Perlukah Pinjaman Dana Darurat? Alasan Kamu Harus Punya Dana Darurat

7 min. membaca Oleh Maria Nofianti on

Kehidupan sudah tentu akan menghadapi ketidakpastian. Ketidakpastian itu bisa tiba-tiba datang tanpa pemberitahuan. Padahal kebutuhan manusia juga banya. Salah satu alasan untuk menghadapi ketidakpastian ini adalah dengan mempunyai dana darurat. Lalu apakah dana darurat itu? Jika kita tidak memilikinya perlukah pinjaman dana darurat? Untuk lebih jelasnya yuk kita simak pembahasan di bawah ini.

perlukah pinjaman dana darurat?

Keadaan darurat, terjadi beragam dan menurut sifatnya jelas tidak dapat diprediksi. Ketika hal darurat itu terjadi, mereka dapat merusak stabilitas keuangan kita. Misalnya saja pengobatan penyakit atau kecelakaan mendadak, kehilangan pekerjaan yang tidak terduga, atau bahkan perbaikan rumah atau mobil yang mengejutkan dapat mengganggu kondisi keuangan keluarga kita sehari-hari jika kita tidak siap dan tidak memiliki dana darurat.

Meskipun keadaan darurat tidak selalu dapat dihindari, namun memiliki tabungan darurat dapat menghilangkan sebagian masalah keuangan dalam menangani peristiwa-peristiwa tak terduga ini.

Apa itu dana darurat?

Dana darurat adalah tabungan atau rekening bank terpisah yang digunakan untuk menutupi atau mengimbangi biaya dari situasi yang tidak terduga. Seharusnya tidak dianggap sebagai simpanan tabungan atau dihitung sebagai bagian dari rencana tabungan jangka panjang untuk biaya kuliah, mobil baru, atau liburan. Alih-alih, dana ini berfungsi sebagai dana pengaman, yang hanya digunakan ketika krisis keuangan terjadi dalam keluarga. Kamu harus mengetahui perlukah pinjaman dana darurat?

Berapa yang harus kita hemat agar memiliki dana darurat?

Sementara ukuran dana darurat jelas akan bervariasi tergantung pada gaya hidup setiap orang, biaya bulanan, pendapatan, dan tanggungan, aturan praktisnya adalah untuk menyisihkan setidaknya tiga hingga enam bulan pengeluaran. Jumlah yang terasa besar ini mungkin tampak menakutkan pada awalnya, tetapi idenya adalah untuk menyisihkan sejumlah kecil setiap satu atau dua minggu untuk membangun tujuan tersebut. Kita mungkin juga ingin mempertimbangkan untuk menyesuaikan jumlah berdasarkan pada kewajiban tagihan kita, kebutuhan keluarga, stabilitas pekerjaan, atau faktor lainnya.

Nah, di mana kita harus meletakkan dana darurat itu?

Tabungan darurat paling baik ditempatkan di rekening bank yang menghasilkan bunga, seperti rekening tabungan yang menghasilkan bunga, yang dapat diakses dengan mudah tanpa pajak atau penalti. Kekhawatiran dengan menempatkan tabungan darurat kita dalam reksa dana, saham, atau aset lainnya adalah bahwa mereka mungkin kehilangan nilai jika dana perlu diakses dengan cepat.

Pada dasarnya uang atau dana darurat adalah setumpuk uang yang disisihkan untuk menutupi kondisi finansial yang mengejutkan atau tiba-tiba dalam kehidupan kamu. Karena kejadian tak terduga ini bisa membuat stres dan mungkin akan membutuhkan biaya yang banyak. Beberapa hal berikut ini adalah keadaan darurat yang paling sering yang dihadapi orang:

Kehilangan pekerjaan

Siapa yang siap tiba-tiba kehilangan pekerjaannya? Tidak ada. Sebuah pekerjaan yang menjadi tempat kita bergantung bisa saja tiba-tiba tidak ada entah karena faktor eksternal atau faktor internal dari diri sendiri. Jika ada dalam kondisi seperti ini, maka mau tak mau memang dana darurat harus digunakan, karena menganggur sebulan saja itu akan menyedot banyak biaya. Jika ada dana darurat, setidaknya kita akan lebih tenang, sembari mencari pekerjaan baru, ada penopang finansial yang pasti.

Darurat medis atau gigi

Memiliki kondisi kesehatan yang stabil memang menjadi harapan semua orang tapi ada kalanya kita merasakan sakit atau kecelakaan. Kejadian yang tiba-tiba ini tentu akan membutuhkan biaya yang banyak. Jika kamu tidak punya dana darurat bisa jadi ini membuat kamu stres. Misalnya saja sakit gigi tiba tiba dan ternyata harus membuatmu melakukan operasi kecil pada gigi mu, maka jelas perawatan untuk gigi saat ini memang tergolong mahal.

Perbaikan rumah yang tidak terduga

Rumah yang sudah berdiri tegak dan stabil bisa saja mengalami kerusakan karena faktor usia. Kemungkinan rumah untuk direnovasi setelah waktu lama juga harus dipikirkan dengan dana darurat ini. Selain itu jika pergantian musim, rumah juga seringkali membutuhkan perhatian, misalnya jika di musim kemarau semua baik-baik saja, tapi saat musim hujan tiba, maka tiba tiba ada bagian bagian rumah yang bocor dan jelas membutuhkan perbaikan.

Masalah mobil atau kendaraan

Sama seperti rumah, masalah mobil atau kendaraan yang kamu miliki juga menjadi perhatian penting saat mengalami masalah. Apalagi jika sudah lama mempunyai mobil atau motor dan tidak pernah di Service. Tidak hanya itu, kerusakan mobil atau motor yang berasal dari luar seperti kecelakaan juga perlu dipikirkan. Dan untuk mobil sendiri, sudah bisa dipastikan biayanya tidak sedikit. Jadi dana darurat sangat diperlukan untuk menghadapi hal semacam ini. Jadi menurut kamu perlukah pinjaman dana darurat?

Biaya perjalanan yang tidak direncanakan

Terkadang kita bisa tiba-tiba melakukan sebuah perjalanan panjang yang tidak direncanakan sama sekali. Misalnya saja ada keluarga yang sakit atau meninggal, kita harus pergi ke tempat keluarga itu. Ini termasuk perjalanan yang tak direncanakan. Beruntung jika dekat, tapi jika jauh, jelas ini akan menguras kantong.

Jika kita sedang berada dalam kondisi di atas tapi tidak memiliki dana darurat pasti sudah bisa dibayangkan bagaimana sulitnya kan? Maka dari itu menyiapkan dana darurat adalah hal yang penting. Kali ini kita melanjutkan ke pentingnya memiliki dana darurat untuk menghadapi hal- hal di luar perkiraan. Apa saja itu?

  • Menghindari hutang

Salah satu pentingnya memiliki dana darurat adalah untuk menghindari hutang. Dengan dana darurat tentu kita bisa mencukupi kebutuhan itu tanpa memiliki hutang. Bayangkan saja jika harus memiliki hutang untuk hal yang darurat apalagi yang jumlahnya banyak pasti akan merubah sedikit rencana keuangan kamu untuk membayarnya.

  • Membantu menjaga tingkat stres  turun

Tidak mengherankan bahwa ketika kehidupan menghadirkan keadaan darurat, itu mengancam kesejahteraan finansial kamu dan menyebabkan stres.  Jika kamu hidup tanpa dana darurat, kamu hidup di ujung “finansial” yang berharap dapat bertahan tanpa mengalami krisis.

Dengan dipersiapkannya dana darurat memberi kamu rasa percaya diri bahwa kamu bisa menangani salah satu peristiwa tak terduga dalam hidup ini tanpa menambah kekhawatiran tentang uang.

Kamu tidak membelanjakan sesuai keinginanmu.

Apakah kamu pernah mendengar ungkapan “di luar pandangan, di luar pikiran.” Itu cara terbaik untuk menyimpan uang darurat kamu. Jika uang tunai hanya sejauh kartu debit saja, kamu mungkin tergoda untuk menggunakannya untuk sesuatu yang remeh seperti gaun desainer atau TV layar lebar yang bukan darurat.

Menjaga uang keluar dari jangkauan langsung kamu berarti kamu tidak dapat membelanjakannya dengan niat, tidak peduli seberapa besar keinginan kamu. Dan dengan meletakkannya di akun terpisah, kamu akan tahu persis berapa banyak yang kamu miliki  dan berapa banyak yang masih perlu kamu tabung.

Nah pentingnya dana darurat ini juga untuk menjaga kondisi finansial kamu nantinya. Besarnya dana darurat yang mesti dikumpulkan juga berbeda-beda tiap orang. Bahkan status juga mempengaruhi loh. Idealnya seorang lajang yang tidak mempunyai tanggungan harus mengumpulkan paling tidak 6 kali dari jumlah pengeluarannya tiap bulan. Sedangkan bagi yang sudah menikah dan belum memiliki anak besarnya dana darurat idealnya 9 kali pengeluaran bulanannya. Bagi pasangan yang sudah menikah dan memiliki seorang anak besarnya dana darurat idealnya harus 12 kali dari pengeluaran bulanannya.

(Baca Juga: Tips Cara Menggunakan Dana Pinjaman)

Nah mengingat pentingnya dana darurat yang dibutuhkan saat kita dalam kondisi terdesak, lalu perlukah pinjaman dana darurat? Jika kita tidak mempunyai dana darurat maka pertanyaan perlukah pinjaman dana darurat ini biasanya muncul. Banyak dari masyarakat yang tidak memiliki dana darurat pada kondisi terdesak akan berusaha untuk menutupinya dengan cara menjual aset atau melakukan pinjaman dana darurat. Ibaratnya kita belum sedia payung saat musim hujan tiba, pastinya akan sangat kerepotan.

Jika tidak ada opsi lain dalam memenuhi kebutuhan darurat maka mengambil pinjaman dana darurat juga tidak masalah dan bisa menjadi sebuah pilihan. Tapi kita juga harus ingat bahwa jangan meminjam secara sembarangan. Hindari rentenir atau pinjaman dari lembaga yang ilegal karena hanya akan menambah masalah menjadi lebih rumit. Lebih baik untuk meminjam kepada saudara yang masih ada hubungan darah karena biasanya mereka tidak akan mengambil bunga untuk pinjaman itu.

Jadi sudah tahu kan jawaban “perlukah pinjaman dana darurat?” Nah untuk meminimalisir pinjaman meski untuk dana darurat sebaiknya kita harus berusaha untuk segera mengumpulkan dana darurat sedini mungkin. Dengan begitu kita mempunyai dana yang bisa mengcover kondisi darurat. Lalu bagaimana caranya untuk mengumpulkan dana darurat secara dini? Ikuti tips ini ya!

  • Menetapkan target bulanan

Tetapkan sendiri berapa jumlah uang yang akan kamu sisihkan untuk dikumpulkan sebagai dana darurat. Membiasakan menabung di tempat yang terpisah dari rekening yang biasa kmau pakai akan lebih efektif. Mau lebih gampang? Gunakan fasilitas auto-debet agar uang yang kamu sisihkan langsung tersimpan di rekeningmu.

  • Jangan buang uang recehmu

Tidak jarang kita selalu menerima uang kecil yang nominalnya terkadang membuat kita menyepelekannya. Bahkan kadang kita seperti tidak memerlukannya. Jangan begitu ya! Karena uang receh jika kamu rajin mengumpulkannya maka nilainya bisa membuat kamu terkejut loh. Yang penting adalah kamu harus rajin mengumpulkannya.

  • Cek uang sisa bulanan kamu

Cara kamu mengatur uang bulanan menjadi landasan bagaimana kamu akan mengumpulkan dana darurat mu. Dengan mengecek sisa uang bulanan kamu maka kamu bisa memasukkannya ke dana darurat. Pastinya kamu harus tahan keinginan belanja yang tidak penting ya.

  • Pangkas pengeluaran tidak penting

Memangkas separuh atau bahkan menghilangkan sebagian pengeluaran kamu jika dirasa bukan sesuatu yang dibutuhkan. Dengan begini peluang untuk mengumpulkan dana darurat akan lebih banyak loh. Memikirkan mana yang menjadi prioritas dan mana yang bukan harus kamu terapkan dalam hal ini.

Nah itu dia penjelasan mengenai dana darurat dan sampai pertanyaan perlukah pinjaman dana darurat? Dengan mempersiapkan dana darurat sejak dini anak pertanyaan itu bisa dijawab dengan jawaban “tidak perlu”. Tapi akan lain halnya jika kita tidak memiliki dana darurat, mengambil pinjaman dana darurat bisa menjadi sebuah pilihan. Jadi sudah persiapkan dana darurat kamu kali ini?

Tentang kami

Maria Nofianti

Maria Nofianti