Libur Panjang Akhir Tahun Dipangkas, Ini Ide Kegiatan Seru di Rumah Aja!

5 min. membaca Oleh Vera Khairifah on

Kabar libur panjang akhir tahun dipangkas memang terbilang mengejutkan sekaligus mengecewakan. Berikut penjelasan mengenai jumlah hari libur akhir tahun 2020 yang akan segera ditetapkan Presiden Jokowi.

Menikmati libur tahunan yang biasa ditetapkan pada pertengahan dan akhir tahun adalah hal yang ditunggu semua orang.

Banyak dari kita yang bersiap merencanakan agenda liburan dari jauh-jauh hari, atau sekadar wisata keliling kota sendiri dan berbelanja.

Enggak sedikit pula yang memilih untuk sekadar pergi berkumpul ke rumah keluarga, saudara maupun rekan dekat lainnya untuk menikmati quality time.

Sayangnya, di masa pandemi Covid-19 seperti sekarang, pemberlakuan libur panjang nampaknya bakal ditiadakan.

Awal Mula Usulan Libur Panjang Akhir Tahun Dipangkas

Sebelumnya, pada libur pertengahan tahun sekaligus perayaan Hari Raya Idul Fitri, pemerintah Indonesia menetapkan pemotongan jumlah hari libur atau cuti bersama.

Hal ini dilakukan untuk menekan laju penularan virus Covid-19 di masyarakat. Sebab, banyak orang yang tetap bepergian saat masa libur berlangsung.

Sebagai gantinya, cuti bersama dari perayaan Hari Raya Idul Fitri ini diganti menjadi libur panjang akhir tahun yang jumlahnya akan ditambahkan.

Sebelumnya, ditetapkan bahwa tanggal 28 Desember 2020 sampai 31 Desember 2020 menjadi cuti bersama tambahan.

Sedangkan tanggal 1 Januari 2021 juga merupakan hari libur dari perayaan momen Tahun Baru.

Penetapan ini tentu didasarkan dengan harapan bahwa jumlah kasus penderita Covid-19 segera reda dan mengalami penurunan jumlah korban.

Nyatanya, jumlah kasus temuan Covid-19 terus bertambah di berbagai daerah, sehingga isu libur panjang akhir tahun dipangkas pun mencuat.

Pada tanggal 23 November 2020, Presiden Jokowi meminta libur panjang akhir tahun dipangkas, dengan alasan yang sama seperti sebelumya.

Yakni agar menekan laju penyebaran virus Covid-19 yang belum usai.

Ternyata, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil juga memiliki pendapat yang sama.

Pejabat yang akrab disapa Kang Emil ini mengusulkan jumlah hari libur panjang akhir tahun dikurangi menjadi sama seperti jumlah libur akhir tahun biasanya.

Yakni terdiri dari cuti bersama Hari Raya Natal (24-25 Desember 2020), dan Tahun Baru (1 Januari 2021).

Penyebaran virus Covid-19 tidak hanya menimbulkan kekekhawatiran dari segi penurunan tingkat kesehatan dan produktifitas masyarakat.

Tetapi juga ketidaksanggupan tenaga medis untuk mengakomodir jumlah pasien yang terus melonjak. Maka dari itu, Kang Emil berharap libur panjang akhir tahun dipangkas.

(Baca Juga: 5 Lokasi Piknik di Bogor yang Damai dan Asri!)

Plus Minus Libur Panjang AKhir Tahun Dipangkas

Permintaan Presiden Jokowi untuk memangkas jumlah hari libur memicu kontroversi dari berbagai pihak. Ada beberapa nilai plus dan minus jika benar-benar libur panjang akhir tahun dipangkas.

Dari sisi pekerja kantoran tentu mengharapkan jumlah libur tetap sama, karena itu dirasa sebagai salah satu hak karyawan dalam mendapatkan waktu rehat sejenak dari beban pekerjaan.

Kemudian dari sisi pelaku usaha di bidang pariwisata juga tentu mengharapkan jumlah libur panjang akhir tahun tidak dipangkas, sebab akan menurunkan peluang meraih pendapatan di masa liburan.

Ya, di era new normal sekarang, beberapa tempat wisata mulai kembali dibuka dengan penerapan protokol kesehatan dan pembatasan jumlah wisatawan yang berkunjung.

Di tengah momen kebangkitan industri pariwisata yang baru berlangsung beberapa bulan, keputusan pemangkasan libur akhir tahun akan menjatuhkan usahanya kembali.

Akibatnya, kondisi perekonomian daerah pun akan terganggu.

Akan tetapi, jika melihat ketidakdisiplinan orang yang sembarangan bepergian dan berkumpul, maka libur panjang justru akan memperluas kemungkinan penambahan korban Covid-19.

Ini akan memberatkan para tenaga medis, sebab jumlahnya kian tidak sepadan dengan jumlah korban yang terus bertambah.

Belum Ditetapkan Secara Resmi

Usulan libur panjang akhir tahun dipangkas rupanya belum bisa diputuskan secara resmi. Sebelumnya, pemerintah mengatakan akan mengumumkannya Senin (30/11) ini.

Namun hingga artikel ini ditulis, penetapan keputusan soal jumlah hari libur akhir tahun masih belum juga dikeluarkan.

Dilansir dari CNBC Indonesia, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, diskusi masih harus dilakukan lebih lanjut oleh beberapa menteri dan lembaga terkait.

Presiden mengundang beberapa menteri dalam rapat terbatas untuk menyepakati keputusan jumlah hari libur atau cuti bersama akhir tahun 2020 ini.

(Baca Juga: 5 Ide Usaha Kue Kekinian Mulai dari Roti Kukus Srikaya hingga Sweet Potato Bread!)

Ide Kegiatan Seru untuk Habiskan Libur di Rumah

Buat kamu yang memilih liburan di rumah aja karena libur panjang dipangkas, beberapa ide kegiatan seru untuk mengisi masa liburan.

Selain sudah pasti lebih menyehatkan karena tak perlu keluar dan berhadapan dengan risiko penularan virus, liburan di rumah juga enggak bikin dompet kering.

Berikut rekomendasi ide kegiatan seru untuk habiskan libur di rumah.

1. Masak Bareng Keluarga

Kamu dan keluarga bisa mencoba resep masakan baru atau memasak menu makanan favorit bersama-sama.

2. Menonton Film

Coba ubah ruang TV di rumah agar suasananya mirip seperti teater bioskop. Matikan lampu dan siapkan cemilan, lalu pilih film favorit yang bisa kamu tonton secara streaming.

Kalau punya budget lebih, enggak ada salahnya untuk membeli atau menyewa proyektor biar suasana nonton film makin seru.

3. Bermain Permainan Seru

Ada banyak pilihan permainan yang bisa dimainkan secara berkelompok. Mulai dari lomba menyusun puzzle, main monopoli, main PlayStation, main balok susun kayu, dan masih banyak lagi lainnya.

4. Piknik dan Berkemah di Halaman Rumah

Kalau punya area teras dan halaman yang cukup luas, kamu dan keluarga bisa mencoba piknik dan berkemah.

Sewa tenda dan buat dekorasi khusus sendiri, supaya kamu serasa pergi liburan di daerah daratan tinggi. Biar makin asyik, siapkan menu makanan bakaran seperti barbeku atau marshmallow.

5. Mendekor Ulang Ruangan

Rasa bosan selama masa karantina bisa makin buruk kalau suasana rumahmu begitu-begitu aja. Cobalah untuk mengatur ulang tata letak furniture di rumah, kemudian buat dekorasi dengan konsep berbeda.

Tak perlu mengeluarkan biaya mahal, dekorasi kini bisa dilakukan dengan peralatan murah yang tersedia di e-commerce.

6. Berkebun

Terakhir, kamu juga bisa mencoba untuk berkebun bersama anggota keluarga lainnya. sekarang ini sedang tren teknik berkebun secara hidroponik.

Kamu bisa menanam selada, pokcoy, kangkung, dan lainnya. Atau coba hunting tanaman hias indah yang kerang ini sedang tren seperti keladi, kaktus, tanaman hias rambat, dan lain sebagainya.

Jadi, sudah memutuskan belum mau liburan kemana akhir tahun ini?

Agar kesehatan makin terjamin di masa pandemi, pastikan kamu terlindungi oleh jaminan layanan kesehatan terbaik dengan memiliki asuransi kesehatan.

Enggak usah bingung menentukan asuransi yang pas untukmu. Sebab CekAja.com akan memberikan rekomendasi produk asuransi terbaik sesuai kebutuhan dan profil finansialmu.

Jika kamu tertarik mengajukannya, cukup isi formulir online secara lengkap dan bayar premi bulan pertama yang pastinya terjangkau.

Semua transaksi di CekAja.com dijamin aman dan terpercaya, karena CekAja.com terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Ini saatnya buat kamu memberikan proteksi ekstra dari segala risiko kesehatan diri di masa depan. Bandingkan dan ajukan asuransi kesehatan hanya melalui CekAja.com!

Tentang kami

Vera Khairifah

Vera Khairifah