berkala.

Biasanya setahun sekali, jika kista ataupun miom yang dialami masih dalam kondisi ringan.

Pada kista, penyakit ini biasanya akan hilang dengan sendirinya.

Namun untuk beberapa kondisi tertentu, dokter tentu akan meminta pasiennya untuk melakukan pemeriksaan lanjutan seperti CT scan dan biopsi, untuk nantinya dilihat apakah kista yang dialami bersifat kanker atau tidak.

Jika kista tersebut bukanlah kanker, maka selanjutnya dokter akan menghilangkan penyakit tersebut dengan beberapa metode.

Mulai dari menyuntikkan kortikosteroid, menyedot cairan kista dengan jarum, hingga operasi.

Berbeda dengan kista, penanganan pada miom biasanya baru dilakukan jika penyakit ini muncul gejala.

Pengobatannya sendiri umumnya berupa terapi hormon atau tindakan operasi.

Sementara untuk miom yang tidak menimbulkan gejala, dokter hanya menganjurkan agar pasien melakukan pengecekan rutin untuk memantau pertumbuhan miom. 

Perbedaan kista dan miom dari segi penanganan ini penting sekali untuk kamu pahami, sehingga kamu bisa menyiapkan dananya dari sekarang tanpa takut kondisi keuangan menjadi tidak stabil.

(Baca Juga: 8 Ramuan Herbal agar Bisa Cepat Hamil)

5. Pencegahan

Perbedaan kista dan miom memang cukup signifikan. Akan tetapi, setidaknya kamu mesti melakukan berbagai pencegahan agar dua jenis tumor jinak ini tak lagi menjadi momok menakutkan bagi kesehatanmu. Berikut beberapa pencegahan yang bisa kamu lakukan:

  • Rutin berolahraga 
  • Mengonsumsi makanan yang kaya akan gizi
  • Menjaga berat badan agar tetap dalam batas normal
  • Mengonsumsi sayur dan buah-buahan yang berfungsi untuk menurunkan risiko miom, seperti brokoli dan alpukat
  • Melakukan pemeriksaan medis secara berkala setidaknya satu tahun sekali
  • Menggunakan kontrasepsi hormonal
  • Menjauhi gaya hidup yang tidak sehat, seperti merokok, bergadang, dan mengonsumsi minuman beralkohol
  • Tidak duduk terlalu lama

Biaya Pengobatan Memang Mahal, Namun Bisa Diminimalisir dengan Asuransi

Nah, itu tadi pembahasan mengenai 5 perbedaan kista dan miom.

Dengan mengenali perbedaannya sedari awal, setidaknya kamu bisa melakukan pencegahan maupun pengobatan jika mengalami gejala diantara dua penyakit tersebut.

Namun, meski kamu sudah mengetahui perbedaan kista dan miom, kamu juga perlu menerapkan gaya hidup sehat agar penyakit ini tak jadi keresahan dalam benakmu sendiri.

Selain paham akan perbedaan kista dan miom ini, kamu juga harus tahu kalau biaya pengobatan dari dua kondisi tersebut tidaklah murah, apalagi sampai harus melakukan tindakan operasi.

Lantas, apa yang harus dilakukan?

Satu-satunya cara untuk tetap menjaga kondisi keuangan agar stabil adalah dengan memanfaatkan asuransi kesehatan dari CekAja.com.

Lewat CekAja, kamu bisa mendapatkan cakupan perlindungan yang menyeluruh dengan bantuan klaim cepat dari mitra asuransi ternama yang dimiliki, seperti Asuransi Cigna, PFI Mega Life, dan Asuransi Ciputra Life.

Jadi, keuntungan yang kamu dapat tentu saja berlipat ganda.

Yuk, tunggu apalagi? Ajukan asuransi kesehatanmu di CekAja.com dan rasakan perbedaannya untuk kesehatanmu hingga di masa mendatang.

Tentang kami

Ayunindya Annistri

Ayunindya Annistri