Bahaya Alat Makan Tidak Higienis, Beserta Faktor Penyebabnya!

5 min membaca Oleh Estrin Vanadianti Lestari on

Tahukah kamu, bahwa bahaya alat makan tidak higienis bisa mengancam kesehatanmu! Terlebih, di masa new normal seperti ini, penting bagi kita untuk membawa peralatan pribadi sendiri, seperti alat makan.

Pasalnya, alat makan tidak higienis bisa menjadi sumber penyakit, terlebih jika alat makan tersebut bukan milik kita, seperti milik sebuah restoran atau tempat makan.

Sehingga, di sini kamu yang masih suka makan di luar, wajib mengetahui bahaya alat makan tidak higienis, yang bisa menjadi sumber penyakit.

Sebelum membahas deretan bahaya alat makan tidak higienis, mari ketahui dulu sekilas informasi tentang faktor penyebab alat makan menjadi tidak higienis, yang dilansir dari indonesian-publichealth.com.

Faktor Penyebab yang Membuat Alat makan Tidak Higienis

  • Bahan Dasar Alat Makan – Piring dan Garpu

Bahaya alat makan tidak higienis, ternyata bisa diakibatkan dari faktor bahan dasar alat makan itu sendiri.

Umumnya, alat makan seperti piring terbuat dari bahan dasar kaca, keramik, melamin, perak, plastik, kayu, gerabah, dan lainnya.

Sementara untuk sendok dan garpu, bahan dasar yang biasa digunakan adalah stainless steel, kuningan, plastik, kayu, dan lainnya.

Nah, dari tekstur bahan dasar alat makan tersebut, juga memiliki perbedaan. Sehingga, pengaruh terhadap pertumbuhan mikroorganismenya juga berbeda.

(Baca Juga: Siapkan Peralatan New Normal dengan Kartu Kredit)

Dari semua bahan dasar alat makan, yang paling berpengaruh terhadap tumbuhnya mikroorganisme adalah, alat makan yang terbuat dari plastik, melamin, dan kayu.

  • Kondisi Awal Alat Makan

Sebelum digunakan oleh kamu, bagaimana dengan kondisi awal alat makan tersebut? Jika kamu di sebuah restoran, tentunya alat makan bekas digunakan oleh pelanggan lain.

Sehingga, kebersihan di sini patut diperhatikan, agar bahaya alat makan tidak higienis tidak mengancam kesehatan kamu.

Alat makan yang habis digunakan sebelumnya, pasti memiliki kondisi yang kotor bekas sisa makanan.

Meski sudah dicuci, ternyata beberapa bahan makanan tidak bisa langsung hilang seketika, dalam sekali cuci. Seperti endapan lemak, kerak nasi, sisa minyak dan lainnya.

  • Air Pencuci Alat Makan

Bahaya alat makan tidak higienis, ternyata bukan hanya dari faktor bahan dasar alat makan, kondisi awal karena bekas makanan, tetapi juga ada di proses pencuciannya.

Di sini, proses pencucian alat makan yang benar adalah harus menggunakan air bersih yang mengalir. Namun, apakah alat makan yang kamu gunakan dicuci dengan air bersih mengalir?

  • Alat Penggosok Cucian Piring

Ada berbagai media alat gosok pencuci piring. Mulai dari dengan busa/sponge, abu gosok, arang, serabut kelapa, hingga jeruk nipis.

Bahaya alat makan tidak higienis, juga bisa berasal dari penggunaan alat penggosok yang tidak bersih, atau sudah tercemari bakteri.

Tidak hanya keempat faktor tersebut saja, faktor yang mempengaruhi pertumbuhan mikroba pada sisa pangan, di alat makan yang tidak higienis, juga bisa terjadi karena:

  • Karakteristik sisa pangan meliputi aktivitas air, nila pH, kandungan zat gizi dan keberadaan senyawa anti mikroba
  • Kondisi lingkungan yang terdiri dari suhu, keberadaan oksigen, dan kelembaban

Indikator Kebersihan Peralatan Makan Setelah Dicuci

Karena mikroba yang ada dalam peralatan makan, tidak dapat dilihat dengan kasat mata, maka menurut Petunjuk Pemeriksaan Mikrobiologi Usap Alat Makan dan Massa, Pusat laboratorium Kesehatan Depkes RI: 1991 alat makan yang digunakan harus sesuai dengan yang dipersyaratkan.

Seperti bahan peralatan, keutuhan peralatan, fungsi dan letak peralatan. Sehingga, kandungan bakteri dalam alat makan, juga harus sesuai dengan yang ditetapkan oleh Depkes RI.

Masih dilansir dari indonesian-publichealth.com, angka kuman yang ditetapkan dan disesuaikan adalah tidak boleh mengandung angka kuman, yang melebihi 100/cm2, permukaan alat makan. Selain itu, juga tidak boleh mengandung E.coli.cm2 permukaan alat makan.

Nah, jika alat makan mengandung angka kuman lebih dari 100koloni/cm2, maka hal tersebut bisa mengkontaminasi makanan yang disajikan ke pengunjung.

Makanan yang terkontaminasi kuman di alat makan, bisa masuk ke dalam tubuh dan dapat menimbulkan penyakit.

Lantas, kira-kira apa saja ya bahaya alat makan tidak higienis? Yuk simak uraiannya berikut ini.

Adapun beberapa mikroorganisme berikut, yang bisa menimbulkan masalah kesehatan, dari alat makan yang tidak higienis. Sehingga sangat berbahaya bagi tubuh, bahkan bisa menyebabkan kematian.

Bahaya Alat Makan Tidak Higienis

1. Menyebabkan Gastroenteritis – Bakteri Salmonella

Bahaya alat makan tidak higienis yang pertama adalah bisa menyebabkan Gastroenteritis dari adanya bakteri salmonella.

Tidak langsung muncul, gejala-gejala penyakit akibat bakteri salmonella, bisa muncul setidaknya 2-3 hari setelah kamu mengkonsumsi makanan dari alat makan, yang tidak higienis tersebut.

Bakteri salmonella yang terdapat pada alat makan dan masuk ke tubuh, akan menyebabkan gastroenteritis, dengan gejala mual, muntah, diare, kram perut, demam, sakit kepala, panas dingin, muncul darah di feses, hingga bisa menyebabkan kematian.

2. Infeksi Kelumpuhan Otot – Bakteri Clostridium Botulinum

Bahaya alat makan tidak higienis yang selanjutnya adalah bisa menimbulkan sebuah penyakit yang bisa dikarakteristikkan dengan kelumpuhan otot.

Adapun, bakteri ini bisa memproduksi toksin yang bisa menyebabkan botulisme, dan penyakit tersebut.

3. Menimbulkan Infeksi Saluran Cerna dan Penyakit Kronis – Campylobacter, Norovirus, Shigella

Alat makan yang tidak higienis, juga bisa menimbulkan bakteri Campylobacter, Norovirus, Shigella, yang dapat menyebabkan infeksi saluran cerna.

Setelah sampai di mulut, bakteri tersebut akan menggandakan diri di usus kecil, lalu menyebar ke usus besar.

Tidak sampai di situ, bakteri tersebut juga akan melepaskan racun, yang membuat usus besar mengalami kram.

Biasanya, setelah itu penderita akan mengalami diare, yang bisa terjadi hingga berkali-kali, bahkan bisa 10-30 kali sehari.

4. Berbagai Infeksi Serius – Bakteri E.coli O157:H7

Ada beberapa jenis bakteri E.coli, yang bisa bermanfaat bagi saluran pencernaan, dan ada yang berbahaya bagi kesehatan.

Adapun bakteri E.coli biasa timbul di makanan yang telah terkontaminasi, termasuk ketika alat makan tidak higienis.

(Baca Juga: 5 Bahaya Air Galon Isi Ulang)

Sehingga, bahaya alat makan tidak higienis, juga bisa mengancam kesehatanmu melalui bakteri ini. Dimana jenis penyakit akibat E.coli adalah sebagai berikut:

  • Infeksi radang selaput otak
  • Infeksi saluran kemih
  • Infeksi saluran pencernaan
  • Hemolytic Uremic Syndrome (diare, kram perut, hingga mengalami komplikasi ginjal langka)

Nah, itu dia beberapa bahaya alat makan tidak higienis, yang bisa mengintai kesehatan tubuhmu, melalui mikroorganisme yang tumbuh di permukaannya.

Maka dari itu, selalu menjaga kebersihan diri serta barang-barang yang ada di sekitar kita. Jika perlu, bawalah alat-alat makan pribadi sendiri, seperti sendok, garpu, sumpit, tumbler, hingga kotak nasi.

Dengan begitu, kamu bisa meminimalisir risiko terkontaminasi akibat alat makan yang tidak higienis.

Terlebih, saat pandemi seperti ini, semua barang-barang apapun yang sering kita sentuh, harus benar-benar bersih. Agar terhindar dari penyebaran virus, seperti melalui alat makan.

Jangan lupa juga lindungi dirimu dan keluarga, dengan proteksi dari asuransi kesehatan, yang bisa kamu ajukan dengan mudah dan cepat, di CekAja.com.

Karena pengajuannya secara online, akan membuatmu lebih nyaman, dan meminimalisir kegiatan tatap muka, di kantor perusahaan asuransi.

Tak perlu khawatir kekurangan informasi, karena kamu bisa melihat dengan lengkap semua informasi produk asuransi kesehatan, melalui CekAja.com.

CekAja.com juga menyediakan banyak produk asuransi kesehatan, dari berbagai perusahaan asuransi kesehatan ternama di Indonesia.

Sebut saja seperti PFI Mega Life, Ciputra Life, hingga asuransi kesehatan Cigna. Jadi, tunggu apa lagi?

Segera ajukan asuransi kesehatan terbaik pilihanmu, hanya di CekAja.com, sekarang juga!