Cara Mengelola Modal Usaha yang Berasal dari Utang

Tak jarang, dalam memulai usaha kita mengandalkan modal yang didapat dari utang. Lalu, bagaimana cara mengelola modal usaha yang berasal dari utang?

Cara Mengelola Modal Usaha yang Berasal dari Utang

Modal usaha adalah elemen terpenting dalam menjalankan suatu bisnis. Karena sifatnya krusial, setiap pelaku usaha butuh perhitungan yang benar-benar matang sejak awal. 

Akan dipakai apa saja modal tersebut nantinya, tentu harus sesuai dengan rencana keuangan tadi. Semua demi kelangsungan bisnis agar tetap stabil, bahkan mengalami peningkatan dari segi untung. 

Kenyataannya, sebagian besar pengusaha pemula ataupun pro mampu menjadi pengusaha sukses dengan terlebih dahulu berutang.

Pinjaman dari bank itu digunakan tak lain untuk mengoptimalkan kegiatan bisnis, sehingga pengusaha bisa memperoleh keuntungan. Itulah yang disebut utang produktif.

Dengan adanya utang tersebut, otomatis membuat kewajiban finansial semakin bertambah. Sembari terus berjuang menjalankan bisnis, kamu juga perlu lebih ketat mengatur arus kas untuk menyicil angsuran dari utang tersebut setiap bulannya.

Cara Mengelola Modal Usaha yang Berasal dari Utang

Banyak orang alergi dengan utang. Mereka khawatir tidak dapat hidup dengan tenang dan nyaman jika memiliki utang. 

Terlebih dalam menjalankan bisnis, terkadang ada saja masanya pemasukan mengalami fluktualitas. Namun di samping itu, tak selamanya modal usaha dari utang akan ‘mencekik’. 

Lalu bagaimana cara mengelolanya secara efektif? Berikut ini beberapa trik jitunya:

1. Pilih Jenis Utang yang Tepat

Jauh sebelum memutuskan untuk berutang demi modal usaha, pastikan kamu telah memilih jenis utang paling tepat. Sebab, pemilihan jenis hutang yang tidak tepat akan menimbulkan beragam resiko.

Pada dasarnya ada dua jenis hutang, yaitu jangka pendek dan jangka panjang. Utang jangka panjang lebih diminati oleh para pelaku bisnis, karena pertimbangan goal yang harus dicapai dalam waktu lama.

Tenggat waktu pembayaran atau jatuh tempo utang jangka panjang bisa mencapai satu periode akuntansi, yakni satu tahun lebih. 

Pelunasan hutang jangka panjang umumnya dibayar dengan aktiva tidak lancar. Contoh dari aktiva tidak tetap adalah segala macam aset perusahaan seperti saham. 

Sementara bila memilih utang jangka pendek, tentu saja akan merepotkan dalam hal pelunasan yang harus dipenuhi lebih cepat.

Selain itu, kamu juga tidak perlu gegabah memilih bank. Ada beberapa hal yang perlu jadi pertimbangan saat mengajukan pinjaman, seperti bunga yang tidak terlalu besar dan tenor yang panjang. 

Kamu bisa membandingkan produk pinjaman antara bank satu dengan yang lainnya melalui marketplace produk keuangan pertama di Indonesia, CekAja.com.

(Baca juga: 6 Hal yang Sering Ditanyakan saat Ajukan Pinjaman Modal Usaha, Yuk Simak!)

2. Disiplin Membayar Cicilan

Setelah pinjaman dari bank telah didapat, jangan lantas terlena. Tagihan akan terus menghampiri setiap bulannya. 

Namun jangan pula kalut, karena kunci dari mengelola modal yang berasal dari utang adalah hanya dengan disiplin membayar cicilan.

Buat jadwal pembayaran utang, sehingga kamu sudah bisa mempersiapkannya lebih awal. Bila perlu bayar cicilan tersebut sebelum tanggal tempo. 

Kontrol keuangan agar tidak sekalipun menunggak cicilan. Karena sekali saja menunggak akan dikenakan menambah bunga yang cukup besar di bulan berikutnya. 

Motiviasilah diri sendiri, bahwa semakin cepat hutang-hutang terlunasi maka tentu akan semakin cepat pula Anda bebas dari beban finansial yang ada.

3. Menambah Aset

Berhutang saat membangun suatu bisnis juga tidak akan menjadi masalah, jika pada akhirnya kamu bisa menambah aset sebanyak-banyaknya dari situ. 

Sebagai simulasi, kamu mengajukan pinjaman Rp25 juta dengan tenor 12 bulan dan bunga 0 persen.

Pinjaman digunakan untuk memulai suatu usaha butik dan pelunasan utang dilakukan dengan cara dicicil sebesar Rp2 juta per bulan. 

Asumsikan kamu mampu menghasilkan omzet Rp1 juta per hari alias Rp30 juta per bulan. Dengan biaya operasional sebesar Rp25 juta per bulan, kamu memiliki laba bersih sebesar Rp5 juta per bulan. 

Kamu dapat menggunakan laba bersih untuk melunasi cicilan utang setiap bulan, sehingga sisa bersih yang dapat diambil adalah Rp3 juta.

Nah melalui keuntungan tersebut, apabila rutin nantinya kamu jadi bisa menambah aset usaha maupun aset pribadi. 

Sekalipun modal yang diperoleh awalnya dari utang, tapi jelas tidak sia-sia karena hasilnya lebih memuaskan.

4. Perhatikan Rasio Keuangan

Dalam mengajukan pinjaman sebagai modal usaha, umumnya baru bisa dipenuhi jika calon debitur memiliki rasio utang terhadap pendapatan yang cukup baik. Idealnya, rasio utang tersebut adalah sejumlah 30 persen dari total penghasilan.

Maka dari itu, jaga rasio utang ini agar tidak melampaui batas seharusnya. Tahan hasrat untuk menambah utang lagi, sekalipun nominalnya kecil atau bersifat pribadi.

Dengan selalu konsisten menjaga rasio utang dan pendapatan di angka ini, dan membayar cicilan dengan teratur juga bisa berdampak pada skor kredit di SLIK yang menjadi baik dan bebas dari blacklist.

Modal usaha yang berasal dari utang ibarat oase di padang pasir. Terlihat indah dari kejauhan, tetapi bila didekati mungkin tak seindah itu. 

Utang dalam berbisnis adalah hal yang wajar-wajar saja terjadi. Meskipun begitu, perlu juga diperhatikan agar jangan sampai membuat kondisi finansial bisnis malah memburuk.

Jadi, bijaksanalah dalam mengatur utang ini. Hindari menggunakan pinjaman modal bank untuk bisnis yang belum pasti potensinya, karena masih ada kewajiban untuk mengembalikannya lewat cicilan utang.

(Baca juga: 5 Pinjaman Modal Usaha Tanpa Kartu Kredit, Anti Ribet!)

Nah sekarang kamu sudah tahu bagaimana cara mengelola modal usaha yang berasal dari utang. Jadi, jangan takut untuk mengajukan pinjaman modal usaha.

Kamu bisa ajukan kredit tanpa agunan dngan plafon pinjaman hingga ratusan juta dan bunga rendah melalui CekAja.com!

Ada banyak produk KTA yang ditawarkan dan bisa kamu pilih sesuai kebutuhanmu. Berikut beberapa produk KTA dari CekAja.com:

Nah jika sudah menentukan pilihan KTA, segera ajukan secara online melalui CekAja.com. Proses pencairannya pasti aman dan cepat hanya dalam waktu seminggu saja dana sudah bisa kamu terima!