9 Cara Mencegah Bayi Lahir Cacat, Ibu Hamil Wajib Tahu!

Untuk mencegah risiko bayi lahir cacat, kamu perlu mengetahui sejumlah cara mencegah bayi lahir cacat. Yang mana, cara-cara ini dinilai efektif untuk mencegah risiko tersebut.

Sebagian masyarakat khususnya para ibu, mungkin lebih tahu cara mencegah bayi lahir cacat dengan mengonsumsi makanan bernutrisi, tepatnya yang mengandung banyak asam folat.

Namun selain itu, sebenarnya masih ada banyak lagi cara mencegah bayi lahir cacat yang bisa dilakukan.

Jika ingin tahu apa saja cara mencegah bayi lahir cacat tersebut, pada artikel kali ini CekAja.com akan mengulasnya secara lengkap khusus untuk kamu. Simak bersama-sama, yuk!

Jenis Cacat Lahir

Cacat lahir pada dasarnya merupakan sebuah kondisi, di mana bayi mengalami masalah pada fungsi normal. Mudahnya, bayi mengalami pertumbuhan abnormal di berbagai organ internal atau bagian tubuh bayi.

Kondisi cacat lahir ini, bisa terjadi mulai dari gerakan tungkai motorik ke proses tubuh internal, hingga gangguan jangka panjang.

Di samping itu, kondisi cacat lahir juga terbagi menjadi dua jenis, yaitu cacat struktural (bentuk) dan cacat fungsional. Untuk tahu lebih jelas kondisi dari dua jenis cacat tersebut, yuk simak uraian berikut ini!

Cacat struktural (bentuk)

  • Bibir sumbing (cleft lip/palate)
  • Bentuk kaki yang mengarah ke dalam menyerupai bentuk “O” (club foot)
  • Kelainan pembentukan struktur jantung atau cacat jantung
  • Sumsum tulang belakang yang gagal berkembang, atau menutup dengan benar (spina bifida).

Cacat fungsional

  • Masalah yang menyerang paru dan sistem pencernaan (cystic fibrosis)
  • Terhambatnya perkembangan fisik dan mental (sindrom down)
  • Terjadi kelainan pembentukan sel darah merah (sickle cell disease atau anemia sel sabit).

(Baca Juga: Ciri-ciri Bayi Normal Saat Lahir)

Penyebab Bayi Lahir Cacat

Meski sudah mengetahui informasi seputar jenis-jenis cacat lahir, ada baiknya kamu juga mengetahui penyebab bayi lahir cacat, sebelum tahu lebih jauh tentang bagaimana cara mencegah bayi lahir cacat.

Pasalnya, penyebab bayi lahir cacat ada cukup banyak. Sehingga, penting bagi kamu untuk mengetahuinya, sebagai langkah antisipasi.

Untuk itu, di bawah ini merupakan beberapa penyebab bayi lahir cacat, yang di antaranya yaitu:

  • Hamil di usia 35 tahun ke atas
  • Faktor genetik
  • Terdapat masalah pada kromosom
  • Efek samping dari konsumsi obat-obatan tertentu
  • Kurangnya perawatan antenatal
  • Kurangnya asupan asam folat dan vitamin
  • Akibat merokok dan konsumsi alkohol
  • Obesitas
  • Mengalami infeksi saat hamil, baik berupa infeksi TORCH (toksoplasmosis, rubella, cytomegalovirus dan herpes simpleks), maupun penyakit menular seksual seperti HIV, gonore, sifilis dan chlamydia.

Cara Mencegah Bayi Lahir Cacat

Seperti yang sudah dijanjikan sebelumnya, kalau pada artikel kali ini CekAja.com akan memberikan sejumlah cara mencegah bayi lahir cacat.

Di mana, cara yang bisa dilakukan sebenarnya ada sangat banyak. Namun, untuk memudahkanmu mengetahui cara mencegah bayi lahir cacat, di bawah ini telah dirangkum sembilan di antaranya yang terdiri dari:

1. Konsumsi makanan bernutrisi

Cara mencegah bayi lahir cacat yang pertama, yaitu dengan mengonsumsi makanan bernutrisi.

Maksudnya adalah makanan yang mengandung vitamin, mineral dan nutrisi lainnya yang dibutuhkan bayi, untuk mendukung perkembangannya.

Jika semua asupan yang dibutuhkan sudah tercukupi dari konsumsi makanan bernutrisi, maka risiko bayi lahir cacat dapat dihindari.

2. Cukupi kebutuhan asam folat

Selain mengonsumsi makanan bernutrisi, kamu juga perlu mencukupi kebutuhan asam folat. Cara mencegah bayi lahir cacat yang satu ini, bisa kamu lakukan dengan mengonsumsi beberapa jenis makanan yang memiliki kandungan asam folat tinggi.

Adapun beberapa makanan yang dimaksud, yaitu brokoli, bayam, jagung, kacang-kacangan, kaelan, kubis, ati ayam, salmon, buah bit, pisang, pepaya, jeruk dan melon.

Buat kamu yang belum tahu, asam folat adalah salah satu asupan terpenting yang dibutuhkan ibu hamil, karena mampu menjaga kesehatan ibu dan bayi.

Tidak hanya itu, asam folat juga berguna untuk mencegah terjadinya cacat pada tabung bayi, risiko kerusakan pada otak dan sumsum tulang belakang, risiko bayi mengalami bibir sumbing dan cacat jantung.

3. Dapatkan vaksinasi

Vaksinasi saat hamil menjadi salah satu hal penting yang tidak boleh terlewatkan. Sebab, ini juga menjadi cara mencegah bayi lahir cacat.

Namun untuk bisa melakukan vaksinasi, kamu perlu berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter terkait, mengenai vaksin apa saja yang harus kamu dapatkan.

Karena umumnya, jenis vaksin/imunisasi yang direkomendasikan untuk ibu hamil, yaitu vaksin flu dan vaksin Tdap (Tetanus, Difteri, dan Aselular Pertusis).

4. Hindari diet untuk menurunkan berat badan

Di urutan keempat ada menghindari diet untuk menurunkan berat badan. Perlu diketahui, ini merupakan hal yang sangat dilarang untuk dilakukan.

Pasalnya, diet untuk menurunkan berat badan, secara tidak langsung akan mengurangi asupan nutrisi yang dibutuhkan ibu hamil dan bayi.

Jika hal itu terjadi, maka akan berdampak pada kesehatan ibu hamil dan bayi itu sendiri. Sebab, asupan nutrisi yang dibutuhkan untuk kelanjutan pertumbuhan janin menjadi berkurang.

Untuk itu, sebaiknya jangan melakukan diet untuk menurunkan berat badan selama kehamilan. Apalagi, 1000 hari pertama kehidupan janin, merupakan masa emas untuk tumbuh kembangnya.

5. Jangan sembarangan minum obat

Kerap terdengar segelintir pertanyaan, salah satunya seperti “memang ibu hamil tidak boleh mengonsumsi obat tertentu?”.

Dalam kasus tersebut, jawaban yang paling tepat adalah boleh, asalkan sesuai dengan anjuran dokter, atau obat yang dikonsumsi sudah dikonsultasikan dengan dokter terkait dan terbukti aman.

Hal itu karena, beberapa obat dapat “terminum” oleh janin, akibat terserap ke dalam saluran plasenta.

Contoh beberapa jenis obat, yang dosis dan waktu konsumsinya perlu diperhatikan dengan baik, yaitu aspirin dan ibuprofen.

Jika ingin mengonsumsi dua jenis obat itu, dosis dan waktu konsumsinya harus sangat diperhatikan, terlebih pada trimester pertama dan terakhir.

Karena, aspirin yang dikonsumsi pada trimester pertama kehamilan, sangat berisiko memicu terjadinya bayi lahir cacat.

Bahkan, jika dikonsumsi dalam dosis tinggi, aspirin bisa membuat pembuluh darah di jantung janin menjadi tersumbat, dan menyebabkan cacat jantung.

Sementara untuk ibuprofen, obat ini sangat berisiko memicu terjadinya jantung bocor pada bayi, apabila dikonsumsi di trimester ketiga.

6. Hentikan kebiasaan merokok

Bagi sebagian orang, melepas kebiasaan merokok merupakan hal yang sulit. Tetapi, ini menjadi hal yang wajib untuk dilakukan, khususnya oleh wanita yang sedang hamil.

Bagaimana tidak, rokok diketahui menjadi penyebab utama bayi lahir dalam keadaan bibir sumbing, mata juling (strabismus), cacat jantung hingga paru.

Dan efek ini, biasanya terjadi pada bayi yang ibunya merupakan perokok aktif. Sedangkan untuk wanita hamil yang menjadi perokok pasif, sebaiknya segera menjauh dari lingkungan berasap rokok, untuk mencegah terjadinya efek buruk yang tidak diinginkan.

7. Berhenti minum alkohol

Selain berhenti merokok, kamu yang terbiasa dengan gaya hidup minum alkohol, sebaiknya mulai hentikan kebiasaan tersebut saat hamil.

Hal ini tentunya bukan larangan tanpa sebab, melainkan berhenti minum alkohol dapat mengurangi risiko keguguran dan mencegah bayi lahir cacat.

8. Jauhi paparan zat beracun

Selanjutnya, cara mencegah bayi lahir cacat yang bisa dilakukan, yaitu menjauhi paparan zat beracun seperti cat, insektisida, pelarut organik dan zat kimia berbahaya lainnya.

Semua zat beracun tersebut sangat berbahaya untuk janin, karena dapat meningkatkan risiko bayi lahir cacat.

Maka dari itu, untuk mencegahnya kamu bisa menggunakan alat pelindung diri seperti masker dan lain sebagainya, agar terhindar dari paparan zat beracun tersebut.

9. Cegah kondisi tubuh yang terlalu panas

Cara mencegah bayi lahir cacat yang terakhir, yaitu mencegah kondisi tubuh yang terlalu panas.

Menurut CDC dalam hallosehat.com, ibu hamil sangat dianjurkan untuk menghindari kondisi yang terlalu panas (overheating), dan harus segera mendapat penanganan apabila demam.

Hal tersebut sangat penting dilakukan, karena jika ibu hamil berada dalam suhu tubuh terlalu panas, maka itu dapat berakibat ke janin, salah satunya yaitu meningkatkan risiko bayi lahir dengan cacat tabung saraf (anencephaly).

Untuk itu, jika kondisi ibu diketahui sedang demam, sebaiknya langsung bawa ke dokter untuk diberi obat pereda demam dan hindari paparan suhu panas, seperti berendam di bak mandi air panas.

(Baca Juga: Ciri-ciri Bayi Kekurangan Gizi)

Itulah beberapa informasi yang sudah kamu ketahui secara lengkap, seputar cara mencegah bayi lahir cacat.

Tidak hanya itu, kamu juga sudah tahu jenis-jenis cacat lahir dan penyebabnya. Dengan begitu, kamu bisa melakukan langkah pencegahan sejak dini.

Tetapi, apabila kamu ternyata mengalami infeksi atau hal lainnya yang menjadi penyebab bayi berisiko lahir cacat, sebaiknya segera melakukan konsultasi ke dokter, untuk mendapatkan pengobatan yang tepat.

Mungkin akan memakan biaya yang besar, namun itu tidak menjadi kendala apabila kamu memiliki asuransi kesehatan.

Sebab, asuransi kesehatan akan menjamin semua biaya pengobatan dan perawatan selama kamu sakit. Sehingga, nantinya kamu tidak perlu lagi pusing memikirkan besarnya biaya yang harus dibayarkan, karena sudah ditanggung oleh asuransi kesehatan.

Maka dari itu, buat kamu yang belum memiliki asuransi kesehatan, yuk segera mengajukannya secara online melalui CekAja.com.

Di sana, tersedia banyak produk asuransi kesehatan dari perusahaan ternama dan terpercaya, yang bisa kamu pilih sesuai kebutuhan dan kemampuan finansial.

Tidak hanya itu, proses pengajuan di CekAja.com pun sangat mudah, cepat dan aman, karena CekAja.com sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Jadi, tunggu apalagi? Yuk, ajukan asuransi kesehatan terbaikmu sekarang juga!