Corona Tanpa Gejala, Bagaimana Cara Deteksi dan Siapa yang Masuk Kategori Tersebut?

4 min. membaca Oleh Estrin Vanadianti Lestari on

Merebaknya virus Covid-19 alias virus corona di sejumlah negara, membuat banyak istilah-istilah baru terkait corona yang perlu diketahui. Terlebih, baru-baru ini istilah Orang Tanpa Gejala (OTG) juga sering terdengar. Lantas, apa pengertian OTG, yang disebut bisa tularkan corona tanpa gejala, dan bagaimana cara deteksinya?

corona tanpa gejala

Sebelum membahas lebih dalam terkait penularan corona tanpa gejala dan cara deteksinya, mari simak dulu pengertian dari OTG itu sendiri.

Pengertian Istilah OTG

Sebagaimana Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Coronavirus Dideade (Covid-19), yang dikeluarkan Kemenkes, OTG atau Orang Tanpa Gejala merupakan seseorang yang tidak bergejala tetapi berisiko telah tertular virus corona dari pasien Covid-19.

Tidak hanya itu, OTG juga pernah memiliki kontak erat (kontak fisik, berada dalam satu ruangan dengan pasien corona, pernah berkunjung, bertemu dalam radius 1 meter) dengan kasus positif corona.

(Baca Juga: Tangkal Corona, Intip 7 Cara Meningkatkan Imunitas Anak)

Siapa Saja Orang yang Termasuk Kontak Erat?

Pedoman Pencegahan dan pengendalian Coronavirus Disease (Covid-19), dalam versi terbarunya mennjelaskan tentang orang-orang yang termasuk kontak erat. Di mana menurut Kemenkes, individu atau orang dengan kategori ini, masuk dalam kategori kontak erat, yakni:

  • Petugas media

Petugas kesehatan yang bekerja di rumah sakit, merupakan orang yang masuk dalam kategori kontak erat. Di mana mereka yang memeriksa, merawat, mengantarkan, dan membersihkan ruangan tempat perawatan khusus pasien corona, tanpa menggunakan APD (alat pelindung diri) sesuai standar.

  • Berada dalam satu ruangan dengan pasien virus corona

Selanjutnya, adalah orang yang berada dalam satu ruangan dengan pasien corona. Bukan hanya di rumah sakit, tapi juga ketika berapa di tempat kerja, kelas, rumah, atau ketika mengikuti acara besar, dalam 2 hari sebelum pasien tersebut mengalami gejala dan hingga 14 hari setelahnya.

  • Orang yang berpergian dengan pasien virus corona

Selain itu, orang yang bepergian bersama dengan pasien corona (dalam radius 1 meter), dengan segala jenis angkutan atau kendaraan, dalam 2 hari sebelum pasien mengalami gejala, hingga 12 hari setelah timbul gejala.

Lantas Bagaimana dengan Pasien Corona Tanpa Gejala? Dan Bagaimana Cara Deteksinya?

Virus yang tak terlihat ini memang membuat siapapun tak menyadari jika virus ini, ternyata telah menjangkit tubuh kamu. Pasalnya, jika imun tubuh kuat atau kamu masih muda, mungkin saja kamu terjangkit corona namun tidak bergejala. Sehingga kamu hanya menjadi perantara penularan virus.

Adakah Ciri-ciri yang Bisa Dilihat Terkait Corona Tanpa Gejala?

Dari seluruh pasien positif virus corona di Indonesia, data mengungkapkan bahwa 70 persen diantaranya terinfeksi corona tanpa gejala dan bisa tularkan virus. Sehingga, masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati dalam berinteraksi.

Nah, perlu diketahui juga bahwa orang yang seperti ini dalam dunia medis disebut ‘carrier’ atau pembawa. Berikut cara deteksi penularan corona tanpa gejala.

  • Tanpa gejala

Seperti yang sudah dibahas sebelumnya, bahwa rata-rata orang yang terjangkit virus corona tidak merasakan sakit, seperti apa yang seharusnya. Sehingga, kamu bisa disebut sebagai carrier virus tanpa gejala.

Sehingga, meski kamu tidak merasa sedang sakit, atau sakit tetapi tidak sama dengan gejala virus corona, sebaiknya gunakanlah masker. Jika hanya untuk mencegah penularan (bukan benar-benar sakit), kamu bisa menggunakan masker kain bukan masker medis.

Karena, kita tidak pernah tahu, diri kita sendiri atau orang lain sedang membawa virus atau tidak. Gunakanlah masker sebagai pelindung diri dari penularan orang tanpa gejala.

  • Usia Muda

Dilansir cnnindonesia.com dari laman Stat News, pada Februari 2020, otoritas kesehatan China merilis publikasi terkait statistik pasien corona. Dalam statistik tersebut menyebutkan bahwa ada lebih 44 ribu kasus terkontaminasi, dan ‘hanya’ sekitar 1 persen anak-anak berusia 9 tahun ke bawah yang sakit, serta tidak ada satu pun dari mereka yang meninggal.

Sehingga, bisa disimpulkan bahwa usia muda merupakan salah satu ciri yang masuk dalam kategori orang tanpa gejala, dan sebagai pembawa virus. Berbeda dengan kasus yang terjadi pada orang dewasa hingga manula. Setidaknya ada sebanyak 20 persen orang dewasa, berusia 80 tahun ke atas yang terinfeksi dan meninggal.

  • Kehilangan Indera Perasa

Ciri selanjutnya dari orang yang menjadi pembawa virus corona tanpa gejala adalah hilangnya kemampuan penciuman. Di mana mereka yang terinfeksi virus terutama pada orang yang tidak memiliki gejala yang nampak, akan kehilangan indera perasa seperti penciuman, atau dalam bahasa medisnya biasa disebut anosmia.

Bahkan, jika kamu merasakan hal-hal seperti anosmia, hal tersebut bisa dijadikan sebagai cara mendeteksi kemungkinan infeksi corona. Sehingga, jika kamu menemukan gejala seperti ini, sebaiknya pertimbangka untuk melakukan tes dan mengisolasikan diri.

(Baca Juga: Walaupun di Rumah Aja, 7 Ide Pesta Ulang Tahun Ini Bikin Anak Happy!)

Coba Deteksi Virus Corona Diri Sendiri, dengan Cara Berikut:

  • Tahan napas selama 10 detik atau lebih. Jika kamu batuk, sesak atau merasa tak nyaman, kemungkinan besar ada masalah di saluran pernapasan kamu. Namun, jika kamu mampu melakukan hal tersebut tanpa batuk, bukan berarti kamu terbebas dari virus corona, atau penyakit paru-paru lainnya.
  • Merasa sakit, di antaranya seperti batuk kering, sering merasa lelah, dan demam. Untuk beberapa orang mungkin bisa berkembang ke beberapa bentuk penyakit seperti pneumonia.
  • Cara deteksi yang paling manjur adalah dengan melakukan tes laboratorium. Jadi apapun ciri-ciri yang kamu khawatirkan, akan kamu ketahui jawabannya jika kamu tes di lab. 

Nah, tidak mau bukan, jika kamu termasuk salah satu orang yang menularkan virus corona tanpa gejala? Agar hal tersebut tidak terjadi pada kamu, dan menularkan ke keluargamu, jangan lupa selalu hidup sehat jaga kesehatan dan kebersihan, serta mengisolasikan diri.

Salah satu cara yang bisa kamu lakukan, untuk melindungi diri dan keluarga dari virus corona adalah dengan mendaftarkan asuransi kesehatan. Dengan memiliki asuransi kesehatan, kamu jadi terlindungi dari berbagai macam ancaman seperti virus corona.

Selain itu, ada banyak manfaat dan keuntungan, yang bisa kamu dapatkan juga dari asuransi kesehatan. Untuk soal premi, fasilitas, hingga jangka waktu, kamu bisa pilih  sesuai kebutuhan,

Yuk, tunggu apa lagi, segera ajukan asuransi kesehatan pilihanmu, hanya di CekAja.com!