Jenis-jenis Risiko Bisnis dan Solusinya yang Perlu Diketahui Pebisnis

5 min. membaca Oleh Ayunindya Annistri on

Jenis-jenis risiko bisnis dan solusinya adalah suatu hal yang penting untuk diketahui oleh pebisnis. Dan lewat artikel ini, CekAja bakal memaparkan seluruh informasinya khusus buat kamu.

“Namanya juga bisnis, pasti ada risikonya”. Kalimat itu tentu enggak asing lagi bukan?

Ya, bisa dibilang bisnis itu akan selalu ada risikonya, dan hal ini sangat wajar bahkan mau tak mau mereka yang menggelutinya harus bisa menerima itu.

Secara spesifik, definisi risiko dalam bisnis dapat diartikan sebagai konsekuensi yang terjadi dan selalu berujung pada kerugian.

Semakin besar tujuan atau keuntungan yang ingin dicapai, maka risiko yang bakal dihadapi tentu semakin besar pula.

Meski begitu, tak jarang para pebisnis ulung berani untuk mengambil risiko.

Hal itu bukan tanpa alasan, sebab risiko yang muncul biasanya selalu bersamaan dengan ‘keuntungan’ yang bakal didapat, meski harus berkorban terlebih dulu.

Sehingga, pebisnis yang berani mengambil risiko biasanya akan mengkalkulasi besaran konsekuensi yang akan dihadapi kedepannya.

Nah dari perkiraannya itulah, ia bisa menetapkan seberapa besar keuntungan atau target yang sekiranya bakal dicapai.

8 Jenis Risiko Bisnis dan Solusinya

Dalam dunia bisnis, risiko yang muncul biasanya bukan hanya perihal strategi saja.

Untuk itu, bila kamu tertarik menggeluti bidang bisnis, mengetahui jenis-jenis risiko bisnis dan solusinya adalah hal utama yang harus dipahami.

Ini bukan hanya berlaku untuk pebisnis pemula saja, mereka yang sudah berpuluh-puluh tahun menjalaninya pun juga akan selalu membutuhkan informasi dasar mengenai risiko bisnis.

Dan berikut jenis-jenis risiko bisnis dan solusinya:

1. Risiko Strategi

Jenis risiko bisnis yang pertama dan sifatnya sangat krusial adalah risiko strategi.

Tiap pemilik usaha sangat disarankan untuk memiliki strategi yang matang dan bukan abal-abal agar tidak mengalami kebangkrutan.

Bukan hanya saat akan memulai bisnis saja, strategi usaha juga harus dipersiapkan sesempurna mungkin kala ingin mengembangkan produk, maupun menghadapi persaingan yang sekiranya dapat mengancam keberhasilan bisnis.

Selain itu, sebagai pebisnis juga, kamu harus bisa menunjukan sifat seorang pemimpin yang baik dan tidak egois.

Jangan hanya menganggap bahwa strategi yang kamu buat selalu benar. Setidaknya dengarkanlah pendapat dari tim marketing yang memang sudah handal dalam menangani kondisi pasar.

Dengan begitu, kalian dapat bekerjasama untuk mencegah risiko strategi yang kurang matang dan membuat bisnis semakin maju.

(Baca Juga: 10 Penyebab Bisnis Gagal beserta Solusinya)

2. Risiko Pasar

Selain perihal strategi, masalah pasar juga dianggap sebagai salah satu jenis risiko bisnis yang harus dipahami dan dicari solusinya oleh tiap pengusaha.

Jenis risiko ini berkenaan dengan bagaimana sikap para pengusaha yang tidak mampu mengatasi perubahan yang terjadi pada pasar secara makro.

Misalnya, saat kamu baru ingin mencoba usaha dessert kekinian dengan menyuguhkan banana nugget.

Padahal, menu tersebut sebelumnya memang sudah terkenal dan mulai bergeser seiring dengan adanya menu baru seperti banoffee dan dessert box.

Alhasil, kamu yang telah menyiapkan semua bahan untuk membuat banana nugget dalam jumlah banyak tentu saja rugi.

Nah, dari contoh kasus tersebut, bisa kita tarik kesimpulannya bahwa sebelum mulai berbisnis ataupun telah memilikinya, kita juga harus memikirkan bagaimana kondisi pasar.

Tak selamanya produk yang dijual bakalan laku dipasaran, sebab persaingan dan tren akan selalu hadir di tengah-tengah konsumen.

Ada baiknya kita sebagai pebisnis harus bisa berinovasi agar usaha yang digeluti tidak mengalami kemunduran.

3. Risiko Operasional

Jenis risiko bisnis yang satu ini sangat umum terjadi, bahkan mungkin dialami dalam kegiatan sehari-hari perusahaan.

Intinya, setiap masalah yang berhubungan dengan kegiatan operasional bisnis, maka itu dikategorikan sebagai risiko operasional.

Dan risiko itu dapat ditimbulkan baik secara perseorangan, kegagalan teknis, hingga kondisi yang tidak bisa diprediksi seperti bencana alam.

Walau tidak sekrusial risiko strategis, namun tetap saja risiko yang satu ini bisa memberikan dampak terhadap perusahaan. Tak hanya dari segi finansial, namun juga citra perusahaan.

Apabila masalah yang timbul terkait operasional adalah dari sisi perseorangan (karyawan), maka satu-satunya solusi terbaik adalah dengan merekrut SDM yang memang sudah berpengalaman dan profesional di bidangnya.

4. Risiko Finansial

Jenis risiko bisnis yang satu ini erat kaitannya dengan perputaran arus masuk dan keluarnya uang dalam perusahaan, seperti masalah kredit dan utang.

Untuk mencegah terjadinya risiko finansial di kemudian hari, cobalah untuk memperkirakan kembali masalah finansial perusahaan, atau paling tidak gunakan software khusus akuntansi bisnis.

Selain itu, usahakan untuk tidak mengambil utang terlalu banyak dari lembaga pembiayaan.

Sebagai gantinya, kamu bisa mencari investor baru bila pun bisnismu sudah berkembang pesat, atau menjual sebagian saham jika ingin berekspansi.

5. Risiko Spekulatif

Jenis risiko bisnis yang berikutnya adalah risiko spekulatif.

Kondisi ini dapat terjadi akibat dari keputusan yang diambil, di mana kedepannya perusahaan masih belum tahu apakah akan merugi atau justru untung.

Contoh dari risiko spekulatif adalah perubahan harga di pasar. Ketika harga input naik maka perusahaan dapat merugi karena mengalami penurunan margin, begitupun sebaliknya.

Dalam menghadapi risiko spekulatif, pebisnis harus mampu memikirkan segala perencanaan untuk keputusan yang diambil.

Jika rencana satu tak berhasil, maka setidaknya masih ada plan lainnya yang bisa dipakai. Sehingga semua risiko kerugian dapat diminimalisir sedari awal.

(Baca Juga: 8 Ciri-ciri Wirausaha Sejati)

6. Risiko Reputasional

Jenis risiko bisnis yang lainnya adalah risiko reputasional. Seperti namanya, risiko ini erat kaitannya dengan citra perusahaan.

Jaga selalu reputasi perusahaan agar kamu tidak kehilangan konsumen loyalmu.

Jangan sampai image baik yang melekat hilang karena kelalaian operasional, seperti kualitas produk yang menurun ataupun sikap karyawan yang tidak semestinya.

7. Risiko Kepatuhan

Jenis risiko bisnis ini berhubungan dengan bagaimana sikap perusahaan terhadap peraturan atau regulasi yang ditetapkan oleh pemerintah setempat.

Misalnya, kamu membuka bisnis café namun berkonsep night club di lingkungan padat penduduk yang mayoritas sangat menjunjung agama.

Hal tersebut tentu tidak sesuai dengan gaya hidup masyarakat di lingkungan itu, dan sebaiknya dimusyawarahkan terlebih dulu dengan pemerintah setempat, agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan.

Jangan sampai apa yang kamu lakukan justru menjadi boomerang bagi bisnismu sendiri.

Bukannya malah untung, justru kamu harus membayar denda dan mendapat cemohan dari masyarakat setempat.

8. Risiko Kredit

Jenis risiko bisnis yang terakhir adalah risiko kredit. Kondisi ini sebetulnya tidak dialami oleh semua bidang bisnis.

Namun hanya berlaku bagi mereka yang menjalankan usaha dengan sistem bayar kredit, atau biasa disebut lembaga pembiayaan.

Risiko kredit dapat terjadi jika perusahaan dihadapkan pada konsumen yang tidak mampu untuk membayar cicilan pinjamannya, entah karena bangkrut atau mungkin meninggal dunia.

Agar risiko tersebut tidak dialami, perusahaan wajib menganalisa kondisi finansial calon debiturnya supaya kedepannya tidak mengalami kredit macet.

Tidak hanya itu saja, perusahaan pun wajib menentukan batasan limit yang dapat dipinjam sesuai dengan kemampuan bayar debitur, serta jangka waktu pelunasan.

Nah, itu dia sederet informasi mengenai jenis-jenis risiko bisnis dan solusinya yang mesti kamu tahu.

Tiap usaha yang dijalankan tentu akan selalu ada konsekuensinya. Tinggal bagaimana kesiapan kamu dalam menghadapinya saja.

Butuh Tambahan Modal untuk Bisnis? CekAja Solusinya!

Berbisnis bukan berarti kamu tidak memerlukan pinjaman dari lembaga pembiayaan.

Toh, banyak juga pebisnis pemula yang mengandalkan lembaga pembiayaan untuk mendapatkan tambahan modal usaha.

Yang terpenting, kamu harus tahu jumlah limit yang dipinjam sesuai dengan kemampuan bayarmu.

Selain itu, wajib hukumnya bagi kamu untuk menggunakan layanan dari lembaga pembiayaan berkualitas gar tidak tertipu.

Salah satunya adalah CekAja.com. Di sini, kamu dapat meminjam sekaligus membandingkan dulu seluruh produk KTA dari mitra bank terbaik.

Jadi, kedepannya pinjaman yang kamu gunakan sesuai dengan kebutuhan bisnis maupun bujetmu.

Yuk, langsung kepoin produk KTA di CekAja.com, dan ajukan secara online biar makin praktis!

Tentang kami

Ayunindya Annistri

Ayunindya Annistri