Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

Cek Biaya Urus Sertifikat Rumah di Sini

by Ariesta on 21 Juli, 2017

biaya urus sertifikat rumah _ KPR - CekAja.com

Jika hendak membeli rumah, baik itu secara tunai maupun mencicil, jangan hanya menghitung jumlah yang harus dibayarkan dari harga rumah saja.

Tapi kita juga harus memperhitungkan biaya-biaya lain yang timbul seperti biaya pajak dan pengurusan sertifikat. Bagi kita yang baru pertama kali beli rumah, urusan menghitung biaya sertifikat rumah bisa jadi memusingkan karena biaya yang dibayar tidak hanya satu jenis. Apa saja biaya yang harus dikeluarkan saat mengurus sertifikat rumah?

Cara mengurus sertifikat rumah atau tanah, biaya pengecekan sertifikat

Sebelum proses jual beli dilakukan, calon pembeli rumah harus melakukan pengecekan sertifikat yang dilakukan di kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN). Tujuannya untuk memastikan bahwa sertifikat tanah tidak terkena blokir, penyitaan, atau sengketa lainnya. Jika terkenal blokir, transaksi jual beli tidak bisa dilaksanakan. Jual beli bisa dilakukan dengan syarat blokir sudah diangkat.

Pada prinsipnya, blokir hanya bisa diangkat oleh pihak yang memasang catatan blokir. Kalau blokir dilakukan oleh pengadilan dengan surat resmi maka pengadilan pulalah yang harus mengangkat blokir tersebut dengan surat resmi juga.

Prosedur pengecekan sertifikat tanah di Kantor BPN cukup mudah. Caranya dengan membawa sertifikat asli dan foto kopi, lalu ajukan ke bagian loket. Setelah itu, BPN akan mengeluarkan surat keterangan terkait status sertifikat tanah yang diajukan tersebut.

Biaya pengecekan sertifikat = Rp50.000.

Hitung biaya sertifikat tanah

Sertifikat merupakan surat tanda bukti untuk hak atas tanah, hak pengelolaan, atau hak tanggungan. Terdapat tiga jenis sertifikat tanah yakni sertifikat hak milik (SHM), Hak Guna Bangunan (HGB), atau hanya sebatas Hak Pakai (SHP). Tiga sertifikat tersebut merupakan bukti paling sah atas status kepemilikan tanah tersebut.

(Baca juga: Cara Mengurus Sertifikat Tanah yang Benar)

Namun di antara ketiganya, SHM lah yang paling kuat. SHM berlaku untuk selamanya, berbeda dengan HGB atau SHP yang harus diperbarui tiap beberapa tahun sekali. Berikut biaya yang timbul saat membuat sertifikat tanah.

Pelayanan Pengukuran

  1. Luas Tanah sampai 10 hektar, Tu = ( L / 500 × HSBKu ) + Rp100. 000
  2. Luas Tanah di atas 10 hektar s/d 1.000 hektar, Tu = ( L / 4.000 × HSBKu ) + Rp14.000.000
  3. Luas Tanah di atas 1.000 hektar, Tu = ( L / 10.000 × HSBKu ) + Rp134.000.000,

Pelayanan Pemeriksaan Tanah

  1. Tpa = ( L / 500 × HSBKpa ) + Rp350.000
  2. Pelayanan Pendaftaran Tanah
  3. Pendaftaran untuk pertama kali Rp50.000
  4. Biaya Transportasi, Konsumsi dan Akomodasi Biaya TKA, ditanggung sendiri oleh pemohon
  5. Biaya Sertifikasi Tanah

*Tu (tarif ukur), L (luas tanah), HSBku (harga satuan biaya khusus kegiatan pengukuran, berbeda-beda tiap daerah), HSBKpa (Harga satuan Biaya Khusus Panitia Penilai A), HSBKpb (Harga Satuan Biaya Khusus Panitia Penilai B)

Contoh

Kamu membeli sebidang tanah seluas 200 m2 di Bogor dengan harga jual Rp250 Juta. HSKBku untuk tanah di wilayah Jawa Barat non pertanian adalah Rp100.000. Sedangkan HSBKa wilayah Jawab Barat adalah Rp20.000. (Baca: Biaya yang Mesti Dikeluarkan Ketika Mengurus Sertifikat Tanah)

  • Biaya pengukuran tanah dan bangunan:

Tu = (250/ 500 × Rp100.000) + Rp100.000 = Rp150.000

  • Biaya pemeriksaan tanah:

Tpa = (250/500 × Rp20.000) + Rp350.000 = Rp360.00

  • Biaya pendaftaran tanah pertama kali adalah Rp50.000
  • Biaya transportasi dan konsumsi petugas pengukur tanah adalah Rp250.000

Jumlah: Rp150.000 + Rp360.000 + Rp50.000 + Rp250.000 = Rp810.000

Cara hitung BPHTB

BPHTB harus dibayarkan sebelum akta jual beli ditandatangani. BPHTB dikenakan bukan hanya pada saat terjadinya jual-beli, melainkan juga terhadap setiap perolehan hak atas tanah dan bangunan, seperti tukar-menukar, hibah, waris, dan lain-lain.

Dasar perhitungan BPHTB adalah nilai transaksi atau Nilai Perolehan Objek Pajak (NPOP) dikurangi Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NPOPTKP), lalu dikalikan 5%. Besarnya NPOPTKP berbeda untuk tiap daerah. Di DKI Jakarta besaran NPOPTKP adalah Rp80 juta sedangkan di Bogor Rp60 juta.

Jika membeli tanah di Bogor, makan perhitungannya sebagai berikut.

BPHTB = (NPOP – NPOPTKP) x 5%

BPHTB = (Rp250.000.000 – Rp60.000.000) x 5% = Rp9.500.0000

TOTAL yang harus dibayarkan

= Rp50.000 + Rp810.000 + Rp9.500.000 = Rp10.360.000

Jadi, bagaimana? Sudah jelas bagaimana cara menghitung biaya untuk mengurus sertifikat properti? Bila belum jelas, coba saja hubungi kantor notaris terdekat yang bisa menjelaskan secara detail biaya-biaya yang diperlukan. Pasalnya, setiap pengurusan selalu ada biaya-biaya tambahan, yang biasanya terkait jasa dari pihak yang didelegasikan untuk mengurus.

Namun, bila sudah jelas dan segera ingin membeli rumah, segera ajukan langsung kredit pemilikan rumah di sini.

Tentang Penulis

Kartu Kredit

Kredit & Pinjaman

Asuransi

Investasi

UKM

Info & Blog

Tentang Kami