Kelebihan dan Kekurangan Memilih Toyota Kijang Innova Bekas

Kelebihan dan Kekurangan Memilih Toyota Kijang Innova Bekas

Tak semua mobil bekas membutuhkan banyak perawatan atau maintenance yang ribet dan menyusahkan. Beberapa mobil bekas bahkan banyak dipilih karena menawarkan kemudahan perawatan sehari-hari, salah satunya adalah Kijang Innova bekas. Lalu, apa saja yang bisa didapatkan dan perlu diperhatikan ketika ingin memilih mobil ini?

Kelebihan Kijang Innova bekas

Toyota Kijang Innova bekas memang masih banyak ditemukan di pasar mobil bekas Tanah Air. Berbagai keunggulan mobil ini menjadi alasan pamornya tak kalah menarik dibandingkan mobil lain yang masih baru.

1. Harga lebih terjangkau

Sejak diperkenalkan pada tahun 2004, Kijang Innova memang diproduksi untuk menyasar pasar menengah ke atas. Jauh berbeda dibandingkan Toyota Kijang pada era 90-an. Bahkan harga Toyota Kijang Innova terbaru mulai dari Rp 355 jutaan untuk tipe 2.0 G M/T bermesin bensin, hingga Rp 447 jutaan untuk model Innova 2.4 V A/T bermesin diesel.

Bandingkan dengan harga mobil lawasnya yang lebih terjangkau. Seperti Kijang Innova G keluaran tahun 2004 yang sudah bisa didapatkan dengan banderol mulai dari Rp 80 jutaan, atau model yang lebih baru Kijang Innova G 2016 dengan harga mulai dari Ro 220 jutaan.

Dan keuntungan lainnya yang bisa dapatkan dari mobil ini adalah harga jual kembali yang relatif lebih stabil dibandingkan pesaingnya. Tentu saja karena nama besar Toyota, popularitasnya yang masih terjaga, serta mobil bekasnya masih banyak diminati berkat berbagai keunggulan serta kenyamanan yang ditawarkan oleh mobil ini.

(Baca juga: Jenis Kerugian yang Ditanggung Asuransi Kendaraan Mobil)

2. Mesin bandel dan berperforma tinggi

Kijang Innova memang ditawarkan dalam dua pilihan mesin, yaitu mesin bensin dan mesin diesel. Meski harganya yang lebih tinggi, tapi Innova diesel lebih diminati karena menawarkan tenaga yang lebih besar serta efisiensi bahan bakar yang lebih irit jika dibandingkan dengan Innova bermesin bensin.

Tapi kedua mesin ini sama-sama menawarkan rasa berkendara yang sama baiknya. Begitu pula dengan komponen yang bandel dan mampu bertahan lama walaupun harus dibawa berkendara di jalanan dengan kontur kasar dan menanjak, seperti di jalanan luar kota maupun pedesaan. Membuatnya semakin menarik untuk dimiliki sebagai tunggangan keluarga.

3. Ruang kabin lega dan lapang

Ditugaskan untuk melayani pasar keluarga menengah dan besar, interior Kijang Innova menghadirkan ruang yang cukup lega hingga bagi 7 orang penumpang dewasa. Bahkan ruang bangku di belakang bisa menampung 3 penumpang dengan ruang kaki dan ruang kepala yang masih bersahabat.

Sedangkan bagasinya cukup luas untuk menampung barang-barang bawaan sehari-hari. Dibandingkan dengan Toyota Avanza yang lebih kompak, Innova sangat menjanjikan ketika harus dibawa bepergian ke luar kota dengan menampung banyak bawang di bagasi belakang.

4. Suspensi nyaman

Kenyamanan juga bisa dirasakan pada suspensi selama berkendara. Nyaman ketika dibawa di jalanan perkotaan yang mulus namun harus berhadapan dengan polisi tidur, tapi tetap menenangkan dan lebih kokoh dibandingkan Avanza ketika harus melewati jalanan yang bergelombang, seperti jalanan tanah maupun kerikil.

Apalagi Innova memiliki kaki-kaki yang lebih tegas, yaitu double wishbone dengan pegas koil dan stabilizer di depan dan 4-link dengan pegas koil dan lateral rod di belakang. Walaupun memang ground clearance atau jarak terendah dari tanah Innova hanya 176 mm, bandingkan dengan All New Xenia yang mencapai 190 mm.

5. Spare part mudah ditemui

Penutup kelebihan mobil ini tentu saja terdapat pada spare part yang masih mudah ditemui. Mengingat pamor Toyota Kijang sebagai pendahulu Kijang Innova yang masih tinggi, bahkan Anda bisa menemukan spare part untuk mesin maupun komponen lainnya bagi mobil keluaran tahun 2000 ke bawah.

Karena Kijang Innova masih dipasarkan di Indonesia, maka komponen pun bisa didapatkan pada bengkel maupun dealer resmi Toyota yang sudah banyak tersebar di seluruh Indonesia. Begitu pula dengan bengkel atau toko aksesoris umum. Sehingga bisa mempermudah perawatan mobil ini dibandingkan dengan mobil jadul lainnya yang sudah tak diproduksi.

Kekurangan Kijang Innova bekas

Tapi dari semua kelebihan yang dibawa oleh mobil ini, tentu saja ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika mengendarai Kijang Innova bekas. Berikut beberapa kekurangan yang sering dirasakan oleh pengguna mobil ini.

1. Body bongsor

Menawarkan ruang kabin yang lapang sayangnya harus berdampak pada dimensi mobil yang bisa dibilang cukup bongsor. Contohnya saja untuk Kijang Innova 2016 yang menjadi generasi kedua ketika diperkenalkan pada tahun 2015 memiliki panjang mencapai 4.735 mm dan lebar 1.830 mm serta tinggi 1.795 mm.

Dimensi yang lebar tentu saja berdampak pada radius putar yang besar. Apalagi ketika harus memutar di jalanan yang sempit, seperti pada parkiran mall. Bodinya yang menjulang tinggi membuat mobil ini seringkali terasa limbung ketika harus dibawa berkendara dalam kecepatan tinggi. Salah-salah, mobil ini lebih susah dikendalikan ketika melewati belokan tajam pada saat menikung.

(Baca juga: Rekomendasi Tempat Cuci Mobil Hidrolik di Kawasan Jakarta)

2. Mesin kurang responsif

Tak sedikit pengguna yang mengeluhkan bahwa Kijang Innova memiliki mesin atau pengendaraan yang kurang responsif. Tarikannya ketika berakselerasi mulai dari diam atau kecepatan rendah ke tinggi terasa lambat. Bahkan kalah dibandingkan model yang lebih kompak semisal Toyota Rush atau Avanza.

Memang ini merupakan penyakit yang sering hinggap pada mobil-mobil berukuran besar. Mengingat bodinya yang besar, aerodinamika mobil tak begitu baik. Innova pun memang bukan mobil yang ditujukan untuk akselerasi. Dan ketika mobil dibawa berlari kencang, tentu saja BBM menjadi lebih boros, apalagi untuk mesin bensin.

3. Mesin bensin yang boros

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, pengguna lebih banyak memilih Kijang Innova diesel karena menawarkan mesin yang lebih bertenaga dan hemat BBM. Walaupun memang untuk mobil bekas, efisiensi mesinnya tak sebaik mobil baru.

Hanya saja yang patut diperhatikan adalah mesin diesel memiliki banderol yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan mesin diesel. Serta fitur solar pada instrument cluster seringkali mengalami kerusakan. Apalagi unit yang tersedia pun tak begitu banyak. Terlebih perawatan mobil diesel juga membutuhkan budget yang lebih banyak.

4. Masalah pada transmisi

Beberapa pengguna pun mengeluhkan mengenai transmisi otomatis untuk model lama. Misalnya seperti transmisi yang berbunyi pada saat menggunakan mode berkendara PWR atau fokus pada performa. Pasalnya ketika mobil menggunakan mode Normal atau Eco, masalah ini tak terlalu terasa.

Kekurangan lainnya juga bisa dirasakan ketika mengendarai Kijang Innova Reborn. Suara berdengung seringkali terasa pada bagian belakang mobil dan terdengar pada saat berkendara dengan kecepatan mulai dari 60 km/jam hingga 80 km/jam.

Sebagai sebuah mobil keluarga, ada banyak keuntungan yang ditawarkan oleh Kijang Innova bekas. Seperti kelegaan kabin, harga jual kembali, dan performanya yang menawan. Namun yang perlu diingat bahwa mobil ini tak luput dari masalah selama penggunaannya. Oleh karena itu, jangan lupa untuk mengecek mobil sebelum membeli agar terhindar dari masalah besar yang tersembunyi di kemudian hari.