6 Jenis Lembaga Pembiayaan Beserta Contohnya

Mulai dari lembaga yang memberikan modal, pinjaman dalam bentuk barang, hingga pinjaman dalam bentuk kartu kredit. Simak penjelasan jenis lembaga pembiayaan selengkapnya berikut ini.

6 Jenis Lembaga Pembiayaan Beserta Contohnya

Lembaga pembiayaan adalah badan usaha yang memiliki wewenang untuk memberikan jasa pembiayaan dalam berbagai bentuk. Misalnya pembiayaan dana modal, ataupun barang.

Keberadaan lembaga pembiayaan membantu masyarakat untuk menjalani berbagai kebutuhan dengan syarat yang mudah.

Diharapkan, dengan adanya lembaga pembiayaan, kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi lewat bantuan produk jasa yang ditawarkan tanpa harus melibatkan rentenir.

Sebab seperti yang kita ketahui, rentenir selalu memberikan pinjaman dengan bunga yang sangat tinggi hingga menyulitkan proses pembayaran pinjaman yang diambil.

Selain itu, lembaga pembiayaan juga memiliki fungsi untuk mengembangkan infrastruktur bisnis pada semua lapisan masyarakat. Sehingga, kemajuan perekonomian negara dapat diraih.

Tak mengherankan jika pertumbuhan jenis lembaga pembiayaan beserta contohnya juga mengalami kenaikan, seiring dengan permintaan kebutuhan jasa untuk masyarakat.

Nah untuk yang belum tahu, ada beberapa jenis lembaga pembiayaan yang mesti kamu pahami. Berikut ulasan selengkapnya.

Jenis Lembaga Pembiayaan Beserta Contohnya

Berikut ini berbagai jenis lembaga pembiayaan beserta contohnya yang harus kamu pahami.

1. Perusahaan Leasing atau Sewa Guna Usaha

Jenis lembaga pembiayaan beserta contohnya yang sudah umum dikenal masyarakat adalah perusahaan leasing.

Lembaga pembiayaan ini mendanai barang tertentu seperti kendaraan (mobil atau motor), mesin, atau peralatan lainnya.

Mekanisme pemanfaatan jasa leasing yakni berupa perjanjian yang terdiri dari beberapa hak dan kewajiban antara perusahaan leasing yang menyediakan pembiayaan barang, dengan nasabahnya.

Nasabah diberikan hak penggunaan barang, namun harus menyetorkan pembayaran sewa setiap bulannya untuk jangka waktu tertentu.

Jika terjadi kredit macet dari pembayaran setoran ini, maka ada konsekuensi yang harus dipatuhi dan sebelumnya disepakati oleh kedua belah pihak. Misalnya seperti penarikan barang.

Sedangkan apabila pembayaran kredit leasing sudah diselesaikan oleh pihak nasabah, baik sesuai dengan jangka waktu yang ditentukan maupun lebih cepat dari jadwal, maka barang tersebut menjadi milik nasabah secara penuh. Jenis transaksi leasing dibagi menjadi tiga. 

Transaksi langsung (Direct Finance Leasse

Transaksi ini memungkinkan nasabah menentukan barang yang dipilih beserta supplier-nya.

Baru setelah itu pihak leassor memberikan jasa pembiayaan yang nantinya dicicil nasabah.

Sales and Lease Back 

Transaksi ini terjadi ketika nasabah sebelumnya telah membeli barang kemudian dijual kepada lessor untuk selanjutnya diberlakukan sistem sewa guna usaha.

Jadi, nasabah akan kembali mendapatkan uangnya, lalu mencicil barang dengan setoran iuran bulanan pada lessor.

Operating Lease 

Transaksi ini terjadi ketika pihak lessor membeli barang tertentu, kemudian ditawarkan pada nasabah untuk dicicil dengan sistem sewa guna usaha.

Contoh perusahaan leasing yang ada di Indonesia antara lain Adira Finance, BFI Finance, BCA Finance, FIF, dan masih banyak lagi.

2. Perusahaan Anjak Piutang

Jenis lembaga pembiayaan beserta contohnya yang selanjutnya yakni perusahaan anjak piutang.

Perusahaan ini mengambil alih kegiatan pengelolaan, dan pembelian yang berkaitan dengan piutang suatu perusahaan.

Ketika suatu perusahaan membutuhkan pencairan piutang lebih dini, maka peran perusahaan anjak piutang bisa dimanfaatkan.

Contoh dari perusahaan anjak piutang di Indonesia antara lain SG Finance, Aditama Finance, Tifa Finance, dan yang lainnya.

3. Perusahaan Pembiayaan Konsumen

Perusahaan pembiayaan konsumen adalah lembaga yang memberikan pembiayaan pada produk kebutuhan umum konsumen. Misalnya seperti barang elektronik, atau kebutuhan rumah tangga lainnya.

Bisa dibilang, jenis lembaga pembiayaan beserta contohnya ini mengadopsi dua sistem pemberian jasa keuangan, yakni sistem leasing dan kartu kredit.

Jadi, nasabah bisa mengambil kredit berbagai barang dan membayar cicilan bulanan dengan masa tenor tertentu. Contohnya seperti jasa yang ditawarkan oleh Adira Quantum Multifinance.

(Baca Juga: 51 Lembaga yang Dibubarkan Jokowi Selama Dua Periode Memimpin)

4. Perusahaan Penerbit Kartu Kredit

Jenis lembaga pembiayaan beserta contohnya ini pasti sudah tak asing lagi bagi masyarakat. Penggunaan kartu kredit di zaman sekarang semakin umum saja.

Perusahaan penerbit kartu kredit memberikan jasa keuangan berupa pemberian kartu kredit yang bisa digunakan untuk transaksi pembelian barang dengan cicilan, maupun transaksi tarik tunai.

Ada banyak bank yang menjadi penerbit kartu kredit, sebut saja BCA, BNI, BRI, Bank Mandiri, dan masih banyak lagi.

Setiap bank memiliki banyak jenis kartu kredit yang ditawarkan untuk nasabah dengan kebutuhan dan profil finansial yang beragam pula.

5. Perusahaan Modal Ventura

Kelima, jenis lembaga pembiayaan beserta contohnya adalah perusahaan modal ventura yang memberikan bantuan dana dan modal, serta bantuan manajemen untuk perusahaan.

Perusahaan modal ventura bertindak sebagai pemberi pinjaman modal untuk pengembangan suatu perusahaan.

Keberadaan jenis lembaga pembiayaan ini sangat berperan dalam memajukan ekonomi dalam negeri. 

Contohnya seperti yang dilakukan oleh East Ventures, IMJ, Fenox Venture Capital, dan lain sebagainya.

6. Perusahaan Pembiayaan Infrastruktur

Jenis lembaga pembiayaan beserta contohnya yang terakhir adalah perusahaan pembiayaan infrastruktur. Perusahaan ini umumnya merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Sehingga perannya jelas untuk mengucurkan pembiayaan dalam pembangunan berbagai infrastruktur penting dalam negeri. Seperti pengembangan proyek, atau jasa konsultasi perjalanan proyek.

Dalam menjalankan fungsinya, perusahaan pembiayaan infrastruktur juga menjalin kemitraan dengan lembaga keuangan swasta guna mempercepat proses pengembangan infrastruktur.

Contoh dari perusahaan pembiayaan infrastruktur di Indonesia yakni PT SMI Persero.

Perbedaan Lembaga Pembiayaan dengan Lembaga Keuangan

Beberapa orang juga mungkin masih keliru membedakan antara lembaga pembiayaan berbeda dan lembaga keuangan.

Untuk lebih jelasnya, simak beberapa poin yang membedakan antara lembaga pembiayaan dan lembaga keuangan berikut ini:

Lembaga Keuangan

  • Menyediakan berbagai jenis produk jasa keuangan.
  • Memiliki wewenang untuk menghimpun dana masyarakat, baik dalam bentuk tabungan, giro, deposito, dan lain sebagainya.
  • Pemberian kredit lebih umum dengan melibatkan agunan atau jaminan.
  • Segala aturan, izin, dan transaksi berada di bawah pengawasan Bank Indonesia, terutama yang tertuang pada UU No.10 Tahun 1998.
  • Untuk bank umum bisa menciptakan uang giral, yang juga mempengaruhi peredaran uang di masyarakat.

Lembaga Pembiayaan

  • Hanya menyediakan satu jenis produk jasa pada satu kegiatan keuangan.
  • Tidak memiliki wewenang untuk menghimpun dana dari masyarakat.
  • Produk kredit tidak melibatkan agunan atau jaminan.
  • Segala aturan, izin, dan transaksi berada di bawah pengawasan Departemen Keuangan RI.
  • Tidak bisa menciptakan uang giral.

(Baca Juga: 9 Fungsi Lembaga Keluarga, Beserta Peran dan Penjelasan Lengkap!)

Itulah penjelasan lengkap beberapa jenis lembaga pembiayaan beserta contohnya. Selain memanfaatkan jasa lembaga pembiayaan, kamu juga bisa mendapatkan pinjaman untuk berbagai kebutuhan tanpa agunan dengan mengajukan Kredit Tanpa Agunan (KTA).

Perbandingan dan pengajuan KTA bisa dilakukan secara mudah lewat sistem online CekAja.com. 

Kami akan memberikan rekomendasi produk KTA terbaik sesuai dengan kebutuhan dan profil finansialmu. Berikut beberapa rekomendasi produk KTA yang bisa kamu ajukan.

Selain tidak memerlukan agunan dan dana pinjaman bisa digunakan untuk apa saja, cicilan KTA juga terjangkau dengan nilai bunga yang kompetitif.

Tunggu apa lagi? Segera cek rekomendasi KTA terbaik dan ajukan hanya lewat CekAja.com!