Ini Jenis-jenis Fintech di Indonesia, Sudah Tahu?

4 min. membaca Oleh Ayunindya Annistri on

Jenis-jenis fintech di Indonesia ada baiknya kamu ketahui, terlebih jika sering menggunakan layanan keuangan ini. Soalnya layanan fintech sebenarnya enggak cuma P2P Lending saja.

Pengertian Fintech

Pertumbuhan layanan financial technology atau biasa disebut fintech di Indonesia bisa dibilang sangat pesat.

Setiap tahunnya, ada saja lembaga pembiayaan baru yang muncul guna membantu memenuhi kebutuhan dana bagi masyarakat.

Dari kegunaannya itu, secara tak langsung kita bisa tahu apa sebenarnya pengertian dari fintech.

Sederhananya, fintech merupakan sebuah layanan yang bergerak di bidang jasa keuangan berbasis teknologi.

Lembaga pembiayaan ini semakin unggul karena suguhan fiturnya yang dapat diakses secara online.

Alhasil, tak sedikit dari masyarakat Indonesia yang akhirnya mulai tertarik untuk mencoba layanan fintech, terutama generasi milenial yang melek finansial.

3 Regulasi Fintech di Indonesia

Mengutip dari laman Online Pajak, tiap jenis-jenis fintech di Indonesia sudah memiliki regulasi tersendiri dari Bank Indonesia.

Landasan hukumnya tertuang dalam 3 aturan resmi, diantaranya:

  • Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 18/22/DKSP perihal Penyelenggaraan Layanan Keuangan Digital
  • Peraturan Bank Indonesia Nomor 18/17/PBI/2016 tentang Uang Elektronik
  • Peraturan Bank Indonesia Nomor 18/40/PBI/2016 tentang Penyelenggaraan Pemrosesan Transaksi Pembayaran

Adanya landasan hukum untuk tiap jenis-jenis fintech di Indonesia ini diharapkan bisa memberikan rasa aman, terutama bagi penggunanya dalam melakukan berbagai aktivitas finansial.

(Baca Juga: 6 Jenis Lembaga Pembiayaan dan Contohnya)

Manfaat Layanan Fintech

Membahas tentang jenis-jenis fintech di Indonesia gak afdal rasanya kalau belum memaparkan tentang manfaat dari layanan ini.

Ya meskipun masih ada juga golongan masyarakat yang kurang yakin akan layanan fintech karena takut tertipu.

Selama telah mengantongi izin dari OJK, dan memiliki informasi yang pasti mengenai lembaganya hingga besaran biaya layanannya, menggunakan jasa fintech untuk mendapatkan kucuran dana segar rasanya bukanlah hal yang salah.

Dan berikut manfaat dari layanan financial technology:

  • Membantu inklusi keuangan

Adanya jenis-jenis fintech di Indonesia diharapkan dapat mendukung inklusi keuangan nasional agar bisa mencapai target yang ditetapkan oleh Dewan Nasional Keuangan Inklusi, yakni sebesar 75 persen.

Dari tujuan itulah, layanan financial technology diharapkan dapat berkembang pesat dan memenuhi target, mengingat basis layanan dari lembaga pembiayaan ini adalah online.

  • Kemudahan untuk mengakses layanan

Layanan keuangan online dinilai jauh lebih efektif dan mudah untuk menjangkau hampir seluruh masyarakat, terutama generasi milenial.

Tak perlu lagi repot mendatangi bank, masyarakat sudah bisa mengirim uang atau bahkan mendapatkan dana tunai dari perusahaan berbasis financial technology.

  • Membantu masyarakat mendapatkan pinjaman berbunga rendah

Yang membuat layanan fintech kian berbeda dari bank adalah suku bunga dari pinjaman yang diberikan.

Ya, rata-rata perusahaan fintech menetapkan suku bunga yang jauh lebih rendah terhadap debiturnya.

Sehingga mereka bisa mendapatkan dana tunai untuk berbagai kebutuhan, termasuk pula sebagai modal usaha.

Ciri-ciri Fintech Legal

Meski memiliki banyak manfaat, namun kamu tetap harus memperhatikan kembali layanan dari perusahaan fintech yang bakal digunakan.

Sebab sekarang ini banyak sekali kasus penipuan berkedok lembaga pembiayaan, yang justru membuat debitur merugi karena beban bunganya terlampau besar.

Oleh karena itu, sebelum menggunakan layanan fintech, setidaknya ketahui dulu beberapa ciri-ciri dari fintech legal yang pasti aman dan terdaftar OJK. Berikut diantaranya:

  • Menyertakan persyaratan pengajuan yang masuk akal, seperti melampirkan KTP, NPWP, bukti riwayat kredit, serta SIUP khusus pebisnis
  • Transparan dalam hal biaya dan bunga
  • Memiliki situs resmi yang bisa diakses oleh nasabah
  • Memiliki kontak yang jelas dan bisa dihubungi kapan saja sesuai jam kerja

(Baca Juga: 5 Pinjaman Tanpa Jaminan Online)

Jenis-jenis Fintech di Indonesia

Nah, tadi kan sudah kita bahas mengenai pengertian, landasan hukum, manfaat, sampai ciri-ciri dari fintech legal.

Sekarang di poin ini, CekAja bakal mengulas tentang topik utamanya yaitu jenis-jenis fintech di Indonesia, dan berikut informasinya.

1. Peer to Peer Lending (P2P)

Jenis-jenis fintech di Indonesia yang pertama dan pastinya sudah tak asing lagi di kalangan masyarakat adalah peer to peer lending atau biasa disingkat P2P.

Fintech ini menyediakan layanan pemberian dana dan peminjaman di satu platform yang sama.

Sederhananya, P2P adalah sebuah layanan pembiayaan yang mempertemukan antara investor dan yang membutuhkan dana.

Layanan berbasis P2P lending ini bisa dibilang cukup banyak diminati.

Sebab, bukan hanya peminjam saja yang untung, namun juga investor, karena mendapat bunga dari dana pinjaman yang diberikan.

Adapun yang termasuk P2P lending di Indonesia antaranya Investree dan KoinWorks.

2. Manajemen Risiko dan Investasi

Manajemen risiko dan investasi juga termasuk dalam jenis-jenis fintech di Indonesia yang mungkin namanya masih terdengar asing bagi kamu.

Jenis yang satu ini fungsinya untuk memantau kondisi keuangan, sekaligus dapat digunakan untuk melakukan perencanaan finansial dalam bentuk trading maupun asuransi. Pelayanannya sendiri hampir serupa dengan robo adviser.

Contoh dari perusahaan manajemen risiko dan investasi adalah Bareksa, Bibit, dan Cekpremi.

3. E-aggregator

Berbeda dengan jenis-jenis fintech di Indonesia yang sebelumnya, e-aggregator justru lebih kepada sebuah platform yang bisa digunakan masyarakat untuk mencari informasi, maupun mengambil keputusan mengenai produk finansial yang akan dipilih.

Fintech ini biasanya memiliki portal resmi, di mana terdapat sederet informasi yang berhubungan dengan produk keuangan. Contohnya seperti CekAja dan Tunaiku.

4. Payment, clearing dan settlement

Terakhir, yang juga termasuk dalam jenis-jenis fintech di Indonesia adalah payment, clearing dan settlement.

Fintech ini menyediakan layanan pembayaran, baik yang dilakukan oleh perbankan maupun Bank Indonesia.

Adapun contoh dari layanan payment, clearing, dan settlement adalah iPaymu dan Kartuku.

Nah itu dia informasi mengenai dunia fintech dan jenis-jenisnya yang beredar di Indonesia.

Seperti yang tadi sudah dibahas, CekAja termasuk salah satu fintech yang tugasnya memberikan perbandingan produk keuangan.

Jadi, kalaupun kamu tertarik untuk mengajukan pinjaman dana, jangan ragu untuk langsung menggunakan layanan dari CekAja.com ya.

Yang pasti, perusahaan kami sudah mengantongi izin dari OJK, sehingga aman untuk digunakan.

Produk pinjaman di CekAja sangat beragam, bahkan dari mitra bank ternama, yang tentunya berbunga rendah dan proses pengajuan cepat.

Kamu hanya perlu menyertakan dokumen penunjang, maka pengajuan KTA nya sudah bisa dilakukan kapan saja dan dimana saja.

Jadi, tunggu apalagi? Yuk langsung kepoin produk pinjaman terbaik versi kamu hanya dari CekAja.com!

Tentang kami

Ayunindya Annistri

Ayunindya Annistri