Membuka akses finansial untuk
jutaan masyarakat Indonesia

Show menu

5 menit waktu bacaan

Mengenal Metode Pendidikan dan Mainan yang Cocok untuk Anak Autis

by Anes Saputra on 1 April, 2020

Semua orang tua tentu ingin mendapatkan anak yang sempurna, namun tidak sedikit orang tua yang mendapatkan karunia anak yang istimewa dengan autisme sehingga membutuhkan pendidikan yang juga khusus.

Di Indonesia sendiri berdasarkan data Badan Pusat Statistik pada 2017, setidaknya ada 1,6 juta anak berkebutuhan khusus. Namun sayangnya, baru 18 persen dari jumlah tersebut yang mendapatkan pendidikan inklusi.

Kita simak metode pendidikan dan jenis-jenis mainan yang cocok untuk anak autis yuk:

1. Sekolah Umum untuk Anak Hiperaktif

Meski kerap kali dibedakan dan diistimewakan, ada anggapan kalau anak-anak autis yang hiperaktif dan juga sulit berinteraksi dengan orang lain akan lebih terbantu bila bersekolah di sekolah umum. Ada anggapan kalau semakin sering anak autis berbaur dengan orang normal, akan membuat mereka semakin mudah melatih diri untuk berkomunikasi dengan orang lain.

Sekolah umum juga penting karena anak autis nantinya bakal menerapkan ilmu dan memamerkan bakat yang dimilikinya di muka umum. Meski memiliki kekurangan pada satu hal, anak autis juga memiliki potensi yang bisa digali dan tentu saja sangat mungkin bisa bermanfaat bagi orang lain.

Sejauh ini, beberapa sekolah umum di berbagai tingkatan seperti SD, SMP, SMP sudah mulai menerima anak berkebutuhan khusus. Anak-anak itu tidak langsung dilepas begitu saja, melainkan ditemani pendamping untuk memberikan pengertian bagi anak autis dan juga lingkungan sekitar.

2. Sekolah Inklusif

Selain sekolah umum, sekolah inklusif bisa menjadi pilihan terbaik bagi anak autis. Sekolah dengan sistem pendidikan inklusif memungkinkan anak dengan beragam macam kekhususan, terutama autisme bisa menikmati pendidikan yang terintegrasi.

Pada pelaksanaannya, pendidikan untuk anak autis berlangsung secara komprehensif, yakni secara menyeluruh dari akademik hingga interaksi sosialnya. Pola ini sangat penting bagi anak autis, karena kebutuhan mereka bukan hanya pada akademik saja melainkan juga komunikasi dan sosial anak.

Sekolah inklusif tidak hanya memiliki tenaga pendidik seperti sekolah umum, namun juga ada guru pembimbing khusus, shadow teachers, terapis, psikolog, dan juga tenaga lainnya yang disediakan sekolah.

Kalaupun tidak lengkap, tenaga psikolog dan shadow teacher bisa dikerjasamakan antara orang tua dan pihak sekolah.

3. Sekolah Luar Biasa

Sekolah Luar Biasa (SLB) adalah sistem penyelenggaraan pendidikan khusus yang terpisah dengan anak umum lainnya. Ditambah lagi, anak–anak berkebutuhan khusus di tempatkan secara khusus sesuai dengan kebutuhannya. Dalam penyelenggarannya SLB ini ada yang mengkhususkan khusus tuna netra, tuna rungu maupun tuna daksa.

SLB memiliki keunggulan antara lain anak akan mendapatkan pelayanan dan pendidikan sesuai kemampuannya. Ditambah lagi, di kelas kemampuannya disesuaikan dengan teman–temannya, hal ini memudahkan untuk memberikan asesmen dan memberikan pelayanan.

Anak juga akan mendapatkan program khusus yang sesuai dengan kemampuannya yang sudah di susun dalam kurikulum.

Sementara bagi orang tua, akan lebih memahami dan lebih ikhlas dalam mengasuh karena kondisinya di SLB beragamnya kondisi sehingga menjadikan orang tua lebih termotivasi.

Sediakan Mainan Edukatif

Di sisi lain, anak autis juga bisa dibantu di rumah dengan mainan edukatif di rumah. Namun, memilih permainan yang tepat untuk anak-anak dengan autisme tidak bisa sembarangan seperti saat memberikan mainan pada anak-anak pada umumnya.

(Baca juga: Anak Dian Sastro Pernah Idap Autisme, Kenali 7 Ciri-Cirinya)

Anak dengan autisme membutuhkan mainan yang tepat agar mereka dapat bereksplorasi dan mengurangi risiko frustasi atau tantrum saat bermain. Hal ini karena mereka kesulitan dalam memusatkan perhatian dan memahami konsep abstrak.

1. Puzzle

Salah satu permainan yang dianggap ampuh bagi anak dengan autisme adalah puzzle. teknik permainan ini mendorong otak anak untuk berpikir lebih keras, secara tidak langsung nantinya mereka memiliki semangat pantang menyerah saat memecahkan suatu masalah.

2. Balok Susun

Hampir mirip dengan puzzle, permainan lain yang bisa diberikan pada anak autis adalah balok susun. Permainan ini diklaim dapat merangsang pertumbuhan anak, terutama kreativitas, kemampuan berpikir, serta keluwesan dalam bersosialisasi.

Kekurangan puzzle dan balok susun adalah bentuknya yang kecil dan kadang keras, sangat mungkin dimasukan ke mulut dan sakit saat terinjak. Pastikan anak-anak membereskannya usai selesai bermain agar tidak terjadi hal-hal yang diinginkan.

3. Menggambar dan Mewarnai

Selanjutnya menggambar dan mewarnai, kedua permainan ini ampuh untuk mengenalkan perbedaan warna pada anak serta melatih kemampuan motorik halusnya. Manfaat lainnya, proses menggambar juga membantu anak untuk mengembangkan imajinas, kreativitas, dan menuangkan suasana hati mereka.

4. Play Dough/Lilin Malam

Play Dough sebetulnya termasuk dalam mainan edukasi yang bermanfaat untuk membantu gerak motorik anak agar berkembang dengan baik serta merangsang imajinasi dan kreativitas mereka.

Selain itu, pilihan warnanya yang beragam dan menarik hati membuat banyak anak-anak menyukai permainan ini. Saat ini, banyak orang membuat lilin mainan ini di rumah sehingga tidak mengandung bahan kimia dan lebih aman bagi anak-anak.

5. Kotak Musik

Mainan untuk membantu perkembangan anak autis berikutnya adalah kotak musik. Melalui kotak musik ia akan belajar untuk mengenal nada dan suara berbagai alat musik.

Tak hanya merangsang pendengarannya, musik juga bisa menenangkan dan menyenangkan. Tidak heran, sejak masa kehamilan bayi sudah diminta untuk diperdengarkan musik, bahkan anak-anak yang dipasangkan musik saat tidur juga konon bisa tidur lebih nyenyak dan lebih pintar.

6. Lego

Mainan Lego bukan hanya disukai anak-anak namun juga orang dewasa. Lego bisa membantu meningkatkan daya konsentrasi anak dan juga melatih koordinasi antara mata dan tangan. Bermain Lego bisa membantu anak-anak mengembangkan kemampuan komunikasi dan sosial mereka.

(Baca juga: Lupakan 7 Mitos Ini, Ketahui Cara Tepat Menangani Anak Autis)

Bermain Lego akan mengajarkan anak untuk berkreasi dengan membangun suatu bangunan, menyusun bentuk, bahkan kota. Anak autis akan terpancing eksplorasinya dengan menata kota yang ia pikirkan.

Nah, sudah tahu kan jenis-jenis mainan yang bisa membantu tumbuh kembang anak-anak dengan kebutuhan khusus? Koleksi mainan-mainan tersebut untuk si kecil, dengan menggunakan kartu kredit BNI.

Nikmati potongan harga, serta promo menarik dari berbagai jenis kartu kredit BNI yang bisa kamu pilih, ajukan, dan miliki lewat CekAja.com sekarang juga.

Tentang Penulis

Anes Saputra

Artikulasi Sinekdoke