Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Begini Cara Atur Keuangan Kalau Punya Anak Kembar

by Sindhi Aderianti on 16 September, 2019

Kelahiran sang buah hati ke dunia tentu membawa kebahagiaan yang tak terhingga bagi setiap pasangan suami istri. Terlebih jika dianugerahi anak kembar. Pastinya sangat lucu dan menggemaskan memandangi wajah serupa mereka. Namun, tugasmu sebagai orangtua tidak berhenti sampai di tahap melahirkan.

Tanggung jawab memiliki anak kembar sangatlah besar, terutama soal budget. Semua hal akan serba double. Mulai dari bill persalinan, imunisasi rutin, kebutuhan primer sehari-hari, hingga biaya sekolah nanti.

Meski begitu, perkara biaya untuk anak kembar ini bukan berarti harus dipusingkan. Anak tetaplah anugerah yang perlu disyukuri kehadirannya. Hanya saja, kamu harus lebih cerdas mengatur keuangan. Berikut ini kiat-kiatnya:

1. Perketat budget per bulan

Kunci sukses dalam mengatur keuangan, tentunya diawali dengan budgeting. Melalui budgeting, pengeluaranmu setiap bulan akan lebih terarah. Kemana uang harus dikeluarkan dan berapa nominal pengeluarannya, semua ada di dalam list tersebut. Nah, setelah kelahiran si kembar, kamu perlu buat pos khusus untuk kebutuhan-kebutuhan mereka berdua.

Anggaran ini mencakup seluruh kebutuhan, seperti popok, peralatan mandi, bahan makanan, atau pakaian. Usahakan untuk tidak mengganggu pos budget tersebut untuk keperluan yang sifatnya tidak urgent. Lalu demi menghemat pengeluaran, tak ada salahnya memanfaatkan promo yang ditawarkan oleh e-commerce. Belanja online lebih irit ongkos transport dan parkir, lho!

(Baca juga: Mom, Ini Lho Pilihan Pinjaman untuk Ibu Rumah Tangga Tanpa Jaminan)
2. Manfaatkan barang lungsuran

Selanjutnya, tak perlu gengsi untuk memanfaatkan kembali barang lungsuran dari saudara atau teman. Misalnya keranjang tidur, stroller, kursi makan, dan lain-lain yang masih layak pakai. Jika kurang yakin bahwa barang tersebut higienis, cuci kembali semua barang lungsuran ini sebelum kamu pakai.

Memanfaatkan barang lungsuran, pastinya sangat menghemat pengeluaran. Apalagi perlengkapan bayi tersebut cukup mahal kalau beli untuk ‘porsi’ anak kembar. Ditambah hanya bersifat sementara yang berarti kurang dari setahun, bayi sudah tak memerlukannya lagi, terutama baju dan tempat tidur.

3. Ikut sertakan keluarga

Mengurus anak kembar bukan hanya memerlukan biaya ekstra, tapi juga tenaga yang seakan unstoppable. Jika berpenghasilan cukup banyak, sewalah baby sitter. Daripada harus kelelahan dan akhirnya stres. Menyewa baby sitter kini membutuhkan biaya yang sangat besar. Semisal untuk di wilayah Jakarta, kisaran gajinya sudah mencapai Rp2 juta lebih per bulan.

Namun, lain cerita kalau penghasilan bulanan hanya cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja. Lebih baik, jangan memaksakan pakai baby sitter. Bila kamu tinggal bersama keluarga atau setidaknya berdekatan, cobalah untuk meminta bantuan mereka sesekali. Namun tetap perlu dibatasi, karena mereka pun punya kesibukan lain.

4. Cari penghasilan tambahan

Semakin hari, si kembar pasti akan tumbuh besar. Begitu pun dengan kebutuhan mereka yang juga turut meningkat sesuai bertambahnya usia. Meski gajimu dan pasangan sudah mencukupi, pertimbangkan lagi untuk mencari penghasilan tambahan. Hitung-hitung, bisa diinvestasikan atau menambah pundi-pundi tabungan pendidikan mereka kelak.

Ada banyak jenis pekerjaan yang bisa kamu ambil di luar jam kerja, seperti menjadi freelancer. Bisa juga dengan berbisnis, misalnya membuka online shop atau menjalankan wedding organizer kecil-kecilan di akhir pekan. Sehingga kamu bisa tetap bekerja kantoran sekaligus mengurus anak.

5. Tidak semua hal harus sama

Punya anak kembar memang sangat menyenangkan, Karenanya, kamu mungkin akan selalu membeli baju yang sama. Terlebih jika si kembar berjenis kelamin perempuan. Ada tambahan aksesoris lucu untuk mendandani mereka. Namun, meski wajahnya sama, sebenarnya tak semua hal harus diberikan dalam bentuk serupa juga.

Saat ini banyak juga pakaian, botol susu, atau alat makan yang dijual dalam value set. Artinya, ada lebih dari satu barang dalam set tersebut. Semisal 1 set baju tidur isi 6. Dengan begitu, kamu tak perlu membeli barang sekaligus dua lagi. Si kembar pun bisa langsung menggunakannya sama-sama. Bahkan jika dihitung lagi, harga value set ini lebih murah dibandingkan beli satuan.

6. Usahakan ASI eksklusif

Semua ibu pasti setuju, kalau ASI adalah asupan terbaik untuk sang buah hati. Apalagi sekarang ASI eksklusif sedang gencar-gencarnya dikampanyekan. Maka dari itu, usahakan untu memberi ASI tanpa ‘menyampurnya’ dengan susu formula. Dari 0-6 bulan eksklusif, lalu dilanjutkan hingga 2 tahun.

Harga susu formula untuk satu anak saja, per dua minggu bisa menghabiskan hampir 1000 gram. Untuk susu yang berkualitas premium, harganya pun tak main-main. Bisa hampir Rp200.000 per kaleng dengan volume 800 gram. Jika dikalikan dua untuk si kembar, tentu budget-nya akan besar sekali!

(Baca juga: Perangkat Pintar di Rumah Bikin Hidup Makin Mudah, Apa Aja?)

Walaupun repot harus mengurus dua anak sekaligus, memiliki anak kembar tetap menjadi dambaan hampir semua orang. Namun ada baiknya sebelum memutuskan jadi orang tua, buat perencanaan keuangan terlebih dahulu. Misalnya dengan menabung biaya persalinan, asuransi kesehatan dan pendidikan, serta kebutuhan sehari-harinya. Sehingga masalah finansial pun tak lagi menjadi isu serius di rumah tangga, terlebih ketika sudah punya anak nanti.

Soal asuransi, pastikan kamu hanya memperolehnya dari CekAja.com. Ada banyak pilihan asuransi kesehatan yang memberimu banyak keuntungan. Buktikan sendiri, yuk!

Tentang Penulis

Sindhi Aderianti

Penulis yang kadang kala jadi pedagang.