Aturan Diskon PPnBM Mobil Baru, Miliki Mobil Impianmu Tahun Ini!

Aturan diskon PPnBM mobil baru, tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 20/PMK.010/2021, tentang Pajak Penjualan Atas Barang Mewah Atas Penyerahan Barang Kena Pajak yang Tergolong Mewah, Berupa Kendaraan Bermotor Tertentu yang Ditanggung Pemerintah Tahun Anggaran 2021.

Artinya, mulai 1 Maret 2021, berlaku kebijakan Diskon Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) mobil 0 persen, alias ditanggung pemerintah.

(Baca Juga: 6 Tips Memilih Kredit Kendaraan)

Dengan kebijakan ini, masyarakat bisa membeli mobil baru, tanpa harus membayar PPnBM dan sudah ditandatangani oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani pada 25 Februari 2021.

Aturan Diskon PPnBM Mobil Baru

Berikut beberapa aturan diskon PPnBM mobil baru yang diberlakukan:

1. Jenis Kendaraan

Aturan diskon PPnBM mobil baru pertama yaitu jenis kendaraan yang akan ditanggung PPnBM oleh pemerintah diatur pada pasal 2a dan 2b, yakni: 

  • Aturan diskon PPnBM mobil baru, harus kendaraan bermotor sedan atau station wagon dengan motor bakar cetus api atau nyala kompresi (diesel atau semi diesel) dengan kapasitas isi silinder sampai dengan 1.500 cc.
  • Aturan diskon PPnBM mobil baru, harus kendaraan bermotor untuk pengangkutan kurang dari 10 orang termasuk pengemudi selain sedan atau station wagon, dengan motor bakar cetus api atau nyala kompresi (diesel/semi diesel) dengan sistem 1 gardan penggerak (4×2) dengan kapasitas isi silinder sampai dengan 1.500 cc. 

2. Tiga Tahap

Aturan diskon PPnBM mobil baru kedua yaitu mengikuti pasal 5a, 5b, dan 5c pada PMK yang mengatur besaran PPnBM yang akan ditanggung pemerintah.

PPnBM yang ditanggung pemerintah ini meliputi tiga tahap, yakni:

  • 100 persen dari PPnBM yang terutang untuk masa pajak Maret 2021 sampai dengan masa pajak Mei 2021.
  • 50 persen dari PPnBM yang terutang untuk masa pajak Juni 2021 sampai dengan masa pajak Agustus 2021.
  • 25 persen dari PPnBM yang terutang untuk masa pajak September 2021 sampai dengan masa pajak Desember 2021. 

Aturan diskon PPnBM mobil baru dari PMK terbaru tersebut dapat disimpulkan bahwa potongan PPnBM ini akan diberlakukan selama 9 bulan dan tiga tahap dari Maret sampai Desember 2021.

Besaran potongan PPnBM adalah sebesar 100 persen, 50 persen dan 25 persen. Diskon 100 persen dari Maret sampai Mei 2021. 

Diskon 50 persen dari Juni sampai Agustus 2021 dan Diskon 25 persen dari September sampai Desember 2021.

3. Pembelian Lokal

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menetapkan aturan diskon PPnBM mobil baru bahwa kendaraan harus memiliki kandungan komponen buatan lokal atau tingkat komponen dalam negeri (TKDN) minimal 70 persen.

Adapun 115 jenis komponen yang bisa masuk dalam perhitungan kandungan lokal pada produksi mobil di Indonesia

Mencakup bagian mesin, transmisi, sistem kopling, body dan chasis, sistem kemudi, sistem pengereman, suspensi, dan komponen universal. 

21 Jenis Mobil Dapat Diskon PPnBM

Dalam aturan diskon PPnBM mobil baru tersebut, dijelaskan 21 model yang mendapat potongan harga karena pemberlakuan kebijakan ini.

Apa saja ya daftar model-model tersebut? Berikut 21 model mobil yang akan terkena efek diskon pemberlakuan pajak PPnBM 0 persen:

  • Toyota Avanza

Semula : Rp 200,2 – 231,25 juta

Kena PPnBM 0 Persen : Rp 180 – 208 juta

  • Toyota Rush

Semula : Rp 257,7 – 279,1 juta

Kena PPnBM 0 persen : Rp 231,93 – 251,19 juta

  • Toyota Sienta

Semula : Rp 274,7 juta

Kena PPnBM 0 persen : Rp 254,55 juta

  • Toyota Yaris

Semula : Rp 257,7 – 304,25 juta

Kena PPnBM 0 persen : Rp 239 – 273 juta

  • Toyota Vios

Semula : Rp 311,9 – 346,85 juta

Kena PPnBM 0 persen : Rp 261 – 296 juta

  • Daihatsu Xenia

Semula : Rp 196,75 – 240,65 juta

Kena PPnBM 0 persen : Rp 177,075 – 216,585 juta

  • Daihatsu Terios

Semula : Rp 214,45 – 269,050 juta

Kena PPnBM 0 persen : Rp 193,005 – 242,145 juta

  • Honda Mobilio

Semula : Rp 207,5 – 252,5 juta

Kena PPnBM 0 persen : Rp 186,75 – 227,25 juta

  • Honda BR-V

Semula : Rp 253,5 – 296 juta

Kena PPnBM 0 persen : Rp 228,15 – 266,4 juta

  • Honda Jazz

Semula : Rp 255 – 298,5 juta

Kena PPnBM 0 persen : Rp 229 – 267 juta

  • Honda Brio

Semula : Rp 188,5 juta

Kena PPnBM 0 persen : Rp 170 juta

  • Honda HR-V

Semula : Rp 303 – 355,5 juta

Kena PPnBM 0 persen : Rp 272,7 – 319,95 juta

  • Suzuki Ertiga

Semula : Rp 210,5 – 254,5 juta

Kena PPnBM 0 persen : Rp 189,45 – 208 juta

  • Suzuki XL7

Semula : Rp 236,5 – 273,5 juta

Kena PPnBM 0 persen : Rp 212,85 – 246,15 juta

  • Suzuki APV

Semula : Rp 192 juta

Kena PPnBM 0 persen : Rp 172,8 juta

  • Mitsubishi Xpander

Semula : Rp 221,4 – 278,9 juta

Kena PPnBM 0 persen : Rp 199,26 – 251,01 juta

  • Mitsubishi Xpander Cross

Semula : Rp 276,5 – 299,5 juta

Kena PPnBM 0 persen : Rp 248,45 – 269,55 juta

  • Nissan Livina

Semula : Rp 208,3 juta

Kena PPnBM 0 persen : Rp 187,4 juta

  • Wuling Confero

Semula : Rp 154,8 – 202,8 juta

Kena PPnBM 0 persen : Rp 142,72 – Rp 187,26 juta

  • Wuling Cortez

Semula : Rp 209 – 290 juta

Kena PPnBM 0 persen : Rp 188,1 – Rp 261,1 juta

Dampak Diskon PPnBM untuk Industri Otomotif

  • Dorong Pembelian Masyarakat

Melansir dari Kompas.com, harapan pemerintah tentu masyarakat bisa merespon dengan baik.

Juga adanya peningkatan kembali permintaan kendaraan bermotor dan dorong industri otomotif di Indonesia yang supply chain-nya cukup penting dalam perekonomian negara.

Menteri Keuangan Sri Mulyani sendiri berharap diskon PPnBM ini dapat digunakan oleh masyarakat. Ia juga berharap diskon PPnBM ini dapat mendorong industri otomotif dan mendongkrak permintaan kendaraan bermotor. 

Sebab, di tahun 2020 atau di saat pandemi penjualan mobil hanya sekitar 550 ribu sedangkan di tahun-tahun sebelumnya penjualan mobil baru per tahun rata-rata 1 juta hingga 1,1 juta unit.

  • Mempertahankan Tenaga Terampil dan Pabrik Otomotif

Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi, mengatakan industri otomotif mempekerjakan tenaga kerja terampil sebanyak 1,5 juta tenaga kerja.

Dan jika industri ini tidak diberi insentif diskon PPnBM hingga 0 persen maka mereka akan menutup pabriknya.

  • Mendorong Potensi Ekspor

Adanya insentif diskon ini diharapkan stok mobil berkurang dan industri otomotif akan membuka pabrik-pabriknya lagi.

Selain itu, pemerintah berencana mendorong potensi ekspor industri otomotif Indonesia terutama dengan negara yang memiliki perjanjian dagang dengan Indonesia.

Seperti, Australia. Disana terdapat 1,2 juta konsumsi mobil per tahun nya, Indonesia sekarang menikmati (PPnBM) 0 persen dari pasar tersebut.

Ditandatanganinya Indonesia-Australia CEPA, pemerintah bisa mengoptimalkan ekspor mobil ke sana dan saat ini sedang diusahakan otomotif Indonesia dapat alokasi untuk ekspor ke Jepang juga.

Nah, itu dia ulasan mengenai aturan diskon PPnBM mobil baru. bagaimana? menarik bukan?

Tahun 2021 ini, kamu bisa memiliki kendaraan sambil menikmati kebijakan insentif PPnBM 0 persen mobil dari pemerintah.

(Baca Juga: Beli Mobil Pakai Cicilan Kredit Kendaraan Bisa Lebih Untung)

Selain bisa miliki mobil dengan harga murah, pastikan mobilmu terlindungi asuransi ya. Yuk, kita sadarkan diri, betapa pentingnya proteksi kendaraan, dengan mengajukan asuransi mobil di tempat yang tepat, seperti di CekAja.com.

Kamu juga bisa pilih produk asuransi mobil mana, yang paling sesuai dengan kebutuhan kamu.

Perusahaan asuransi mobil di CekAja.com, juga telah bekerjasama dengan banyak bengkel, yang tersebar di seluruh Indonesia.

Yuk, segera ajukan asuransi mobil terbaik pilihanmu, hanya di CekAja.com.

Segera kunjungi lama CekAja.com yuk!