7 Manfaat dan Risiko Tes DNA, Yuk Kepoin!

5 min. membaca Oleh Ayunindya Annistri on

Munculnya kabar rencana tes DNA yang bakal dilakukan oleh pedangdut Rizky DA, membuat sejumlah media kembali membahas mengenai manfaat dan risiko tes DNA itu sendiri. Memang, apa sih manfaat dan risikonya? Cek info lengkapnya di sini.

Sekilas Tentang Tes DNA

Seringnya tes DNA digunakan untuk mencari tahu hubungan darah atau riwayat keturunan dalam keluarga.

Tak salah memang, sebab merujuk pada pengertiannya sendiri, tes DNA merupakan prosedur yang dijalankan guna mengetahui informasi mengenai genetika dari tubuh seseorang.

Selain itu, tes DNA juga kerap kali dipakai untuk keperluan forensik dan untuk mengidentifikasi risiko penyakit tertentu.

Cara Kerja Tes DNA

Membahas manfaat dan risiko tes DNA, gak afdal rasanya kalau kita tidak mengulas lebih dalam lagi mengenai prosedur tes tersebut.

Pada tes DNA, prosedur yang dijalankan adalah dengan mengidentifikasi keseluruhan fragmen dari DNA alias asam nukleat.

Tiap orang biasanya memiliki bentuk DNA double helix, yang artinyta rantai ganda. Rantai ganda sendiri diturunkan oleh ibu dan ayah.

Untuk bisa menjalani tes DNA, seseorang mesti mendatangi rumah sakit atau laboratorium yang menyediakan prosedur tersebut.

Kemudian, pihak medis akan mengambil sampel tes DNA berupa darah, air liur, ataupun rambut.

Setelah sampel diperoleh, tim medis akan langsung melakukan pemeriksaan, dan biasanya untuk mendapatkan hasil yang akurat dibutuhkan waktu paling tidak dua sampai tiga minggu.

Menjalani tes DNA sendiri sebetulnya gak bisa asal. Pasien harus benar-benar menyampaikan secara jelas alasan mereka dalam mengikuti tes ini.

Sehingga, prosedur yang dijalankan oleh tim medis pun sesuai dengan tujuan pelaksanaannya.

(Baca Juga: 3 Jenis Tes Covid-19 di Indonesia)

Beragam Manfaat dan Risiko Tes DNA

Bukan cuma untuk mengetahui garis keturunan saja, lebih dari itu masih ada lagi beberapa manfaat dan risiko tes DNA bagi yang melakukannya.

Nah, mengutip dari berbagai sumber, berikut ini CekAja sajikan informasi mengenai manfaat dan risiko tes DNA.

1. Bantu mendiagnosis penyakit turunan

Pada poin satu, pembahasan bakal dibuka dengan manfaat tes DNA terlebih dulu. Nah disini, manfaat tes DNA dikatakan mampu mendiagnosis penyakit turunan.

Hal tersebut memang benar adanya, mengingat fungsi utama dari tes DNA sendiri adalah untuk mengetahui informasi genetika seseorang.

Dengan tes ini, pasien dapat melakukan pencegahan sedari awal agar terhindar dari risiko terkena penyakit bawaan tersebut.

Adapaun penyakit genetik yang dapat dideteksi oleh tes DNA, yaitu:

  • Defisiensi A1AT, memicu kerusakan paru-paru dan hati
  • Kanker payudara, prostat, dan ovarium
  • Penyakit thalassemia, kelainan darah yang membuat penderita mengalami anemia
  • Penyakit radang usus kronis atau crohn’s disease
  • Penyakit fibrosis kistik, penyakit turunan yang membuat lendir dalam tubuh menjadi kental dan lengket, serta membuat penderitanya rentan tertular infeksi
  • Down sindrom
  • Penyakit anemia sel sabit

2. Perencanaan kehamilan dan pra-kelahiran

Selain untuk mengetahui hubungan genetika dan mendeteksi penyakit, manfaat tes DNA juga bisa dirasakan terutama oleh pasangan yang baru menikah. Mengapa demikian?

Sebab dengan tes ini, pasangan dapat merencanakan program kehamilannya sedari awal. Jenis tes DNA yang bisa dilakukan pada tahapan ini adalah carrier testing atau uji pembawaan.

Carrier testing merupakan pengujian kondisi genetik pada seseorang, yang kemungkinan juga akan diturunkan kepada anak-anaknya nanti.

Selain uji pembawaan, tes DNA juga bisa dilakukan saat seorang ibu memasuki masa pra-kelahiran.

Biasanya dokter baru akan menganjurkan tes ini, apabila bayi yang dikandung kemungkinan mengalami kelainan genetik.

Sayangnya, tes pra-kelahiran ini enggak bisa mendeteksi semua jenis penyakit, karena pengujiannya dilakukan dengan cara amniosentesis alias pengambilan sampel air ketuban.

3. Efektif untuk mengatur gaya hidup lebih baik

Manfaat tes DNA selanjutnya adalah untuk mengatur gaya hidup agar lebih baik lagi.

Karena seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, dengan tes DNA ini, pasien bisa mengetahui jika adanya risiko penyakit turunan.

Jadi, kalau kamu pun merasa adanya penyakit “bawaan’ dalam riwayat keluarga, kamu bisa mencoba langsung tes DNA, agar risiko yang menyangkut masalah kesehatan bisa dideteksi sejak awal.

Selain mengetahuinya lebih dulu, secara tak langsung juga kamu pasti akan tergerak untuk menerapkan gaya hidup sehat.

4. Kebutuhan uji forensik

Ini juga merupakan manfaat tes DNA yang paling umum diketahui.

Tes ini biasa dilakukan oleh aparat hukum untuk mengidentifikasi jasad yang tidak bisa dikenali lagi, akibat dari musibah yang dialami.

Selain itu, uji forensik juga diperlukan untuk mengetahui identitas orangtua sang anak.

Kasus tersebut seringnya terjadi pada mereka yang ingin mencari orangtua biologisnya atau bahkan ingin memastikan sang ahli waris dalam garis keturunan keluarga.

5. Mempengaruhi psikologis

Selain manfaat, tes DNA juga mendatangkan banyak risiko bagi kehidupan, salah satunya adalah mampu mempengaruhi psikologis.

Betapa tidak, saat kita mengetahui kerabat atau bahkan diri sendiri menderita penyakit berbahaya maupun kelainan genetik akibat menjalani tes DNA ini, pasti secara tak langsung ada perasaan sedih, bukan?

Disinilah, pasien tes DNA membutuhkan seorang konselor genetika. Di mana pihak konselor akan memberikan saran mendukung hingga kiat mengikuti prosedur tes tersebut.

6. Tes DNA hanya mampu memprediksi

Risiko tes DNA lainnya adalah tes ini hanya bersifat prediksi saja, dan enggak semua penyakit genetik bisa terdeteksi secara pasti.

Karena sifatnya hanya memprediksi, berarti kemungkinan munculnya penyakit hingga cara penanganan yang tepat, haruslah dikonsultasikan lebih lanjut kepada dokter ahli.

7. Harga tes yang mahal

Tes DNA itu enggak murah lho. Karena hal ini pula, banyak orang yang jarang mengikuti prosedur tes DNA, apalagi setelah tahu risikonya, yakni hanya bersifat memprediksi.

Tiap rumah sakit atau laboratorium yang menyediakan layanan tes DNA biasanya memang tarif yang berbeda-beda. Namun, rata-rata harganya sekitar Rp7 juta hingga Rp10 juta keatas.

(Baca Juga: 7 Ciri Bayi yang Kekurangan Gizi)

Gak Semua Orang Perlu Menjalani Tes DNA

Benar memang jika kita berpendapat bahwa tidak semua orang perlu menjalani tes DNA. Apalagi setelah tadi sudah dibahas mengenai manfaat dan risiko tes DNA.

Namun, enggak ada salahnya juga kalau memang kamu ingin mengikuti tes tersebut, terlebih jika dalam riwayat keluarga ditemukan adanya penyakit genetik.

Sifatnya memang hanya memprediksi, tapi dari tes ini juga kamu bisa mencegah risikonya sedari awal.

Lalu, untuk urusan perlindungan diri, diluar dari menjaga gaya hidup sehat, tentu kamu butuh yang namanya asuransi kesehatan.

Kenapa Harus Memiliki Asuransi Kesehatan?

Dengan produk finansial ini, segala risiko yang menyangkut masalah kesehatan bisa diminimalisir, begitupun dengan masalah finansial.

Pasalnya, asuransi kesehatan diklaim mampu menjaga kondisi finansial agar enggak merosot jauh, sebab beban biayanya dialihkan ke pihak perusahaan asuransi.

Lantas, dimana bisa membeli polis asuransi kesehatan yang bagus? Tentu saja di CekAja.com.

Melalui kami, kamu dapat membeli asuransi kesehatan dari mitra asuransi terbaik yang CekAja miliki.

Bahkan, produk asuransi ini juga sudah dilengkapi dengan cakupan manfaat perlindungan yang luas, sekaligus bantuan klaim cepat.

Jadi tunggu apalagi? Yuk, beli asuransi kesehatan di CekAja sekarang juga, dan dapatkan beragam manfaatnya untuk hidupmu yang lebih baik.

Tentang kami

Ayunindya Annistri

Ayunindya Annistri