Ini Gunanya Dana Darurat yang Bisa Dikeluarkan Kala Pandemi Corona

2 min. membaca Oleh CekAja on

Dalam perencanaan keuangan, dana darurat kerap dilupakan, padahal dana tersebut bisa digunakan saat krisis melanda. Pandemi novel corona yang terjadi sejak awal Desember 2019 belum memperlihatkan titik puncaknya. Banyak ahli yang berpendapat, jika tidak dapat ditangani dengan baik, pandemi ini bisa menyeret ekonomi negara di dunia ke jurang resesi.

pinjaman dana darurat dari KTA commonwealth

Nah ada baiknya buat kamu yang saat ini masih berkesempatan bekerja, mulailah menyisihkan sedikit dana sebagai dana darurat. Jika melihat angka idealnya, dana darurat diharapkan bisa mencapai 12 kali penghasilan kamu dalam satu bulan.

Artinya kamu menyiapkan dana cadangan selama 1 tahun. Jumlah dana darurat sebaiknya ditambah seiring dengan bertambahnya  bisa terus bertambah jika kamu sudah memilii anak.

Besaran dana yang harus dipersiapkan

Dana darurat idealnya disisihkan sekitar 5% hingga 10% dari total pendapatan bulanan kamu. Jika kamu sudah memilki anak, bisa digandakan persentasenya.

Angggap saja dana tersebut dana hilang. Sehingga kamu tidak gatal untuk menariknya saat ada dikskon barang kesukaan kamu hadir.

Kamu juga perlu memisahkan rekening dana darurat dengan pos keuangan yang lain. Sehingga dana tersebut saat benar-benar dibutuhkan bisa dipakai secara maksimal.

Buat kamu yang berusia muda dan baru saja menikah rasanya baik untuk memulai hal tersebut. Pasalnya selain kebutuhan untuk pembayaran dan investasi, mitigasi dalam keuangan juga perlu dilakukan.

(Baca juga: Perlukah Pinjaman Dana Darurat? Alasan Kamu Harus Punya Dana Darurat)

Bisa digunakan kala terjadi resesi

Saat terjadi resesi, pertumbuhan ekonomi di banyak negara mulai melambat, bahkan ada yang mencatatkan minus. Jika itu terjadi, bayangkan kemungkinan terburuk yang bisa diterima.

Pemutusan hubungan kerja (PHK) atau justru perusahaan tempat kamu bekerja dinyatakan pailit. Artinya kamu berpotensi tidak mendapatkan hak kamu sebagai karyawan secara penuh.

Jika hal itu terjadi, kamu bisa mengeluarkan dana cadangan tersebut untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari hingga masuk dalam periode bangkit.

Baik jika akhirnya kamu bisa menggunakan dana itu untuk membangun roda perekonomian keluarga, seperti menjalankan bisnis kecil-kecilan.

Namun hal itu perlu dipikirkan dengan baik. Jangan sampai dana cadangan kamu malah habis seiring dengan gagalnya bisnis yang tengah coba kamu bangun.

Saat terjadi bencana alam

Saat terjadi bencana alam, banyak hal yang berpotensi terjadi. Seperti misalnya rumah tempat tinggal kamu ternyata terkena imbas dari bencana tersebut.

Dengan begitu, kamu dan keluarga tidak bisa hidup dan berkehidupan seperti biasanya. Saat seperti itu dana darurat bisa kamu keluarkan.

Kamu bisa langsung mencari tempat tinggal sementara sembari melakukan perbaikan tempat tinggal kamu. Bisa dibayangkan jika kamu tidak memiliki dana cadangan, kamu bakal dilanda kebingungan dan kesedihan.

Padahal kamu sebagai kepala keluarga harus bisa mengambil sikap dalam keadaan segenting apapun. Jadi rencanakan dana darurat sedini mungkin.

Sakit yang tidak diduga

Sakit merupakan kondisi yang tidak dapat diprediksi kapan akan datangnya. Jika ternyata salah satu anggota keluarga kamu atau bahkan kamu sendiri terserang sakit, kamu bisa menggunakan dana cadangan untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarga selama sakit.

Karena biasanya saat sakit, pengeluaran lebih banyak keluar. Baik itu untuk yang sakit dan yang menjaga orang sakit. Keduanya butuh perhatian khusus agar semuanya berjalan dengan baik dan pemuliannya bisa lebih cepat.

Tetapi untuk bisa mempersiapkan dana taktis perlu kedisiplinan dan juga keprihatinan. Kamu harus bisa menekan pengeluaran yang tidak penting dan mengalokasikannya untuk dana darurat.

Untuk menambah dana daurat, kamu bisa mulai menjalankan bisnis secara mandiri. Untuk urusan modal, akses CekAja.com dan ajukan fasilitas kredit tanpa agunan dari CTBC

Tentang kami

CekAja

CekAja