Apa Itu Bunga Bank Pinjaman? Ini Jenis dan Cara Kerjanya

Saat akan mengajukan pinjaman, pasti kamu sudah tidak asing lagi dengan bunga bank. Tetapi bagaimana cara kerja dan apa saja jenisnya?

Apa Itu Bunga Bank Pinjaman? Ini Jenis dan Cara Kerjanya

Meskipun sudah sering mendengar soal bunga bank, ada saja orang yang masih kebingungan soal jenis hingga cara kerjanya. Untuk memahaminya, kita perlu tahu terlebih dahulu apa itu bunga bank.

Singkatnya, bunga bank dibebankan kepada peminjam yang jumlahnya dihitung atas pertimbangan tertentu. 

Nantinya, si peminjam harus mengembalikkan uang pinjaman lengkap dengan tambahan bunganya.

Suku bunga bank, khususnya suku bunga acuan kredit biasanya mengacu pada BI Rate. BI Rate adalah suku bunga acuan yang ditetapkan oleh Bank Indonesia lewat Rapat Dewan Gubernur tiap bulannya.

Apa Itu Bunga Bank?

Bunga pada dasarnya adalah harga yang kamu bayar untuk meminjam uang. Bisa juga disebut sebagai biaya yang dibebankan kepada peminjam uang. 

Bunga paling sering tercermin sebagai persentase tahunan dari jumlah pinjaman. Persentase ini dikenal sebagai tingkat bunga pinjaman.

Misalnya, bank akan membayar bunga ketika kamu menyimpan uang di rekening tabungan. Bank membayar kamu untuk menyimpan dan menggunakan uang untuk diinvestasikan dalam transaksi lain. 

Sebaliknya, jika kamu meminjam uang untuk membayar biaya yang besar, pemberi pinjaman akan membebankan bunga kepadamu di atas jumlah yang kamu pinjam.

Jenis Bunga Bank

Setelah mengetahui apa itu bunga bank, kamu juga perlu tahu jenis-jenisnya. Bunga bank terbagi atas suku bunga kredit dan suku bunga tabungan. 

Suku bunga kredit merupakan harga tertentu yang harus dibayarkan nasabah kepada bank atas pinjaman yang diberikan.

Sementara, suku bunga tabungan adalah jumlah tertentu yang dibayarkan oleh bank kepada nasabah sebagai balas jasa atas simpanan yang dilakukannya.

Jenis bunga bank juga dibagi lagi menjadi lima jenis. Berikut ulasan selengkapnya!

1. Suku Bunga Tetap (fixed) 

Suku bunga tetap atau fixed adalah suku bunga yang sifatnya tetap dan tidak berubah sampai jangka waktu tertentu. 

Suku bunganya sesuai dengan tanggal jatuh tempo yang telah ditentukan (selama jangka waktu kredit berlangsung). 

Suku bunga ini tidak akan mengalami kenaikkan meskipun suku bunga di pasar naik. Contoh dari suku bunga tetap adalah KPR rumah murah dengan suku bunga tetap, kredit kendaraan bermotor, dan lain-lain.

(Baca Juga: Review Pinjaman Rekening Koran PDaja.com, Bunga Mulai dari 1%!)

2. Suku Bunga Mengambang (floating)

Suku bunga mengambang atau floating artinya suku bunga akan terus berubah mengikuti suku bunga di pasaran. Jika suku bunga di pasaran naik, maka suku bunga kredit perbankan juga naik.

Artinya, bisa jadi nantinya terjadi kenaikan cicilan saat melakukan pelunasan. Contoh dari jenis suku bunga bank ini adalah KPR untuk suatu periode tertentu, pinjaman modal usaha, atau kredit dengan jangka waktu panjang.

3. Suku Bunga Flat

Suku bunga flat hitungannya mengacu pada jumlah pokok pinjaman di awal untuk setiap periode cicilan. Suku bunga ini biasanya digunakan untuk kredit jangka pendek seperti kredit tanpa agunan (KTA).

4. Suku Bunga Anuitas

Suku bunga anuitas perhitungannya dilakukan untuk mengatur agar jumlah angsuran pokok yang ditambah dengan angsuran bunga yang dibayar sama setiap bulannya. 

Suku bunga ini umumnya digunakan untuk pinjaman jangka panjang seperti KPR atau kredit investasi. 

5. Suku Bunga Efektif

Suku bunga efektif adalah suku bunga yang dihasilkan dari perhitungan sisa jumlah pokok pinjaman tiap bulannya seiring dengan menyusutnya utang yang telah dibayarkan. 

Semakin sedikit jumlah pokok pinjaman, maka semakin sedikit pula suku bunga yang harus dibayar. 

Cara Kerja Bunga Bank bagi Debitur

Setiap kali kamu meminjam uang, kamu diminta untuk membayar jumlah dasar itu (pokok) kembali ke pemberi pinjaman. Selain itu, kamu akan diminta untuk membayar pemberi pinjaman dengan bunga yang ditetapkan. 

Pinjaman ini ada dalam berbagai bentuk. Kamu mungkin menemukannya dalam kartu kredit, kredit mobil, hipotek, pinjaman pribadi, dan masih banyak lagi. 

Memahami bagaimana persyaratan bunga dan persyaratan pembayaran sangat penting saat akan mengajukan pinjaman.

Ini bisa membantumu memperkirakan seberapa banyak uang yang harus kamu bayar di akhir periode pinjaman.

Cara Kerja Bunga Bank bagi Kreditur

Biasanya, bank menggunakan sejumlah faktor berbeda untuk menentukan tingkat bunga. Misalnya mempertimbangkan skor kredit dan rasio utang terhadap pendapatan.

Itu juga tergantung pada jenis pinjaman, seperti kartu kredit atau pinjaman lainnya. Selain itu, pemberi pinjaman komersial biasanya juga membebankan biaya terpisah untuk membuat pinjaman dengan debitur.

Bank juga akan memiliki biaya layanan pinjaman dan overhead yang akan dialokasikan ke tingkat bunga. 

Ada juga perhitungan risiko gagal bayar dan mendapat untung yang akan berpengaruh pada besaran bunga bank.

(Baca Juga: Rincian Suku Bunga Kredit Bank 2021 Turun, Yuk Simak!)

Nah itu dia ulasan mengenai apa itu bunga bank mulai dari definisi, jenisnya, hingga cara kerjanya. Bunga bank memang jadi perhatian apabila kita ingin mengajukan pinjaman.

Banyak yang khawatir bunga pinjaman yang besar nantinya akan menyulitkan dan merugikan saat akan melakukan pelunasan.

Tetapi tenang saja, karena ada banyak pinjaman yang menetapkan bunga rendah seperti kredit tanpa agunan. Bunganya tergolong rendah, mulai dari 0,65% saja.

Plafon pinjaman yang diberikan juga cukup besar, mulai dari Rp500 ribu sampai Rp300 juta. Kamu bisa ajukan sekarang juga melalui CekAja.

Ada banyak pilihan KTA yang bisa kamu pilih melalui CekAja. Diantaranya yaitu:

Selain itu, melalui CekAja pengajuannya sangat mudah dan bisa dilakukan secara online. Meski begitu, seluruh transaksi pasti aman karena CekAja sudah terdaftar di OJK.

Yuk langsung cek produk kredit tanpa agunan di CekAja, bandingkan, dan pilih mana yang paling sesuai dengan kebutuhanmu. Ajukan aplikasi dengan syarat mudah dan dana bisa langsung cair kurang dari seminggu.