Pilih Bisnis Kontrakan atau Kos-Kosan? Ini Perhitungan Untung Ruginya

Bisnis kontrakan atau kos-kosan banyak diminati mereka yang ingin memulai usaha karena keuntungan yang melimpah. Namun, benarkah demikian? Yuk, simak perhitungan untung rugi dari bisnis sewa properti yang satu ini.

Ada banyak pilihan bisnis yang tersedia saat ini. Mulai dari bisnis produk pakaian, bisnis kuliner, hingga bisnis properti. Di antara pilihan tersebut, bisnis properti memang menjadi bisnis yang memiliki peluang keuntungan besar. Hal ini tentu saja dikarenakan kebutuhan akan tempat tinggal untuk manusia yang terus ada dan menjadi kebutuhan utama.

Dalam bisnis properti, kamu bisa menjadi developer (pengembang) dengan membangun aset properti seperti rumah, ruko, atau area perkantoran, untuk selanjutnya dijual atau disewakan. Bisnis ini membutuhkan modal yang terbilang sangat besar, karena produk yang dijual juga merupakan jenis properti prestisius.

Sedangkan untuk skala kecilnya, bisnis properti yang bisa dilakoni adalah dengan membangun rumah untuk modal bisnis kontrakan atau kos-kosan. Meskipun tetap membutuhkan modal besar, tapi modal bisnis ini masih lebih kecil dibandingkan menjadi developer skala besar.

Naik Turun Bisnis Kontrakan atau Kos-Kosan

Jika kamu berminat memulai bisnis kontrakan atau kos-kosan, kamu harus mempertimbangkan berbagai hal untuk mengambil keputusan jenis bisnis yang dipilih dari keduanya.

Sejak dulu, bisnis kontrakan sudah umum ditemui dimana saja. Kontrakan identik dengan bangunan rumah berukuran kecil dan sedang yang disewakan secara bulanan atau tahunan. Biasanya peruntukkan kontrakan dikhususkan baggi mereka yang sudah bekerja atau berumah tangga.

Sedangkan untuk kos-kosan, adalah jenis bisnis properti yang menyewakan kamar beserta barang dan fasilitas di dalamnya secara bulanan ataupun tahunan pula. Bisnis kos-kosan menyasar target konsumen mahasiswa, karyawan, hingga pasangan suami istri tanpa anak.

Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, bisnis kontrakan atau kos-kosan semakin naik pamornya. Hal ini didukung dengan kemajuan pembangunan di daerah-daerah potensial, sehingga menarik kedatangan para perantau.

Banyak daerah yang semakin padat berkat pembangunan perguruan tinggi, area perkantoran yang luas, pusat perbelanjaan, komplek pemukiman, dan lain sebagainya.

Maka dari itu, tak mengherankan jika kebutuhan akan bisnis kontrakan atau kos-kosan juga tinggi. Bisnis ini bahkan digadang-gadang sebagai bisnis yang paling aman alias minim dari risiko kerugian. Sebab harganya terus naik, dan minat konsumen selalu ada.

Sampai akhirnya masa pandemi Covid-19 datang pada awal tahun 2020 lalu cukup mampu menjatuhkan bisnis kontrakan atau kos-kosan ini. Banyak orang yang terkena pemutusan hubungan kerja sehingga tak mampu membayar sewa, atau mahasiswa yang memilih pulang ke rumahnya lantaran semua kegiatan belajar berubah menggunakan sistem daring.

Harga sewa pun terpaksa diturunkan demi menahan penyewa dan mencegah kerugian untuk membayar biaya pemeliharaan bangunan. Baru kali ini lah akhirnya ada satu hal yang dijadikan ancaman bagi bisnis properti seperti kontrakan dan kos-kosan.

Sekarang, di masa new normal ini, bisnis properti mulai bangkit meskipun masih bertahap. Sebab belum banyak perusahaan yang membuka lowongan kerja atau memerintahkan karyawannya untuk masuk kantor. Pun dengan para perguruan tinggi yang belum sepenuhnya menginstruksikan mahasiswanya untuk kembali belajar di kampus.

Maka dari itu, sebelum ikut terlibat dalam bisnis ini, kamu harus mempertimbangkan untung ruginya terlebih dulu. Dengan begitu, kamu bisa meraih cuan sesuai dengan target yang diharapkan.

(Baca Juga: Bisnis Gorden Online dengan Pinjaman Tunaiku)

Untung Rugi Bisnis Kontrakan atau Kos-Kosan

Untuk mempermudahmu dalam memilih bisnis kontrakan atau kos-kosan, kamu bisa membandingkan keunggulan serta kekurangan dari keduanya. Berikut ini perbandingan yang bisa kamu pertimbangkan.

Keunggulan Bisnis Kontrakan

Bisa Mematok Masa Sewa yang Panjang

Dalam bisnis kontrakan, kamu sebagai pemilik bisa mematok masa sewa yang panjang, yakni menjadikannya sebagai kontrakan yang disewa tahunan dengan pembayaran di muka. Dengan begitu, risiko kontrakan kosong pun minim.

Tidak Perlu Menyediakan Banyak Fasilitas

Rumah kontrakan umumnya ditawarkan dalam kondisi kosong, tanpa fasilitas berupa perabotan seperti kasur, lemari, dan lain sebagainya. Sehingga kamu hanya fokus pada perawatan fisik bangunan beserta listrik dan pengairan, tidak perlu merawat peralatan di dalamnya.

Bayaran Sewa di Muka

Harga sewa pada rumah kontrakan cenderung lebih mahal dibandingkan dengan kos-kosan lantaran luas bangunan yang lebih besar pula. Hal ini tentu akan lebih menguntungkan, apalagi jika bayaran sewa dibayarkan di muka. Jadi, kamu tak perlu khawatir dengan penghuni kontrakan yang kerap telat membayar tagihan sewa bulanan.

Kenaikan Harga Sewa Tinggi

Setiap tahunnya kenaikan harga sewa rumah kontrakan juga cukup tinggi dibandingkan dengan harga sewa kos-kosan. Setidaknya, biaya sewa bisa naik antara 5 persen sampai 15 persen.

Apabila suatu saat kamu ingin menjual rumh kontrakan, pasar juga masih lebih mudah menerima karena bentuk bangunan yang bisa difungsikan sebagai tempat tinggal maupun diubah menjadi tempat menjalankan usaha.

Kekurangan Bisnis Kontrakan

Harus Selektif Memilih Penyewa

Sedangkan untuk kekurangan bisnis kontrakan terdapat pada selektifitas pemilik dalam menyortir penyewa. Kamu harus memilih penyewa yang sepakat untuk merawat rumah dengan baik alias tidak semena-mena menggunakan fasilitas yang ada agar tidak cepat rusak.

Butuh Biaya Perawatan Sekaligus

Apabila kamu memilih untuk menyewakan rumah per tahun, berarti kamu juga harus disiplin menyiapkan budget pemeliharaan rumah kontrakan. Karena begitu masa sewa habis dan penyewa pergi, kamu harus melakukan perawatan secara menyeluruh dan tentu saja membutuhkan biaya yang besar.

(Baca Juga: Berbagai Jenis Bisnis Ritel di Indonesia Beserta Contohnya)

Keunggulan Bisnis Kos-kosan

Tidak Membutuhkan Tempat yang Luas

Untuk membangun kos-kosan, kamu bisa menggunakan lahan yang lebih kecil dibandingkan saat ingin membuat kontrakan. Bahkan, tak jarang pemilik kos menyewakan kamar-kamar di lantai atas tempat tinggalnya.

Hal ini membuat modal bisnis kos-kosan lebih terjangkau, dengan peluang mendapatkan cuan yang hampir sama besarnya dengan bisnis kontrakan.

Harga Sewa Tak Kalah Tinggi

Dari sisi harga sewa, kos-kosan juga memiliki harga yang cukup menggiurkan. Kamu bisa menyesuaikannya dengan fasilitas yang diberikan.

Misalnya meliputi fasilitas dalam kamar (kasur,lemari, kipas angin, AC, dll), sistem pengairan dalam toilet, fasilitas penjagaan kebersihan (layanan pembersihan kamar harian, biaya sampah, laundry), dan lain sebagainya.

Penyewa kos-kosan pasti ‘berani’ membayar biaya sewa yang tinggi, asalkan hunian memang terbilang nyaman. Apalagi jika lokasi kos-kosan strategis.

Permintaan Selalu Ada

Kebutuhan akan kos-kosan juga selalu ada, karena masa sewanya yang dinamis. Bahkan tak sedikit orang yang kerap mencari kos-kosan dengan masa sewa mingguan atau harian untuk kebutuhan-kebutuhan tertentu.

Membuka Peluang untuk Usaha Lain

Bisnis kos-kosan yang dihuni oleh karyawan atau mahasiswa adalah mereka yang hidup mandiri, sehingga membutuhkan produk barang dan jasa yang lebih banyak. Nah, kamu bisa memanfaatkan kebutuhan penyewa sebagai peluang usaha lainnya.

Misalnya dengan ikut membuka warung makan, warung kopi, toko fotokopi dan print, sewa PlayStation, bisnis salon, dan masih banyak lagi.

Kekurangan Bisnis Kos-Kosan

Butuh Perawatan Intens

Sedangkan sebagai kekurangan dari bisnis kos-kosan ialah perawatan yang intens. Seiring dengan pergantian penyewa yang cepat, kamu harus menjaga kualitas fisik bangunan dan fasilitas lainnya dengan melakukan perawatan lebih sering.

Kebersihan sekitar area kos-kosan juga harus dipantau setiap hari, karena itu termasuk fasilitas dari kos-kosan. Misalnya membuang sampah tiap kamar, menyapu dan mengepel area ruang tengah atau teras kos.

Butuh Pengawasan Ekstra

Selain perawatan, bisnis kos-kosan juga membutuhkan pengawasan lebih karena lebih banyak peraturan dibandingkan bisnis kontrakan. Di sini, tanggungjawab moril juga bisa menjadi beban pelaku bisnis.

Misalnya pengawasan yang berkaitan dengan keamanan area kos-kosan agar tercegah dari tindak kriminal seperti pencurian, atau pengawasan agar penyewa tidak membawa teman lawan jenis atau anggota keluarga dalam jumlah yang banyak untuk ikut menginap dalam kos-kosan tanpa izin.

Biasanya, untuk menjaga perawatan dan pengawasan, pemilik mempekerjakan satu orang atau lebih sebagai penjaga kos-kosan.

Lebih Berisiko Saat Pandemi

Karena masa sewa yang lebih pendek (biasanya dalam hitungan bulanan), maka bisnis ini lebih berisiko kehilangan penyewa saat pandemi seperti sekarang ini. Jika masa sewa sudah habis di bulan ini, maka penyewa tidak akan merasa rugi jika harus berhenti dan pergi. Sebab tidak ada pembayaran sewa di muka maupun deposit yang diberlakukan.

Apalagi di masa pandemi ini banyak orang yang memilih pulang ke tempat tinggalnya akibat pemberlakuan sistem kerja di rumah dan mahasiswa yang belajar secara online.

Itulah perbandingan mengenai untung rugi bisnis kontrakan atau kos-kosan. Keduanya sama-sama memiliki peluan keuntungan serta risiko bisnis masing-masing. Semua bisa disesuaikan dengan modal, kondisi lingkungan, dan idealismmu sebagai pebisnis. Jadi, mana yang menjadi pilihan kamu?

Ajukan KTA untuk Tambahan Modal Bisnis

Mulai usaha kini lebih mudah dengan tambahan modal dari pinjaman Kredit Tanpa Agunan yang bisa diajukan via CekAja.com. Sistem perbandingan canggih akan membantumu memilih KTA terbaik sesuai kebutuhan dengan cepat.

Jika berminat mengajukan KTA, kamu cukup mengisi formulir pengajuan online dan tunggu petugas dari CekAja.com untuk membantu proses pengajuan pinjaman lebih lanjut.

Cara mudah ini bisa kamu rasakan tanpa perlu repot mendatangi kantor cabang bank penyedia pinjaman. Yuk, segera bandingkan dan ajukan KTA untuk kebutuhan apa saja hanya melalui CekAja.com!

Semua produk, layanan, dan transaksi dijamin aman, karena CekAja.com terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).