Faktor Yang Mempengaruhi Suku Bunga KTA Yang Perlu Nasabah Ketahui

7 min. membaca Oleh Teti Purwanti on

Pernahkah kamu menyadari bahwa ada perbedaan suku bunga pinjaman seperti produk KTA yang diberikan antara satu perbankan ataupun lembaga keuangan dengan lembaga lainnya?

faktor yang mempengaruhi suku bunga

Setiap penyalur kredit biasanya memiliki kebijakan dan pengaturan suku bunga yang berbeda-beda. Oleh karena itu, sebelum kamu mengajukan pinjaman KTA, ada baiknya untuk membandingkan terlebih dahulu suku bunga dan biaya-biaya lain yang diberikan satu perbankan dengan yang lainnya untuk mendapatkan biaya yang termurah.

Tapi, apakah kamu tahu faktor apa saja yang bisa mempengaruhi suku bunga pinjaman seperti KTA di suatu perbankan atau lembaga keuangan?

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi perbedaan suku bunga tersebut yang perlu kamu pahami sebelum mengajukan pinjaman ke lembaga keuangan.

Kebutuhan dana yang berbeda di masing-masing perbankan

Sebagai lembaga keuangan, bank berfungsi untuk menghimpun dana masyarakat dalam bentuk tabungan. Untuk kemudian disalurkan kembali ke masyarakat dalam bentuk pinjaman.

Dalam upaya untuk memenuhi kebutuhan dana, bank melakukan berbagai cara untuk bisa memenuhinya. Salah satunya melalui kebijakan peningkatan suku bunga baik untuk tabungan, giro, ataupun deposito sebagai dana pihak ketiga (DPK).

Dengan suku bunga tabungan dan deposito yang meningkat, diharapkan banyak masyarakat yang tertarik untuk menyimpan uang mereka di bank tersebut. Sehingga kemudian bisa disalurkan dalam bentuk pinjaman.

Sebagai konsekuensi dari peningkatan suku bunga simpanan untuk dana pihak ketiga tersebut, biasanya akan diikuti dengan naiknya suku bunga pinjaman.

Begitupun sebaliknya, apabila bank merasa sudah menghimpun banyak DPK namun permintaan akan kredit sedikit, mereka akan menurunkan suku bunga DPK agar tidak membebani bank.

Oleh karena itu, meskipun bank memiliki acuan yang sama yaitu BI 7 Day Reverse Repo Rate. Namun setiap perbankan bisa jadi memiliki bunga simpanan dan pinjaman yang berbeda-beda. Tergantung dari ketersediaan dana pada masing-masing bank tersebut.

(Baca Juga: Mengenal KTA Online Pinjaman Pribadi Dengan Waktu Proses 24 Jam)

Perbedaan dari target laba masing-masing bank

Sebagai lembaga keuangan yang profit oriented, bank tentu saja memiliki target keuntungan yang harus mereka capai. Mereka biasanya menentukan target pencapaian laba secara bulanan, triwulanan, per semester hingga target per tahun.

Salah satu peran perbankan memperoleh keuntungan adalah dari bunga pinjaman. Sebelum menentukan berapa bunga pinjaman bank yang dipublish, bank akan memproyeksikan melalui target laba yang ditentukan.

Karena tiap bank bisa jadi memiliki target laba yang berbeda-beda, maka bunga pinjaman masing-masing bank juga bisa berbeda-beda. Meski tidak boleh bergerak terlalu jauh dari suku bunga acuan yang ditentukan oleh BI. Hal ini untuk menjaga agar persaingan antar bank tetap terjaga sehat.

Berbedanya kualitas collateral

Tiap debitur memiliki kualitas jaminan yang berbeda. Ada yang mengagunkan BPKB kendaraan, ada yang mengagunkan SHM atas rumah dan tanah, ada yang mengagunkan suatu proyek yang sedang berlangsung dan lain sebagainya.

Kualitas jaminan tersebut berpengaruh terhadap bunga pinjaman yang akan mereka dapatkan. Sebelum mendapatkan pinjaman, Account Officer (AO) perbankan akan melakukan survei terhadap jaminan yang akan diagunkan.

Semakin sebuah jaminan dirasa liquid atau mudah dilelang atau mudah dicairkan. Semakin rendah bunga pinjaman yang diberikan kepada debitur, demikian berlaku sebaliknya.

Karena pertimbangan AO di satu bank dengan bank lainnya bisa jadi berbeda, maka bunga pinjaman yang diberikan di satu bank dengan bank lainnya bisa jadi berbeda pula.

Perbedaan jangka waktu pinjaman

Perbedaan jangka waktu pinjaman tidak hanya berpengaruh terhadap jumlah cicilan yang kita bayarkan setiap bulannya, namun juga menjadi bahan pertimbangan bagi AO untuk menetapkan bunga pinjaman yang layak dikenakan kepada debitur.

Semakin panjang jangka waktu pinjaman yang kita ajukan, akan semakin besar terjadinya resiko kredit macet menurut bank. Apabila resiko yang akan bank tanggung semakin besar, maka semakin besar bunga pinjaman yang akan bank terapkan untuk debiturnya.

Hal sebaliknya juga berlaku untuk pinjaman dengan jangka waktu yang lebih pendek. Sehingga semakin panjang jangka waktu pinjaman, maka semakin besar bunga pinjaman dan semakin pendek jangka waktu pinjaman, maka semakin kecil bunga pinjaman yang dikenakan bank.

 

Reputasi perusahaan peminjam yang berbeda juga berpengaruh pada bunga

Untuk calon debitur yang mengatasnamakan perusahaan, maka reputasi perusahaan akan berpengaruh terhadap besaran bunga yang akan ditetapkan.

Reputasi perusahaan tersebut dapat dilihat dari arus keuangan perusahaan yang sehat, kelancaran usaha, budaya kerja yang baik dan kegiatan perusahaan yang mengikuti peraturan dari pemerintah.

Semakin terjamin reputasi suatu perusahaan, maka kepercayaan perbankan akan semakin besar. Semakin percaya bank kepada perusahaan tersebut, maka resiko dirasa semakin rendah. Hal ini membuat bank akan menimpakan bunga pinjaman yang rendah dibandingkan dengan perusahaan dengan reputasi yang masih diragukan.

Relasi kedekatan nasabah dengan perbankan

Hubungan baik nasabah sebagai debitur dengan perbankan juga direkam dengan baik oleh perbankan. Maka pihak bank biasanya merekam dengan baik nasabah-nasabah dengan karakter yang baik dan sudah teruji.

Salah satu perbankan terbesar di Indonesia yang memiliki jaringan di desa-desa terpencil sangat baik menerapkan hal ini. Karena hubungan nasabah dan pegawai bank yang akrab dan memiliki suasana kekeluargaan.

Semakin karakter kita teruji baik, maka pihak Bank tidak akan ragu memberikan pinjaman dengan bunga rendah. Karena kita dirasa memiliki resiko yang rendah untuk kredit yang macet.

Jenis-jenis bunga pinjaman di bank

Berdasarkan sifatnya, ada dua jenis suku bunga kredit yang berlaku di Indonesia. Antara lain suku bunga tetap dan suku bunga mengambang.

Penjelasan dari dua jenis suku bunga tersebut antara lain:

Suku bunga tetap (fixed)

Yang dimaksud dengan suku bunga tetap (fixed) adalah suku bunga yang jumlahnya tidak berubah selama periode kredit. Umumnya besar suku bunga ini dicantumkan secara jelas di perjanjian kredit bahwa suku bunga tidak akan berubah hingga akhir periode kredit.

Sebagai contoh jika suku bunga kredit ditetapkan antara bank dan nasabah adalah 10%, maka sepanjang periode cicilan kredit perhitungan bunga berdasarkan suku bunga 10%.

Keuntungan dari suku bunga tetap adalah ketika suku bunga pasar meningkat, maka jumlah bunga yang perlu dibayarkan nasabah tidak meningkat. Nasabah masih tetap membayar cicilan yang sama.

Sedangkan sebaliknya, apabila suku bunga pasaran menurun maka inilah kerugiannya. Nasabah harus membayarkan bunga lebih tinggi dari pasaran. Produk bank yang menggunakan suku bunga ini antara lain adalah KTA, kredit pemilikan rumah (KPR) (pada beberapa periode pertama), kredit motor, kredit mobil, dan kredit jangka pendek lainnya.

Suku bunga mengambang (floating)

Suku bunga mengambang adalah suku bunga yang selalu berubah-ubah dari periode ke periode berdasarkan dengan dinamika suku bunga pasaran. Jadi apabila suku bunga pasar naik, maka suku bunga kredit untuk produk tersebut akan naik juga, begitu juga sebaliknya.

Keuntungan dari sifat suku bunga ini adalah nasabah tidak perlu khawatir terhadap resiko suku bunga nasabah terlalu tinggi dibandingkan pasaran atau terlalu rendah.

Sedangkan kerugiannya, nasabah tidak dapat menikmati keuntungan kompetitif dari suku bunga pasaran seperti dari suku bunga fixed.

Suku bunga ini sering ditetapkan untuk produk bank seperti KPR setelah periode suku bunga tetap (fixed) berlalu, kredit modal kerja, usaha ataupun kredit jangka panjang lainnya.

Jadi, untuk KPR bank akan menerapkan kedua jenis suku bunga diatas. Seperti contohnya suku bunga KPR dua tahun pertama bersifat tetap 8% dan tahun kemudiannya bersifat mengambang berdasarkan suku bunga pasaran.

Sementara itu, berdasarkan perhitungannya, ada tiga jenis suku bunga kredit di sistem perbankan

Suku bunga flat

Suku bunga flat adalah jenis suku bunga yang perhitungan bunganya dikalkulasikan dari jumlah pokok awal pinjaman untuk setiap periode cicilan.

Sedangkan untuk pokok pinjaman akan dibagikan atau dicicilan secara proposional berdasarkan jangka waktu kredit. Jadi suku bunga ini memiliki ciri-ciri jumlah bunga dan cicilan pokok yang tetap. Sehingga angsurannya sama untuk setiap bulannya.

Suku bunga efektif

Suku bunga efektif merupakan kebalikan dari suku bunga flat. Jadi perhitungan bunganya dikalkulasikan dari sisa jumlah pokok pinjaman.

Dengan demikian, jumlah porsi bunga yang dibayarkan akan menurun sedangkan porsi cicilan pokok pinjaman tetap. Sehingga angsuran akan menurun setiap bulannya.

Umumnya sistem bunga efektif ini diterapkan untuk produk kredit perbankan seperti kredit rumah, kredit investasi, ataupun kredit dengan agunan.

Suku bunga anuitas

Suku bunga anuitas merupakan modifikasi dari suku bunga efektif dengan jumlah angsuran yang sama untuk setiap bulannya. Cara perhitungan suku bunga anuitas sama dengan suku bunga efektif dimana bunganya dikalkulasikan dari sisa jumlah pokok pinjaman.

Akan tetapi untuk membuat jumlah angsuran yang sama setiap bulannya, maka jumlah porsi bunga yang dibayarkan akan menurun sedangkan porsi cicilan pokok pinjaman meningkat. Jadi pada awal angsuran, pembayaran porsi bunga akan lebih besar kemudian perlahan-lahan mengecil di akhir jangka waktu.

Tujuan modifikasi ini sebenarnya agar nasabah tidak pusing dengan berubah-ubah jumlah angsuran setiap bulannya. Oleh sebab itu, bank lebih sering menggunakan suku bunga anuitas untuk pinjaman yang sama dengan suku bunga efektif seperti kredit rumah, kredit investasi, dan kredit dengan agunan.

Dengan memahami suku bunga pinjaman tersebut, semoga bisa membantu kamu dalam melakukan kalkulasi keuangan sebelum memutuskan untuk mengajukan pinjaman.

Ajukan KTA CTBC Dana Cinta Untuk Segala Kebutuhan

Bagaimana, apakah sudah mengerti tentang suku bunga KTA? Kini hadir KTA CTBC Dana Cinta yang memberikan pinjaman hingga 200 juta rupiah dengan bunga yang lebih terjangkau. Yuk segera ajukan pinjaman mu bersama KTA CTBC Dana Cinta.

Tentang kami

Teti Purwanti

Teti Purwanti