Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

4 menit waktu bacaan

CekSkor, Layanan Credit Scoring CekAja akan Dirilis Awal 2020

by Gito on 24 September, 2019

PT Puncak Finansial Utama, pemilik marketplace finansial CekAja.com pada tahun depan bakal memiliki lini bisnis baru. Dengan maksud memberikan pelayanan yang komprehensif kepada nasabah, perusahaan akan merilis bisnis credit scoring yang dapat digunakan oleh nasabahnya

President Director CekAja.com Agatha Simanjuntak mengatakan ke depan, perusahaan memiliki beberapa rencana besar, salah satunya adalah credit scoring. “Kami juga baru saja mengakuisisi id/x untuk membantu melakukan scoring,” katanya saat konferensi pers di Indonesia Fintech Summit Expo 2019 di Jakarta, Selasa (24/9).

Lebih lanjut dirinya mengatakan aksi itu dilakukan bersama dengan salah satu investor CekAja.com, Experian yang memang sudah berpengalaman di bidang skor kredit. Meski begitu, perusahaan akan tetap terus mengembangkan bisnis utamanya sebagai marketplace financial terbesar di Indonesia.

Melalui layanan credit scoring juga dikatakan Agatha dapat membantu petani dan juga nelayan untuk mendapatkan layanan keuangan.

CekAja.com sendiri secara grup sudah beroperasi di Filipina melalui eComparemo. Perusahaan juga terus mengembangkan kerjasama dengan Lembaga keuangan lain seperti bank dan juga perusahaan asuransi untuk memasarkan produk-produk keuangan seperti kartu kredit, kredit tanpa agunan dan juga asuransi.

Chief Growth Officer CekAja.com Yos Vincenzo menambahkan Credit Scoring bukanlah barang baru di Indonesia. Hampir seluruh Lembaga keuangan melakukan prinsip credit scoring.

Namun layanan yang akan diluncurkan oleh perusahaan berbeda dengan yang sudah ada sebelumnya, melalui layanan anyar itu CekAja.com mampu memberikan alternatif scoring.

“Setiap bang pasti memiliki kriteria nasabah. Nah pasti ada calon nasabah yang bank tidak memiliki datanya dan tidak terlayani,” tambahnya

Melalui layanan baru itu lanjut Yos, perusahaan menyediakan tambahan data sebagai bahan analisis bank untuk melakukan penilaian. Contohnya menggunakan data Telekomunikasi.

Misalnya calon nasabah memiliki pola dalam penggunaan teleponnya, pembayarannya. Hal itu bisa menjadi pertimbangan bagi bank dalam memberi layanan keuangan atau tidak.

Disamping itu konsumen juga bisa menggunakan credit scoring sebagai alternatif mencari produk keuangan. “Kami mau menjadi data agregator dalam skor kredit ini. Kami tidak menggantikan skor kreditnya perbankan, tapi coba sajikan pengolahan data alternatif. Final call nya tetap di perusahaan finansial. Kita nambahin data,” ungkap Yos.

Jika ditilik lebih jauh, terdapat banyak masyarakat Indonesia yang mendapatkan fasilitas pinjaman sampai miliaran rupiah dari Lembaga perbankan. Dengan jumlah pinjaman yang tidak sedikit, tentunya bank memberikan treatment special kepada nasabah tersebut.

(Baca juga: Ini 3 Perusahaan Credit Scoring Terbesar di Dunia)
Edukasi Layanan Keuangan

Melalui credit scoring juga, CekAja.com ingin memberikan pelayanan kepada seluruh warga Indonesia. Fungsi edukasi juga terbenam dalam layanan tersebut, karena dengan sendirinya akan terbangun etos untuk melakukan pembayaran kredit sesuai tenggat waktu.

Jika pembayaran kredit lancar, maka skor kredit yang didapatkan akan baik. Namun begitu pula sebaliknya, skor rendah akan didapatkan jika pembayaran kredit tidak sesuai dengan tenggat waktu.

“Semuanya tentu ingin 100% inclusion. Tapi untuk ngumpulin data, bagaimana bisa campaign ke desa-desa seluruh indonesia. Kita kasih tahu dulu. Lalu kita tunjukkan cara pakai CekSkor,”jelas Yos.

Memang perlu diakui saat ini layanan credit scoring baru ada di kota-kota besar. Hal itu merupakan salah satu upaya mitigasi risiko sekaligus memanage kemungkinan risiko yang timbul. Perihal keamanan data, Yos mengatakan hal tersebut kembali ke kebutuhan nasabah.

Jika nasabah memerlukan produk seperti kartu kredit ataupun KTA, akan diperlukan data dan juga persetujuan dari nasaba bersangkutan. JIka hal itu tidak terpenuhi, maka proses scoring tidak dapat dilakukan.

Flownya harus ada request dari customer untuk dapatkan produk keuangan, lalu kita minta persetujuannya,” tegas Yos.

(Baca juga: OJK Restui Pemanfaatan Credit Scoring untuk Genjot Penyaluran Kredit di Indonesia)
IFSE 2019

Dalam Indonesia Fintech Summit Expo (IFSE) 2019, CekAja.com ikut berpartisipasi untuk mendorong tingkat literasi keuangan masyarakat. Ketua Harian Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) Mercy Simorangkir menjelaskan Asosiasi Fintech menyelenggarakan inovasi keuangan digital. Backbone sebelumnya adalah pendanaan bersama.

“Melalui skor kredit ini dapat menganalisa kualitas kredit nasabah. Kita mau masyarakat inklusif. Tapi ternyata ada orang-orang yang belum terlayani produk keuangan, di daerah dan luar jawa,” tuturnya.

Karena sebenarnya lanjut Mercy adalah bagaimana fintech bisa memberikan solusi tentang seberapa besar risiko yang dapat diukur dari masyarakat yang membutuhkan pinjaman, seperti petani dan juga nelayan.

“Fintech jadi solusi, dan skor kredit masuk inovasi keuangan digital dari 15 klaster fintech di OJK. CekAja.com membantu literasi keuangan. Karena menyajikan produk keuangan yang dibutuhkan konsumen. Kami sangat mendukung financial literacy di Indonesia,” tutupnya.

Tentang Penulis

Gito

Veritas Vos Liberabit