Energi Alternatif: Jenis-jenis, Kelebihan dan Kekurangannya

6 min. membaca Oleh Nadhillah Kusindriani on

Jika dilihat dari definisi, energi alternatif merupakan sebuah istilah yang merujuk pada semua jenis energi, yang dapat digunakan untuk mengganti bahan bakar konvensional. Energi alternatif ini biasanya memiliki sifat ramah lingkungan, yang tidak menyebabkan kerusakan.

Singkatnya, energi ini lebih merujuk kepada sebuah “teknologi” selain teknologi, yang digunakan pada bahan bakar fosil untuk menghasilkan energi.

Perlu diketahui, bahan bakar fosil yang umumnya digunakan untuk menghasilkan energi di antaranya, yaitu batu bara, gas dan minyak bumi.

Namun sayangnya, ketiga bahan bakar fosil tersebut kini jumlahnya sudah terbatas. Sehingga diperlukan jenis bahan bakar yang sifatnya dapat diperbaharui, seperti angin, matahari, air, panas bumi dan lain sebagainya.

Nah, untuk tahu apa saja jenis energi alternatif yang terbentuk dari bahan bakar fosil tersebut, pada kesempatan kali ini CekAja.com akan mengulas lengkap beberapa jenis energi alternatif, yang telah dirangkum dari berbagai sumber sebagai berikut.

Jenis-jenis Energi Alternatif

1. Energi matahari

Jenis energi alternatif yang pertama adalah energi matahari. Sebagai sumber energi utama di bumi, matahari menghasilkan energi berupa cahaya dan panas.

Biasanya, energi matahari ini digunakan oleh manusia untuk menjemur, membuat garam hingga digunakan sebagai sumber tenaga listrik.

Hal itu tentunya dikarenakan, sifat dari matahari sendiri yang tidak akan habis. Sehingga, pemanfaatan matahari sebagai energi alternatif merupakan hal yang tepat.

Hanya saja, untuk bisa memanfaatkan matahari sebagai energi alternatif, dibutuhkan biaya yang cukup besar. Yang mana, biaya tersebut dibutuhkan untuk membangun reaktornya.

Selain itu, hambatan yang mungkin terjadi jika memanfaatkan matahari sebagai energi alternatif adalah cuaca yang tidak menentu.

2. Energi angin

Menjadi sumber energi yang juga ramah lingkungan, angin banyak dikembangkan di beberapa negara, termasuk Indonesia.

Indonesia sendiri menjadi salah satu negara yang memiliki potensi Energi Baru Terbarukan (EBT) sangat besar, di antaranya yaitu angin dan panas bumi.

Untuk angin sendiri, pemanfaatannya dilakukan dengan cara mengubah hembusan angin dari energi kinetik menjadi energi mekanik, dengan menghubungkannya ke mesin generator, untuk bisa menghasilkan energi listrik.

Namun sayangnya, hingga saat ini pemanfaatan angin sebagai sumber energi masih kurang optimal.

Di Indonesia, ada beberapa proyek pembangkit tenaga angin yang telah dibangun, di antaranya ada di Sulawesi Selatan, yaitu Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) Sidrap 75 Mega Watt (MW).

(Baca Juga: Mengenal Sumber Energi Hydropower)

3. Energi air

Kamu mungkin sudah tidak asing dengan energi air. Pasalnya, air memiliki kemampuan dalam menggerakkan turbin air atau kincir.

Umumnya, air yang digunakan untuk diolah oleh Pembangkit Listrik Tenaga Air adalah air terjun.

Tetapi selain air terjun, ombak, arus sungai dan pasang surut air laut juga dapat menghasilkan energi listrik.

4. Energi Nuklir

Siapa sangka, kalau ternyata nuklir menjadi salah satu sumber energi, yang dapat menghasilkan energi listrik sangat besar.

Mengutip dari finance.detik.com, hal tersebut terbukti dari hasil ukuran 1 gram zat radioaktif, yang mampu menghasilkan energi listrik sebanyak 50 ribu kwh per jam.

Tidak hanya itu, energi alternatif yang satu ini juga menariknya tidak akan menghasilkan efek rumah kaca. Di mana, efek rumah kaca sendiri adalah salah faktor pemicu pemanasan global.

5. Energi biomassa

Jika berbicara tentang biomassa, ini sejatinya merupakan jenis energi alternatif yang dibuat menggunakan cangkang sawit, ampas tebu, tongkol jagung, serbuk kayu, sekam padi dan limbah pertanian lainnya.

Perlu diketahui, semua bahan yang digunakan tersebut merupakan energi terbarukan. Terlebih, total harga dari semua bahan itu sangat murah, yaitu berkisar Rp600 per kg.

Sehingga jika ditotal untuk satu tahun, maka kebutuhan bahan bakar untuk memproduksi energi listrik, yaitu sekitar 98.400 ton.

Pemanfaatan biomassa ini dilakukan untuk menekan dan mengurangi penggunaan bahan bakar fosil, yang hingga saat ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga.

6. Energi etanol

Etanol merupakan salah satu jenis cairan yang tidak berwarna, mudah menguap dan mudah terbakar.

Sementara untuk energi etanol sendiri, merupakan bahan bakar yang berasal dari alkohol, hasil fermentasi beberapa jenis tanaman, seperti jagung dan gandum.

Jika ingin meningkatkan kualitas emisi dan kadar oktannya, energi etanol bisa dicampur dengan bensin.

Salah satu negara yang sudah berhasil mengembangkan energi etanol adalah Brazil. Disebut berhasil, karena negara tersebut saat ini sudah tidak lagi bergantung pada bahan bakar minyak, untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan lainnya.

7. Energi tidal

Jika kamu baru mendengar dan mengenal energi tidal, ini pada dasarnya merupakan energi yang berasal dari pasang surut air laut.

Untuk prinsip kerjanya, energi ini memiliki prinsip yang sama dengan energi air, yaitu memanfaatkan air, dalam hal ini air laut untuk memutar turbin yang nantinya akan menghasilkan listrik.

Dalam pemanfaatan dan penerapannya, energi ini sangat mudah diprediksi. Namun sayangnya, energi ini memiliki kelemahan yang terdapat pada alat konversi, yang bertahan di air laut agar terhindar dari korosi dan arus laut.

8. Energi hydropower

Salah satu jenis energi alternatif yang juga memanfaatkan air adalah energi hydropower. Tetapi, air yang digunakan oleh energi ini adalah air sungai.

Yang mana, pemanfaatannya dilakukan dengan cara membendung air sungai, lalu mengarahkan pipa air menuju turbin.

Nah untuk hasil energinya sendiri, nanti disesuaikan dengan proses jatuhnya air ke turbin, serta jumlah air yang mengalir.

9. Energi gelombang

Di urutan kesembilan ada energi gelombang. Energi yang memanfaatkan gelombang laut pasang ini sifatnya ramah lingkungan, sehingga aman digunakan.

Hanya saja, ada beberapa kendala yang dapat menghambat proses pemanfaatan gelombang laut pasang, di antaranya yaitu biaya yang besar dan kecepatan ombak yang tidak stabil.

Namun pemerintah Indonesia, sudah mulai menaruh perhatian pada pemanfaatan laut sebagai sumber energi, yang dibuktikan dalam peluncuran Peta Potensi Energi Laut 2004.

10. Energi panas bumi (geothermal)

Jenis energi alternatif yang terakhir adalah energi panas bumi. Jenis energi yang juga dikenal dengan nama geothermal ini, merupakan salah satu sumber energi yang juga dapat dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik.

Prinsip kerja dari energi panas bumi ini, yaitu uap yang merupakan hasil panas dari dalam bumi, diolah di Pembagkit Listrik Tenaga Panas Bumi, untuk nantinya dijadikan sebagai sumber energi dan listrik.

Indonesia dikenal sebagai negara penghasil listrik energi panas bumi terbesar kedua di dunia, melangkahi Filipina yang memiliki kapasitas PLTP 1.600 Mega Watt (MW).

Hal tersebut dikarenakan, salah satu pulau di Indonesia, yaitu Pulau Flores di Nusa Tenggara Timur menjadi pulau yang sangat berpotensi untuk dikembangkan sebagai pusat sumber daya panas bumi.

Pasalnya, potensi panas bumi yang ada di Flores tersebar di 16 titik. Oleh karena itu, Flores pun ditetapkan oleh Menteri ESDM sebagai Pulau Panas Bumi, yang akan dikembangkan sebagai sumber listrik dan non listrik.

Kelebihan dan Kekurangan Energi Alternatif

Setelah di pembahasan sebelumnya kamu sudah mengetahui beberapa jenis energi alternatif, maka di pembahasan kali ini kamu akan mengetahui apa saja kelebihan dan kekurangannya.

Karena pada dasarnya, energi alternatif pasti memiliki kekurangan, disamping manfaatnya yang tidak merusak lingkungan.

Adapun beberapa kelebihan dan kekurangan dari energi alternatif, di antaranya yaitu:

Kelebihan Energi Alternatif

  • Energi alternatif merupakan energi terbarukan, yang mana sumber energinya tidak akan terjadi kelangkaan
  • Bersifat ramah lingkungan
  • Pasokannya berlimpah
  • Menjadi sumber energi gratis
  • Mampu menggantikan penggunaan batu bara, sebagai sumber energi utama yang dapat merusak lingkungan.

Kekurangan Energi Alternatif

  • Kurang efisien
  • Biaya awal instalasi yang cukup tinggi
  • Energi alternatif kurang bisa diandalkan karena bergantung pada alam.

(Baca Juga: 7 Cara Mudah Menghemat Energi)

Beberapa hal terkait energi alternatif kini sudah kamu ketahui, mulai dari jenis-jenisnya hingga kekurangan dan kelebihannya.

Bagaimana, jenis-jenisnya sangat banyak bukan? Mulai dari air, cahaya dan panas matahari, angin hingga nuklir bisa dimanfaatkan sebagai energi alternatif.

Hanya saja, salah satu kendala terbesarnya terletak di biaya instalasi alatnya. Karena, biaya awal yang dibutuhkan untuk instalasi alat cukup mahal.

Dengan begitu, proses pengolahan bahan bakar menjadi sebuah energi pun seringkali terhambat, akibat mahalnya biaya instalasi alat.

Salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi hal tersebut, sebenarnya dengan mengajukan pinjaman dana tunai melalui CekAja.com.

Karena di sana, kamu bisa mengajukan jumlah pinjaman dana tunai sesuai dengan kebutuhan. Terlebih, kamu juga bisa mengajukannya dimana saja dan kapan saja secara online.

Tidak hanya itu, proses pengajuannya pun sangat mudah, cepat dan aman, karena CekAja.com sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Jadi, buat kamu yang bekerja atau sedang melakukan percobaan terkait energi alternatif, dan membutuhkan biaya besar, tunggu apalagi? Yuk, ajukan pinjaman dana tunai sekarang juga!

Tentang kami

Nadhillah Kusindriani

Nadhillah Kusindriani