Mengenal Apa Itu Intermittent Fasting beserta Manfaatnya untuk Tubuh

Meski terdengar asing, namun Intermittent Fasting merupakan salah satu metode diet yang cukup populer dan banyak digunakan. Bagaimana tidak, pasalnya metode diet yang satu ini tidak mengatur jenis makanan yang boleh dikonsumsi dan tidak.

Pariwara

Bagaimana, sangat mengasyikkan bukan? Maka dari itu, untuk tahu lebih jelas mengenai Intermittent Fasting, yuk mari mengenal apa itu Intermittent Fasting terlebih dahulu, beserta segudang manfaat yang diberikan berikut ini.

Mengenal Apa Itu Intermittent Fasting

Hal pertama yang perlu kamu ketahui tentang Intermittent Fasting, yaitu mengenal apa itu Intermittent Fasting terlebih dahulu.

Buat kamu yang belum tahu, Intermittent Fasting sejatinya merupakan salah satu metode diet, yang dilakukan dengan cara berpuasa selama waktu tertentu.

Tidak hanya sekedar metode diet, Intermittent Fasting juga digunakan sebagai metode untuk mengatur pola makan.

Meski diharuskan untuk berpuasa selama beberapa waktu, namun metode diet yang satu ini juga tetap memperbolehkan orang-orang untuk mengonsumsi minuman, seperti air putih dan kopi hitam.

Satu fakta menarik dari Intermittent Fasting adalah metode ini tidak mengatur makanan apa saja yang boleh dikonsumsi dan harus dikurangi, seperti metode diet lainnya.

Sebab, metode ini lebih mengatur kepada waktu kapan kamu harus makan dan berhenti, atau yang lebih dikenal dengan sebutan puasa.

Dengan begitu, walaupun Intermittent Fasting ini memang diperuntukkan untuk orang-orang yang ingin diet, namun metode yang diberikan tidak terlalu “menyiksa” orang-orang yang menjalankan programnya.

(Baca Juga: Rekomendasi Biskuit Terbaik untuk Diet)

Cara Melakukan Intermittent Fasting

Setelah di pembahasan sebelumnya kamu sudah mengenal apa itu Intermittent Fasting, maka di pembahasan kali ini kamu akan mengetahui apa saja metode atau cara melakukan Intermittent Fasting yang benar.

Melansir dari hellosehat.com, ada tiga cara melakukan Intermittent Fasting yang aman dan bisa dilakukan, di antaranya yaitu:

1. The 16/8 Method

Cara melakukan Intermittent Fasting yang pertama, yaitu dengan menggunakan The 16/8 Method. Ini merupakan salah satu metode yang dilakukan dengan cara berpuasa selama 16 jam, dan 8 jam untuk makan.

Sebagai contoh, kamu diperbolehkan makan dari jam jam 9 pagi sampai jam 5 sore, maka mulai pukul 5 sore tersebut kamu sudah harus berpuasa selama 16 jam ke depan.

2. The 5:2 Diet

Berikutnya ada metode The 5:2 Diet, yang menjadi salah satu cara melakukan Intermittent Fasting.

Maksud dari cara ini, yaitu kamu hanya diperbolehkan makan sebanyak 500 – 600 kalori per hari, selama 2 hari tertentu.

Dan untuk 5 hari sisanya, kamu diperbolehkan kembali makan seperti biasa, dengan tetap memperhatikan porsi dan kadar nutrisi dari makanan yang dikonsumsi.

3. Eat-Stop-Eat

Eat-Stop-Eat juga merupakan cara melakukan Intermittent Fasting yang bisa dicoba. Caranya, yaitu dengan berpuasanya selama 24 jam selama beberapa hari, per minggu.

Gambarannya seperti ini, kamu diharuskan berhenti makan berat setelah sarapan hari ini, dan baru diperbolehkan kembali makan di waktu sarapan pada keesokan harinya.

Mungkin cara yang satu ini terlihat lebih sulit dari dua cara sebelumnya, namun cara Eat-Stop-Eat sangat efektif untuk menurunkan berat badan.

Cara Beradaptasi dengan Intermittent Fasting

Jika kamu tertarik untuk mencoba Intermittent Fasting, sebelum memulainya kamu perlu beradaptasi dulu dengan metode yang akan digunakan.

Hal itu berguna agar nantinya tubuh tidak kaget dengan pola makan dan kebiasaan baru. Sehingga, risiko timbulnya suatu penyakit dapat dihindari.

Adapun cara yang bisa dilakukan untuk beradaptasi dengan Intermittent Fasting sangat banyak, beberapa di antaranya yaitu:

  • Melakukan periode berhenti makan saat malam hari dan dan percepat waktu tidur, agar memudahkanmu melewati waktu malam hari tanpa makan
  • Perbanyak konsumsi air putih, agar tubuh terhindar dari dehidrasi
  • Aktivitas berhenti makan atau puasa bisa mulai dilakukan, ketika rutinitas sedang sibuk-sibuknya agar perhatian dapat dengan mudah teralihkan
  • Ubah pikiran bahwa periode berpuasa merupakan waktu untuk merasa lapar atau kekurangan, menjadi waktu untuk mengistirahatkan tubuh sejenak dari aktivitas makan
  • Barengi Intermittent Fasting dengan aktivitas fisik secara rutin, setidaknya 2-3 kali dalam satu minggu.

Manfaat Intermittent Fasting untuk Tubuh

Rasanya mengenal apa itu Intermittent Fasting saja tidak cukup. Akan lebih baik jika kamu juga mengetahui segudang manfaat Intermittent Fasting yang diberikan untuk tubuh, seperti:

  • Kadar hormon dalam tubuh akan disesuaikan, sehingga lemak yang tersimpan menjadi lebih mudah diakses
  • Sel-sel dalam tubuh akan melakukan proses regenerasi penting, serta mengubah struktur gen
  • Hormon Human Growth Hormon (HGH) menjadi semakin bagus
  • Lemak menjadi lebih mudah terbakar
  • Apabila diet dilakukan bersama dengan olahraga, maka otot tubuh akan terbentuk dengan mudah
  • Sensitivitas insulin dalam tubuh meningkat
  • Dapat menurunkan berat badan secara efektif
  • Memperlambat proses penuaan
  • Mengurangi peradangan
  • Meningkatkan respon tubuh terhadap kerusakan dan stres menjadi lebih baik
  • Menurunkan risiko penyakit jantung
  • Mengontrol kadar gula darah
  • Meningkatkan fungsi otak dan memori
  • Mengurangi risiko diabetes
  • Membantu cegah gangguan metabolisme.

Siapa Saja yang Bisa Melakukan Intermittent Fasting

Jika berbicara tentang siapa saja yang bisa melakukan metode diet ini, sebenarnya Intermittent Fasting bisa dilakukan oleh siapa saja.

Namun perlu diketahui, kalau metode diet satu ini akan memberikan efek berupa rasa lapar. Sehingga,di awal percobaan metode diet ini akan cukup membuat stres, khususnya bagi kamu yang memiliki hobi ngemil dan sangat menyukai nasi.

Efek yang diberikan Intermittent Fasting pun tidak hanya itu, sebab metode diet ini juga dapat merubah jam tidur dan menimbulkan sakit kepala, akibat dari pola makan yang berubah.

Oleh sebab itu, meskipun Intermittent Fasting aman dilakukan, namun ada baiknya jika orang dengan kondisi medis atau riwayat penyakit tertentu, tidak ikut mencoba metode diet satu ini untuk meminimalisir risiko yang dapat terjadi.

Atau jika benar-benar ingin mencobanya, alangkah lebih baik jika berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter terkait.

Adapun orang dengan kondisi medis atau riwayat penyakit tertentu, yang harus berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu sebelum melakukan Intermittent Fasting, yaitu:

  • Orang yang dalam masa pengobatan
  • Memiliki riwayat diabetes
  • Memiliki indeks massa tubuh di bawah batas normal
  • Mengalami gangguan kadar gula darah
  • Mempunyai riwayat gangguan makan
  • Memiliki tekanan darah yang rendah
  • Wanita yang sedang menjalankan program hamil
  • Ibu hamil dan menyusui
  • Wanita yang sedang mengalami pendarahan berlebih saat menstruasi.

(Baca Juga: 8 Minuman untuk Diet)

Nah dari beberapa informasi yang sudah diulas secara lengkap sebelumnya, sepertinya kamu sudah mengenal apa itu Intermittent Fasting.

Tidak hanya informasi dasarnya saja, tetapi kamu juga sudah mengetahui beberapa informasi lainnya seperti cara melakukan Intermittent Fasting, cara beradaptasi, manfaat, hingga daftar orang-orang yang tidak diperuntukkan untuk melakukan Intermittent Fasting.

Dari semua informasi tersebut, kamu jadi tahu bahwa metode diet yang satu ini sebenarnya sangat aman dilakukan, asalkan kamu tidak memiliki riwayat penyakit tertentu, maupun sedang hamil dan menyusui.

Sebab, jika orang-orang tersebut tetap melakukan metode diet ini tanpa berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter yang bersangkutan, risiko munculnya efek samping pun dapat terjadi.

Maka dari itu, sebenarnya penting untuk berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter, sebelum melakukan Intermittent Fasting, untuk mencegah berbagai kemungkinan risiko yang dapat terjadi.

Dan selain berkonsultasi ke dokter, kamu pun wajib melindungi diri dengan asuransi kesehatan.

Karena, apabila dalam periode Intermittent Fasting terjadi gangguan kesehatan dan efek samping lainnya, maka asuransi kesehatan akan menanggung semua biaya konsultasi, pengobatan serta perawatan selama kamu sakit.

Sehingga, nantinya kamu tidak perlu lagi pusing memikirkan besarnya biaya pengobatan yang harus dibayarkan.

Oleh sebab itu, buat kamu yang belum memiliki asuransi kesehatan hingga saat ini, bisa segera mengajukannya melalui CekAja.com.

Di sana, tersedia banyak produk asuransi kesehatan dari perusahaan ternama dan terpercaya, yang bisa kamu pilih sesuai kebutuhan dan kemampuan finansial.

Tidak hanya itu, proses pengajuannya pun sangat mudah, cepat dan aman, karena CekAja.com sudah terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Jadi, kalau begitu tunggu apalagi? Yuk, ajukan asuransi kesehatan terbaikmu sekarang juga dan dapatkan perlindungan kesehatan yang optimal!

Pariwara