Menelisik Arti Manajemen Risiko Asuransi, yang Wajib Diketahui Pebisnis

4 min. membaca Oleh Estrin Vanadianti Lestari on

Sebagai seorang pebisnis, tentunya kamu harus siap dengan segala macam resiko usaha, yang akan terjadi. Sehingga, bagi pebisnis yang cerdik, mereka akan membuat suatu perencanaan termasuk manajemen risiko asuransi, untuk melindunginya dari berbagai ancaman bisnis secara ekonomi.

Menelisik Arti Manajemen Risiko Asuransi, yang Wajib Diketahui Pebisnis

Hal tersebut dilakukan, agar bisnis yang dibangun memiliki pondasi yang kuat. Pasalnya, risiko dalam sebuah bisnis, pasti akan selalu ada, dan dengan manajemen risiko asuransi yang baik, kamu bisa mengatasi masalah dengan baik juga.

Di dalam kehidupan ini, ada banyak jenis risiko yang bisa mengancam kamu dan usahamu. Risiko sendiri bisa diartikan sebagai segala kemungkinan yang bisa terjadi, bahkan yang mustahil sekalipun. Sesuatu bisa disebut sebagai risiko, jika memiliki sifat sebagai berikut:

  • Suatu kemungkinan yang bisa terjadi di masa depan.
  • Risiko biasanya kombinasi dari bahaya.
  • Sebuah ketidakpastian kerugian.
  • Memiliki kecenderungan bahwa hasil akhir mungkin berbeda dari hasil yang diperkirakan.
  • Kemungkinan terjadinya kehilangan, cedera, kerugian, atau kehancuran.

Kapan pun risiko datang, manusia harus siap menanganinya. Sehingga manusia membutuhkan sesuatu, untuk meminimalisasi kerugian secara ekonomi yang akan terjadi akibat risiko tersebut, yakni dengan merangkai manajemen risiko asuransi.

Sebelum membahas terkait manajemen risiko asuransi lebih dalam, mari ketahui dulu jenis-jenis risiko, seperti yang dilansir dari berbagai sumber sebagai berikut:

(Baca Juga: Asuransi yang Mengcover Penjarahan Akibat Kerusuhan)

Jenis-jenis Risiko

  • Risiko Spekulatif

Jenis risiko yang pertama adalah risiko spekulatif. Di mana di dalam risiko ini kamu bisa mengalami keuntungan, kerugian, atau sama sekali tidak ada perubahan apapun.

Contoh dalam risiko spekulatif ini misalnya seperti investasi saham. Pasalnya, nilai investasi di masa depan bisa saja mengalami masa untung, rugi, atau sama sekali tidak berubah. Sehingga kemungkinan tersebut bersifat spekulatif dan sudah disadari sebelum membeli.

  • Risiko Murni

Jenis risiko selanjutnya adalah risiko murni, di mana bila risiko ini terjadi akan menimbulkan kerugian, namun jika tidak terjadi maka tidak mendatangkan keuntungan maupun kerugian.

Contoh risiko murni misalnya adalah kecelakaan, yang menyebabkan cacat. Sehingga membuat diri tidak produktif dan tidak berpenghasilan.

  • Risiko Khusus

Kerap dialami siapa saja, kerugian dari risiko khusus ini biasanya bersifat pribadi. Contohnya adalah pencurian.

  • Risiko Fundamental

berikutnya adalah risiko fundamental, di mana risiko ini dapat menimbulkan kerugian tidak hanya pada diri sendiri, tapi juga pada orang banyak.

Pasalnya, jenis risiko ini bisa terjadi di luar kendali manusia, misalnya bencana alam seperti tsunami atau gempa bumi.

Nah, dari empat jenis risiko tersebut, risiko spekulatif merupakan risiko yang tidak dapat ditanggung asuransi. Selain itu, dampak dari risiko tersebut juga bisa dinilai dengan uang, dan tidak boleh bertentangan dengan hukum yang berlaku.

Apa Itu Manajemen Risiko Asuransi?

Sebelumnya membahas pengertian manajemen risiko asuransi, mari simak dulu pengertian dari manajemen risiko. Manajemen risiko merupakan serangkaian proses identifikasi, analisa, dan pengendalian risiko secara ekonomis, terhadap risiko yang senantiasa mengancam aset atau kapasitas, untuk memperoleh hasil usaha.

Namun, untuk bisa menjalani proses serangkaian manajemen risiko tersebut, kamu harus memahami 4 hal ini dulu:

  • Mengidentifikasi risiko sebelum diukur
  • Dalam mengendalikan risiko, harus ekonomis
  • Jangan hanya fokus dalam manajemen risiko, terkait aset harta benda, tetapi meliputi juga unsur manusianya (human)
  • Aplikasi manajemen risiko bukan untuk kegiatan usaha harta benda tetapi juga meliputi jasa (services). Bahkan untuk individu (personal) manajemen risiko juga perlu dilakukan.

Simplenya, manajemen risiko asuransi bisa dilakukan secara sederhana, jika dianalogikan seperti membawa payung sebelum hujan, berhati-hati ketika berkendara, hingga mengunci pintu rumah agar rumah tidak kemalingan.

Jika dikaitkan dengan asuransi, manajemen risiko dapat dibedakan menjadi beberapa bagian, yakni sebagai berikut:

1. Menghindari Risiko

Dalam manajemen risiko asuransi berikut ini, kamu bisa melakukan cara dengan menghindari risiko. Misalnya, seperti jika kamu ingin menghindari resiko cacat, kamu jangan memilih pekerjaan atau profesi dengan tingkat kecelakaan tinggi.

Contohnya, menjadi pekerja tambang, pekerja yang berkutat dengan ketinggian, atau pekerja SAR yang selalu berkutat dengan bahaya. Akan tetapi, seringkali pilihan ini tidak efektif, karena mungkin saja pekerjaan tersebut menjanjikan penghasilan besar.

2. Mengendalikan Risiko

Jika sebelumnya kamu bisa menghindari, di sini kamu juga bisa mengendalikan risiko. Di mana kamu bisa melakukannya dengan cara mencegah terjadinya kerugian.

Contohnya, jika rumahmu terbuat dari kayu, maka kamu bisa memilih menggunakan kompor listrik bukan kompor api. Hal ini karena rumah kayu lebih rentan mengalami kebakaran, dan tentunya hal tersebut bisa mengakibatkan kerugian.

3. Menunda Risiko

Tidak hanya menghindari dan mengendalikannya, suatu kegiatan juga dapat ditunda, untuk meminimalkan terjadinya kerugian.

Contohnya seperti, menunda renovasi rumah ketika musim hujan, terlebih rumah berlokasi dekat sungai besar. Penundaan ini, bertujuan apabila terjadi banjir, kerugian yang dialami tidak terlalu besar.

(Baca Juga: Ketahui Resiko Berkendara Tanpa Asuransi Sebelum Terlambat)

4. Mengalihkan Risiko

Manajemen risiko asuransi berikutnya ini, bisa dilakukan dengan cara mengalihkan kerugian finansial pada pihak lain. Salah satu caranya adalah dengan mengalihkan risiko pada perusahan asuransi dan membayar sejumlah dana atau premi kepada perusahaan asuransi tersebut.

Selanjutnya, perusahaan asuransi kemudian menerbitkan polis berisi ketentuan mengenai risiko apa saja, yang dapat ditanggung. Pihak asuransi setuju untuk membayar sejumlah uang apabila kerugian terjadi, asalkan kamu membayar sejumlah uang (premi) terlebih dahulu.

Ada banyak jenis asuransi yang bisa kamu beli. Kamu bisa membeli polis asuransi yang berkaitan dengan harta benda, kesehatan, maupun kerugian yang dialami oleh pihak lain. Harta benda yang dimaksud di antaranya adalah seperti properti dan kendaraan, kesehatan menyangkut penyakit atau cacat.

Sedangkan kerugian pihak lain misalnya terjadi ketika kendaraan mu menabrak mobil milik orang lain. Segala kerugian dan perbaikan mobilnya, menjadi tanggung jawab pihak asuransi.

Nyatanya, asuransi tidak hanya bisa dinikmati atau dibeli untuk kegunaan pribadi saja. Asuransi juga bisa dibeli oleh perusahaan, sebagai perlindungan, untuk meminimalkan risiko terkait dengan bisnis yang dijalankan.

Di sini, perusahaan asuransi menilai risiko sebagai sebuah objek. Nah, dengan memahami berbagai risiko yang mungkin terjadi, kamu tentunya bisa menentukan asuransi mana yang tepat untuk dibeli. Sehingga, bisa membuatmu lebih tenang dalam menjalani bisnis dan juga kehidupan.

Yuk, temukan produk asuransi terbaik pilihanmu, hanya di CekAja.com!